Kisah gadis imut dengan sejuta kenakalannya yang sebenarnya sudah memiliki suami namun tanpa dia ketahui dengan seorang Gus yang memiliki sifat sangat bertolak belakang dengan dirinya.
"Katanya bukan Muhrim kok megang megang sih Dasar Gus Gila! ."
(Alexandra keyla Salsabila.)
"Bahkan tubuhmu sudah halal untukku Zaujati."
(Zio Aqeel Asna Nafis Al Fath)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ido fawaiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TELUR DADAR
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM,,,,
Sebaik baik bacaan adalah membaca Al-Qur'an 🥰🥰🥰
*****
Happy reading guys😘
Malam tiba Echa cemberut memegang Al Qur'an kecil di tangannya, sementara Zio tetap fokus membaca kitab kuning di tangannya,sesekali melirik istrinya yang terlihat sangat menggemaskan dimatanya.
"Sudah hafal ?" tanya Zio.
Echa tidak menjawab pertanyaan Zio hanya menatapnya malas.
"Sudah tahu belum hafal masih nanya?" ketus Echa.
Zio menutup kitabnya meletakkan di tempatnya semula.
"Mau tau bagaimana caranya agar cepat hafal?" ucap Zio setelah duduk di depan Sang istri.
"Gunakan hatimu,jangan lakukan karena rasa terpaksa,karena akan semakin sulit, resapi bacaan nya."
"Echa malas Gus."
"Baiklah, bagaimana kalau belajar sekalian praktek kitab Fathul Izar saja."
"Em,,,, tidak usah menghafal kan?"
"Hmm,,," jawab Zio.
"Oke,,, Echa mau belajar kitab itu saja." ucap Zia dengan penuh semangat.
Diam diam Zio tersenyum licik, Zio kembali mengambil kitabnya dia juga merebahkan Echa di pangkuannya.
"Ih,,, Gus kok mesum sih." protes Echa saat Zio sudah menjelaskan beberapa hal tentang bersenggama.
"Bukan mesum Cha, tapi memang ini di dalam kitab."
"Jadi Echa sudah Dosa dong selama ini tidak memberikan Gus makan."
"Kalau sudah tahu sekarang Echa mau melakukan kewajiban Echa?" tanya Zio lembut.
"Tapi Echa takut." Cicit Echa.
"Takut kenapa hm,,?" Dengan lembut Zio mengelus kepala Echa.
"Takut sakit, Echa dengar itu kalau yang pertama itu sakit."
Setelah mengeluarkan rayuan akhirnya Zio mau memberikan haknya pada Zio.
Setelah melakukan sholat Sunnah dua rakaat Zio melancarkan aksinya belah duren, menidurkan sang singa yang sudah lama terbangun,Zio juga pria normal juga kali.
Malam semakin larut namun belum ada tanda tanda keduanya mengakhiri kegiatan mereka.
"Udah Gus,,, Echa capek." keluh Echa yang sudah tidak memiliki tenaga.
"Sebentar lagi." balas Zio.
Setelah Zio menyelesaikannya, dia langsung mencium kening Zia dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih,,," ucap Zio,namun tidak di tanggapi oleh Echa karena sudah tertidur dengan pulas.
*****
Adzan subuh berkumandang Zio tidak tega untuk membangunkan istrinya yang terlihat tengah terlelap dengan sangat nyaman.
Mereka baru tidur setelah jam setengah empat jadi bisa di bayangkan berapa lama mereka ini itu, tenaga Zio seolah tidak ada habisnya membuat Echa hampir pingsan.
"Sayang,,, bangun ya,, sholat subuh dulu setelah itu baru tidur lagi." Dengan sangat lembut Zio membangun kan Echa.
"Egh,,,, ngantuk Gus." rengek Echa.
"Sholat sebentar ya setelah itu baru tidur lagi."
Zio menarik hidung Echa membuat Echa mau tidak mau harus bangun, namun baru saja Echa hendak turun dari ranjangnya dia meringis.
"Ahss,,,,." desis Echa.
"Kenapa Sayang?" tanya Zio.
"Huh,,, Kalau sudah dapat jatah saja manggil sayang kemarin kemarin kemana saja?" dengus Echa.
Zio hanya menanggapinya dengan senyuman kecil saja, melihat istrinya yang seperti nya tidak bisa berjalan tanpa berkata apapun Zio langsung menggendong tubuh polos Echa.
"Akh,,,," teriak Echa.
"Kenapa hm,,,?" tanya Zio.
"Echa malu Gus,," Echa menutup wajahnya yang tersisa panas.
"Malu kenapa sayang?" goda Zio dengan sengaja.
"Ih,,, dasar Gus nyebelin." kesal Echa.
Dengan lembur Zio menurunkan Echa di kamar mandi.
"Kamu tahu niatnya mandi besar kan sayang?"
tanya Zio langsung mendapat anggukan dari Echa.
*****
Setelah menyelesaikan sholat subuh Echa kembali bergelung dengan selimut nya, matanya benar benar tidak dapat terbuka.
Zio menghampiri istrinya mengecup keningnya lembut.
"Mau tidur lagi?" tanya Zio sambil mengelus kepala Echa dengan penuh kasih sayang.
"Hm,,, Echa masih ngantuk Gus." jawab Echa.
"Tidak mau mengulang hafalannya dulu?"
"Echa capek Gus,,, Gus sih semalam kayak Kuda saja bilang sebentar, sebentar ternyata hampir semalamam gak ber henti berhenti." omel Echa yang kesal.
"Baiklah sayang,,, sekarang kamu tidur kembali." Zio mengelus kepala Echa membuat sang empunya keenakan dan kembali ke alam mimpi.
Seharian Zio dan Echa tidak keluar rumah sama sekali, setelah selesai sarapan mereka kembali mengulang aktifitas mereka seperti semalam, Zio hanya keluar Sholat Jum'at setelah itu langsung kembali ke rumahnya.
"Makan siang dulu sayang." ucap Zio.
"Tubuh Echa rasanya remuk Gus." keluh Echa dengan mata yang masih terpejam.
******
Satu bulan lebih hubungan Zio dan Echa semakin harmonis, Echa jarang jarang masuk kelas karena sekarang dia sekolah nya secara privat pada Zio kalau tentang Fathul Izar langsung praktek.
"Gus,,, nanti malam mau makan apa?" tanya Echa.
"Kamu sudah bisa masak sayang?"
"Emm,,, bisa." jawab Echa.
"Sekarang kamu bisa Request mau makan apa."
"Aku ingin makan sambal Cumi sayang." ucap Zio.
"Tidak bisa." Ucap Sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayam goreng."
"Tidak bisa juga."
"Nasi goreng."
"Tidak bisa juga."lagi lagi Echa menggelengkan kepalanya.
"Jangan minta yang Echa tidak bisa, minta yang lain."
"Ya sudah telur mata sapi saja." pasrah Zio meminta masakan yang paling gampang.
"Tidak bisa juga."
"Kamu bisanya masak apa sayang?"
"Telur dadar." jawab Echa.
"Kalau memang bisanya masak telur dadar kenapa dari tadi nawarin mau makan apa sayang." gemas Zio, saking gemasnya jadi geram.
"Hehehe,,, biar terlihat bisa memasak gitu." cengir Echa
"Ya sudah saya berangkat dulu ya sayang,, ingat jangan Nakal."
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikum salam." jawab Echa, setelah itu langsung mencium tangan Gus Alzam, dan dibalas Zio dengan mengecup keningnya.
"Hati hati Gus." ucap Echa.
"Hm,,,"
Echa kembali masuk ke dalam rumahnya, dia mengambil ponsel yang diberikan Zio satu Minggu lalu, membuka aplikasi sosial media nya men scroll ke bawah mencari sesuatu yang menurut nya menarik.
Echa memposting Foto Zio yang dia ambil secara sembunyi sembunyi kemarin, Foto Zio saat tengah membaca kitab di sofa kamar nya.
Bosan dengan aktifitas nya Echa memtuskan untuk ke Ndalem selatan,dia berniat belajar memasak agar bisa menyenangkan suaminya.
Sampai di Ndalem selatan dia langsung menemui Ning Syaqila dan Ella yang tengah membuat kue kering di dapur.
"Assalamu'alaikum Umma, Ummi."ucap Ella dengan sedikit berteriak.
"Waalaikum salam,,, Echa." jawab Ning Syaqila dan Ella.
"Tumben kesini nak."
"Hehehe,,, Echa pengen belajar memasak lagi Umi."
"Sini Nak."
Ning Syaqila dan Ella terus mengajari Echa sambil bercerita .
"Andai Queena masih hidup." ucap Ella tiba tiba.
"Iya, Pasti saat ini kita tengah masak bertiga." sambung Ning Syaqila.
"Pasti Mommy Queena orang baik ya Umma."
"Sangat, Queena adalah orang yang sa,,ngat baik, begitu juga Gus Alzam." ucap Ella.
"Aku selalu kagum dengan kisah cinta Abang dan Quenna, cinta mereka begitu besar."
"Aku juga sama Qil, Cinta mereka Abadi dan benar benar dipisahkan oleh maut."
"Bahkan saat Queena pergi terlebih dahulu, Gus Alzam Memilih menjadi Duda hingga ajal menjemputnya." lanjut Ella.
Mata Ella dan Ning Syaqila terlihat berkaca kaca, mereka ingat masa masa masih bersama dengan keduanya.
"Umma dan Umi jangan menangis kasihan Mommy nanti ikutan sedih juga." ucap Echa.
_
_
_
TBC JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK 😘😘😘
te²p semangat ya thoorrr smoga lancar trus up nya