NovelToon NovelToon
Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Status: tamat
Genre:CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:224.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Percayakah kamu adanya kesempatan kedua?

Seolah semesta ingin menghukum sekaligus memberikan kesempatan kedua bagi Senja, gadis Arogan yang selalu bersikap sesuka hatinya, entah bagaimana saat membuka mata setelah dibunuh oleh kekasih dan asistennya, Senja berada dalam dunia novel yang dia tulis sendiri.

Lantas, bagaimana kisah Senja di dunia Novel?

Siapkan imajinasi liar Anda, berpetualang dengan Airin Senja!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesempatan kedua Bagi tuan Rudolf

Sudah kebiasaan orang-orang zaman sekarang ini yang bangga dan berujung mencari muka kepada seseorang dengan menggunakan hasil kerja orang lain.

Kalau pepatah lamanya mengatakan, lembu punya susu sapi punya nama.

Kembalinya tuan Rudolf dari ambang kematian adalah pertolongan dari Senja. Namun, beberapa dokter senior di rumah sakit itu bersama dengan Dinda dan tentu saja ada Husna di sana, menemui dan menyapa dengan rasa bangga.

Dinda bahkan berani mengatakan bahwa itu adalah keberhasilan dari semua dokter yang ada di rumah sakit yang berupaya bahu-membahu dan saling menolong ketika mempelajari masalah kesehatan tuan Rudolf.

Susan dan juga Edward yang saat itu berada di ruangan, tidak mengatakan apapun. Terlebih Edward, dia tidak peduli siapa yang harus mendapat pujian, yang terpenting adalah ayahnya kini sudah siuman.

Dari wajahnya saja sebenarnya menampakkan rasa tidak sukanya kepada para dokter penjilat yang ada di hadapannya ini. Dengan wajah masam, dia meminta mereka untuk kembali saja nanti, karena dia masih merasa lelah dan lemas dan ingin beristirahat.

Para dokter itu belum keluar dari ruangan, tapi tuan Rudolf sudah membalikkan posisi tubuhnya, tanda dia tidak menginginkan para dokter itu berlama-lama di ruangannya.

Setelah mereka pergi, barulah dirinya kembali membuka matanya.

"Kenapa Papa mengusir mereka? Para dokter itu hanya berniat baik menjenguk Papa dan melihat keadaan Papa," ucap Susan tidak paham mengapa ayahnya melanjutkan sikap mati-mati kepada mereka.

"Mereka itu munafik, mereka datang ke sini setelah Papa siuman. Saat Papa Dalam keadaan koma, apa yang mereka lakukan? Mereka santai, tidak berusaha menyembuhkan Papa. Nyatanya memang tidak ada satupun dari mereka yang peduli bahkan yang paling kejamnya mereka berharap Papa meninggal!" Seru tuan Rudolf begitu marah kala mengingat apa yang terjadi dalam ruangan itu.

Bagi sebagian orang yang percaya, jiwa seseorang yang sedang mengalami koma, akan selalu berada di dekat tubuhnya. Dia tidak akan pergi jauh, seolah ingin menjaga tubuhnya dan ketika dia bisa masuk kembali ke dalam raganya, maka dengan sigap dia akan melakukannya.

Begitupun dengan tuan Rudolf, di saat dirinya dia ada di ruangan itu melihat para dokter yang bergonta-ganti masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat keadaannya, tapi mereka bukan memeriksa kesehatannya ataupun lukanya mereka duduk menatapi wajahnya sembari mengumpat dan mengharapkan dirinya segera meninggal.

Roh tuan Rudolf tidak terima, berulang kali berusaha untuk mencekik leher mereka tapi nyatanya tangannya hanya tembus tidak bisa mengenai kulit para dokter breng*sek itu.

Tuan Rudolf berputar mondar-mandir di ruangan itu berharap di antara mereka ada satu dokter yang mempunyai hati yang bisa membantu dan membawanya kembali ke dunia nyata.

Ketika operasi ketiga dilakukan, pria itu memandang ke arah Senja, melihat gadis itu sedikit berbeda dari dokter yang ada di sana.

Tuan Rudolf juga bisa melihat batin gadis itu dan dia tahu bahwa roh yang ada di tubuh wanita itu bukanlah dirinya saat ini. Ada aura kuat yang terpancar dari tubuh Senja yang Rudolf bisa lihat, tapi tidak mengerti gadis itu seolah ada di dua dunia yang jiwanya terbelah.

Saat itulah Rudolf meyakini bahwa gadis itu bukan gadis biasa. Namun, saat meletakkan harapan kepada Senja, ternyata dokter Martin lah yang mengoperasi dirinya dan Senja hanya dibiarkan melihat di sudut ruangan.

Sudah sempat putus asa Rudolf hanya bisa pasrah, dia yakin bahwa dia akan pergi menghadap Sang Kuasa, padahal hatinya belum ingin meninggalkan cucu kesayangannya dan juga kedua anaknya. Dia masih berharap bisa membantu Susan menemukan kebahagiaannya dan mengobati luka gadis itu, atas apa yang sudah terjadi dalam hidupnya.

Begitupun dengan Edward, pria dingin itu selalu menutup diri dari kebahagiaan, dia menyukai kesepian dan bermuram durja, mengurung diri di ruang kerja menghabiskan waktunya hanya untuk memupuk kekayaan mereka.

Dia juga menyesal karena sudah memaksa Edward mendekati Nasha untuk memperlancar kerjasama perusahaan mereka dengan ayah gadis itu.

Banyak yang harus diperbaiki Rudolf Ketika seseorang sudah pernah melewati ambang kematian, maka kala itu juga kesadaran muncul dalam hati dan benaknya, dia ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan saat waktunya nanti tiba, dia tidak akan ada penyesalan dan juga hambatan di hati untuk pergi meninggalkan dunia ini.

Melalui tangan gadis itu, Tuhan memberinya kesempatan untuk hidup sekali lagi. Mungkin Tuhan ingin dia berkarya di dunia melakukan yang terbaik bagi banyak orang.

Tubuh beku dan dingin Rudolf seketika menghangat saat gadis itu berbisik sesudah dia melakukan operasi. Dia ingat semua perkataannya.

Aku mohon Tuan, kembalilah, sadarlah, bangun dari tidur panjangmu! Jangan biarkan orang-orang yang begitu jahat ini tertawa atas kepergianmu. Anda masih diharapkan oleh keluargamu dan juga masih banyak orang yang membutuhkan tindakan bijak dari Anda. Aku mohon kembalilah sadar dan jangan biarkan usahaku untuk mengoperasimu menjadi sia-sia!"

"Kenapa papa tersenyum?" tanya Susan yang tidak mengerti. Edward pun merasa tertarik dengan senyum ayahnya sehingga mendekat dan ikut duduk di atas ranjang ayahnya.

"Tidak pernah sekalipun Papa mengakui kehebatan seseorang namun, gadis ini sudah memukau, Papa berhutangnya nyawa kepadanya," ujarnya menatap Susan lalu berganti kepada Edward

"Siapa yang Papa maksud?" Susul Susan yang masih tidak mengerti, justru dia ketakutan menganggap bahwa otak ayahnya lari satu ampere pasca operasi yang dia jalani.

"Dokter yang sudah mengoperasi Papa, panggilkan gadis itu, Papa ingin bertemu dan mengucapkan terima kasih kepadanya secara langsung."

Baik Susan dan Edward sama-sama terkejut, mereka saling pandang. Bagaimana mungkin ayahnya bisa tahu siapa yang mengoperasinya? Gadis itu belum muncul dan para dokter yang mencari muka tadi tidak satupun dari mereka yang mengatakan bahwa Senja lah yang sudah berhasil mengoperasi ayahnya.

"Papa kok tahu kalau Senja yang mengoperasi Papa?" tanya Susan penasaran. Kini dia semakin bingung bahkan bergidik ngeri memandang ayahnya.

Benarkah orang yang ada di hadapan mereka ini adalah ayahnya atau roh lain masuk ke dalam tubuh ayahnya? Pikiran seperti itu wajar karena melihat perubahan ayahnya saat ini.

Saat membenci dan meminta para dokter itu keluar dari ruangannya, Susan yakin itu ayahnya. Namun, ketika dia tersenyum dan tertawa lepas seperti tadi, justru dia merasa kalau pria itu bukan ayahnya.

Sepanjang hidupnya, Susan dia tidak pernah melihat ayahnya tertawa dan tersenyum sebahagia ini. Edward adalah duplikat Papanya, mewarisi sifat keras dan juga arogan yang tiada tandingan.

"Tentu saja Papa tahu, bahkan apa yang dilakukannya di dalam ruang operasi pun Papa melihat. Oh satu lagi, Edward segera kamu pecat dokter Husna dan juga Dokter Marten. Papa tidak ingin kedua manusia busuk itu ada di rumah sakit papa! Berani sekali keduanya merencanakan pembunuhan terhadap diri papa!"

1
Nana Niez
jdinmales kan kl kyk gini,, ngapain pake di tolak tinggal ikuti alurnya kan,, ruwet emang nih
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
klo bergnti peran harusnya panggil dengan nama yg di perankan...jadinya bingung nanti di panggil senja di panggil dinda lagi jadi bingung
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
agak bingung kadang dinda kadang senja iki piye to
Irmha febyollah
tokoh ny terlalu berlebihan. bagus juga si di hianati biar mampus
Nur Lela
luar biasa
Hikam Sairi
baca
Liana Simon
ceritamu menarik thor
Itoh
kdg masihh bingunggg
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus... cm bingung pas di dunia novel namanya kbalik2
Ni Ketut Patmiari
bukan nya Husna dipecat ya?
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Mita Karya Wati
Kecewa
Mita Karya Wati
saya suka sekali alur cerita nya,agak beda🙏🙏😊
Agnes Orindo
bagussss
Rika_Faris
koq langsung percaya aja senja nya... bukannya apa yg ada di dunia novel kebalikan dr dunia nyata.... bisa jadi temannya2 itu jahat
Purwanto Purwanto
luar biasa
Susilo Wati
Luar biasa
Susilo Wati
Lah,,,,,
Susilo Wati
Luar biasa
Sari
bagus walau halu hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!