Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!
Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Karena Bocah!
Kakinya lemas, tak mampu lagi menopang tubuhnya. Ia terduduk lemas di lantai koridor itu. Air matanya semakin mengalir deras. Kenangan buruk masa lalunya kembali terputar di otaknya.
Tak lama kemudian ia menyadari. Ia mengenali dua perempuan yang membicarakan dirinya tadi.
Camilla langsung menghapus air matanya itu. "Lemah sekali lo! Gitu aja nangis !" Guman Camilla pada dirinya sendiri. Camilla berjalan malas ke toilet untuk membasuh wajahnya, hari ini mood-nya benar-benar jelek.
Camilla mengamati matanya yang kini sudah tak sembab seperti sebelumnya. Suara sepatu dari beberapa orang yang masuk ke toilet itu sama sekali tidak membuatnya menoleh. Ia terus mengamati wajah cantiknya itu.
"Heh! Cewek murahan! Pinter banget ya, masih murid baru tapi udah bisa nyari perhatiannya si kembar most wanted! Belajar darimana? Club malam? Atau udah biasa ganjen sama om-om biar diajak ke kamar ya?" Sindir perempuan itu.
Camilla menoleh ke perempuan itu dengan tatapan datar dan aura dingin. Ia mengamati perempuan itu dari atas sampai bawah. "Dasar bocah." Batin Camilla lalu memutarkan bola matanya malas.
"Lin, sepertinya *alang ini tidak takut padamu!" Kata salah satu teman perempuan yang tadi menyindir Camilla.
"Berani sekali *alang ini!" Kata perempuan itu.
"LO GAK TAU SIAPA GUE?!?!" Teriak perempuan itu. Camilla hanya menatapnya malas dengan aura dingin, tapi tak membuat perempuan itu takut. Ia malah semakin membenci Camilla yang seharusnya tunduk padanya itu.
"GUE ITU ANAKNYA TUAN RENAGA! CAITLIN RENAGA. LO PASTI KENAL KAN SAMA PAPA GUE! LO BERANI SAMA GUE? LO PASTI TAU APA AKIBATNYA JIKA GUE BILANGIN KE PAPA!" Teriak perempuan yang bernama Caitlin itu.
"Nenek lampir?!" Batin Camilla cukup kaget. Tapi ia terlihat tenang, tak kaget lagi, lantaran tadi dirinya juga bertemu mantan kakak, pasti nenek lampir ini juga bersekolah di tempat yang sama.
"Ck. Bocah emang suka aduan!" Kata Camilla santai. Ia tak akan takut, meski nanti Tn. Harchan akan mengirimkan banyak pengawal untuk membunuh Camilla karena aduan dari Catlin. Toh, Camilla tidak takut. BLACK DEVIL ITU MAFIA TERKEJAM NOMOR 1 DI DUNIA! GUE LEADERNYA! Ingin sekali Camilla berteriak seperti itu. Tapi ia tidak suka bermain dengan anak kecil, bocah, seperti nenek lampir licik ini.
Caitlin semakin dibuat geram oleh perkataan Camilla, ia mengepalkan tangannya kuat. Lalu ia mendekati Camilla dan langsung menampar Camilla.
PLAK!
Sebelum tangan Caitlin menyentuh pipi mulus Camilla, Queen of Black Devil itu langsung menampar pipi Caitlin duluan. Dengan sangat keras, membuat pipi Caitlin berwarna merah bekas tamparan.
Kedua sahabat Caitlin tak percaya dengan perbuatan Camilla barusan. Selama ini tak ada yang berani dengan Caitlin, semuanya menunduk padanya. Tapi? Murid baru ini?!
"AWWW! LO BERANI BANGET YA SAMA GUE!" Caitlin sangat marah. Baru pertama kali ini ada yang berani menampar dirinya. Caitlin hendak berteriak lagi, tapi suara pintu toilet yang didobrak secara kasar mengalihkan perhatiannya.
BRAK!
"Ada apa ini?" Tanya si Ketua OSIS, yaitu Justin. Tadi ia melihat banyak murid yang mengerumuni toilet perempuan. Saat mendekati pintu toilet, ia mendengar suara teriakan seseorang yang dipastikan sedang bertengkar.
"Oh, Baby. You are my lovely hero!" Kata Caitlin sambil tersenyum lebar, ia mengelus pipinya yang terkena tamparan Camilla.
Justin hanya menatap datar ke Caitlin dan Camilla bergantian. Ia mengulangi pertanyaannya tadi, "Ada apa ini?"
"Baby.. Murid baru ini baru saja menamparku, bukankah itu keterlaluan?" Kata Caitlin sambil memelaskan wajahnya pada Justin.
Justin mengamati pipi Caitlin dengan seksama, ia percaya itu bekas tamparan, bukan make up blush on seperti yang sering dipakai Mamanya dulu saat menjadi model itu.
Justin menatap tajam pada Camilla yang sedang menatapnya datar itu. Baru murid baru saja sudah cari masalah, pikirnya.
Tapi Justin adalah ketua OSIS yang profesional. Ia tak mungkin hanya menyalahkan Camilla karena bukti yang diberikan Caitlin. Karena pastinya Camilla melakukan itu ada alasannya.
"Kalian berdua ikut gue ke ruang BK." Justin langsung meninggalkan mereka menuju ruang BK. Caitlin menghentakkan kakinya ke lantai, sangat kesal. Kenapa Justin juga menyuruhku ke BK?! Pikirnya.
***
Bu Etty menatap Caitlin dan Camilla bergantian dengan tatapan tajam. Camilla hanya membalas tatapan Bu Etty dengan tatapan datar dan aura dingin. Sementara Caitlin menatap Bu Etty dengan tatapan kesal.
"Apa masalahnya?" Kata Bu Etty dengan nada yang cukup tinggi dan terkesan tegas. Justin menyenderkan tubuhnya di pintu ruang BK, melihat tiga perempuan di depannya itu.
"Dia yang cari masalah, Bu. Lihat, Bu. Anak ini menamparku!" Kata Caitlin kesal sambil menunjukkan bekas tamparan di pipinya dan menatap Camilla dengan tatapan tajam.
"Cam, apa benar kau menampar Caitlin?" Kata Bu Etty sambil menatap tajam Camilla.
"Iya lah, Bu! Mana mungkin aku menampar pipiku sendiri." Kata Caitlin semakin kesal pada Bu Etty yang tidak berpikir dengan jernih itu.
Camilla hanya menatap malas Bu Etty dan Caitlin bergantian, ia tak menjawab pertanyaan Bu Etty tadi. Camilla menaikkan kaki kanannya ke atas kaki kirinya, ia duduk santai. Ia sudah terbiasa mendapati situasi ini di sekolahnya dulu.
Bu Etty menghela napas kasar. Ia memijat pelipisnya. "Hei murid baru, mengapa kamu menampar Caitlin?" Tanya Bu Etty datar sambil menatap tajam ke Camilla.
"Jelas karena bocah anak nenek lampir ini, bocah satu ini berani sekali ingin menampar leadernya Black Devil!"
Camilla berdecak kesal sebelum ia berkata, "Ibu kelamaan! Tinggal ngomong aja hukumannya apa!"
.
.
.
.
.
.
.
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃