NovelToon NovelToon
Aku Bukan Actor Genius

Aku Bukan Actor Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem
Popularitas:23.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rohid Firmansyah

Apa anda serius?...... AKU BENAR BENAR HANYA INGIN MENJADI PENULIS NOVEL, Mengapa sistem ini Memaksaku untuk Menjadi Aktor ?........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohid Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dua wanita

Lima hari setelah syuting terakhirnya di Oasis, James mendapati dirinya duduk di meja kecil di Redwood Cafe, secangkir kopi mengepul di tangannya. Ia baru saja menyelesaikan shift paginya, dan kafe yang biasanya ramai kini mulai lengang. Hanya beberapa pelanggan yang tersisa, asyik mengobrol atau mengerjakan tugas di laptop mereka.

Ting!

Suara notifikasi dari ponselnya membuyarkan lamunan James. Ia membuka aplikasi mobile banking-nya dan matanya terbelalak kaget. Sebuah transferan sebesar 5000 dolar telah masuk ke rekeningnya.

"Wow," gumamnya tak percaya. "Mereka benar-benar membayar mahal untuk peran sekecil itu."

Ia segera mentransfer sebagian uang itu ke rekening orang tuanya di Bandung. Ia tahu mereka pasti membutuhkannya. Sisanya, ia simpan untuk biaya hidup dan kebutuhan sehari-hari. Ia merasa lega dan bersyukur bisa membantu keluarganya.

"James, kau sudah selesai?" Lily muncul dari balik pintu dapur, mengenakan jaket kulit dan topi beanie hitamnya. "Aku mau tutup kafe nih."

"Oh, iya, sebentar lagi," jawab James, mengambil ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku.

"Kau kenapa sih akhir-akhir ini sering melamun?" Lily bertanya dengan nada curiga, menatap James dengan tajam. "Jangan-jangan kau menyembunyikan sesuatu dariku, ya?"

"Tidak, tidak ada apa-apa," James menggeleng cepat. "Aku hanya sedikit lelah."

"Lelah kenapa? Kau kan cuma jadi figuran di film itu," Lily mencebikkan bibirnya. "Lagipula, bukankah syutingnya sudah selesai?". lily mengetahui james ikut syuting karena selagi istirahat atau setelah pulang cafe james cerita pada lily. biasanya dia tertutup , namun jika dia merasa nyaman bercerita pada orang tersebut maka james akan mencertakannya.

"Ya, memang," James menghela napas. "Tapi entah kenapa, aku merasa sedikit berbeda setelah syuting itu."

"Berbeda bagaimana?" Lily mengerutkan keningnya.

"Aku... aku tidak tahu," James menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Rasanya seperti ada sesuatu yang berubah dalam diriku."

Lily menatap James dengan tatapan menyelidik. Ia merasakan ada sesuatu yang berbeda dari James, tapi ia tidak bisa menjelaskannya. Aura James terasa lebih tenang, lebih dewasa, dan... lebih menarik.

"Aneh," gumam Lily pelan.

"Apa?" James bertanya.

"Tidak, tidak ada apa-apa," Lily menggeleng cepat, lalu berbalik dan berjalan menuju pintu keluar. "Ayo, kita tutup kafe ini. Aku sudah lapar."

James mengikuti Lily, mengunci pintu kafe dan mengaktifkan alarm. Mereka berjalan beriringan di sepanjang trotoar, menikmati suasana malam kota Sacramento yang mulai ramai.

"Kau mau makan di mana?" Lily bertanya.

"Terserah kau saja," jawab James. "Aku ikut saja."

"Hmm, bagaimana kalau kita coba restoran Italia baru di dekat bioskop?" Lily mengusulkan. "Katanya pizzanya enak."

"Boleh," James mengangguk setuju.

Mereka berjalan menuju restoran Italia itu, mengobrol santai tentang berbagai hal. Lily bercerita tentang pengalamannya bekerja di Redwood Cafe, sementara James bercerita tentang pengalamannya di lokasi syuting Oasis.

"Kau tahu," Lily berkata tiba-tiba, "Aku merasa ada yang aneh denganmu sejak kau syuting film itu."

"Aneh bagaimana?" James bertanya dengan penasaran.

"Kau... kau jadi lebih perhatian padaku," Lily menjawab, wajahnya sedikit memerah.

James terdiam sejenak, mencerna kata-kata Lily. Ia tidak menyadari bahwa ia telah bersikap lebih perhatian pada Lily. Mungkin itu karena ia merasa lebih dekat dengan Lily setelah berbagi cerita tentang pengalaman syutingnya.

"Oh, ya?" James hanya bisa menjawab singkat.

"Ya," Lily mengangguk mantap. "Kau jadi lebih sering menanyakan kabarku, lebih sering membantuku di kafe, dan... kau juga jadi lebih sering tersenyum padaku."

James tersenyum kecil. "Mungkin karena aku sudah menganggapmu sebagai teman baik," jawabnya.

Lily terdiam, menatap James dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia merasakan sesuatu yang aneh di dadanya, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia merasa nyaman di dekat James, merasa tenang saat mendengar suaranya, dan merasa bahagia saat melihat senyumnya.

"Lily, kau baik-baik saja?" James bertanya dengan khawatir, melihat ekspresi Lily yang tampak bingung.

"Ah, iya, aku baik-baik saja," Lily menjawab dengan cepat, lalu mengalihkan pandangannya. "Ayo, kita masuk ke restoran. Aku sudah lapar."

Mereka masuk ke restoran dan memesan pizza dan pasta. Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka kembali mengobrol tentang berbagai hal.

"Ngomong-ngomong soal Oasis," Lily berkata, "Aku dengar Aurora West juga main di film itu, ya?"

"Ya, dia salah satu pemeran utamanya," jawab James.

"Wah, pasti keren ya bisa main film bareng Aurora West," Lily berkomentar dengan nada kagum.

"Ya, dia aktris yang hebat," James mengangguk setuju.

"Dan cantik juga," Lily menambahkan.

"Ya, dia memang cantik," James menyetujui.

"Kau dekat dengannya?" Lily bertanya dengan penasaran.

"Tidak terlalu," jawab James. "Kami hanya bertemu beberapa kali di lokasi syuting."

"Oh," Lily mengangguk perlahan.

"Tapi dia sempat meminta nomorku," James menambahkan dengan santai.

"Apa?" Lily terkejut. "Kenapa?". wajahnya seperti preman yang mendengar kabar buruk , dia bahkan sempat akan beranjak dari tempat duduknya karena mendengar itu .

"Entahlah," James mengangkat bahu.

Lily menatap James dengan tidak percaya, dia merasa ada yang tidak beres dengan apa yang di ceritakan james soal aurora . "apa apaan kenapa dia meminta nomormu?". serius lily pada james yang melihatnya heran .

'ini cewek kenapa tiba tiba serius'

"Ya, aku serius, nih nomornya " James mengangguk, memperlihatkan ponselnya dan nomor aurora serta pesannya . melihat itu dia coba berhenti , namun tidak bisa . dia membaca chat terbaru hingga lama , yang mana hanya dijawab singkat saja oleh james .

'tunggu ini!'

"hei apa ini?" memperlihatkan chat nya dan Aurora yang memiliki pola dan kata yang sama . "mengapa semua kata sama bajingan" kesal pada james .

"ayolah lily aku tidak buat menulis mengetik terlalu lama jadi aku copy dan paste saja tulisan yang sudah kutulis, hey jangan marah lihat pizzanya sudah datang" james fokus pada makanannya , melihat james yang sudah makan , dan dia melihat james marah ketika makan dan diganggu . lily mengurungkan niatnya bertanya lagi.

namun pikirannya masih berpikir.

'apa yang dinginkan jalang itu dengan james' . dia tidak sadar jika dirinya merasakan Cemburu.

------------------------------------

Di tempat lain, Aurora sedang berbaring di sofa apartemennya yang mewah, menatap langit-langit dengan tatapan melamun. Ia masih memikirkan James, aktor figuran yang telah mencuri perhatiannya.

"Ada sesuatu yang berbeda dari dia," gumamnya pelan.

Ia mengingat pertemuan pertama mereka di lokasi syuting Oasis. Ia terkesan dengan kemampuan akting James yang luar biasa. Ia juga tertarik dengan kepribadian James yang tenang dan misterius.

"Dia tidak seperti aktor-aktor lain yang pernah kutemui," pikirnya. "Dia tidak haus akan perhatian dan pujian. Dia tampak tulus dan apa adanya."

Aurora mempertanyakan pada dirinya sendiri yang perlahan memiliki rasa pada james , kemudian ia menatap Nomor james, iseng dia kemudian mencari nama james di IG , dimana Muncul namanya @james.official. dia bisa mengenali itu karena rambut curly james .

disana dia melihat postingan pertama james yang baru di upload kemarin . yakni foto dirinya sendiri dengan pakaian kerja cafe redwood dengan celemek di tubuhnya.

"Astaga !" menutup mulutnya melihat postingan james itu yang kini memiliki 100 like . dengan cepat dia memfollow james bahkan menekan tombol like beberapa kali karena saking exitednya terhadap gambar tersebut. 'ini juga alasanku tertarik dengan nya Dia Tampan'.

'kupingku gatal, sepertinya ada yang membicaarakan ku'.

1
ADYER 07
oy thorr up ngakkkk?
Hari Sptra
authornya kemana dah nih di tinggal bae
Kiki Ginanjar
lanjut dong ini bagus
Kiki Ginanjar
kenapa gak di lanjut padahal seru loh
Fadli
up dong
Kiki Ginanjar
kenapa gak up lagi/Grin/
Baday ys
bague
Baday ys
mantab...up up
ADYER 07
walau penjabaran nya bertele² tapi alurnya lumayan bagus.
Hr⁰ⁿ
yang bener *arghhh bikin orng khawatir saja*
Hr⁰ⁿ
maaf Thor kritik dikit,
saya baru baca dan kosa katanya masih agak berantakan,ayo Thor smngt untuk memperbaiki tulisannya
Go Anang
Luar biasa
Farah Umaiha
thor gak up??🤔
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
Farah Umaiha
bentar lagi hp Arthur mati itu(meledak) 🤣🤭
Farah Umaiha
bagus
Farah Umaiha
bangus banget😀👍👍👍
Was pray
kok james gak tahu nominal uang dlm kontrak kerjanya? emang gitu ya dlm dunia perfilman ya thor? aktor gak tahu apa2 isi kontrak kerjanya?
Smeliy: dia sahabat James mereka sudah seperti saudara, Dan Arthur akan jadi orang paling berpengaruh pada cerita
total 4 replies
Farah Umaiha
ceritanya seru banget thor🤣😂😂😭😭💪💪
RidhoNaruto RidhoNaruto
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!