NovelToon NovelToon
Uncle'S Little Girl

Uncle'S Little Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: El_Gazendra

WARNING!!!

Area 21+🔥🔥
HARAP BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN YA.

Martin Williams, seorang pemuda berusia 26 tahun dititipkan seorang anak gadis berusia 05 tahun oleh sahabatnya yang meninggal karena menderita penyakit kanker getah bening stadium akhir.

Martin awalnya akan menyerahkan anak gadis tersebut kepada ayahnya yang keberadaannya belum diketahui. Namun, saat ia mengingat kembali ucapan Larissa, ibu dari gadis tersebut, Martin memutuskan untuk mengurungkan niatnya.

"Martin, kumohon jaga putriku, aku percaya kamu akan merawatnya dengan baik. Dan aku mohon, jangan sekalipun kamu menyerahkan Ayu pada ayahnya, dia bukan ayah yang baik, aku tidak bisa mempercayakan Ayu pada ayahnya untuk dirawat olehnya. Ku mohon."

Martin pun mau tidak mau mengiyakan dan memutuskan untuk merawat Ayu juga menganggapnya sebagai putrinya sendiri. Namun, saat usia Ayu menginjak 18 tahun, Martin malah jatuh cinta pada putri angkatnya tersebut dan bertekad akan menjadikan Ayu sebagai wanitanya. Bagaimanapun caranya. Tidak peduli dengan usianya yang hampir menginjak kepala empat.

Bagaimanakah Ceritanya? Yuk kita ikuti perjalanan cinta Om Martin yang penuh dengan kekonyolan.


IG: @el_gazendra

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El_Gazendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-18

Pagi tiba, cahaya mentari mulai mengintip ke celah gorden kamar Ayu yang tidak tertutup rapat. Ayu menggeliat kan tubuhnya saat mendengar ketukan pintu.

"Huh! Siapa sih pagi-pagi udah berisik, ganggu orang tidur aja.." Gerutu Ayu seraya menindih kepalanya dengan bantal.

Tok

Tok

Tok

Suara ketukan pintu terdengar lagi dan terdengar lebih keras.

Non! Bangun! Katanya suruh nenek bangunin! Ini udah jam enam, nanti terlambat lagi...

Samar-samar suara teriakan Bi Darmi terdengar dari luar pintu. Ayu terperanjat lalu bangun dengan posisi terduduk. Dilihatnya jam dinding yang tergantung tak jauh darinya.

"Jam enam dua puluh..."Gumamnya agak terkejut.

Oh tidak! Aku gak mau terlambat lagi walaupun hari ini gak ada kelas dosen galak itu, tapi tetep aja aku kapok...

Ayu buru-buru beranjak dari ranjangnya, lalu berjalan cepat menuju ruang ganti untuk mengambil handuk, setelahnya langsung berlari ke kamar mandi.

Lima belas menit terlewat, Ayu selesai dengan aktivitas mandinya, segera ia mengenakan style kesukaannya. Celana jeans ketat dipadu dengan kemeja kotak-kotak, kedua lengan kemejanya dilipat hingga bawah siku, sehingga menampakkan kulit putih bersih lengannya.

Kali ini rambutnya diikat tinggi seperti ekor kuda yang memperlihatkan leher jenjangnya yang mampu menggoda para lelaki buaya yang melihatnya, dan sepertinya, Daddy-nya juga?

Astaga! Setahu aku Daddy bukan spesies buaya.. Tapi kenapa pula otakku ini bawa-bawa Daddy segala? Eling-eling..

Ayu menggelengkan kepalanya cepat, otaknya sepertinya sudah mulai nge-blank.

Cepat-cepat ia menyelesaikan make over ala kadarnya itu, dan satu lagi tinggal poles bibir sexy-nya menggunakan lipstik favorit kesukaannya supaya kaum-kaum jelalatan tergoda olehnya.

"Hahaha, aku gitu loh.. Primadona pendatang baru di kampus, Caca Handika pun lewat! Eh Caca Frederica maksudnya hahaha, kenapa lagi ni bibir meleset mulu..." Gumamnya cekikikan sendiri.

Taraaa budiman... Akhirnya selesai juga.

Ayu mengambil tas selempang-nya lalu memasukkan handphone korban sita-annya ke dalam tas tersebut.

Ayu melangkahkan kakinya menuju pintu, sesaat setelah pintu terbuka, Ayu tersentak karena Martin hampir saja memukulnya dengan palu besar.

"Aaaaa!!! Ampun Dad! Ayu gak kesiangan lagi kok.." Ayu buru-buru duduk bersimpuh sembari menangkup kedua tangannya di atas kepala memohon agar Daddy-nya tidak memukul nya. Benar-benar pikiran yang sangat jauh, sejauh dari sabang sampai merauke.

Krik

Krik

Krik

Tidak ada jawaban? Ayu mendongakkan wajahnya dan mendapati Daddy, Bi Darmi juga para pelayan lainnya sedang menatapnya dengan tatapan bingung.

Hah?

"Syukurlah kalo Non gak pa-pa.. Nenek kira Non kenapa-kenapa, soalnya tadi Bibi panggil-panggil gak ada respon.." Ucap Bi Darmi lega, membuyarkan suasana tegang barusan.

Hah? Aku kira Daddy mau mukul aku, habis pake megang palu segede gabah gitu segala, akhh kok aku jadi malu gini...

"Hehe.." Ayu cengegesan, apalagi saat mendapat tatapan tidak mengenakan dari Daddy-nya.

"Makanya kalo dipanggil itu respon, bukannya malah diam saja! Bikin orang khawatir!" Ujar Martin ketus dengan ekspresi kesalnya.

Bagaimana tidak kesal, saat Bi Darmi datang tergopoh-gopoh dengan ekspresi paniknya lalu melaporkan bahwa Ayu tidak merespon di dalam kamarnya, Martin langsung ikut panik lalu berlari mendatangi kamar Ayu.

Martin mencoba memanggilnya, namun sama tidak ada jawaban. Ia mencoba mendobrak, namun pintu yang terbuat dari jati berkualitas tinggi itu amat sangat kuat.

Terpaksa ia pun menyuruh salah satu pembantunya untuk mengambil palu besar di gudang.

Namun saat ia akan memukul handle pintu tersebut, pintu sudah keburu dibuka dari dalam dengan posisi palu hampir mengenai kepala Ayu.

Sontak saja makhluk yang hampir terkena pukulan gada Martin itu langsung duduk bersimpuh dengan ekspresi panik. Mengira sang Daddy akan memukulnya karena mengira dirinya kesiangan lagi.

"I-ya Dad ma-af..." Ucap Ayu pelan, baru semalam baikkan, sekarang Daddy-nya marah-marah lagi.

Huft

Martin menghela nafas kasar, beberapa saat lalu ia benar-benar dibuat takut dan khawatir terjadi sesuatu pada Ayu, tapi saat melihat Ayu dalam keadaan baik-baik saja, ia sangat lega.

Martin ingin menceramahi Ayu lagi sebenarnya, tapi karena waktu sudah memepet, dan ia pun harus segera pergi ke perusahaan. Martin pun memilih untuk tidak memperpanjang lagi masalah barusan.

"Ya sudah, yang penting kamu gak pa-pa, tapi lain kali kalo dipanggil itu respon, minimal teriakan kalo malas buka pintu. Jangan bisanya bikin panik semua orang." Gerutu Martin.

"Iya Dad, maaf.." Jawab Ayu lagi lesu.

"Ayo turun! Kita sarapan! Dan untuk semuanya silahkan kembali bekerja!" Titah Martin tegas yang langsung diangguki oleh semuanya.

Semua pekerja bubar saat itu juga. Martin, Ayu dan Bi Darmi juga melangkahkan kakinya turun tangga untuk menuju ke ruang makan.

Sesaat setelah sampai disana, Martin dan Ayu duduk lalu memulai sarapannya dengan suasana hening. Bi Darmi tidak ikut sarapan karena lagi-lagi ia berkilah sudah sarapan duluan di dapur, ia hanya menemani juga melayani saja.

10 menit berlalu...

Sarapan pun selesai. Martin dan Ayu segera beranjak untuk segera berangkat ke tempat tujuan masing-masing.

"Bi, Martin berangkat ya.." Pamit Martin seraya tersenyum kecil tanpa menghiraukan keberadaan Ayu.

"Iya Den hati-hati ya.."

Setelahnya Martin beranjak meninggalkan meja makan, Ayu pun berpamitan juga pada Bi Darmi.

"Ayu berangkat juga ya Nek, maaf Ayu udah bikin masalah pagi-pagi." Ucap Ayu dengan ekspresi merasa bersalah.

Bi Darmi tersenyum lalu bergerak mendekati Ayu, di usapnya kepala gadis yang sudah beranjak remaja itu.

"Gak usah minta maaf, gak pa-pa kok Ayu gak salah, hati-hati ya dan yang semangat belajarnya." Ujar Bi Darmi tulus. Ia sangat menyayangi Ayu. Walaupun ia tidak berperan langsung mengurus Ayu, tapi ia sangat mempedulikan pertumbuhan gadis tersebut, mulai dari kebutuhan juga asupan makanannya. Semua ia yang mengurusnya, dan yang bertugas mengasuhnya adalah pelayan lain yang sudah mahir dalam merawat anak.

Ayu tersenyum senang, ia juga sangat menyayangi Bi Darmi, ia sudah menganggap Bi Darmi sebagai neneknya sendiri walaupun ia tahu Bi Darmi hanyalah pekerja senior di Mansion ini.

Ayu pun sering kali meminta pada Bi Darmi untuk tidak memanggilnya Non, tapi Bi Darmi bersikeras ingin memanggilnya seperti itu dengan alasan nyaman, ucapnya bertahun-tahun lalu.

"Makasih ya Nek udah sayang sama Ayu. Nenek emang yang terbaik, gak kayak Daddy yang bisanya marah-marah mulu.." Kata Ayu dengan ekspresi berubah kesal.

"Eittt gak boleh gitu, Daddy marah karena sayang dan peduli sama Ayu, emang Ayu mau Daddy cuek sama Ayu?"

Ayu menggeleng cepat. "Gak mau Nek! Lebih baik Daddy marah-marah aja deh daripada diemin Ayu, lebih baik lagi kalo Daddy gak marah-marah." Tawar Ayu pada akhirnya yang langsung membuat Bi Darmi terkekeh.

"Hahaha, makanya kamu jangan bandel mulu. Apa yang disuruh Daddy turutin. Malam jangan begadang biar bangun gak kesiangan."

Ayu cengengesan, "Hehe iya Nek, Ayu janji gak akan gitu lagi, tapi kalo khilaf maklumin ya Nek."

"Hahaha kamu bisa aja, Iya nenek bisa maklumin, tapi gak tau kalo Daddy kamu." Ujar Bi Darmi menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan ucapan Ayu.

Ayu memanyunkan bibirnya. Ucapan Bi Darmi benar sekali. Daddy-nya sudah jelas tidak akan memaklumi-nya lagi. Tapi kalo khilaf mau gimana lagi, habisnya sudah keburu suka sama adegan-adegan hot Korea.

1
Hillong 1983
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Ckk Dari awal bab cerita sampai ke bab END baru mikahnya? ckk terlalu bertele-tele..
Qaisaa Nazarudin
40km/jam??? Yg bener aja thor?? kok mobil mahal jalannya kayak siput? Aku aja bawak mobil di lebuh raya 120km/jam aku rasa masih lemot aja jalan mobilnya..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
MEMPUNYAI KELAINAN SEKSUAL?? Maksud mya apa??🤔🤔Gay gitu..
Qaisaa Nazarudin
Cantik banget Ayu,imut lagi..Aku suka thor,cocok semua visualnya thor, 👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Ogeb kalo kamu ngomong takkan di lepaskan kamu,Kabur aja saat kamu habis kuliah,Kan gampang,Takut kalo bodyguard tau,Kamu nyamar aja,beres kan..ckk masa ia aku yg harus kasih ide..😂
Qaisaa Nazarudin
Ciihh saat Ayu sama Cowok lain dia marah,Sama aja kelakuannya dengan Mario,Orang bilang kalo BUAH ITU JATOH GAK JAUH2 DARI POHONNYA..
Qaisaa Nazarudin
DI MANA2 LELAKI ITU EGOIS,NGAPAIN MASIH MENCARI ISTERI DAN ANAK KALO MASIH PUNYA SELINGKUHAN??? SEMOGA AJA GAK PERNAH KETEMU LAGI SAMA ANAK DAN ISTERI NYA..
Qaisaa Nazarudin
Lah Rissa apa kabar?? Udah kamu kasih harapan ke Rissa,Setelah itu kamu tinggalkan gitu aja,Ntar yg ada pasti si Rissa yg akan jadi PELAKOR nya,Dan jadi ancaman buat Ayu..percaya deh..
Qaisaa Nazarudin: Typo MAYANG maksud ku..Rissa kan mamanya Ayu..🙏🙏🙏😁😁
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Terus apa kabar dengan kekasih mu..Dasar egois..
Gex Darmi
Kecewa
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
Iki piye toh maunya dibuat melarat malah dibuat kembali enak..


skip..malas gw baca😪
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
hapus Thor, gak pantas Lo tulis sangat mencintai kalo dia saja baru melakukan penghianatan.
Decey Aja
Luar biasa
Decey Aja
pengen nuker visual hana dengan Ayu... 😁 kayaknya lebih cocok ke hana ama marten
shadowone
🤣🤣🤣🤣
shadowone
geraja? bukanya fatih islam? dn apa ayu nonis ya kerna di asuh martin yang nonis?
shadowone
Fatih sahabat Martin yang bagi dia modal sampe dia berjaya sekarang?
shadowone
ini bru umur yang pas
shadowone
😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!