Adelia adalah gadis yang pekerja keras, ia merantau di kota besar agar bisa memenuhi kebutuhan ayah dan kakanya yang berada di rumah. Semua ia berikan agar bisa membahagiakan kedua orang yang sangat ia sayangi namun penghianatan kakak Adelia dan Riki membuat dirinya dibunuh dan meninggal.
Tuhan masih berbaik hati memberikannya kesempatan kedua untuk hidup, namun masalahnya ia berada di tubuh orang lain. ia bertekad untuk membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahaya_bintang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menampar
“Kau bilang kau apa ? kau Adelia ?”. terlihat raut muka kesal yang ada di wajah mas Arya, ia tak suka ada orang bicara sembarangan tentang Adelia apalagi sampai mengaku-ngaku.
“Kenapa tadi kau bicara seolah-olah kau adalh orang yang paling mencintaiku kan tapi sekarang bahkan aku ada di harapanmu kau tak mengenaliku benarkan Pak Arya yang terhormat ?”.
Vanessa hendak berbalik pergi namun tangannya di cekal mas Arya, bahkan wajah mas Arya kini benar-benar terlihat menakutkan. Vanessa menjadi sedikit takut dengan tatapan itu, ia jadi merasa salah bicara.
“Kenapa kau mengaku sebagai Adelia hah ? kau tau dia sudah meninggal dan kau mengatakan kalau kau adalah temannya tapi kenapa kau mengaku sebagai dia ?”. Vanessa tersenyum ironi sudah ia kira tak akan ada yang percaya namun mengakatan jika ia adalah Adelia ke mas Arya juga percuma karena mas Arya tak akan bisa membantunya.
“Terserah kau percaya atau tidak, asal mas Arya tau jika Adelia masih hidup sekarang apakah mas Arya tau apa yang akan dia lakukan saat mendengar kata-kata mas Arya tadi ?”. Vanessa menghentakan tangan mas Arya lalu ia menamparnya dengan sangat keras.
Terlihat senyum mengembang di bibir Vanessa karena merasa puas, ia bisa mengungkapkan perasaan kekesalannya kepada mantan bosnya itu. Kini ia telah menjadi Vanessa jadi ia tak takut lagi jika akan ada orang yang menyakitinya.
“kau tau aku sangat ingin melakukan itu setelah kau meniduriku dan aku bahkan merasa jika aku sudah seperti seorang p******, sekarang aku sangat puas”. Ia tertawa sangat senang dan hendak pergi lagi namun tiba-tiba terasa ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
“katakan katakan pada Adelia aku benar-benar minta maaf dan katakan kalau aku mencintainya, dan jika benar kau Adelia maka beri aku kesempatan”.
Jantung Vanessa berdegub kencang ia merasa tak bisa mengontrol tubuhnya dan rasanya sangat kaku hingga ia tak bisa bergerak. Kenap ini merasakan ini semua ? kenapa mendengar penuturan mas Arya membuatnya menjadi orang linglung.
Sebelum ia benar-benar tak dapat mengontral lagi segera Vanessa melepaskan tangan besar milik mas Arya yang sedang memeluknya. Ia berlari dengan kencang tak menghiraukan panggilan mas Arya di belakang.
******
Vanessa masuk ke dalam mobil dengan nafas yang tersengal-sengal dan dahi yang berkeringat. Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri mengapa ia sangat berani menampar mas Arya dan ia bahkan mengatakan bahwa dirinya adalah Adelia, sepertinya ia sudah gila.
“non kenapa ?”. tanya sang supir yang sedari tadi melihat majikannya merasa gelisah kala masuk ke dalam mobil.
“tidak apa-apa pak cepat kita pulang”. Sang supir melajukan mobil menuju pulang.
*******
Terdengar bunyi telefon di hp Vanessa dan dilihatnya dari mas Arya, ia langsung mematikan telfonnya karena ia sangat tak ingin bicara dengan mas Arya, sudah kali keberapa ia di telfon mas Arya hingga membuatnya ketakutan.
“Vanessa ada telefon dari Arya katanya hp mu tidak bisa di hubungi, jangan tidak sopan gitu dong sayang kalau ada telefon di terima”. Ucap sang mama yang masuk ke dalam kamarnya seraya memegang telepon rumah.
“maaf ma baterai hp-ku habis”. Vanessa menerima telepon tersebut dan sang mama keluar dari kamarnya.
Vanessa ragu untuk menjawab telefon tersebut, namun ia tetak harus menjawab telefon walaupun enggan dan takut, ia mencoba tenang dan menghirup nafas dan menghembuskannya dengan kasar.
Hallo ada apa ? ~ Vanessa
Bisa kita bertemu di luar atau aku yang akan ke rumahmu ? ~ mas Arya
Jangan kau mau kita bertemu di mana ? ~ Vanessa
Cafe Cozy sekarang ~ mas Arya
Setelah mengatakan itu Vanessa mengambil tasnya hendak ke tempat ia janjian dengan mas Arya. Sudah ia tebak jika mas Arya pastinya akan meminta bertemu dan pasti akan membahas tentang dirinya dahulu.
Saat sampai ia sudah melihat mas Arya yang duduk di sana sendirian dan dan melihatnya yang sudah datang, ia menuju ketempat duduk mas Arya dengan menunduk karena takut, berbeda dengan kemarin yang terlihat kuat ia kini terlihat seperti seorang wanita yang lemah dan tak berdaya.
“duduklah aku sudah pesan makanan untukmu kau makanlah dulu”.
Di depan meja sudah tersedia sate kambing dan juga jus mangga yang terlihat menggiurkan, mereka berdua makan bersama namun saat makan mas Arya melihati Vanessa lekat-lekat, dan Vanessa yang di lihati menyadarinya.
“ada apa ? apa ada sesuatu yang aneh di wajahku ?”. tanyanya yang merasa tak nyaman dilihati begitu.
Dan mas Arya minum sebelum menjawab pertanyaan yang Vanessa lontarkan padanya, ia tersenyum dan senyuman itu membuat Vanessa sangat bingung, memangnya apa yang lucu hingga membuat mas Arya tersenyum ia kadi bertanya-tanya dalam hatinya.
“Kau tau apa yang kau katakan kemarin sangat lah membuat orang tidak tenang”. Terdengan nada serius yang membuat kata-kata itu begitu menyeramkan hingga membuat Vanessa rasanya ingin kabur saja tapi tidak bisa.
“Aku tidak kenal dengan Vanessa tapi dengan Adelia, dia adalah sekertarisku yang paling aku perhatikan gerak-geriknya walaupun aku kecolongan tentang masalah hidupnya”. Terdengar mas Arya memberi jeda dan menghirup nafas sebelum kembali berkata-kata.
“Tapi setelah kemarin kau mengucapkan kalau kau adalah Adelia, itu menjadi kejutan untukku, aku rasa kalau kau sedang memainkan perasaanku dengan mengaku sebagai adelia”.
Vanessa tidak tau lagi di mana topik pembicaraan ini, benar ia kemarin keceplosan dan larut akan amarah kala mengakui dirinya adalah Adelia, tapi andai waktu di putar ia akan merapatkan bibirnya dan tidak bertindak sembarangan lagi.
“aku benar-benar minta maaf mas Arya kemarin aku terlalu marah hingga mengaku sebagai Adelia, sebagai sahabatnya Adelia banyak menceritakan kesulitannya padaku jadi aku seperti merasakan apa yang Adelia rasakan”
Vanessa tersenyum canggung namun ia bisa melihat raut Wajah mas Arya yang tidak bisa ia tebak, apakah kali ini ia akan di marahi atau lebih buruk lagi, menjadi Vanessa sepertinya membuatnya lupa jika mantan bosnya adalah orang yang sangat keras dan galak.
“Kau tadi bilang kau salah bicara kan ? tapi yang ku dengar Vanessa tidak suka makan daging kambing jadi kau benar Adelia”.
“oh tidak mati aku”
aldikn gak tau
transmigrasi ke tubuh anak orang kaya men punya orang tua baik walaupun sibuk sama kerjaan jadi nggak perlu susah cari duit lagi