NovelToon NovelToon
Kepincut CEO Judes

Kepincut CEO Judes

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:74.3k
Nilai: 5
Nama Author: Othsha

"Matilah aku!" Bora segera menggetuk kepalanya dan berusaha ingin kabur karena tendangan mautnya baru saja berhasil bersarang pada kaca belakang mobil mewah yang baru saja melewati dirinya.

Penasaran dengan kisah cinta Bora si tomboi dan Auriga CEO Judes yang unyu-unyu sekaligus nyeselin?!

Buruan pantengin kisahnya di sini manteman...


With luv


Othsha ❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Othsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KCJ - 18

Eleena segera menceritakan semua yang ia bicarakan dengan Maharani, kepada Chitra begitu ia kembali dari kediaman keluarga Dipta. Chitra terlihat sangat senang ketika mendengar bahwa Maharani sudah memaafkan Eleena, walau menurut sang ibu, ibu dari Auriga itu sama sekali belum memaafkan dirinya.

Setidaknya satu langkah sudah berhasil ia lewati, ia tinggal menyusun rencana untuk mengambil hati dari Maharani. Dan Chitra yakin bahwa dia akan berhasil menaklukkan hati wanita yang sudah dianggapnya sebagai calon ibu mertuanya.

Kali ini Auriga pasti akan jadi milikku, batin Chitra sembari tersenyum dalam hatinya.

****

"Kenapa bisa engga ada bukti yang memberatkan gadis itu sih? Kamu yakin udah geledah semuanya dengan bener?" ujar Chitra yang terlihat kesal karena Minka sama sekali tidak menemukan bukti kebohongan dari Bora.

"Ngapain juga aku boong sama kamu! Engga ada untungnya juga buat aku kan?" ujar Minka yang tetap berusaha bersabar menghadapi Chitra. Dalam hati Minka terus merutuki kelakuan Chitra yang semakin menguji kesabaran dari Minka. Chitra kembali meminta Minka untuk menghubungi Bora dan berkunjung ke kediaman gadis itu. Chitra meminta Minka untuk menggeledah semua ruangan di apartemen Bora tanpa terkecuali bagaimana pun caranya.

Minka sudah merasa sangat jengah menghadapi tingkah laku Chitra yang semakin semena-mena. Ia terus memikirkan cara agar terlepas dari jerat yang disiapkan oleh Chitra.

Apa aku perlu minta bantuan dari kakak? batin Minka karena merasa sang kakak pasti bisa membantu menyelesaikan masalahnya.

****

"Mami ngajak kamu makan malam di rumah nanti malam! Pulang kerja aku jemput!" ujar Auriga saat menghubungi Bora siang itu. Bora langsung mengiyakan ajakan Auriga. Ia pun memberitahu Marieta bahwa hari itu, ia meminta ijin untuk pulang tepat waktu karena Auriga akan menjemputnya. Marieta langsung memberikan ijin karena mendengar nama Auriga.

"Jangan lupa besok ada meeting dengan klien baru kita jam delapan pagi, kamu jangan sampai terlambat," ujar Marieta mengingatkan Bora. Beberapa hari ini, Bora dan tim sales memang sedang disibukkan dengan menyiapkan proposal yang akan mereka presentasikan di hadapan klien baru mereka. Sudah beberapa hari Bora dan timnya terpaksa lembur untuk menyelesaikan proposal itu.

Luis banyak membantu Bora dalam pekerjaan mereka yang membuat Bora merasa sangat bersyukur memiliki bawahan yang bisa diandalkan seperti lelaki yang berusia dua tahun di atas dirinya itu.

"Pak Luis, saya mau besok Pak Luis yang akan mempresentasikan proposal kita kepada klien ya?!" ujar Bora yang membuat Luis sedikit terkejut. Namun ia tak menolak permintaan dari atasan barunya itu. Ia tahu bahwa Bora belum pernah melakukan presentasi seperti itu, selama bekerja di perusahaan mereka. Demi keberhasilan proyek mereka kali ini, Luis bersedia untuk melakukan instruksi dari atasannya itu.

****

"Maaf menunggu lama, sayang! Tadi masih ada sedikit kerjaan yang belum kelar," ujar Bora yang sudah mulai berakting agar lakon mereka hari ini berjalan dengan sukses seperti biasanya. Auriga sama sekali tak menjawab perkataan Bora. Ia hanya mengangguk dan kembali menatap ke arah depan. Bora hanya bisa menghela nafas berat setiap kali melihat sikap dingin Auriga yang sama sekali tak berubah, padahal sudah hampir empat bulan perjanjian mereka berjalan.

Mereka tiba di kediaman keluarga Dipta. Entah mengapa, Bora masih saja gugup setiap kali harus bercengkerama dengan keluarga Auriga itu.

"Ayo sayang," ujar Auriga sembari menggenggam tangan Bora yang membuat gadis itu terkejut dengan wajah yang tersipu. Bora selalu tidak siap, setiap kali Auriga bersikap manis terhadapnya karena setelah kemesraan yang mereka pertontonkan di depan umum, yang Bora rasakan setelahnya adalah nelangsa. Ada perasaan kehilangan yang Bora rasakan setiap kali, Auriga melepas genggaman tangannya.

Perasaan itu membuat Bora ketakutan, setiap kali mereka harus memulai lagi sandiwara mereka. Bora takut dengan perasaannya sendiri. Ia ingin menepis semua perasaan kelam yang akhir-akhir ini sering menguasainya itu, tetapi hal itu bukan hal yang mudah.

****

"Bora sayang, akhirnya kamu datang juga. Kirain Auriga lupa karena dari tadi tante telepon, engga diangkat sama ini anak!" ujar Maharani sembari memeluk Bora dengan hangat. Perlakuan manis Maharani itu, selalu membuat hati Bora menghangat karena bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang selama ini hanya ia dapat dari sang ibu panti.

"Hape aku di tas, Mi. Tadi aku ada meeting, jadi aku silent," jelas Auriga sembari mencium pipi sang ibu.

Mereka hanya makan malam berempat, karena Eknath sedang pergi dinas keluar kota. Suasana malam itu tak semeriah biasanya karena ketidakhadiran Eknath malam itu. Biasanya Eknath selalu menjadi penggembira dan yang paling sering mengajak Bora berbincang, selain Maharani. Auriga mempunyai sifat yang hampir mirip dengan sang ayah. Ayah Auriga juga lelaki dengan tipikal pendiam, tetapi auranya tak dingin seperti Auriga.

"Gimana pekerjaan kamu, Bora?" tanya Diratama.

"Lancar, Om. Besok ada meeting untuk mempresentasikan produk dengan klien baru kami," jelas Bora yang membuat Diratama tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

Setelah makan malam, mereka duduk berempat duduk di ruang tamu untuk melanjutkan obrolan mereka. Maharani dan Diratama saling bertatapan seolah sedang berbicara tanpa kata. Pada akhirnya, mereka saling mengangguk kepala seolah memahami bahasa tubuh masing-masing.

"Ehmmm, Auriga, Mami sama papi mau tanya, kapan kamu akan melamar Bora secara resmi? Papi dan mami sudah setuju dengan hubungan kalian. Mami juga mau cepat nimang cucu! Kamu juga bentar lagi akan berkepala tiga, Ri. Kamu udah harus mikirin masa depan kamu, jangan cuma mikirin kerjaan trus!" ujar Maharani yang membuat Auriga dan Bora terkejut.

Ahh, akhirnya pembicaraan seperti ini datang juga! batin Auriga yang sudah bersiap dengan kemungkinan hari seperti ini akan tiba.

"Bora masih muda kalo harus menikah sekarang, Mi. Bora juga masih fokus di karirnya. Lagian untuk apa sih buru-buru, aku juga masih utang banyak proyek yang masih belum selesai," jelas Auriga untuk menegaskan maksud mereka agar Maharani tidak terus mendesak mereka berdua.

"Bora sayang, menurut kamu gimana? Kamu bersedia untuk bertunangan dengan Auriga kan, sayang?" tanya Maharani yang mengalihkan targetnya karena tak mendapat jawaban memuaskan dari sang putra yang terus saja menolak permintaannya.

Bora gelagapan, karena tak siap dengan serangan yang dilancarkan oleh Maharani. Diratama tersenyum maklum melihat reaksi Bora yang terlihat terguncang karena pertanyaan dari Maharani.

"Mami, jangan buat Bora tertekan dong! Jawaban kami sama kok, karena hal ini udah kami bahas sebelumnya!" Auriga berusaha membantu Bora untuk menjawab pertanyaan Maharani. Maharani mengabaikan jawaban Auriga dan menatap Bora penuh harap yang membuat Bora semakin merasa bersalah.

Auriga mendengus kesal, melihat tingkah sang ibu yang berusaha menarik simpatik dari kekasih kontraknya itu. Bora menghela nafas pelan, dan menatap Auriga dengan lekat yang membuat lelaki itu mengerutkan dahinya. Ia merasa tatapan Bora itu menyiratkan sesuatu yang membuat Auriga menjadi waspada.

"Ehmmm, kalo hanya ikatan pertunangan, saya engga keberatan, Tante. Tapi kalo untuk pernikahan bisakah kami membahasnya berdua dengan putra, Tante?!" ujar Bora yang kemudian menyesali perkataan yang sudah terlanjur ia keluarkan. Auriga menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, sementara itu Maharani terlihat sangat bahagia mendengar jawaban dari calon menantunya itu.

Ya Tuhan, apa yang aku bilang barusan?! Bora bodoh!!!

****

1
Bilqies
mampir lagi Thor
Othsha: makasih kakak...❤️
total 1 replies
Bilqies
aku mampir nih kak, salam kenal yaa ..
mampir juga yaa di karyaku.....
terima kasih /Smile/
Othsha
Hai kakak.... wahhh, makasih banget buat semua dukungannya untuk Bora dan Auriga ya... Othsha terhura, eh, terharu karena kakak sahabat Othsha pertama dengan berkenan membaca dan mengomentari karya ini hampir di setiap babnya.

Othsha berterima kasih banget buat dukungannya. Semoga dimana pun kakak berada tetap sehat, bahagia dan sukses ya.

Mohon dukungannya untuk karya Othsha lainnya bila berkenan ya....

Sekali lagi mamaci banyak. Maaf juga engga bisa balas komennya satu per satu ya..🥰🥰🥰🥰
Mimik Pribadi
Boraaaa,,,,,itu kode dari siJutek kutub 🤭💪
Mimik Pribadi
Kejutaaaann,,,,,
Apakah itu Auri,yng manggil Bora???
Mimik Pribadi
😭😭😭 kpn mereka berdua akan dipertemukan lgi thor??
Mimik Pribadi
Nahh!! Ada rahasia apaan lgi nich dngn mama nya Chitra 🤔🤔🤔🤔
Mimik Pribadi
Hahhh!! Sediiih bngt thor knpa hrs secepat ini kebongkar,,,,,
Pantas saja Auriga tidak menyukai Harjun,,,,,bnyk hal yng membuat bertanya2 ttng sepak terjang Harjun yng bisa bermusuhan dngn Auriga
Mimik Pribadi
Ini calon mamer knpa dtng mulu sih?? 😅
Mimik Pribadi
Aku ikut was2 bayangin saat perjanjian itu berakhir,,,,,semoga saja sblm masa kontrak pacar palsu itu berakhir,Auriga udh mulai merasa nyaman bahkan jatuh cinta beneran sm Bora,,,
Mimik Pribadi
Haseekk!!,,,,pelukaaan 😍🤭🤭
Mimik Pribadi
So sweet 😍 akhirnya bongkahan es si Judes kutub mulai mencair 💃💃
Mimik Pribadi
Hahaaa,,,,Si kutub Auri kynya sandiwara,tinggal iyain aja sih Boz keinginan Bora,utk nunda keberangkatanmu ke Bali toh itu jga demi kesembuhanmu,,,,stlh kamu ngasih kputusan Nunda,girang kan wajah Bora,,,,apa gak Adem selama di RS ada yng nungguin,dan ngurusin
Mimik Pribadi
Hahaaa,,,,cinta terkadang bikin emosi,bikin sumpek,dan smpe2 rasanya kpngn ngunyah orng y Bor, apalgi pria yng dihadapi ky Boz Auri,,,bikin gondhok 🤣🤣🤣🤣
Mimik Pribadi
Auriga beneran dtngkah???,,,,
Andai iya,,,untung cpt diajak pergi sblm semuanya bubrahh!!
Mimik Pribadi
Msh susah ser2an dan jedug2 jantungnya sih 😅😅
Mimik Pribadi
Cari mslh nich si Chitra,,,,Auri sdh memperingatkan kamu Chitra,jngn smpe mancing singa tidur,udh gak bisa memiliki Auri karier kamu jga hancur,,,,entah nnt caranya seperti apa nnt saat Auri ingin menghancurkan kamu,klo ternyata kamu mlh bikin ulah lagi sama Bora,,,
Mimik Pribadi
Nahh!! Lhooo,,,,gimana tuh pertanggung jawaban atas ucapan Bora,terhadap Mami Auri,,,,😆😆
Mimik Pribadi
Mngkn hrs terungkap kali y hubungan kontrak mereka,,,,
Mimik Pribadi
Jngn smpe Harjun menceritakan ttng Bora thor,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!