NovelToon NovelToon
Hancur

Hancur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:643.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: I'm Blue

Sebenarnya apa salahku sehingga mereka sangat membenciku, bahkan dia tega memperkosa ku dan terus membuatku menderita.

Aku ingin ingin bertanya pada mereka, tapi aku sama sekali tidak punya keberanian. Apakah hidupku akan terus begini. Lalu, bagaimana dengan janin yang ada di kandunganku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'm Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Mimpi Indah dan Rasa Bersalah

Sebelum kami pulang, Xavier mengajakku ke sebuah restoran untuk makan malam. Xavier memesan banyak sekali makanan. Aku paling suka bebek bakarnya yang terasa sangat nikmat.

"Makan yang banyak, lo kurus banget," kata Xavier sambil memberikan daging bebek bakar ke piringku.

"Terima kasih kak."

"Em.........."

Xavier tidak banyak makan, dia hanya melihatku yang makan dengan lahap. Dia bahkan menawarkan untuk memesan lagi bebek bakarnya. Aku hanya menggeleng, makanan di meja kami sudah cukup banyak. Aku tidak ingin makanya ya terbuang, di luar sana banyak sekali yang tidak bisa makan dengan layak.

Aku ingat Bu Lela dan Ribi. Mereka pasti suka juga makanan ini. Aku ingin membeli dan membawa pulang untuk mereka, tapi tidak berani mengatakannya pada Xavier.

"Kenapa?" tanya Xavier padaku. Aku menggigit bibir bawahku.

"Bisakah kita beli juga untuk Bu Lela dan Ribi." Xavier tersenyum mendengar ucapanku, lalu dia memanggil pelayan dan memesan menu yang sama untuk di bawa pulang.

Setelah selesai makan. Xavier mendapatkan telepon dari Arinda. Arinda ingin Xavier datang ke rumahnya.

"Berisik! Gw bilang gak bisa ya gak bisa!" putus Xavier. Lalu memasukan kembali handphonenya ke dalam kantong.

"Hari ini buat lo," bisik Xavier di telingaku, lalu mengecup bibirku pelan tanpa malu terlihat orang lain.

Aku benar-benar bersalah pada Arinda. Dia sangat baik padaku tapi aku terus mengganggu hubungannya dengan Xavier.

"Apa tidak seharusnya kakak pergi ke rumah Arinda saja. Mungkin saja ada yang penting."

"Gak."

Xavier lalu menggandeng tanganku menuju parkiran. Dia membuka pintu mobil dan menyuruhku untuk masuk ke dalam.

Ternyata Xavier tidak langsung membawaku pulang, dia membawaku bertemu dengan teman-temanya. Nuga juga ada, Nuga tersenyum padaku dan aku hanya membalas senyumnya kecil.

"Kenapa lo?" tanya Xavier melihat Nuga senyum-senyum.

"Gak. Seneng aja sih."

"Halah gila," Kata Vando pelan. Alta hanya menatap mereka bosan.

"Lo gak jadi ikut party malam ini?" tanya Mara.

Xavier menggeleng dan melirik ke arah ku. Dia lalu merangkul bahuku. Nuga yang melihat Xavier merangkul bahuku langsung cemberut.

"Bawa aja lah sesekali. Biar tau dunia luar," kata Vando memprovokasi Xavier. Aku tidak tau apa yang mereka rencanakan.

Alta memandang Vando dengan sinis, lalu memukul kepalanya pelan. Vando meringis menerima pukulan Alta. Xavier hanya memutar kedua bola matanya bosan.

Aku tidak tau sekarang berada di rumah siapa. Aku sedang duduk di sofa sebelah Xavier. Xavier sedari tadi tidak melepaskan tanganku. Aku juga tidak berniat untuk melepaskan tangan Xavier, karena takut dia marah. Aku merasa tidak nyaman sebenarnya tapi apa boleh buat.

"Gw pulang aja kalian," kata Xavier tiba-tiba. Aku sangat senang dalam hati. Aku merasa tidak aman di sini. Bagaimanapun di sini adalah sarang harimau yang siap menerkamku kapan saja.

Teman-teman Xavier sempat protes, tapi tidak bisa membatalkan niat Xavier untuk pulang. Nuga orang yang paling terlihat sangat kecewa. Dia bahkan mendapat ledekan beberapa kali dari Alta.

*************

Kami sampai di rumah saat malam sudah sangat larut. Aku menarik sekali tapi aku ingin memberi makanan yang telah aku beli, tepatnya Xavier beli untuk Bu Lela dan Ribi. Semoga saja mereka belum tidur.

Saat aku memasuki kamarku. Bu Lela dan Ribi, terlihat tertidur di kasurku. Sepertinya mereka menungguku sejak tadi. Aku jadi tidak tega membangunkan mereka yang terlihat tidur sangat pulas.

Aku memutuskan untuk mandi dan membersihkan diriku. Setelah aku mandi aku menyusun belanjaanku di paling pojok kamar. Aku akan memeriksa terlebih dahulu sebelum memasukannya kedalam lemari.

"Sudah pulang nak?" kata Bu Lela dengan suara serak, khas bangun tidur.

"Baru saja Bu. Aya bawa makan tadi di dapur, tapi karena ibu sudah tidur Aya simpan di kulkas."

"Aya bawa apa?"

"Ayam goreng mentega dan bebek bakar. Kak Xavier mau membelikannya tadi."

Mungkin karena mendengar kami Ribi juga terbangun dia menatapku dengan senang lalu memelukku.

"Kakak sudah pulang."

"Iya. Kakak sudah pulang. Ayo kita ke bawa untuk makan."

"Ayo."

Kami turun ke bawah dan menghangatkan makanan yang telah aku letakan di kulkas. Bu Lela dan Ribi makan dengan lahap. Makanan di restoran yang tadi memang sangat enak.

"Makan juga nak."

"Iya kakak makan juga. Jangan cuman lihat aja." Ribi menyuapiku bebek bakarnya. Aku membuka mulut dan menerima bebek itu.

"Sudah Ribi kakak sudah kenyang," kataku saat Ribi menyuapiku lagi.

Aku bahagia sekali melihat mereka dapat makan dengan lahap. Aku ingin terus melihat mereka bahagia seperti ini.

Setelah selesai makan kami kembali kekamar masing-masing. Aku membaringkan diriku di kasur menunggu kantuk membawaku pada alam mimpi.

Di mimpiku aku melihat laki-laki yang tidak jelas wajahnya, masuk kekamarku. Di duduk di kasurku, dan ikut merebahkan dirinya di sampingku.

"Aku sayang kamu," bisiknya dan memelukku erat.

Aku sudah lama sekali tidak mimpi seindah ini. Dalam beberapa tahun ini mimpiku selalu buruk, apalagi setelah kehilangan bunda.

Aku terbangun dari tidurku saat Ribi masuk ke dalam kamarku dan memberikan paket, yang entah apa isinya.

"Dari siapa Ribi?" Tanyaku pelan.

"Disini tertulis nama Arinda kak."

Setelah mengantar pakek padaku Ribi langsung keluar dari kamarku. Acara bersih-bersih belum juga selesai.

Aku membuka paket yang di kirimkan Arinda. Isinya gaun yang sangat indah. Arinda benar-benar tulus menyayangiku, tapi aku malah menghianatinya. Aku menangis mengingat apa yang sudah ku lakukan dengan Xavier di belakang Arinda. Aku harus menyembunyikan ini darinya, aku tidak ingin Arinda membenciku dan menjauhiku.

Aku juga memeriksa kembali barang belanjaanku dan menyusunya ke lemari.

"Arinda datang," Kata Xavier padaku saat aku memasukan baju terakhir.

"Baik kak. Aku akan turun setelah mandi."

Xavier mendekat padaku dan mengecup keningku. Rasa bersalah semakin besar pada Arinda. Aku juga tidak bisa menolak kecupan Xavier. Dia akan marah jika aku menolak dan membuat Bu Lela dan Ribi kesusahan.

Setelah selesai mandi dan Menganti baju aku turun ke bawah. aku menuju ruang tamu, dimana Arinda sedang berada.

Arinda langsung memelukku saat aku datang, aku membalas pelukan Arinda. Dia juga merapikan rambutku yang sedikit berantakan. Xavier hanya memainkan handphonenya santai, tidak ada rasa bersalah di wajah. Aku hampir saja menangis saat Arinda menyuruhku duduk di sampingnya dan menggenggam tanganku. Aku sangat bersalah padanya, tapi aku tidak berdaya untuk keluar dari zona ini.

"Kakak kangen sekali padamu."

"Aku juga kak."

"Kamu tau Xavier jutek trus sama kakak. Apa dia punya selingkuhan."

Jantungku rasanya sudah berhenti berdetak saat Arinda mengatakan kalimat barusan. Apa Arinda sudah curiga padaku? Oh Tuhan bagaimana ini.

1
Zi-Ha
bodo kali tu cewek..
ngapain juga masih disitu...😡😡
Tatu Nadia
apa mungkin Aya hamil..hmm..
Tatu Nadia
kejam banget thor
Userr_Erorr
aneh ,, bilangnnyaxavier gk prnh bwa doi" sblumnya kermhnya,, tpi aya tau doi" xavier sblumnya,, n aya juga kn gk prnh kaluar rmh
Sri Suwarni
ini trlalu sadis cerita ny trustrang aja aku ngga suka cerita yg begini maaf
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjutin ceritanya🥺
Sumarni Aurellia
kk kpn d lanjut ceritanya🤔😔
wong_oseng
ini hiatus kah ?
Ira Wati
lanjut
wong_oseng
novel ini apakah sdh hiatus ya....
Tramitra Wisadi
hmmmm
warnita meridiana
lanjut thot
Nining Rahayu
kalo bacanya di loncat2 ga bakal faham ini mah...😁😁😁
Rina Tyas
Thor bukannya Aya panggilnya bunda, k' mama
Rina Tyas
suka thor
Rina Tyas
lanjut kakak
Rina Tyas
semangat ya thor
Rina Tyas
iya kak AQ suka critanya
Suyati Lihawa
kapan lanjutnya thor kok lama sekali ditunggu ya tks
Emma_ku
melotot kn loh..
hahahah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!