NovelToon NovelToon
Kakak Iparku, Suamiku

Kakak Iparku, Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:245.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Faustina Maretta

Ryana menikah dengan Dipta Narendra karena dijodohkan. Cinta tumbuh seiring berjalannya waktu.

Sampai pada suatu malam, Ryana merasakan seseorang naik ke atas tempat tidurnya. Ia mengira sosok tersebut adalah Dipta, suaminya. Mereka menghabiskan malam yang panas.

Malam telah berlalu, Ryana terbangun dari tidurnya dan mendapati lelaki yang tidur di sampingnya bukan lah suaminya, melainkan Barra Kakak iparnya.

Karena kesalahan yang telah mereka perbuat, Ryana dan Barra sepakat untuk melupakan malam itu.

Tidak mudah bagi Barra untuk melupakan malam panasnya dengan Ryana. Ia selalu teringat oleh Adik iparnya itu.

Barra selalu mendekati Ryana, tapi wanita itu selalu menghindar dan menjaga jarak dengan Barra.

Ryana menghormati Dipta sebagai suaminya, walaupun ia selalu mendapatkan perlakuan kasar dari Dipta dan Barra lah yang selalu membela Ryana.

Sampai pada akhirnya Ryana mengetahui perselingkuhan antara Suaminya dan wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faustina Maretta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Dalam perjalanan Ryana sangat gelisah, ia beberapa kali menhembuskan napasnya dengan kasar. Barra yang duduk di belakang kemudi merai tangan kanan Ryana agar gadis itu tenang.

"Tenang saja, aku di sini," ucap Barra.

Ryana hanya tersenyum dan menggengam tangan Barra dengan erat. Mereka sampai di hotel Heavens lalu Barra menghentikan mobilnya di depan lobby, ia menggunakan jasa valley. Ryana meraih lengan Barra. Jantungnya berdetak dia kali lebih cepat. Ia merasa gugup menghadapi keluarga Narendra.

Barra dan Ryana berjalan berdampingan menuju restoran. Ryana mengenakan dress berwarna merah dan rambutnya di biarkan terurai, menambah kesan elegan di dirinya. Ryana juga menggunakan heels berwarna hitam yang senada dengan tas yang ia pakai malam ini.

Langkahnya semakin mendekat menuju meja dimana keluarganya duduk, dari jauh Ryana juga bisa melihat mereka bercengkerama bersama sesekali sambil tertawa, sampai pada Febby bertemu mata dengan Ryana, di ikuti semua orang menatapnya.

"Perkenalkan, ini calon istriku. Ryana," ucap Barra pada semua orang.

Semua orang sangat terkejut, apalagi Sinta sampai bangkit berdiri lalu berlari memeluk Ryana. Sedangkan Febby dan Dipta saling menatap satu sama lain tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

"Ryana, ini bener Ryana anak Mama?" lirih Sinta menangis terharu melihat menantu kesayangannya.

Ryana mengangguk dan membalas pelukan Sinta, ia sendiri juga terharu akhirnya bertemu dengan Mama mertuanya karena dulu mereka sering menghabiskan waktu bersama di rumah maupun sekedar berbelanja bersama.

"Bagaimana mungkin?" tanya Bagas lalu membelai rambut Ryana.

"Yang hanyut di danau itu bukan Ryana. Dia memang di culik, namun berhasil melarikan diri," Barra menjelaskan.

Ryana menyalam tangan Kakek Narendra yang daritadi menatap Ryana dengan mata berkaca-kaca.

"Kakek," lirih Ryana.

"Silahkan duduk," ucap Kakek.

Dipta dan Febby yang sedari tadi diam akhirnya berbicara, mereka sangat senang jika Ryana kembali dan masih sehat seperti sekarang. Ryana hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan mereka berdua.

"Lalu bagaimana ini, Dipta akan menikah dengan Fenny," ucap Bagas.

"Aku tidak keberatan, semoga kalian berbahagi, lagipula Mas Barra akan menikahiku," ucap Ryana.

"Bagaimana bisa? Lalu bagaimana dengan Gea?" tanya Kakek.

"Aku sudah berbicara dengan Gea dan dia tidak masalah," sahut Barra.

Ryana menatap Febby saat semua orang sedang berbicara, tatapan tajam yang membuat Febby merasa terintimidasi. Febby dan Dipta merasa tidak nyaman dengan kehadiran Ryana. Mereka mengira dia sudah meninggal tapi kini dia berada di hadapannya.

"Baiklah, bagaimana jika acara pernikahan kita di gabungkan? Kau tidak masalah bukan? tanya Barra kepada sang Adik.

"Ba-baiklah aku juga tidak masalah," sahut Dipta terbata-bata.

Akhirnya mereka memutuskan untuk menikah di waktu yang sama, karena Febby merasa tidak enak badan ia meminta izin kepada lainnya untuk ke toilet. Tidak lama kemudian, Ryana juga menyusul Febby ke toilet. Saat Ryana masuk, ia melihat Febby sedang mencuci tangannya di wastafel.

"Aku sangat sedih, kau tidak mengunjungi makamku, apa kau tidak merindukanku?" tanya Ryana melangkah mendekati Febby.

"Apa maumu?" tanya Febby kesal.

"Apa kau bodoh? Tentu saja menghancurkan rencanamu," sahut Ryana, matanya melihat Febby dari bawah sampai ke atas lalu menyunggingkan senyumnya.

****

"Arrrggghhh! Bagaimana mungkin dia masih hidup?!" ucap Febby kesal.

Mereka berdua sedang dalam perjalanan pulang setelah pertemuan keluarga. Mereka tidak menyangka akan kemunculan Ryana. Dipta bahkan tidak sanggup untuk menatap mantan istrinya itu.

"Sudahlah, nanti kita pikirkan lagi cara untuk menyingkirkannya, yang terpenting kita tetap akan menikah," ucap Dipta.

"Istirahatlah di rumah, jaga kesehatanmu dan anak kita," sambung Dipta.

Setelah mengantarkan pulang Febby, lelaki ini langsung tancap gas menuju rumahnya. Dengan kecepatan tinggi Dipta melajukan mobilnya. Sesampainya di rumah ia langsung menghampiri Kakaknya yang juga baru saja pulang mengantarkan Ryana pulang ke apartemen Gea.

"Mas! Apa maksudmu dengan menikahi Ryana?!" tanya Dipta kesal.

"Kau sudah menceraikannya bukan? Jadi tidak masalah jika aku mendekatinya," sahut Barra dengan santai.

"Apa kau selama ini diam-diam mencintai istriku?!" tanya Dipta lagi.

"Mantan," koreksk Barra.

Jawaban Barra membuat Dipta kesal hingga dia melayangkan tinju di wajah Kakaknya lalu meninggalkan Barra sendiri. Barra menyeka mulutnya yang mengeluarkan darah lalu mendecak kesal.

***

Ryana menceritakan segala sesuatu yang terjadi tadi kepada Gea. Gadis itu dengan seksama mendengarkan cerita Ryana lalu sesekali mengomentari Ryana. Ia jadi teringat akan hal yang terjadi di kamar Gea.

"Gea, apakah kamu bisa menceritakan kepadaku siapa kami sebenarnya?" tanya Ryana dengan hati-hati.

Gea tampal tekejut dengan pertanyaan Ryana. Ia pun menjadi salah tingkah dan seperti kebingungan.

"Baiklah, aku akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu, dengan satu syarat. Jangan beritahu Barra akan hal ini, biarkan aku yang akan menjelaskannya kepadanya,"

Ryana semakin penasaean, kenapa Barra tidak boleh mengetahui kebenarannya? Tiba-tiba ia berkeringat menunggu ucapan Gea selanjutnya.

"Sebernarnya, nama asliku adalah Isabella Smith," ucap Gea.

1
namia khira
Luar biasa
guntur 1609
kehamcuran keluarga narendra akan datang. org terkuat dan terpintar sdh hengkang semua. akibat sifat egois mereka semua
guntur 1609
kok rumah segwde ti gak ada cctv. dan knp ryana diam atas oembunuhan dan penulyekapan yg dialaminya
guntur 1609
brti bara sm gea kandung lah
Sylvia Alhabsyi
ada ya orang yang hampir mati mau dibunuh tapi santai aaja ga mlapor kepolisi ga juga balas dendam.dan akhirnya difitnah lagi kaya ryana🤔
istriJimin
/Kiss//Kiss/
v_cupid
happy new born baby Luna.. 🥰
v_cupid
mantap barra.. tunjukkan bagas tdk bisa seenaknya
v_cupid
.
v_cupid
kapan dipta n febby dipenjara
v_cupid
si ular masih disana bakal byk prahara lagi nih .
v_cupid
terciduk deh dipta..
my name
mampus kau pasutri yg kejam
my name
telat kamu barra kenapa ngak dari dulu nglaporin dipta dan fabby
v_cupid
muncul lagi org jahat
my name
sebentar lagi kehancuran dipta
my name
bikin kesel aja
kenapa sih barra lemah banget jadi laki udah tau dipta jahat banget kenapa ngak tegas gitu harusnya dia cari bukti semua kejahatanya dipta dan febby
my name
pasti iblis wanita itu menfitnah ryana, huh....bikin kesel aja.
lagian kenapa barra bisa semudah itu sih memaafkan dipta yg sudah mencelakai ryana
my name
makin kesini kok rasanya kurang greget y ceritanya padahal awalnya sudah bagus banget lho
my name
ryanakan belum diceraikan dia cuma diangap mati kan jadi belum berstatus janda

gea penuh misteri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!