Rate 21+ 🔥🔥🔥
Bijaklah dalam memilih bacaan, cerita ini mengandung unsur dewasa.
Apa jadinya jika wanita yang selama ini kau cinta adalah anak dari seorang pria yang pernah menjadi dalang atas kematian kedua orang tuamu. begitulah yang terjadi pada Lionel Muller, seorang Mafia dan CEO di salah satu perusahaan terbesar di Amerika. Ia dipertemukan dengan wanita yang memiliki senyum indah serta lesung pipi di salah satu wajahnya, dia adalah Euginia Irene Gantari, putri angkat dari Tuan Mahesa Gantari.
Setelah mereka menjalin hubungan kurang lebih 5 tahun, akhirnya Lionel dan Irene memutuskan untuk menikah.
Tak disangka, di hari pernikahan mereka, Lion menemukan fakta, jika wanita yang saat ini ia nikahi adalah putri dari seorang yang pernah membantai seluruh keluarganya.
Apakah Lion akan meneruskan pernikahannya? Atau malah membalas dendam pada Irene, wanita yang selama ini ia cintai sepenuh hati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putriyani Mursalim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18. JANJI SUCI PERNIKAHAN
Setelah menyiapkan segala sesuatu, termasuk beberapa berkas pernikahan. hari ini tibalah saatnya Lion dan juga Irene mengucapkan janji suci pernikahan di depan altar.
Pukul 7 pagi Jeremy dan beberapa pengawalnya datang ke sebuah hotel untuk menjemput mempelai pengantin wanita menuju ke gereja.
Saat jeremy tiba di depan kamar 321 yang ditempati Irene dan keluarganya. Jeremy lalu mengetuk, tak lama pintu terbuka.
"Selamat pagi nyonya,"
"Pagi, tuan,"
"Saya diutus oleh tuan Lion untuk menjemput nyonya Irene dan rombongannya menuju ke gereja, apa semuanya sudah siap."
"Sudah, tuan."
Setelah mengatakan itu, nyonya Sonia lalu kembali masuk ke dalam kamar untuk mempersiapkan semuanya. Tak lama mempelai pengantin dan juga kedua orang tuanya keluar dari dalam kamar hotel.
"Silahkan Nyonya," Jeremy memberi jalan pada pengantin dan juga rombongannya.
Hari ini Irene memakai gaun yang tampak simpel dengan belahan di sisi belakang gaun, menambah kesan mewah pada gaunnya sedangkan bagian bawahnya tampak mekar dengan ujung memanjang sedikit di bagian belakang.
Sesampainya di lobi, sebuah mobil mewah sudah menunggunya dengan bunga yang terikat di bagian depan mobilnya.
"Silahkan masuk nyonya," ucap Jeremy sambil membukakan pintu.
"Terimakasih, Jeremy," balas Irene. Ia dibantu nyonya sonia dan juga beberapa pelayan yang sudah di siapkan masuk kedalam mobil penumpang di ikuti nyonya Sonia yang duduk di sebelah Irene, sedangkan tuan Mahesa duduk di jok depan bersama dengan supir yang mengendarainya.
Sepanjang perjalanan Irene terus menggenggam tangan Nyonya sonia. Melihat itu nyonya Sonia lantas tersenyum.
"Kau tidak usah gugup, ada mommy di sisi mu,"ucap nyonya Sonia mempererat genggamannya.
Irene seketika mengangguk," terima kasih mommy,"
***
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh menit, Akhirnya rombongan pengantin tiba di sebuah gereja terbesar di New York.
Audrey yang terlebih dulu berada di gereja keluar untuk menyambut calon adik iparnya.
"Selamat pagi nyonya Sonia, tuan Mahesa," sapa Audrey setelah nyonya Sonia dan tuan Mahesa keluar dari dalam mobil.
"Selamat, pagi Nona," balas Nyonya Sonia ramah.
Setelah menyapa kedua orang tua Irene, Audrey lalu mendekat ke arah Irene.
"Kau sangat cantik, pantas saja Lion sangat mencintai mu," puji Audrey pada calon adik iparnya, seketika wajah Irene bersemu mendengar pujian Audrey."ayo, jangan lama-lama, kau tidak mau kan Lion datang dan menggendong mu menuju altar," ucap Audrey gemas.
Mendengar itu seketika Irene mengeleng, ia tidak bisa membayangkan jika lion datang menghampirinya dan menggendongnya menuju Altar.
Audrey dan nyonya sonia mengapit lengan Irene dan berjalan beriringan menuju ujung Altar dimana sudah ada tuan mahesa dan Lion yang menunggunya di sana, nyonya Sonia dan Audrey melepas kaitan lengannya saat Lion mengulurkan tangannya pada Irene dan disambut senyum indah oleh wanita itu.
Lion dan Irene pun berjalan menuju altar sesampainya di Altar seorang pendeta lalu mempersilahkan kedua mempelai berdiri dengan tegak
Kedua mempelai pengantin di persilahkan berpegangan tangan, setelah dilakukan beberapa liturgi, pendeta pun mempersilahkan kedua mempelai untuk mengucapkan janji suci pernikahan.
Setelah mengucapkan janji suci pernikahan di depan Altar, kedua mempelai di persilahkan bertukar cincin.
Audrey datang membawa baki mempersilahkan kedua mempelai untuk memakaikan cincin di jari pasangannya.
Lion mengambil cincin dan menyematkan di jari manis Irene dan begitupun sebaliknya Irene mengambil cincin lalu menyematkan di jari manis Lion. Semua orang yang ada di sana seketika bertepuk tangan melihat kedua pasangan yang sangat bahagia hari ini. Lion tersenyum lalu menangkup kedua pipi Irene, mereka berciuman cukup lama saling ******* menikmati kebahagiaan yang tercipta di hati keduanya, setelah mereka berpacaran cukup lama akhirnya mereka berdua meresmikan hubungannya di depan Altar dan tuhan.
Mungkin mereka berfikir jika pernikahan ini adalah titik awal dari kebahagiaan mereka, melainkan ini adalah awal dari terungkapnya fakta demi fakta pembunuhan orang tua Lion yang menyebabkan luka yang akan membekas di hati Irene.
Doorr
Suara tembakan terdengar dari luar gereja, beberapa pria bertubuh besar masuk kedalam gereja dengan membawa senapan berjenis M2HB'Ma dauce' dengan selosor peluru 50 BMG yang bisa menghabiskan semua musuh dengan satu kali tembakan.
Seisi gereja tampak riuh dengan datangnya tamu-tamu yang tak di undang. Lion menangkup tubuh Irene agar menjauh dari kerumunan orang.
"Jeremy bawa Irene, Audrey dan ibu mertuaku untuk menjauh. aku akan menghadapi mereka.
sebelum berpisah Lion mencium kening Irene cukup dalam. air mata Irene seketika mengalir.
"kau jangan khawatir, aku pasti baik-baik saja," Lion berucap. dan di ikuti angguk oleh Irene.
.
.
.
Vote, Like, komen, beri hadiah.
TERIMAKASIH...