Karna sebuah kesalah pahaman, Rinjani ChiMa Wardhana memilih memendam cintanya pada sosok Lintang yang seolah menjadi pelangi di hari harinya yang sempat mendung sebab pengkhianatan dari Sang mantan kekasihnya yang dulu..
Lintang yang tak tahu apa-apa dan mendadak di jauhi pun akhirnya menjatuhkan pilihan pada gadis itu.
"Jujur sama Lilin, atau masuk Neraka?"
***********
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cuti yang harusnya berakhir hari ini nyatanya belum ada tanda tanda dari Rinjani untuk pulang, ia masih saja sibuk mengurus Mama Marni yang sebenarnya sudah jauh lebih baik.
Lintang yang sejak awal memang ingin pulang dengan gadis itu sempat di buat bingung karna tak adanya kejelasan kapan mereka akan kembali ke ibu kota sedangkan hari semakin sore.
"Jani, mama tak apa, kamu bisa kembali beraktifitas seperti biasa, lanjutkan kuliahmu, Nak," ucap Mama Marni setelah putri sulungnya itu membantu memberi obat untuknya.
"Mama jangan pikirkan aku, aku hanya ingin Mama sembuh, itu saja," jawab Rinjani yang menghindari kontak mata dengan mamanya.
Jika dipaksa pun kuliahnya tak akan beres sebab pikirannya tak akan fokus jika keadaan mamanya masih di minta untuk banyak istirahat dan bukankah itu artinya belum sembuh total.
"Ada Lintang yang menunggumu, Sayang."
Deg...
Rinjani yang sudah sangat nyaman bersama Lintang hampir satu hari selama disini membuatnya lupa jika ada tanggung jawab lain yang menunggu di ibu kota.
Mereka yang selalu bersama bisa bebas bertukar cerita meski nyatanya ada yang sedang mereka korbankan.
"Biar nanti aku bicara padanya, Mah."
"Jangan kecewakan Lintang, dia begitu baik dan sopan," pesan Mama Marni.
Bagaimana bisa di kecewakan, jika mereka saja tak punya hubungan yang bisa di banggakan di depan orang banyak termasuk kemarin pada Zian, Rinjani tak mau menebak karna saat ia yakin rasa itu terbalaskan ia justru ingat dengan satu kejadian dimana gadis itu melihat Lintang menggenggam tangan seseorang yang tak kalah cantik darinya.
.
.
.
"Kapan kita pulang?" tanya Lintang saat duduk berdua di teras depan rumah usai makan malam.
"ChiMa masih mau di sini, Lin," jawabnya tak berani menoleh ke samping tempat dimana Lintang ada.
"Sampai kapan? kuliahmu bagaimana?" tanya Lintang dengan pandangan lekat.
"Entah, biar nanti papah yang urus, Lin," jawab Rinjani pelan.
Lintang hanya diam, bingung harus berkata apa pada sosok gadis kesayangannya yang memang terlihat masih sangat ingin bersama keluarganya disini dan Lintang tak bisa memaksa meski nyatanya akan berat meninggalkan Rinjani.
"Baiklah, Lilin pulang duluan ya," pamit Lintang langsung bangun dari duduknya.
Rinjani pun sontak menoleh, bodoh rasanya tadi ia sempat berpikir jika Lintang akan tetap bersamanya karna nyatanya pria itu memilih untuk pulang.
"Maaf," ucap lirih Rinjani yang kedua matanya berkaca-kaca.
"Tak apa, Lilin ngerti kok'."
Rinjani yang ikut berdiri tak bisa berbuat apapun bahkan untuk di peluk agar jauh lebih tenang pun rasanya sangat mustahil.
Kini, keduanya sudah saling berhadapan namun tetap diam tak ada yang memulai untuk bicara, mata yang tadi penuh dengan genangan cairan bening pun akhirnya jatuh juga ke pipi.
"Nanti ChiMa pulang lagi kesana, tapi gak sekarang gak apa-apa kan?"
"Iya, Lilin tunggu ChiMa ya, tapi janji harus pulang lagi, disini nya gak boleh lama-lama, Ok," jawab Lintang yang sebenarnya sedikit memohon.
"Iya, ChiMa janji."
.
.
.
Hem, Kalau ingkar nanti Lilin masukkin neraka!!
************
*Assalamu'alaikum...
Wah, lapak Lilin heboh ya kedatangan Pangeran 🤣🤣🤣...
Udah di apus tapi gak bisa, ya sudahlah..
Anggap saja mereka sedang bertamu 🥱
Mohon maaf jika merasa tak nyaman, ada keselnya, lucunya juga bacain komen dan pastinya seneng ternyata pada kenal sama Baby Endut ya*..
kek gimana pula tuh gayanya Thor... bleh dicoba gak tuh. 🤣🤣🤣
lama² gak jelas,gak konsisten