NovelToon NovelToon
Dia Jodoh Ku

Dia Jodoh Ku

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Natasya Effendi,,, Gadis pintar yang selalu menjadi juara di sekolahnya. Bahkan Tasya begitu biasa dia di panggil, dapat menyelesaikan kuliahnya dengan cepat dengan nilai terbaik. Bahkan Tasya bisa lolos masuk kerja di salah satu bank swasta. Berbanding terbalik dengan pendidikan dan karirnya kisah cintanya harus berakhir dengan penuh luka.

Mau tau kisah lanjutnya? Yuk... ikutin ceritanya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Pesta telah usai Tasya masuk lebih dulu karena Daren rewel karena kelelahan. Daren pun tak bisa di bujuk oleh Suster yang membuat Tasya masuk lebih dulu. Sambil menidurkan Daren Tasya yang masih mengenakan gaun dan belum membersihkan diri pun tertidur di samping Daren.

"Sus, dimana Daren?" Marchel.

"Di bawa masuk oleh Mamanya Pak. Sepertinya Abang Daren mengantuk." Suster.

Marchel masuk ke dalam memastikan Daren memang tidur bersama Tasya.

"Bi, Tasya dan Daren di atas?" Marchel.

"Iya Pak. Ada suster Rini juga." Bibi.

Marchel pun menuju ke atas. Sampai di kamar Tasya terlihat pintu kamar Tasya sedikit terbuka dan terlihat Tasya dan Daren tengah tertidur saling berpelukan. Marchel pun memberanikan diri masuk ke dalam kamar Tasya dengan membiarkan pintu kamar tetap terbuka.

"Sya, Tasya.." Panggil Marchel membangunkan Tasya.

"Hm..."

"Ssttt... Bangun dan bersihkan diri kamu dulu. Ganti baju mu juga." Marchel.

Ketika Tasya mencoba bangun Daren terusik membuat Tasya kembali merebahkan tubuhnya di samping Daren dan menepuknya.

"Bangunlah. Biar aku yang menggantikan." Bisik Marchel.

Kemudian Tasya pun mencoba bangun kembali dan berhasil. Posisi Tasya pun di gantikan oleh Marchel. Tasya pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Sebelumnya Tasya membawa baju ganti.

"Aku sudah selesai." Tasya.

Tanpa menjawab Marchel bangkit dari tidurnya dan Tasya menggantikannya kembali. Belum sampai ke pintu Marchel membalikkan badannya kembali dan melangkah mendekati Tasya kemudian duduk di pinggir tempat tidur. Tasya bangun dan terduduk.

"Kenapa?" Tasya.

Marchel menatap Tasya tanpa berbicara.

"Apa kau mau menikah dengan ku?" Marchel.

"Hah!"

"Apa kau mau menikah dengan ku?" Ulang Marchel.

"Apa kau sedang tidak bermimpi?" Tasya.

"Aku dalam keadaan sadar Sya." Marchel.

"Kenapa kamu tiba-tiba meminta ku menjadi istrimu?" Tasya.

"Jujur sebenarnya aku tak tau kapan rasa ini hadir. Namun aku semakin menyadarinya saat kita intens saling berkomunikasi. Dan aku tak ingin menunggu lagi. Daren pun pasti setuju kau menjadi Mama nya untuk selamanya." Marchel.

"Bicaralah pada Ayah dan Ibu ku." Tasya.

"Pastinya. Aku akan bicara pada mereka besok. Dan aku harap kau mau menerimaku." Marchel.

"Akan aku jawab besok. Pergilah. Ini sudah malam kau pun butuh istirahat juga." Tasya.

"Kau juga tidurlah. Jangan lupa mimpikan aku." Marchel.

Sepeninggalan Marchel Tasya di buat tak bisa tidur. Entah mengapa dada nya terus berdetak sejak Marchel memintanya menjadi istrinya. Tasya pun mengambil air wudhu dan memanjakan do'a meminta petunjuk dari sang pemilik.

Hampir pagi Tasya turun ke dapur membuat segelas teh. Entah mengapa rasanya teh hangat membuatnya sedikit lebih tenang. Karena semakin menjelang lagi dada nya semakin berdetak tak karuan. Takut, bahagia dan semua rasa menyatu padu di hatinya.

Jika dirinya tak menerima pinangan Marchel maka dia akan kehilangan Daren entah kapan itu terjadi. Namun, jika dirinya menerima pinangan Marchel rasa itu belum ada di hatinya. Berkali-kali Tasya menghela nafas panjang. Tapi dari semua do'a yang di panjatkannya tadi malam semua berpihak pada Marchel.

"Kak."

"Aaa...."

"Kakak... Ada apa?" Ibu Lidia.

"Astaga! Ibu. Kenapa mengagetkan Kakak?" Tasya.

"Kakak melamun? Pantas saja sejak tadi Ibu ajak bicara Kakak hanya diam." Ibu Lidia.

"Hah! Memang sejak kapan Ibu di sini?" Tasya.

"Satu jam yang lalu. Iya kan Bi?" Ibu Lidia.

"Hah! Bibi." Ucap Tasya menengok dan ternyata benar Bibi ada di sana juga.

"Kakak memikirkan apa?" Ibu Lidia.

"Hm... Bu, bagaimana jika dalam waktu dekat ada yang melamar Kakak?" Tasya.

"Jika Kakak menyukainya juga Ibu dan Ayah akan menyetujuinya." Ibu Lidia.

"Siapapun dia?" Tasya.

"Maksud Kakak?" Ibu Lidia.

"Hm... Meskipun dia berstatus duda?" Tasya.

Ibu Lidia terdiam sejenak dan fikirannya mengarah pada Marchel. Namun, tak ingin berprasangka.

"Ibu bertanya pada Kakak. Apa Kakak tidak masalah dengan statusnya? Bukankah Kakak yang akan menjalankannya. Bukan Ibu ataupun Ayah. Jika Kakak tidak mempermasalahkannya kenapa tidak Ibu dan Ayah menyetujuinya." Ibu Lidia.

Tasya hanya diam merenungi apa yang dikatakan oleh Ibunya. Kemudian Tasya menatap ibunya dalam-dalam.

"Jika semuanya telah Kakak fikirkan maka Ibu dan Ayah setuju dengan keputusan Kakak. Jika Kakak memang menerimanya Ibu harap Kakak pun menerima masa lalunya." Ibu Lidia.

"Terima kasih Bu." Tasya.

"Apa itu Marchel?" Ibu Lidia.

"Hm... Dia memintaku menjadi istrinya semalam." Tasya.

"Dan apa jawaban Kakak?" Ibu Lidia.

"Kakak belum menjawabnya Bu. Kakak memintanya untuk bicara pada Ibu dan Ayah." Tasya.

"Siapkan jawabannya ya. Jadi, jika nanti dia datang pada Ayah Kakak sudah punya jawabannya." Ibu Lidia.

"Jawaban apa?" Tanya Ayah Effendi yang baru saja ikut bergabung.

"Marchel meminta Kakak menjadi istrinya semalam." Ibu Lidia.

"Apa Kakak menerimanya?" Ayah Effendi.

"Kakak belum menjawabnya Yah. Kakak meminta dia mengatakannya pada Ayah dan Ibu." Tasya.

"Apapun keputusan Kakak Ayah merestuinya Nak. Jangan karena dia Ayah dari Daren lantas Kakak menerimanya. Tapi, fikirkan semuanya baik-baik termasuk masa lalunya." Ayah Effendi.

"Iya Yah. Ibu sudah mengatakannya. Kakak pun telah berdo'a dan meminta petunjuk pada Allah." Tasya.

"Lalu apa jawaban yang akan Kakak berikan padanya?" Ayah Effendi.

"Apa Ayah dan Ibu tidak akan kecewa pada Kakak jika Kakak menerimanya? Atau sebaliknya?" Tasya.

"Apapun keputusan mu Ayah akan merestuinya sayang." Ayah Effendi.

"Terima kasih Yah, Bu. Semoga keputusan Kakak nanti tidak akan mengecewakan semuanya." Tasya.

"Ya sudah mandi sana. Kasian juga Daren kamu tinggal sejak tadi." Ibu Lidia.

Tasya pun segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan melihat apakah Daren terbangun atau tidak. Ternyata Daren masih tertidur dengan pulas. Tasya berfikir mungkin Daren tenang karena Papa nya telah memintanya menjadi Mama nya untuk selamanya.

Setelah mandi dan menunaikan kewajibannya Tasya pun membaca ayat suci untuk lebih menenangkan hatinya kembali. Karena semakin pagi Tasya semakin tak karuan. Tasya menghentikan bawaannya ketika melihat Daren yang sudah terduduk melihat ke arahnya.

"Halo selamat pagi kesayangan Mama." Tasya.

Daren menyunggingkan senyumannya yang membuat Tasya meleleh. Rasa lelahnya karena tak bisa tidur semalaman terobati oleh senyuman yang Daren berikan padanya. Tasya pun membuka mukenanya dan menyimpan ketempatnya.

"Kita ganti popok dulu ya setelah itu kita turun ke bawah?" Tasya.

Daren pun pasrah dengan apa yang di lakukan Tasya padanya. Daren tak pernah rewel selama tidur bersama Tasya. Mereka tidur saling berpelukan entah berapa puluh kali Raya mengabadikan momen tersebut karena Tasya tak pernah mengunci pintu kamarnya selama Daren bersamanya.

Setelah siap mereka berdua pun turun ke bawah. Daren terlihat bergembira seperti biasanya. Tasya akan mengajak Daren berjalan-jalan di belakang rumahnya seperti biasa.

🌹🌹🌹

1
Akbar andrian Pratama
novel sebelah ga dilanjut kak?
Akbar andrian Pratama
kasian kanaya...mudah-mudahan cepet hamil
Akbar andrian Pratama
moza hamil
Akbar andrian Pratama
lanjut..

yg judul 'jodoh pilihan ayah' jg di up thor
Akbar andrian Pratama
akhirnya nongol jg....

lanjuttttt
kiara
ceritanya menarik, ringan, mudah di pahami bahasanya
airin
bagus ceritanya gak bertele2
kiara
ku suka dgn ceritanya menarik..mangats kak
kenzo
menarik kisah perjodohan..
Mutiara Destianny
Tasya harus dengerin kata sahabatttt
Mauli_datun
mungkin Tasya hamidun dan marchel yg ngidam
Mauli_datun
Tasya & Rosa punya indra yg lain kah? Indra Herlambang misalnya 😅😅😅😅🤭✌
nanas¹⁰
semangat thor ceritanya menarik ..
Mynaz³
suka cerita yg tema romansa cinta ,,ada manis 🤭 bikin baper
lenka
semangat kak dewi, kisah kasih tasya semoga dpt jodoh yg good looking, good attitude dan dompet 🤭
lovika
kira2 siapa ya jodohnya tasya..penasaran lanjut baca lg ..mangats kak
lovika
cowoknya tasya pasti selingkuh
celia
wihh keren kisah percintaan, semoga tasya dpt jodoh yg terbaik..
Daffa
jodohnya tasya sdh terlihat
Daffa
Doni sebagai pria tak punya malu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!