NovelToon NovelToon
SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Afgans Radithia Zafran harus menikah dengan wanita bernama Alisya, gadis yang tidak dikenal dan merupakan calon pengantin dari adiknya sendiri. Sang adik yang bernama Vincent hilang entah kemana sehari sebelum seharusnya dia menikahi kekasihnya tersebut.

Karena keluarga Afgan sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan dan undangan pun sudah di sebar, maka terpaksa Afgan menggantikan sang adik.

Satu tahun pernikahan mereka, Vincent tiba-tiba kembali dan meminta kakaknya itu mengembalikan wanita yang seharusnya menjadi istrinya, sementara benih-benih cinta sudah terlanjur hadir di hatinya dan dia sudah bisa menerima Alisya sebagai istrinya.

Seperti apa kisahnya? Mampukan Afgan mempertahankan wanita yang bernama Alisya itu sebagai istrinya? dan apakah istrinya itu masih bisa setia setelah sang adik yang seharusnya menjadi suami gadis itu kembali dan menggoyahkan biduk rumah tangga yang sudah susah payah mereka bangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkobar

Ceklek ...

Alisya membuka pinta utama kediamannya, matanya kini tertuju pada seorang wanita yang saat ini memunggungi berdiri di luar pintu, wanita itu memakai t-shirt polos berwarna putih lengkap dengan jaket jeans serta rok jeans pendek di atas lutut, memperlihatkan kaki mulusnya lengkap dengan high heels berwarna hitam membuat penampilan wanita itu terlihat begitu se*si menggoda.

Sedetik kemudian, wanita bernama Milannita itu pun memutar badan membuat Alisya seketika terpukau dengan kecantikan wanita tersebut.

''Perkenalkan, nama saya Milanita, kamu pasti sudah mendengar nama saya dari Afgan.'' Milan langsung memperkenalkan diri ramah.

''Eu ... Iya, saya Alisya. Silahkan masuk,'' jawab Al datar.

'Dia cantik sekali, jika dibandingkan dengan aku, aku sama sekali tidak ada apa-apanya,' ( Batin Alisya )

''Terima kasih.''

Milan pun masuk ke dalam rumah dan langsung duduk, tanpa menunggu di persilahkan terlebih dahulu oleh pemilik rumah. Milan nampak menatap Alisya dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa berkedip.

'Jadi ini wanita yang menjadi istri kamu?' ( Batin Milan )

''Hmm ... Sebenarnya aku memang berniat menemui kamu,'' ucap Alisya duduk di kursi yang berbeda.

''Memangnya ada perlu apa ingin menemui aku segala? apa kamu mau minta maaf karena sudah merebut pacar aku? begitu ...?'' jawab Milan datar.

''Ya ... kurang lebih seperti itu, tapi aku sungguh tidak berniat melakukan hal itu, semuanya terjadi begitu saja. Aku benar-benar minta maaf,'' lirih Al merasa bersalah.

''Kamu tau, aku sudah menunggu kepulangannya selama tiga tahun? dan di saat dia pulang bukannya merasa senang, aku malah merasakan sakit yang mendalam mendengar pacar aku, maaf maksudku Afgan menikah dengan wanita lain? apa kamu tau gimana rasanya?''

Alisya terdiam menunduk, dia tidak tau lagi harus berkata apa.

''Hmm ...''

Milan menarik napas panjang mencoba mengontrol emosi, sejujurnya, ingin rasanya dia menjambak bahkan mencakar wanita yang telah merebut laki-laki yang seharusnya menikah dengannya itu, tapi sebisa mungkin dia mencoba menahan hal itu kerena tidak ingin merendahkan diri diri sendiri.

Baginya, dirinya pantang untuk mengemis cinta ataupun mempertahankan sesuatu yang memang bukan menjadi miliknya lagi, dan itulah tujuan dia datang ke sini, dia ingin melepaskan beban di dalam hatinya.

''Jika kamu masih mencintai dia, aku bersedia melepaskan dia kembali untukmu,'' lirih Al ragu-ragu.

''Apa ...? melepaskan ...? setelah kalian berdua menikah dan melakukan hubungan suami-istri, kamu bilang kamu mau melepaskan dia untuk aku? maaf aku tidak menerima barang bekas. Justru kedatanganku ke sini, untuk bilang sama kamu, bahwa aku akan mengikhlaskan dia untuk kamu, silahkan jalani rumah tangga kalian dengan bahagia. Satu lagi, aku datang ke sini untuk mengambil barang-barang aku yang sempat ketinggalan di rumah sini,'' ketus Milan penuh percaya diri.

''Barang-barang kamu?'' Al mengerutkan keningnya.

Milan bangkit lalu berjalan menuju kamar depan yang memang kamar khusus tamu, Alisya sendiri belum sempat memeriksa kamar itu karena dirinya memang belum sempat untuk memeriksa seluruh ruangan di rumah suaminya itu.

Ceklek ...

Milan membuka pintu dan masuk ke dalam kamar, Milan sama sekali tidak merasa canggung lagi masuk ke kamar itu, membuat Alisya diam mematung merasa heran sekaligus kesal sebenarnya.

'Apa yang dia lakukan? nyelonong kamar orang tanpa permisi, apa selama ini dia memang sudah sering menginap di sini?' ( Batin Al )

Alisya kembali merasakan sesuatu yang aneh di dalam hatinya, rasa panas di dalam hatinya seolah membakar seluruh organ di dalam tubuhnya, ingin rasanya dia menjambak dan mengusir wanita bernama Milan tersebut, tapi apalah daya, dirinya tidak memiliki keberanian seperti itu.

Alisya hanya bisa memendam keinginannya tersebut di dalam hati, alhasil, dadanya terasa sesak kini dengan rasa sakit yang seolah menusuk dan mengobrak-abrik seluruh pertahanan di dalam hatinya.

Tidak lama kemudian, Milan pun keluar dengan membawa koper berukuran kecil, entah apa isinya Alisya pun tidak tahu pasti, dan tidak tidak ingin tau ataupun bertanya apapun, karena itu hanya akan membuat hatinya merasa semakin sakit.

''Jangan salah paham, aku tidak mencuri. Ini semua barang aku sendiri, aku memang sering menginap di sini karena dulu Afgan suamimu, membeli rumah ini untuk tempat tinggal kita setelah kita menikah, dan aku tidak menyangka kalau ternyata bukan aku yang tinggal di sini sebagai istrinya, melainkan kamu, Alisya ...'' ucap Milan menahan tangis.

''Aku minta maaf,'' lirih Al lagi.

''Sudah, jangan minta maaf terus kayak gitu, maaf kamu tidak akan mengubah keadaan, dan aku pun tidak akan pernah memaafkan kamu meskipun kamu meminta maaf ribuan kali sekalipun,'' jawab Milan ketus, lalu hendak keluar dari dalam rumah.

''Tunggu ...!'' Al menghentikan.

''Apa lagi? mau minta maaf lagi?''

''Tidak bukan itu? eu ... dari mana kamu tau nomor ponsel aku?'' tanya Al.

''Dari suamimu ...'' ketus Milan lalu benar-benar keluar dari dalam rumah.

Baru saja satu langkah Milan melangkahkan kakinya keluar dari dalam rumah, tiba-tiba saja Afgan memarkir mobilnya tepat di depan rumah, membuat Milan sedikit terkejut, sedangkan Alisya yang sedang berada di dalam rumah segera berdiri dan berjalan ke arah pintu, menatap Afgan yang perlahan mulai keluar dari dalam mobil.

Hati seorang Alisya semakin merasakan panas, kali ini bahkan terasa menjalar ke seluruh jiwanya, hingga tanpa sadar dia mengepalkan kedua tangannya merasa geram.

'Kurang ajar,' ( batin Alisya )

Tidak ingin menyaksikan kebersamaan sepasang kekasih yang sedang meluapkan kerinduan, Alisya lebih memilih untuk masuk ke dalam rumah, dan mengerjakan pekerjaan rumah, berharap jika dia melakukan hal itu rasa sakit dan panas yang saat ini semakin berkobar akan mulai teralihkan.

30 menit kemudian, Afgan masuk ke dalam rumah, menghampiri Alisya yang saat ini berdiri di depan mesin cuci pakaian dan hendak mencuci baju, Alisya yang menyadari bahwa suaminya itu sedang berjalan mendekat, mencoba memalingkan wajahnya yang saat ini merah menyala menahan rasa cemburu.

Al bahkan melakukan setiap gerakan tangannya dengan sedikit di hentakan menutup mesin cuci itu dengan sedikit bertenaga sehingga menimbulkan suara hentakan keras, membuat Afgan tersenyum kecil.

''Al ...'' panggil Afgan lembut.

Afgan tersenyum kecil menatap wajah istrinya yang terlihat begitu menggemaskan, apalagi bibirnya yang dikerucutkan sedemikan rupa, ingin rasanya dia melahap habis bibir mungil istrinya itu.

Sedangkan Alisya hanya terdiam tidak menjawab sama sekali panggilan suaminya, dia bahkan berjalan dengan sedikit hentakan layaknya anak kecil yang sedang merajuk.

''Alisya ... Kamu kenapa? apa kamu marah? atau jangan-jangan kamu cemburu?'' ledek Afgan tidak merasa bersalah sama sekali.

Alisya masih diam seribu bahasa.

Afgan yang sudah terlanjur gemas melihat kelakuan istrinya, segera meraih dan menggendong tubuh istrinya itu lalu membawanya masuk ke dalam kamar.

❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok terpingkal2? emang lg ketawa ya?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok gak dijelasin knp vincent meninggalkan pernikahannya?
Dewa Nara
namanya islami tapi nikah di altar
Scorpio💞💙💙💙
Keren kak novelmu,sukses selalu utk karya2 mu ka Reni😍😍love u sekebon bunga 🌹🌹🌹
Reni: Terima kasih banyak, Kakak. Love juga buat kakaknya, semoga sehat selalu❤️❤️❤️
total 1 replies
Eva Karmita
Masya Alloh yg udah bucin 😍🥰❤️
Eva Karmita
semangat Vincent semoga cepat sembuh 💪🤗 ..,, Afgan kamu manis sekali 😍🥰😘
Eva Karmita
penasaran kenapa Vincent ninggalin Al di hari pernikahan mereka
Eva Karmita
Afgan kamu nakal ya mana kang modus pula ...😍😂
Eva Karmita
Afgan kamu tu laki" munafik katanya ngk ada rasa dan terpaksa lah dasar ngk punya otak perasaan udah merenggut kegadisan orang main ngomong itu dan ini demi pembelaan 😤😏👊
Eva Karmita
❤️
Reni: Terima kasih kakak
total 1 replies
cccc
,Menemani Vincent saat sakit tdk hrs menikah dgn Vincent kan? wajar saja Alisha tdk terima dianggap sbg barang
cccc
Betul Milan, Afgan tdk tegas jg sbg laki2. Cari laki2 yg lbh baik dr dia pasti ada kok.
atheina_ARA
itu hotel Thor ...kok bisa masuk.???????
Narumi09: sdh pasti lpa dtutup rpat oleh Afgan.
total 1 replies
Rena utami
ulat keket dtg .makin runyam.ntar
Rena utami
kasihan alisa, afgan, dia bukan barang dan bukan batu yg tidak punya perasaan
Rena utami
dokter gendeng, ga masuk akal, cinta membutakan mata hati karin
Rena utami
alisa, kalo sikapmu kyk gitu bisa bikin suamimu salah sangka
Mimik Pribadi
Afgan gugup,ketakutan skaligus gusar sm ucapan Alisya,smpe2 perut dan pantatnya ikut protes Mom's ,makanya tidak dpt dikondisikan lgi tuh angin,lelesat kluar dngn sendirinya 😅😅🤣🤣
Mimik Pribadi
Jngn smpe Alisya nyusul ke rmh itu trus liat Afgan sm Anita,lalu salah paham lgi,,,,,gak kelar2 dahh!
Mimik Pribadi
Klo ada yng rumit kenapa hrs dipermudah,,,,,itu kata2 yng tepat utk mereka 😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!