NovelToon NovelToon
Mahar Untuk Rani

Mahar Untuk Rani

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: T. L. Handayani

Demi melunasi hutang sang ayah, Rani rela dinikahi pria yang tidak di kenalnya. Mahardika Permana, pria yang di panggil Mahar itu meminta Rani menjadi istri keduanya, untuk melunasi hutang ayah Rani kepadanya.

Bagaimanakah kisah rumah tangga mereka? Dan mampukah Rani bertahan dengan rumah tangganya?

Yuk lanjut simak kisahnya di sini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keracunan

Langkah lebar Mahar dengan cepat menelusuri ubin rumahnya menuju kamar Rani. Sesampainya di sana dia dapati istri mudanya tengah bolak balik ke kamar mandi untuk muntah dan buang air, hingga wajahnya terlihat pucat.

"Kita ke Rumah Sakit sekarang." tukas Mahar dengan wajah panik.

Rani tidak menjawab karena tubuhnya sudah merasa lemas, dan dengan sigap Mahar menggendong tubuh Rani menuju mobil.

"Kamu ikut atau di rumah?" tanya Mahar kepada Saskia.

"Aku ikut." jawab Saskia. Dia ingin tahu apa yang terjadi pada Rani, apakah baik baik saja atau sesuai yang dia harapkan?

Tanpa banyak kata, Mahar segera masuk ke mobil dengan di iringi Saskia di belakangnya. Dengan kecepatan lebih tinggi, Pak Malik mengemudikan mobilnya hingga tak butuh waktu lama mereka tiba di Rumah Sakit. Sesampainya di sana, Rani mendapat pertolongan. Tubuh Rani semakin lemas, dan hal itu membuat Mahar semakin panik. Namun pria itu hanya bisa memasang wajah cemasnya di luar ruangan karena Dokter sedang memeriksa Rani di dalam ruang penanganan.

"Tenanglah," tukas Saskia berusaha menenangkan.

"Aku nggak bisa tenang. Apa begini rasanya khawatir sebagai calon orang tua?" sahut Mahar tetap dengan wajah yang tidak bisa tenang.

"Entahlah, aku juga tidak tahu. Bahkan aku juga tidak tahu kapan aku bisa menjadi calon orang tua." Saskia ikut larut dalam keadaan genting itu, dan hal itu berhasil membuat Mahar simpati.

"Maafkan aku, aku tidak bermaksud menyinggung perasaan kamu. Suatu saat kita pasti juga akan punya buah hati." Tutur Mahar sambil mengelus puncak kepala istri tuanya.

Merasa mendapat perlakuan hangat dari sang suami, Saskia menghamburkan pelukan ke dada bidang Mahar sambil menangis.

"Sudahlah, jangan menangis. Aku tidak suka melihat perempuan menangis. Mana Saskia yang selalu ceria?" Ucap Mahar berusaha menghibur Saskia. Namun Saskia enggan menjawab ucapan Mahar. Dia masih ingin menikmati dekap hangat sang suami yang selama ini agak sulit dia dapatkan. Perasaan yang Saskia rasakan saat itu bukanlah rekayasa, dia benar benar sedih mendengar ucapan Mahar.

Perlahan Mahar melepas pelukan Saskia setelah sempat jadi pusat perhatian orang di sekitarnya.

"Sudah Saskia, sebentar lagi Dokter keluar. Aku mau menanyakan keadaan Rani dan kandungannya."

Mahar tetap berusaha melerai pelukan Saskia meski istri tua itu enggan untuk di lepaskan.

"Ayolah, jangan begini. Nanti bisa di lanjut di rumah." rayu Mahar dengan lembut.

"Bohong. Sekarang kamu jarang punya waktu untukku!" gerutu Saskia dengan mengerucutkan bibir.

"Iya, aku minta maaf. Tapi kan sudah aku katakan jika Rani ..." ucapan Mahar terpotong oleh ucapan Saskia.

"Karena Rani hamil dan aku tidak!" sahut Saskia.

"Sudahlah, please! Jangan memancingku. Aku sudah berbicara lembut padamu, tapi kamu malah bersikap seperti itu!" tukas Mahar dengan raut wajah yang mulai berubah. Dam hal itu seketika membuat Saskia melepas pelukannya.

Bersamaan dengan hal itu, Dokter oun keluar dari ruang penanganan. Tak sabar menunggu Dokter itu memberi penjelasan, Mahar segera mendahului dengan pertanyaan.

"Bagaimana keadaan istri dan calon bayi saya Dok?" tanya Mahar.

"Sementara ini, kasusnya adalah keracunan, Tapi ibu dan bayinya selamat." jawab singkat dari dang Dokter itu membuat dahi Mahat mengerut.

"Keracunan? Bagaimana bisa?" tanya Mahar heran.

"Iya, keracunan. Mungkin bisa dari makanan atau minuman yang baru di konsumsi oleh istri anda." ungkap sang Dokter.

Di saat saat kepanikan tengah di rasakan oleh Mahar, mendadak muncul satu suara yang mengagetkan dirinya,.

"Aku akan bawa Rani pergi, kamu tidak bisa menjaga dia dengan baik!"

Degh, pertama kalinya hati Mahar berdesir karena mendengar ucapan yang membuat dia tidak bertenaga.

1
Nnek Titin
semoga Rani berhasil kabuur dari jerat saskia
T. L. Handayani: makasih dukungannya kakak😍😍
total 1 replies
Nnek Titin
manaaa niih lanjutan nyaaa
Nnek Titin
lanjuuut
Nnek Titin
lanjuut Thor
Jagan lama lama yaa readers mu oleng ntar kalau kelamaan mah
Nnek Titin
Saskia hebat bisa menguasai harta suaminya tapiiii dgn cara yg salah yaa
takutnya ada karma dan dia jatuh miskin..kan malu tuuh kalau ketemu mantan suami n madunya
Nnek Titin
ko gada lanjutan nyaa
Nnek Titin
di tunggu kelanjutaaan nyaa niih
jgn kelamaan thoor
T. L. Handayani: iya kak, Terima kasih😍
total 1 replies
Aisyah Alfatih
semangat nulis nya...❤️
T. L. Handayani: 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Nnek Titin
kangen niih lanjutan nya thor
T. L. Handayani: iya insya Allah mulai hari ini up lagi kak😘
total 1 replies
Nnek Titin
blum up LG yaa thor
T. L. Handayani: insya allah mulai minggu depan kak🙏
total 1 replies
Nnek Titin
hahaha balas dendam apa yaa kira kiraa
T. L. Handayani: ikuti terus ya kk😇
total 1 replies
Mazzahir 9
setelah Rani dibawa pergi ehh gak taunya Saskia hamil, lanjut thor
Mazzahir 9
Thor bagus banget tapi alurnya buat poligami yang rukun jangan ada yang ngalah kebanyakan alur cerita di novel sebelah salah satunya ada yang ngalah, semangat thor
T. L. Handayani: Siap kaka, ikutin terus kisahnya ya kak♥️ Dan mohon dukungan untuk karya ini🙏
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Alhamdulillah semoga tambah gemilang.....
Lina Zascia Amandia
Berarti yg ini udah kontrak ya? Slmt.... smg makin lancar idenya....
Lina Zascia Amandia: Sama2.
total 2 replies
Mazzahir 9
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!