Adli Aplosso suami dari Almara memutuskan menikah lagi karena nyaris lima tahun pernikahan mereka tidak dikaruniakan anak.
Saat frustrasi tidak disentuh lebih dari tiga bulan oleh suaminya sendiri yang sibuk dengan istri keduanya Alma tidak sengaja memiliki hubungan skandal dengan sepupu suaminya.
Sean Aplosso, yang selalu menganggap dirinya sebagai pemerkosa karena sudah menodai Alma.
Seharusnya itu menjadi hal yang buruk. Saat Sean menawarkan penjara, hukum, polisi dan jaksa kepada Alma, agar Sean dipenjara, Alma menolak karena berpikir ini bukan salah Sean, tapi kesalahan di kedua pihak jadi saya tidak perlu menjebloskan diri sendiri ke penjara. Alma tidak mau berurusan dengan hukum apalagi suaminya. Toh tak ada bayi yang akan dikandung karena dia mandul.
Tapi saat terbukti sebagai perempuan sempurna yang tidak mandul, Alma ternyata hamil. Dan Sean memaksa untuk bertanggungjawab untuk menikahi Alma, suami dari Alma dan Ayah dari bayi itu. Meskipun Sean akan menjadi Ayah dan Suami dari penjara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18: Mantan Calon Menantu
Pihak polisi berusaha mencari kemana video yang sengaja direkam Aldo itu dikirim. Mungkin bisa menjadi bukti untuk mencari motif di balik kenekatan Aldo untuk bunuh diri. Bi Uyun juga diamankan oleh pihak kepolisian, wanita itu cukup stres dan tertekan. Dia meminta dikeluarkan dan menunda untuk diinterogasi, katanya ada pesan terakhir Aldo yang harus dia laksanakan. Tapi saat ditanyai apa pesannya, Bi Uyun diam dan tidak mau menjawab. Sehingga itulah dia terus ditahan, sedangkan pihak kepolisian masih berusaha menyelidiki, sekalipun sudah jelas, Aldo mati karena bunuh diri. Tapi sosok berpengaruh itu, penyelidikan tidak akan berhenti di sana saja harus dikupas setuntas-tuntasnya.
Rehan Mahendra, hanya bisa diam saat mendapati kabar anak sulungnya bunuh diri. Padahal sebentar lagi Aldo akan dinobatkan menjadi pewaris sah semua aset yang Rehan miliki. Rehan ingin beristirahat, hengkang dari dunia bisnis dan ingin memberikan alih semua perusahaan kepada anak sulungnya, tapi anaknya yang bodoh itu malah mengakhiri hidupnya sendiri. Seharusnya itu Aldo lakukan sedari dulu, agar Rehan tak perlu berharap padanya. Karena sebenarnya Rehan bangga kepada anaknya. Sehingga itulah Rehan memercayakan segalanya.
Rehan berdiri di sebelah meja panjang yang dibaringi mayat dingin Aldo. Di sekitar lehernya terdapat goresan pisau yang cukup dalam dan koyakan bekas gantung diri. Mayat Aldo sudah dibersihkan, tapi belum dimandikan sesuai tatacara agama karena penguburannya akan ditunda, harus ada yang Rehan selesaikan. Rehan mengusap rambut dan kening dingin anaknya, berbisik. "Dasar anak bodoh." Tapi meskipun yang keluar adalah makian, air mata Rehan menetes. Ah, dia ingat, tangannya yang kini mengelus kening anaknya dulu sering melakukan kekerasan. Rehan tidak menduga anak kebanggaannya serapuh itu. Dikecupnya kening dingin Aldo, puncak hidungnya dan kedua pipinya. Bahkan saat kecil Rehan tidak pernah mencium Aldo. Baru kali ini sebagai Ayah Rehan melakukannya.
Tangan besar Rehan mengusap leher anaknya. Tatapannya dingin. Setelah itu Rehan menjauh, dipanggilnya sekretarisnya. "Cari tahu tentang mantan pacar Aldo 10 tahun yang lalu." Sang sekretaris yang dititah mengangguk. "Setelah ketemu, bawa dia ke sini." Segera yang disuruh pamit undur diri. Rehan menjatuhkan diri ke salah satu bangku yang ada di ruangan khusus sana, tengah menjaga mayat anaknya. Dia tidak sabar, mantan pacar anaknya dibawa kemari. Wanita itu yang akan menjadi 'penutup' baru setelah itu Aldo akan dimakamkan.
Rehan paling tahu anaknya, tapi sayangnya Rehan tidak perduli. Rehan tahu, Aldo akan menurut segalanya yang dia suruh dengan senang hati asal dahulu Rehan mengizinkan Aldo membawa pacarnya ikut serta ke Paris. Tapi Rehan yang sudah mengetahui perasaan anaknya memilih tidak perduli, baginya Aldo tidak akan fokus bekerja dan belajar jika ada wanita yang menemaninya, bukan waktunya untuk Aldo. Padahal jika ada pacarnya, Aldo bisa melakukan segalanya.
Mendadak Rehan menyesali segalanya. Mulutnya, tangannya dan ketidakperduliannya. Mulutnya yang biasa mencaci dan mengkritik dengan tajam. Dan tangannya yang suka melakukan kekasaran dengan brutal terlebih ketidakperduliannya. Andai dulu dia memahami Aldo sedikit, setidaknya jika Aldo tertekan karena perlakuannya, ada wanita itu yang akan menenangkan Aldo yang depresi.
"Saya sudah mendapatkan identitasnya, Tuan."
Sekretarisnya muncul. Sambil membawa kertas-kertas yang baru diprint.
"Bacakan," Rehan mentitah.
"Almara Sandira. Mahasiswa lulusan S2 Sastra Inggris di Universitas Indonesia. Sekarang berprofesi sebagai ibu rumah tangga—"
"Dia sudah menikah?" Rehan terdengar geram.
Sekretarisnya hanya mengangguk, "dengan Adli Aplosso."
Rehan cukup terkejut, "Adli Aplosso? Ternyata dia pandai memilih suami."
"Dia memiliki hubungan dengan Tuan Aldo semenjak kelas satu SMA sampai 10 tahun yang lalu mereka putus karena Tuan Aldo akan berangkat ke Paris. Alma memohon untuk dibawa ke Paris ke Tuan Aldo, tapi Tuan Aldo tidak bisa memenuhi permintaannya. Saat berusia 27 tahun, dia memutuskan menikah dengan Adli Aplosso. Tapi karena tidak bisa memiliki anak, Adli Aplosso memutuskan menikah lagi dengan wanita pilihan orang tuanya." Sekretarisnya segera membuka lembar baru dengan terburu-buru, karena tatapan Rehan begitu tajam menuju ke arahnya. Rehan tengah menahan diri, dadanya seperti remuk saat mengetahui secuil kisah cinta anaknya. "Tiga bulan yang lalu, Tuan Aldo sempat berusaha mendekati Alma lagi. Dia sering mengirim pesan ke Alma atau berusaha menghubunginya. Kadang berusaha menemuinya. Alma kadang mengabaikannya atau meresponnya. Kali terakhir Tuan Aldo menemui Alma siang dimana malamnya Tuan Aldo bunuh diri."
"Bawa wanita itu kemari." Rehan memerintah. Rahangnya sudah keras, penjelasan terakhir sudah jelas, anaknya bunuh diri ada hubungannya dengan wanita itu.
"Tapi, Tuan ... itu agak mustahil. Adli Aplosso suka mengekang istri pertamanya itu di dalam rumah, agak susah menyelinap ke rumahnya. Apalagi membawanya secara paksa termasuk penculikan."
"Lakukan!" Rehan memaksa. "Pokoknya wanita itu harus dibawa kemari. Tidak bisa tidak. Urusan polisi belakangan."
Sekretarisnya menelan ludah, lalu membungkuk. Sudah tentu dia harus patuh. Saat dia pamit undur diri, pelayan di luar mengetuk pintu. "Ada apa?" Rehan menjawab. Dia tengah meraba kening Aldo yang dingin, sedikit mengelus pipinya.
"Tuan, Tuan Sean Aplosso ingin bertemu dengan Anda. Beliau sudah menunggu di ruangan lantai satu, di tempat pertemuan."
Rehan terdiam sejenak. "Baiklah, tunggu sebentar. Bilang ke dia, aku akan turun sebentar lagi." Pelayan itu pergi, Rehan melirik foto Alma yang ditinggalkan sekretarisnya di atas meja. Rehan meraihnya, mengamati foto tersebut. Ah, ternyata si Alma itu cantik. "Tak salah jika kamu benar-benar mencintainya, Aldo." Rehan memperlihatkan foto itu di depan wajah Aldo, lalu meletakkannya ke dada Aldo. Membawa kedua tangan anaknya untuk mendekap foto itu. Hal biasa yang sering Rehan lihat saat Aldo di Paris. Dia selalu memeluk sebuah foto, yang tak pernah diizinkannya Rehan untuk melihatnya sekalipun Rehan menghajarnya.
Setelah itu Rehan mengeluarkan diri dari ruangan. Dia ke lantai satu, di mana ruangan pertemuan berada. Sudah ada dua orang menunggu di sana, Sean dan Dex. Sean tengah menyerupu sebuah kopi yang dibuatkan untuknya sedangkan Dex dengan sigap menjaga tuannya dari belakang.
Sean tersenyum menyambut kehadiran Tuan Rehan. Lelaki berpengaruh, yang sangat ambisius.
"Saya turut berduka-cita atas kematian anak sulung Anda, Tuan Rehan."
Rehan diam sejenak. Dia kurang suka mendengar kalimat itu, tapi ini rekan bisnis, sekalipun tidak suka dia harus bersikap ramah. "Terimakasih untukmu, Tuan Sean. Saya tidak menyangka akan kehilangan anak sulung saya secepat ini. Dia yang paling berbakat daripada anak-anak saya yang lain, jadi saya sangat kehilangan." Rehan duduk di sofa yang menghadap Sean. Dengan santai Sean masih menyeruput kopi.
"Tentu saja, kehadiran saya ingin membahas bisnis."
sampe lumutan akoh...
sampe2 ai selingkuh sama tetangga sebelah,eh ..pas ngintip ksni msh blom2 jga ..
semangat y Sean aku ad d pihakmu kok💪😊