Kartika Gayatri, gadis 21 tahun yang memiliki kecantikan dan kelembutan luar biasa. Kartika yang selama ini tak pernah melihat dunia baru saja beberapa bulan mendapatkan penglihatannya. Hal itu pula yang membuatnya tertarik dan terjebak rayuan lelaki casanova yang di temuinya di klub saat menemani sahabatnya. Malam itupun dia belajar tentang anatomi tubuh pria sesungguhnya.
Akibatnya dia hamil dan sayangnya dia tak tau apapun tentang lelaki itu kecuali namanya, Zaidan.
Hal yang sama dirasakan Zaidan dia tak bisa melupakan Kartika, karena malam itu dia melakukan hal yang tak pernah dia lupakan saat bermain-main. Dia takut gadis itu hamil anaknya.
Zaidan pun mencarinya dan akan menikahinya jika bertemu. Dia tidak akan melepaskan gadis itu, gadis bermata amber itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naira_W, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pukulan Mama Resha
Dan disinilah mereka semua, ruangan VVIP sebuah rumah sakit yang ternyata milik keluarga dari ibu kandung Zaidan.
Kartika yang masih terbaring di brangkar tak boleh melakukan apapun karena Zaidan pasti akan sigap menanyakan apa yang diinginkan Kartika. Bahkan Zaidan menyuapkan makan pada Kartika, walaupun Kartika menolak pada awalnya. Tapi Zaidan tetaplah Zaidan yang harus dituruti kemauannya.
Ruangan luas dengan fasilitas mewah itu tampak ramai, selain Zaidan ada Romi, Sandra dan juga dokter Resha yang ternyata ibu dari Zaidan. Kayla tadi meminta ijin pulang karena sudah ditelpon orang tuanya
"Jadi kamu sudah bisa jelaskan ke mama?" tanya dokter Resha pada Zaidan.
"Kita ngobrol diruangan mama boleh?" tanya Zaidan
Resha mengangguk dan segera keluar dari ruangan Kartika. Setelah memberikan banyak wejangan pada Kartika dan Sandra yang menjaga Kartika baru dia keluar menuju ruangan mamanya.
Zaidan masuk ke ruangan mamanya, dan melihat sang mama sedang duduk sambil memijit keningnya
"Ma, silahkan mama tanya apa saja yang mau mama ketahui" kata Zaidan
"Gak perlu mama tanya lagi kamu udah tau apa yang mau mama ketahui" kata Resha dengan tegas. Kalau sudah begini berarti sang mama sudah siap mengeluarkan tanduknya.
"Zaidan yang salah ma, Kartika gak salah. Dia gadis polos dan lugu ketika Zaidan menyentuhnya." kata Zaidan mengaku pada mamanya
"Mam udah bingung dengan kelakuan kamu ini. Punya anak satu kok nyusahin kayak punya anak dia belas." kata Resha
"Mama gak usah pusing pikirin anak sampai dua belas. Nanti Zaidan yang kasih mama cucu sampai dua belas" kata Zaidan yang sempat bercanda di saat mamanya sudah hampir meledak itu
"Zaidan kamu ini ya, mama sama papa dari dulu selalu bilang ke kamu jaga pergaulan kamu itu. Tapi kamu bandel banget ya. Sekarang Kartika, nanti siapa lagi yang kamu hamili." kata Resha dengan nada yang sedikit tinggi
"Cuma Kartika ma, Zaidan selalu main aman kok. Kalau sama Kartika, Zaidan bakalan hamili dia terus." kata Zaidan asal yang disambut dengan pukulan di punggungnya. Sang mama sudah sangat geram dengan tingkah anaknya itu.
"Aduh ma.. Sakit... Ampun ma" kata Zaidan minta ampun pada mamanya yang memukul punggung nya dengan binder tebal
"Kamu tau resiko yang dialami Kartika kalau dia hamil sekarang ini? Dia baru operasi transplantasi kornea mata. Bahkan matanya saja masih belajar adaptasi dengan cahaya udah kamu hamili." ucapan Resha sontak membuat Zaidan tercengang.
"Ma, maksudnya apa? Kartika baik-baik saja kan?" tanya Zaidan khawatir. Dia memang senang Kartika hamil tapi jika itu bisa membahayakan Kartika jelas Zaidan tak bisa bersorak bahagia.
"Mama takut dengan kehamilan Kartika, perubahan hormonnya akan mengganggu hasil transplantasi mata Kartika. Saat ini saja mama perhatikan dia masih meneteskan obat mata khusus." kata Resha
"Ma, jadi apa Kartika baik-baik saja ma? Zaidan gak mau Kartika kenapa-kenapa ma. Please ma, lakukan terbaik buat Kartika ma." kata Zaidan memohon yang membuat Resha terkejut dengan putranya ini. Terakhir Zaidan memohon adalah ketika dia akan dikirim ke luar negeri tujuh tahun silam
"Sekarang mama mau tanya ke kamu dulu. Saat ini apa hubungan kamu sama Kartika? Karena mama lihat dia itu gak suka sama kamu, dari tadi dia itu nolak kamu terus." kata Resha.
Ya, mama Resha melihat jika yang kekeh mendekati adalah anaknya yang bandel itu. Sedangkan Kartika selalu menghindar dan menolak Zaidan, bahkan tak mau memandang wajah tampan anak tunggalnya itu
"Kartika gak suka sama Zaidan karena udah maksa dia ma" kata Zaidan
"Zaidan sengaja buat dia mabuk biar mau gituan sama Zaidan." kata Zaidan yang kemudian mendapat pukulan dari mamanya lagi.
"Ya Allah.. ampunilah dosa anakku ini" kata mama Resha yang sudah menangis karena melihat anaknya ini.
Resha dan suaminya sadar jika ini salah mereka yang selalu memanjakan Zaidan. Karena memang Zaidan satu-satunya anak mereka. Resha tak bisa hamil lagi karena kecelakaan yang membuat rahimnya harus diangkat bersamaan dengan janin yang dikandungnya saat itu.
Maka dia mengambil spesialis kandungan agar bisa melihat kebahagiaan orang yang sedang hamil. Dia senang mendengar detak jantung janin dalam kandungan sang ibu.
Seolah-olah mendengar detak jantung janinnya yang tak bisa selamat itu
"Ma, Zaidan mau nikahi Kartika. Sebenarnya malam ini rencananya Zaidan mau ngomong ke mama sama papa." kata Zaidan,yang memang sudah membuat janji kalau malam ini dia akan datang ke rumah orang tuanya.
Selama Zaidan pulang dari luar negeri dia membeli apartemen dan tinggal di sana.
Alasannya adalah ingin mandiri dan lebih dekat dengan kantor, padahal dia ingin bebas seperti saat di luar negeri dulu.
"Mama sudah hubungi papa nanti kamu jelasin sendiri ke papamu. Kamu sudah mau jadi orang tua, harus belajar tanggung jawab. Dan mulailah mempertanggungjawabkan perbuatan kamu itu." kata mama Resha kemudian bangkit dari kursinya dan memanggil perawat untuk mempersiapkan alat USG. Dia mau melihat cucunya di dalam kandungan Kartika
"Mama mau kemana?" tanya Zaidan
"Mama mau lihat cucu mama, daripada lihat anak mama yang bandel bikin nyesek." kata Resha kemudian keluar dari ruangannya
"Mama mau lihat strawberry, aku ikut" kata Zaidan mengikuti sang mama.