NovelToon NovelToon
System Api Tertinggi

System Api Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:36.3k
Nilai: 5
Nama Author: Paisal A

Merah, Ungu, kuning, biru dan putih, adalah urutan lima jenis api dari urutan terendah hingga tertinggi. Setiap anak yang terlahir akan dikaruniai bakat api yang menjadi impian setiap orang.

Jika beruntung, seseorang bisa saja memiliki kekuatan api sejak lahir. Namun jika gagal, bahkan seseorang tidak akan memiliki sedikitpun kemampuan tersebut.

Seperti yang dialami oleh Zafier. Usia 13 tahun adalah batas terakhir dimana seseorang akan ditentukan apakah dia memiliki bakat pengguna api atau tidak.

Namun di ulang tahunnya yang ketiga belas, bakat itu tak kunjung muncul. Hingga dia sering dihina sebagai orang gagal dan perusak keturunan.

Hingga suatu hari, takdir berkata lain. Zafier mendapatkan sesuatu keberuntungan yang tak ternilai meski ditukar dengan dunia ini, yaitu system api tertinggi. Api paling legendaris, atau yang dikenal dengan sang malapetaka...

Seperti apa cerita dibalik keberuntungan Zafier...?

Kekuatan api Apa kira-kira yang Zafier dapatkan...?

Ikuti terus cerita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Paisal A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah Dewa...

Aregon dan ayahnya datang menghampiri Zefier. Mereka tidak tahu alasan mengapa Zefier berada disitu. Bagi Aregon, sepertinya terlalu mustahil jika keinginannya untuk membalas Zefier tidak terwujud.

"Kau, segera berlutut dan minta maaf pada anakku...! Aku akan mempertimbangkan untuk tidak mencabut nyawamu hari ini." Pinta Doga, ayah Aregon, pada Zefier.

"Berlutut? Minta maaf...? Mengapa aku harus melakukannya?" Zefier tahu maksud dari perkataan Doga. Dia hanya berpura-pura bodoh saja.

"Apa kau tahu siapa aku? Kau harus diberi pelajaran atas perbuatan mu Mada anakku." Lanjut Doga.

"Aku tidak tahu siapa kau dan apa yang telah aku perbuat pada anakmu. Aku juga tidak punya alasan untuk melakukan permintaan aneh mu itu." Jawab Zefier.

"Ho? Sepertinya kau harus dihukum dulu baru mau mengakui kesalahanmu."

"Ah, sudahlah...! Aku terlalu lelah untuk meladeni kalian." Zefier pergi begitu saja.

Tapi, "Pengawal...!" Doga berteriak memanggil pengawal sewaannya. Puluhan orang dengan wajah sangar, langsung berkumpul saat mendengar panggilannya.

Para pengawal tersebut segera mengelilingi Zefier. Mereka tampak tak membiarkan Zefier pergi begitu saja.

"Apa kau masih belum mau meminta maaf?" Doga kembali bertanya.

"Sudah aku katakan, aku tidak mengenal kau dan anakmu. Jadi kita tak ada urusan sama sekali." Zefier pura-pura membela diri.

"Kau masih muda dan miskin, juga sangat sombong. Sayang sekali, kau mencari masalah dengan orang yang tak seharusnya kau singgung. Pengawal... Tangkap dan beri dia pelajaran!" Perintah Doga pada para pengawal.

"Hufff..." Zefier menghela nafas. "Sepertinya kau yang salah mencari lawan." Ucap Zefier.

Awalnya tiga orang pengawal maju untuk menangkap Zefier. Sayangnya, Zefier menjatuhkan mereka seperti memukul nyamuk.

Bag, bug...!

Ketiga pengawal tersebut terjatuh tanpa sempat memberikan perlawanan. Sebenarnya zefier tak ingin ada pertikaian. Dia hanya bermaksud memberikan contoh melalui ketiga pengawal agar yang lain segera mengurungkan niat.

"Apa...?!" Sontak semua pengawal terkejut. Bahkan Doga sendiri tak percaya dengan apa yang dia lihat.

Disisi lain, Aregon hanya diam dan menonton dari belakang ayahnya. Dia tahu, Zefier sama sekali tak melakukan apapun saat berada di warung makan.

Tapi pikirannya sangat licik. Dia hanya ingin membuat zefier tunduk, lalu akan melepaskannya jika mau memberikan empat batu energi miliknya.

Pertarungan kembali terjadi. Tampaknya, niat Zefier tak berjalan mulus. Doga memerintahkan seluruh pengawal untuk menyerang Zefier secara bersamaan. Pemandangan itu layaknya semut mengerubungi makanan.

Serangan demi serangan dilancarkan. Zefier tak ingin melukai mereka. Dia hanya menghindar dengan santai. Dia tahu, para pengawal sebenarnya hanya ingin mencari makan meski mereka tak mau membedakan mana baik dan mana buruk.

Wush, Wush...!

Pedang yang berayun hanya membelah angin. Terkadang terjadi benturan pedang antar sesama pengawal. Akibatnya, keributan itu menimbulkan perhatian bagi seluruh penumpang perahu terbang.

"Lihat, lihat...! Ada pertarungan disana. Mungkin akan jadi tontonan menarik."

"Ada pertarungan disana. Mari... sepertinya cocok jadi hiburan."

Dalam waktu singkat, semua orang telah berkumpul disana. Mereka bagai tersihir oleh gerakan Zefier yang sangat halus dan landai.

"Apakah ini pertarungan atau hanya pertunjukan atraksi saja...?" Seseorang berkata pada teman sebelahnya.

"Tentu ini bukan sungguhan. Mana mungkin pemuda itu tidak terluka jika ini sungguhan."

Walaupun semua orang mengira bahwa itu hanya keterampilan seni, tapi mereka cukup kagum pada Zefier. Apalagi dia mampu menghindari serangan yang tampak acak dan alami.

"Hooo, hooo, hooo...!" Orang orang bersorak memberi semangat.

Disisi lain, Doga merasa tertekan melihat orang-orangnya yang dipermainkan seperti anak kecil. Besar kemungkinan, Zefier bukanlah anak sembarangan. Jika tidak, mana mungkin dia sanggup menghadapi puluhan orang yang bahkan belum menggores pakaiannya sedikitpun.

"Berhenti...! Apa yang kalian lakukan, mengapa kalian tak kunjung menjatuhkan dia?!" Doga mendengking, mengutuk pengawal sewaannya.

Semua pengawal berhenti seketika. Saat menghadap Doga, nafas mereka naik turun dengan cepat karena kewalahan.

"Tuan, kami sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi, kelihatannya pemuda itu memiliki sedikit kemampuan." Lapor salah seorang pengawal.

"Apa kau bilang...?! Dengan optimis aku menyewa kalian, bahkan seorang anak ingusan saja tak bisa kalian hadapi. Apa gunanya aku bayar mahal?" Raut kesal Doga membuat para pengawal ketakutan. Takut upah mereka tidak diberi.

Mereka semua memang dibayar dengan harga tinggi. Bahkan sempat mengira, bahwa jumlah mereka terlalu berlebihan. Tapi tak disangka ketika menghadapi pemuda itu, ternyata jumlah banyak tetap bukan keunggulan.

Melihat kumpulan pengawal tak berguna itu, Doga tak kehabisan akal. Mumpung seluruh penumpang berkumpul disana, saat itu juga mengumumkan sebuah sayembara.

"Kepada kalian semua yang ada disini... Mungkin diantara kalian sudah mengenal aku. Aku adalah Doga. Orang yang memiliki usaha di seantero kota negri ini." Doga berkoar dengan keras.

"A, apa...?! Tuan doga? Namanya memang tersebar sebagai pedagang sukses." Orang-orang mulai beralih membicarakannya.

"Tuan doga...? Sepertinya nama itu tidak asing. Kudengar, beberapa pedagang sukses banyak yang berkiblat dan beraliansi dengannya. Andai aku memiliki relasi seperti dia..."

Semuanya mulai berandai-andai, memiliki hubungan dekat dengan Doga. Bahkan beberapa orang terkejut mendapati dia berada di satu pijakan yang sama.

"Dengar baik-baik... Bagi siapa yang bisa mengalahkan orang itu, aku takkan takkan segan memberi wajah dan bantuan pada keluarganya." Teriak Doga sambil menunjuk kearah Zefier. Dia langsung melakukan tawaran dengan imbalan tinggi.

Bayaran mungkin tak seberapa. Memiliki hubungan relasi dengannya, itu sama saja keberuntungan seumur hidup.

Semua yang mendengarkan berita itu, sontak mendapat respon yang agresif. Hampir tak ada yang menolak, tapi tetap harus berpikir mengapa dia sampai mengadakan sayembara.

"Aku sebenarnya sangat ingin... Tapi, awalnya kukira tadi itu hanya pertunjukan, ternyata bertarung sungguhan. Bagaimana aku bisa mengalahkannya jika puluhan orang itu saja tidak mampu."

"Sama... Aku baru saja akan berkata begitu. Sebaiknya, aku mengurungkan niat."

Berlahan semua orang yang merasa tak sanggup segera melangkah mundur secara berlahan. Hal itu membuat Doga putus asa. Bagaimana dia ada muka jika hal sepele begini dia tak mampu menanganinya.

Diluar dugaan, ternyata tidak semua orang menolak. Secercah harapan muncul bersamaan dengan majunya empat orang pemuda.

"Paman, Doga...! Perkenalkan, aku adalah Dan Dzik, putra tunggal Liam Dzik. Aku tahu, ayahku memiliki hubungan dekat dengan anda." Dan Dzik memberi hormat.

"Dzik, Liam Dzik dari kota Aramelo...? Me, mengapa kau bisa ada disini?" Tampaknya Doga sangat tau dan sedikit terkejut mendengar nama itu.

"Aku sebenarnya sedang melakukan perjalanan bersama ketiga putra kenalan ayahku, kami sedang menuju ke akademi Xolfrods yang akan membuka pendaftaran beberapa Minggu ke depan."

Mendengar nama akademi Xolfrods sontak semua yang mendengar langsung merasa kagum. Mereka langsung bertanya dengan penuh antusias.

"Hei... Apa kau murid undangan atau hanya ingin mempertaruhkan nasib saja...?!"

"Ya, benar.... Aku dengar, ujian masuk menjadi murid disana sangat ketat. Bahkan mereka tidak menerima sogokan."

"Hei...! Apa kau tidak tahu, dia adalah Dan Dzik, putra Liam Dzik. Aku berasal dari kota Aramelo. Namanya terkenal berkat kemampuannya yang tiada tanding di kota itu. Bahkan orang dewasa saja banyak yang memilih untuk tidak bermasalah dengannya."

"Benarkah...? Bagaimana kau bisa tahu sedetail itu?"

"Tentu saja aku tau. Aku memiliki saudara yang berlatih dibawah bimbingan ayahnya.

Disisi lain, Zefier yang sebenarnya berada di tengah-tengah kerumunan itu, bahkan tidak dihiraukan sedikitpun. Sampai dia sendiri berinisiatif untuk untuk duduk sambil menunggu kelanjutan pertarungan yang belum usai.

"Tuan, aku merasakan darah dewa pada anak itu..." System tiba-tiba buka suara.

Bersambung...

1
MOCH ABDURRACHMAN
terus aja dulu
Made Sukawera
bagus ceritanya
Made Sukawera
bagus ceritanya
Made Sukawera
bagus ceritanys
MOCH ABDURRACHMAN
lewat terus
MOCH ABDURRACHMAN
lanjut aja dulu
Bhayuu
Lanjukan,ko brhenti tengah jalan
Bhayuu
Lanjuttt
Sang Pemburu Kultivator🗿
tidak menarik, sitem berbicara layaknya manusia, bukan seperti AI, biasanya setiap novel sistem, sistem tersebut menggunakan bahasa formal berupa 'Saya' dan 'Anda' untuk sebuah dialog Sistem kepada Tuannya, bukan bahasa Nonformal (aku dan kamu) terkesan intim.. dialog sistemnya juga salah harusnya beri tanda [..] untuk dialog sistem dan dialog untuk sebuah sistem juga terlalu lugas, layaknya manusia dan bukan sistem itu sendiri. karena sstem bukan insensitas biasa (AI) bukan manusia.. mau dia dari masa depan atau masa lalu, yg namanya sistem pasti identik bahasa baku dan formal.
Afandi Paisal
Maaf teman2. Hari ini author ga bisa update. Jujur saja, capek karena kerjaan. Jadi lanjut besok ya... Terimakasih sudah setia
Pinovela
Kapan ke dunia kedua.
Afandi Paisal: nunggu terkumpul pasukan, kak. Wkwkwk
total 1 replies
Adrian Adi
Tamatin tor...
Adrian Adi
ketua Mangge atau Mongge?
Afandi Paisal: Ketua Mongge. Terimakasih sudah mengingatkan. Nanti Author benerin
total 1 replies
Adrian Adi
saam, kirain autornya lupa..
Adrian Adi
wkwkwk...
Solusi Kehidupan
up Thor. semangat.
Solusi Kehidupan
Ternyata Falmes pulang kampung. Kirain kemana kok hilang tiba2 pas masih di akademi Xolfrods.

Lanjut Thor..
Solusi Kehidupan
Nah, benar... Pasti ulah jiwa api.
Solusi Kehidupan
itu namanya bumbu2 cinta. wkwkk
Solusi Kehidupan
pasti bakal ketemu rombongan Zefier.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!