NovelToon NovelToon
BUKAN SALAH NIRA

BUKAN SALAH NIRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:79.3k
Nilai: 5
Nama Author: Apri Ana

Spin of Senandung Lara.
Baca Senandung Lara lebih dahulu agar tidak bingung dengan jalan ceritanya.

Dendam pada Friska membuat Raka melampiaskan pada Nira yang tak lain adalah adik dari Friska.
Raka memperkosa Nira hingga mengandung dan membuat Nira terpaksa menikah dengan Raka, pria yang tidak Ia cintai.

Akankah pernikahan mereka bahagia jika niat Raka hanya balas dendam, lalu bagaimana dengan kekasih Nira yang tak lain adalah Vans sahabat Raka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apri Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Beberapa hari terakhir Nira terlihat lesu, setelah bertengkar dengan Vans waktu itu membuat Nira banyak pikiran dan malas melakukan apapun termasuk memasak.

Nira jarang memasak lagi untuk Raka, meski begitu Raka memaklumi karena Nira sedang hamil dan mungkin Nira kelelahan.

"Aku tidak membuatkan sarapan untuk kakak lagi." ucap Nira dengan nada sedih.

"Tidak apa, aku bisa makan di kantin. apa mau kubelikan sesuatu sebelum aku berangkat kerja?" tanya Raka.

"Tidak kak, masih ada sisa buah di kulkas."

Raka tersenyum, "Aku akan pulang lebih awal untuk mengantarmu belanja mingguan." kata Raka mengingat semalam Ia sempat melihat isi kulkas yang hampir kosong.

Nira hanya mengangguk lalu mengantar Raka sampai didepan rumah.

"Apa dia tidak datang lagi?" gumam Nira melihat didepan tidak ada mobil masuk.

Nira kembali ke dalam, menyibukan diri merawat taman sambil berharap Vans akan datang namun hingga Ia selesai mengurus taman, Vans belum juga datang.

"Apa dia sangat marah hingga tidak datang lagi?"

Sementara di kantor, Raka yang baru memasuki ruangannya sudah disambut oleh Nada yang hari ini kembali bekerja.

"Pagi Pak..." sapa Nada ramah.

"Wah kau sudah berangkat ternyata, bagaimana keadaan ibumu?" tanya Raka terlihat senang melihat Nada sudah berangkat karena beberapa hari terakhir pekerjaan nya sedikit kacau tanpa ada Nada.

"Sudah membaik pak, sudah rawat jalan dirumah."

"Syukurlah, aku senang mendengarnya." kata Raka terlihat ikut lega.

Nada meletakan sebuah rantang makanan dimeja Raka, "Ini sarapan buat Bapak dari ibu saya sebagai ucapan terima kasih karena Bapak sudah menolong kami waktu itu." ungkap Nada.

Raka tersenyum, "Tidak apa apa, kau ini karyawan ku tentu saja aku harus membantumu jika kau sedang kesusahan."

"Tetap saja, ibu saya merasa harus mengucapkan terima kasih untuk bapak."

Raka akhirnya mengangguk, "Baiklah aku terima karena aku juga belum sarapan dan katakan pada ibumu terima kasih karena sudah repot memasak untuk ku."

"Saya pamit keluar untuk segera bekerja pak." izin Nada yang langsung di angguki Raka.

Nada menutup pintu ruangan Raka, tangan nya terangkat merasakan degup jantungnya yang berlompatan.

"Tahan dirimu Nada, ingat dia suami orang." gumam Nada sambil memejamkan matanya, mengingat pagi tadi saat Ia bersiap berangkat Ibunya memberikan rantang padanya, Ibunya bangun lebih awal hanya karena ingin memasak makanan untuk Raka, dan Nada bersyukur karena Raka menerima masakan rumahan buatan ibunya.

Dan didalam ruangan, Raka yang belum sempat sarapan dikantin tampak begitu lahap menikmati makanan buatan Ibu Nada.

"Enak sekali, sudah lama aku tidak makan masakan rumahan seperti ini." gumam Raka yang hampir menghabiskan nasi yang ada di rantang itu. Raka kelaparan sangat kelaparan karena semalam Ia tidak makan sama sekali. mengingat Nira tidak memasak dan tidak ada apapun di kulkas rumah.

Setelah menghabiskan nasi di rantang, Raka mengembalikan rantang pada Nada, "Terima kasih banyak, masakan ibumu sangat enak. tolong sampaikan rasa terima kasihku padanya." kata Raka membuat Nada tersenyum lega.

"Saya senang jika Bapak menyukainya."

Raka tersenyum dan langsung kembali ke ruangannya.

Malam ini saat jam pulang, diluar hujan. Raka keluar dari kantor dan melihat Nada berteduh didepan kantor sendirian.

"Kau tidak pulang?" tanya Raka.

"Saya tidak membawa payung pak, mungkin menunggu sampai reda dulu." balas Nada.

"Naik taksi?"

"Saya naik bis pak."

"Biar ku antar ke rumahmu." tawar Raka.

Nada langsung mengelengkan kepalanya, "Tidak perlu pak, saya naik bis saja."

Raka melihat jam tangannya, "Ini sudah pukul tujuh malam jika kau tidak segera ke halte mungkin bis sudah habis."

Nada juga terlihat bingung, Jika Ia berlari ke halte mungkin akan basah kuyup jika masih di sini Ia juga akan kehabisan bis, lalu harua bagaimana?

"Ayo ku antar saja!" ajak Raka membuka payungnya dan menunggu Nada berjalan ke sampingnya.

Tanpa berpikir panjang lagi akhirnya Nada menerima tumpangan Raka, toh Raka sendiri yang menawarkan bukan dia yang meminta.

"Kenapa Bapak baik dengan saya?" tanya Nada saat keduanya sudah berada di mobil.

Menurut Nada kebaikan Raka sudah berada di luar nalar, Nada hanya tidak ingin baper jika ternyata Raka baik mungkin hanya kasihan padanya.

"Karena saya menyukaimu."

Nada menatap Raka dengan tatapan terkejut.

"Maksudku kinerjamu, ya aku menyukai kinerjamu yang sangat bagus." balas Raka terlihat sedikit gugup.

Nada menghela nafas, merasa lega namun juga Ia merasa sedikit kecewa karena nyatanya Ia juga berharap pada Raka.

"Sebelah mana rumahmu?" tanya Raka saat sudah memasuki gang.

"Pojok sendiri cat warna hijau pak."

Raka melajutkan laju mobilnya hingga Ia sampai di rumah sederhana berwarna hijau.

Nada melepaskan seatbeltnya, "Terima kasih banyak pak." ucap Nada merasa bersyukur akhirnya sampai dirumah tanpa kebingungan lagi.

Raka mengangguk dan tersenyum, diluar ada yang mengetuk kaca mobil samping kaca membuat keduanya terkejut.

Saat dibuka ternyata itu adalah Ratna ibu Nada.

"Mampirlah dulu Tuan." ajak Ratna dengan senyum ramahnya.

Nada yang berada didepan ibunya sudah memberikan kode pada Ibunya agar tidak meminta Raka mampir namun Ibunya tidak mengubris dan tetap menawari Raka mampir.

"Tidak usah Bu, sudah malam." tolak Raka sopan.

"Sayang sekali, ibu sudah memasak rawon untuk Tuan sejak sore tadi." Ratna terlihat sedih membuat Raka tak enak hati dan akhirnya mau mampir kerumah Nada.

Ratna terlihat senang dan langsung melayani Raka bak Tuan muda.

"Sudah bu, duduk saja." kata Raka merasa tidak enak hati karena takut merepotkan apalagi mengingat Ibu Nada baru saja keluar dari rumah sakit.

"Tidak apa, jarang jarang ada Tuan muda tampan datang kemari." kata Ratna mengambilkan sepiring nasi beserta semangkok rawon yang Ia letakan didepan Raka.

"Terima kasih banyak bu."

Raka segera mencicipi rawon buatan Ibu Nada yang ternyata sangat lezat. saking lahapnya Raka menghabiskan sepiring nasi dalam waktu sekejap.

"Bagaimana rasanya?"

"Enak sangat enak. saya malah merepotkan." ucap Raka.

Ratna tersenyum, "Ah tentu saja tidak merepotkan untuk calon mantu." celetuk Ratna dan Raka langsung mengerutkan keningnya heran.

Sementara Nada yang baru saja selesai mandi pun ikut bergabung di meja makan.

"Ibu masak apa?"

"Rawon,"

"Ck, bukankah ibu seharusnya istirahat, kenapa harus masak?"

"Ibu ingin menyuguhkan makanan enak untuk calon mantu Ibu."

Deg, jantung Nada serasa berhenti berdetak, wajahnya memerah malu karena ucapan Ibunya apalagi Ia melihat raut wajah Raka yang berbeda, tidak terbaca.

Raka segera pamit keluar karena merasa sudah canggung dan tidak nyaman.

"Maafkan Ibu saya pak, setiap ada pria kesini Ibu saya menganggap itu pacar saya." jelas Nada merasa tidak enak dengan Raka.

Raka tersenyum, "Aku mengerti, aku pulang dulu." pamit Raka segera pergi meninggalkan rumah Nada.

"Aku tahu pasti Ibu sengaja kan!" kesal Nada saat sudah memasuki rumah dan Ratna hanya tersenyum.

Bersambung...

Jangan lupa like vote dan komenn

1
Arwondo Arni
semoga Vans jodoh nada kasihan nada,dan Raka bahagia dgn Kel kecilnya
Arwondo Arni
semoga nada dpt pertolongan
Yuli Astuti
raka pake blush-on 🤭
Yuli Astuti
nah kan
Yuli Astuti
jgn2 keluarganya nada
Yuli Astuti
good, 2 d point
Yuli Astuti
hmmm
Yuli Astuti
emak ketan 😏
Yuli Astuti
ngeri di jompa jampe dah itu makanan Bu ratna
Yuli Astuti
nah kannnn
Yuli Astuti
nah kan
Yuli Astuti
takutnya jg di kasih apa2 itu jusnya. rencana anak buah vans
Yuli Astuti
oooalahhh
Yuli Astuti
haduhhh...... keliatan dari cctv
Yuli Astuti
oooooo
Yuli Astuti
waduh
Yuli Astuti
Raka nackal
certa bya bgus ka ayoo lnjut dong
menunggu kelanjutan nya
tolong lanjut dong min
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!