Daniel Almors adalah seorang penguasa nomor satu di kotanya.
Suatu hari, tanpa sadar dia masuk kedalam perangkap seorang wanita. Sampai akhirnya, saat dia bangun, dia sudah berada di sebuah tempat yang terpencil.
Daniel kehilangan ingatannya, dan telah di selamatkan oleh seorang gadis bisu bersama dengan neneknya.
Seiring berjalannya waktu, Daniel terbiasa dengan kehidupan barunya yang sangat sederhana.
Bukan hanya itu saja, bahkan Daniel yang saat itu sudah bertunangan, malah terjebak dengan perasaannya sendiri terhadap gadis yang baru saja dia kenal.
Siapakah yang akan Daniel pilih? Tunangannya ataukah si gadis bisu yang sudah menyelamatkan dirinya.
Ayo simak jalan ceritanya.
Tapi sebelum itu, jangan lupa follow akun author, subscribe karya, like dan tinggalkan jejak komentar kalian ya! Sebagai penyemangat untuk melanjutkan bab.
Terimakasih!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SYAFA APRILIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengikuti Sofia
"Sofia.."
Daniel memejamkan matanya sejenak, diiringi dengan suaranya yang pelan.
Sudah dapat di pastikan, jika Audry adalah Sofia, gadis yang sudah di anggapnya telah mati.
Menyadari itu, Daniel pun dengan cepat mengejarnya, diikuti oleh Jimmy dan Justin yang menjurus dari belakang.
"Sofia..! Tunggu!" teriak Daniel saat Sofia semakin mempercepat langkahnya hingga keluar dari gedung.
Sofia sama sekali tidak menghiraukan teriakan Daniel. Dia terus melangkah hingga berlari dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
Rasa sakit yang dia rasakan saat mengetahui jika ternyata Daniel melupakan janjinya karena kehadiran seseorang wanita yang sempat terlihat mesra di depan matanya.
Sofia pun bergegas membuka kunci mobilnya yang dia kendarai, lalu masuk dan lekas menutup rapat pintu mobil tersebut.
Detik kemudian, Sofia pun segera menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan kendaraannya dengan cepat, meninggal area gedung hotel tersebut.
Daniel mengatur nafasnya sesaat setelah kelelahan akibat berlarian. Dia menghempaskan sebelah tangannya, sekedar membuang rasa kesal karena tidak berhasil menghentikan Sofia.
"Dan!"
Suara Jimmy pun terdengar saat pemuda itu datang menghampirinya, bersama dengan Justin.
"Kenapa kau membohongi ku, Jim?! Kenapa kau memperkenalkannya sebagai orang lain?! Apa maksudmu, Jimmy?!" cecar Daniel dengan segala pertanyaannya.
Daniel begitu kesal pada Jimmy yang dengan sengaja memperkenalkan Sofia sebagai Audry.
"Bukan begitu! Aku sama sekali tidak tau namanya, yang aku tau dia itu Audry! Paman dan bibi ku menemukannya di pinggir jalan," ujar Jimmy menjelaskan, dengan maksud agar Daniel tidak salah paham padanya.
"Kalau begitu katakan, dimana dia tinggal." Daniel menatap tajam pada Jimmy.
"Dia.. Dia tinggal bersama paman dan bibi ku."
Jimmy benar-benar di buat bingung dengan sikap Daniel yang tiba-tiba saja terlihat begitu marah padanya.
"Kalau begitu antar aku ke sana,"
"Oke, baiklah."
Jimmy berusaha menurutinya saja, padahal pemuda itu sama sekali tidak mengerti apa hubungan Daniel dengan gadis yang dia ketahui dengan nama Audryana.
Justin bergegas menghampiri kendaraannya yang terparkir, lalu dengan cepat dia masuk kedalam sana hingga detik kemudian dia membawa kendaraan tersebut dan berhenti tepat di hadapan Daniel dan Jimmy yang berdiri di sisi jalan.
Daniel dan Jimmy pun bergegas masuk, setelah itu Justin langsung menjalankan kendaraannya dan melaju dengan cepat menyusul jejak Sofia.
******
Dari arah lain, Sofia menghentikan kendaraannya tepat di pinggir jalan. Gadis itu menangis dengan posisi kepala yang tertunduk pada setir mobilnya.
Tapi setelah itu dia kembali mengangkat wajahnya menatap kearah depan.
"Ih.. Ih.. Ih..!"
Bukk, bukk, bukk..
Dengan kesalnya Sofia memukul-mukul pelan setir mobilnya dengan kedua tangannya sambil terus terisak.
"Harusnya aku tidak berkata seperti itu!" lirihnya kemudian.
Gadis itu menyesali apa yang sudah dia ucapkan di depan Daniel. Pasalnya, dia baru menyadari jika perkataannya itu akan membuat Daniel tau siapa dirinya. Pikir Sofia.
Sedang didalam mobil yang berbeda, Daniel sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Sofia, dan menjelaskan semuanya pada Sofia.
Jika saja Jimmy tidak memperkenalkan Sofia sebagai Audry, mungkin saja Daniel bisa menjaga jaraknya dengan Clara di depan Sofia. Pikir Daniel menyesali.
"Sebenarnya apa hubungan mu dengan Audry, Dan?! Kenapa kau seperti baru menemukan seseorang yang sangat kau sayangi."
Akhirnya Jimmy mengulurkan pertanyaan yang mengganjal di hati dan pikirannya. Pemuda itu bingung, pasalnya dia tau jika Daniel sudah memiliki Clara, tapi mengapa justru Daniel terlihat lebih mementingkan gadis lain dari pada Clara. Pikir Jimmy.
"Aku mengenalnya sebagai Sofia, dan bukan Audry seperti yang kau sebutkan," jawab Daniel.
"Bagaimana bisa kau mengenal gadis itu sebagai Sofia?!" tanya Jimmy penasaran.
"Ceritanya panjang. Yang jelas.. Kami sempat dekat sewaktu aku kehilangan ingatanku,"
Ciiitttt!!!
Tiba-tiba saja Justin menghentikan laju kendaraannya secara tiba-tiba, hingga membuat mereka yang berada didalam mobil tersebut sedikit terhuyung ke depan, beruntung mereka menggunakan seatbelt.
"Ada apa, Just?!" tanya Daniel dengan cepat.
"Bukankah itu mobil yang di kendarai Nona Sofia tadi, Tuan!"
Daniel dan Jimmy langsung mengarahkan pandangan mereka kearah depan, mengamati mobil yang terparkir di depan mobil mereka, terlihat dari pancaran kaca mobil.
"Iya, itu benar," ujar Jimmy setelah mengamatinya dengan baik.
Daniel pun bergegas membuka pintu mobilnya, namun tertahan oleh tangan Jimmy yang langsung memegang lengannya.
Daniel pun menatap Jimmy dengan kening yang mengerut.
"Lihat itu," ujar Jimmy tanpa mengalihkan pandangannya menatap arah depan. Hingga detik bersamaan Daniel pun mengarahkan pandangannya sesuai dengan pandangan mata Jimmy.
Di luar sana, terlihat Sofia yang keluar dari dalam mobil yang dia kendarai. Bersamaan dengan itu hujan pun mulai turun membasahi jalan.
Detik bersamaan dengan cepat Justin mematikan mesin mobilnya, seiring dengan lampu mobil yang tak lagi menampakkan cahayanya.
Dalam diam, mereka bertiga yang berada didalam terus mengamati apa yang akan di lakukan oleh Sofia di luar sana.
Sofia keluar dari dalam mobilnya saat pandangan matanya tiba-tiba menangkap seorang lelaki paruh baya yang berjalan masuk kedalam sebuah pusat perbelanjaan, bersama dengan seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik.
Sofia menutup pintu mobilnya sambil terus mengamati raut wajah lelaki itu dari tempatnya berdiri.
"Bukankah itu pria yang.."
"AAAKH!!"
Sofia mengerang kesakitan sambil memegangi kepalanya saat dia teringat akan kejadian yang pernah dia alami.
#Flashback on#
"Tidak..! Jangan sentuh aku!"
"Hahaha... Kau tidak akan bisa lari dari ku, Emma!"
"Menyingkir dari tubuh istriku, brengsek!!"
Seorang lelaki berteriak keras saat seorang lelaki lainnya berniat ingin menggagahi istrinya yang sudah terbaring lemah di atas kasur diiringi dengan tangisnya yang lirih.
"Diam kau lelaki tidak berguna! Lebih baik kau mati..!"
Dorrr
Lelaki yang berada di atas tubuh wanita yang bernama Emma itupun dengan cepat melepaskan tembakannya hingga tubuh suami dari dari Emma terkulai tak bernyawa di lantai, dengan darah segar yang mengalir.
"Robert....!!!"
Teriakan Emma pun menggema, mengiringi kematian suaminya yang bernama seperti yang di sebutkan.
Seorang gadis kecil yang masih berusia 8 tahun diam-diam melihatnya dengan tubuh yang gemetar sambil menutup telinganya dengan kedua telapak tangan mungilnya.
Gadis kecil itu bersembunyi didalam lemari pakaian, di balik tumpukan baju yang menggantung. Dia menyaksikan sendiri bagaimana kedua orang tuanya di siksa hingga di bunuh secara keji.
#Flashback off#
Dari dalam mobil, Daniel, Jimmy dan Justin terheran-heran melihat Sofia yang tampak lemah dengan posisi bersandar pada mobilnya yang terparkir.
"Apa yang dia lakukan?! Mengapa dia menangis di situ?!"
Suara Jimmy memecah kesunyian diantara mereka. Hingga dengan cepat Daniel ikut mengeluarkan suaranya.
"Apa yang dia lihat?!"
Sofia beranjak berjalan menuju ke seberang jalan. Dia terlihat seperti sedang mengikuti seseorang secara sembunyi-sembunyi.
Tapi tak lama kemudian dia kembali berlari kearah mobilnya lalu dengan cepat dia masuk kedalam sana.
Ketiga pemuda yang berada didalam mobil lain terus memandanginya, dengan segala rasa penasaran di benak mereka masing-masing.
Detik bersamaan tatapan mata Daniel mendapati sosok kedua orang tua Clara, yang berjalan masuk kedalam mobil mereka.
Sofia pun segera melajukan kendaraannya setelah mobil yang di kendarai oleh kedua orang tua Clara melaju, meninggalkan area pusat perbelanjaan tersebut.
Tidak hanya Daniel saja yang terheran-heran, bahkan Jimmy pun langsung bersuara. "Itu kan kedua calon mertua mu, Dan?! Mengapa Audry mengikuti mereka?!"
"Just, cepat ikuti kendaraan mereka," ujar Daniel pada Justin tanpa menghiraukan pertanyaan dari Jimmy.
Dengan cepat Justin yang duduk di kursi kemudi pun menjalankan kendaraannya hingga melaju mengikuti kendaraan di depan mereka.
Daniel di buat semakin bingung saat kendaraan yang di kemudikan oleh Sofia terus mengikuti kendaraan yang di kemudikan oleh orang tua Clara.
******
Bersambung...
untuk ending udh bagus😊😘
smoga pernikahan Daniel ma Sofia berjalan lancar,,