NovelToon NovelToon
Mentari Istriku

Mentari Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:403.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: febyanti

Menikah dengan orang yang kita cintai tentu menjadi impian semua orang, tapi tidak dengan Alga dan Mentari. Mereka menikah karena terpaksa, hingga lambat laun perasaan itu berubah menjadi cinta.

Tapi sayang, ketika cinta itu datang disaat mulai mengilang. Mentari menyerah karena cinta itu tak dapat ia gapai.

Rumah tangga seperti yang mereka jalani? Apa lagi tanpa cinta.

Yuk simak ceritanya hanya di novel berjudul MENTARI ISTRIKU

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Mulai hari ini, Alga dan Tari tinggal berdua. Pada malam ini, Tari mulai bergelut di dapur memasak untuk makan malam mereka.

Sementara Alga, pria itu membereskan bajunya serta milik istrinya ke dalam lemari masing-masing. Di luar kamar, mereka mulai akrab dengan aktivitasnya.

Mereka menjalani rumah tangga layaknya pasangan yang saling mencintai. Tapi sayang, itu terjadi pada lain tempat, bukan di atas ranjang yang pada umumnya.

Tari akan bersikap tempramental jika di atas kasur, tapi itu dulu sebelum mereka dekat dan terpaksa menjalani pernikahan yang tidak mereka inginkan. Entah untuk kali ini, Alga dan Tari mulai dekat. Ada perasaan berbeda pada Tari ketika melihat suaminya, dan itu terjadi mulai hari ini.

"Omsu, bisa tolong aku?" teriak Tari yang berada di dapur.

Mendengar Tari memanggil, dengan cepat Alga menghampirinya.

"Ada apa?" tanya Alga setibanya di dapur.

"Ambil itu." Tari menunjuk pada rak bumbu yang terletak di atas, tubuhnya yang mungil tak mampu menjangkaunya.

"Ini." Alga memberikan toples kecil pada Tari.

"Bukan."

"Apa ini?"

"Bukan, yang itu-tu."

Pusing karena salah terus, akhirnya Alga memanggku tubuh Tari untuk menggapai apa yang diinginkannya.

"Ini, Omsu." Ujar Tari sembari menunjukkan benda kecil itu padanya.

"Itu apa sih? Kok baunya menyengat."

"Terasi."

"Untuk apa?"

"Sambel."

Alga hanya manggut-manggut, ia merasa masakan Tari kali ini berbeda dengan makanan yang selalu disajikan oleh mamanya.

"Masak apa sih? Ini ada ikan asin." Alga melihat ke atas meja makan, ia melihat hasil masakan istrinya.

"Omsu coba saja nanti, dijamin nambah tiga kali," kata Tari.

"Masa? Aku belum pernah coba makanan seperti ini."

"Omsu akan mencobanya malam ini," kata Tari. Gadis itu selesai membuat sambel, lalu meletakannya di atas meja.

Mereka berdua mulai menikmati makan malamnya ala Mentari. Tari melihat suaminya mengambil sendok dan garpu, namun ia langsung mengambilnya.

"Mau dikemanakan sendok dan garpunya?"

"Jangan pake ini, nih makannya kaya aku."

Alga melihat Tari makan langsung dengan tangan, lalu ia pun mengikutinya. Pria itu mulai menikamtainya hingga tak terasa ia nambah sampai dua kali. Makan malam ini benar-benar nikmat sampai ia kekenyangan.

"Apa mau nambah lagi?" tawar Tari.

"Tidak, aku sudah kenyang. Nanti perutku bisa sakit."

Karena makannya sudah selesai, Tari membereskan piring kotor. Alga pun ikut membantu. Tari tersenyum melihat suaminya yang ikut turun memberesakan dapur, sebelumnya ia tak pernah melihat keberadaan suaminya di dapur mertuanya.

Malam semakin larut, Tari dan Alga sudah berada di kamar masing-masing. Namun sepertinya, Alga tak bisa tidur malam ini. Ia hanya menggulingkan tubuhnya ke sana ke sini di atas kasur. Tetap saja ia tak bisa memejamkan mata.

Lalu ia kepikiran akan Tari, apa gadis itu bisa tidur nyenyak malam ini? Apa mungkin ia juga merasakan hal yang sama dengannya? Penasaran akan hal itu, ia pun akhirnya mengeceknya sendiri.

Setibanya di lantai bawah, ia melihat kamar Tari terbuka. Lalu berjalan mendekati kamar itu sampai ia terhenti di ambang pintu.

"Omsu belum tidur?"

Suara itu mengejutkan Alga, ia mutar tubuhnya menghadap arah sumber suara. Merasa terciduk, ia hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Mm ... Aku kira kamu sudah tidur dan lupa menutup pintu, tadinya aku ingin menutup pintunya," jelas Alga yang berbohong.

"Kamu sendiri belum tidur, ini sudah malam loh."

"Haus, aku ke dapur ambil ini." Tari menunjukkan gelas yang terisi air. Setelahnya, ia masuk ke kamar tanpa mempersilahkan suaminya untuk masuk. Malah ia langsung menutup pintu karena memang sudah mengantuk.

"Ya ... Kok, ditutup sih," batin Alga. Padahal ia berharap bahwa Tari akan menyuruhnya masuk meski itu sangat mustahil.

Itu tujuannya bukan, tinggal berpisah dengan orang tuanya karena ingin tidur terpisah dengan Tari. Tapi kenapa ia malah tak bisa tidur jika tidak ada istrinya di sisinya.

Alga menghela napas lalu kembali ke kamarnya, hingga waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari ia tetap tak bisa memejamkan matanya. Ia pun beranjak dari tempatnya, keluar kamar menuruni anak tangga.

Klek.

Ia membuka pintu kamar, kamar yang di tempati oleh Tari. Masuk ke dalam kamar itu, kamar yang terlihat begitu gelap. Hanya lampu temaram dari luar yang menimbulkan cahaya di sana. Entah sadar atau tidak, Alga merebahkan tubuhnya di samping Tari.

Ia pun menguap, seolah kantuk mulai menyerang. Beberapa menit kemudian, Alga sudah terlelap dari tidurnya.

Sampai waktu begitu cepat berputar.

Bunyi alaram ponsel milik Tari berbunyi, gadis itu memang sengaja memasang alaram jam lima subuh. Saat ia hendak ingin beranjak, Tari merasa ada sesuatu yang menimpa di bagian perut. Ia merabanya, terkejut mendapati sebuah tangan melingkar di sana.

Tari langsung beranjak dan duduk.

"Omsu, sejak kapan dia di sini?" Semalam ia ingat betul bahwa ia tidur sendiri. "Lalu ...?"

Mungkin karena mulai terbiasa, Tari tak lagi memberikan pukulan pada suaminya. Lagian tidak terjadi apa-apa di antara mereka.

Mentari menurunkan tangan Alga dari tubuhnya, ia pun dengan segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Tapi sebelumnya itu, ia mengosok gigi dan mencuci wajahnya yerlebih dulu.

* * *

"Akhirnya sudah selesai," kata Tari yang baru menyelesaikan masaknya. Ia membuat nasi goreng untuk sarapannya.

Melihat waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam, Tari pun dengan segera kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.

Ia melihat Alga masih tertidur, meski banyak pertanyaan dalam hatinya mengapa pria ini bisa berada di kamarnya dan tidur bersamanya?

Setelah selesai mandi, ia tak melihat keberadaan suaminya di atas kasur. Pikir Tari bahwa pria itu sudah terbangun. Ia bernapas lega karena tidak perlu repot-repot memakai bajunya di dalam kamar mandi.

Seusai memaki baju dan siap dengan sekolahnya hari ini, Tari pergi menuju ruang makan. Tak lama, ia melihat suaminya sudah siap dengan setelan jas-nya.

"Omsu sarapan dulu, aku sudah masak nasi goreng." Tari memanggilnya karena ia melihat Alga berjalan bukan menuju ruang makan akan keberadaannya.

"Tari, aku buru-buru. Kamu berangkat sekolah sendiri saja ya, deket kok." Sebelum berangkat, Alga menghampiri Tari, ia memberikan kartu debitnya. "Kamu bisa gunakan ini untuk keperluanmu juga keperluan dapur."

Setelah mengatakan dan memberikan kartu itu, Alga menghilang dalam pandangan Tari. Gadis itu sudah membuatkan sarapan untuknya, tapi Alga malah pergi, jangankan mencicipinya, meliriknya pun tidak.

Mentari jadi penasaran, apa yang membuat suaminya itu terburu-buru? Apa ini ada hubungannya dengan kekasihnya?

Dengan lemas, Tari sarapan seorang diri. Ia tak berselera pagi ini. Sikap suaminya tak seperti kemarin, bahkan Tari berharap sikap Alga akan lebih hangat.

Dengan gontai, ia berjalan menuju tempat di mana ia akan belajar. Disaat sudah mendekati gerbang sekolah, Bunga melihat sahabatnya itu berjalan sendirian.

Lalu ia pun mendekati Tari.

"Hey, kok tumben jalan kaki, kemana pangeranmu?" tanya Bunga.

Tapi Tari berjalan terus tanpa menghiraukan pertanyaan sahabatnya. Entah kenapa, Tari merasa ada yang kurang dengan hari ini. Yang biasanya ia ada perdebatan dengan suaminya , namun kali ini tidak. Alga memilih pergi darinya, ada yang lebih penting dari seorang Tari.

Sedangkan Bunga, hanya melihat dengan bingung. "Kenapa dia?"

1
Naufal hanifah
/Good//Good//Good/
antha mom
happy ending
Heryta Herman
si tari masih labil...pikiran anak remaja..tapi sdh jadi istri tengah mengandung pula....yaa gitu deh...emosi jadi naik turun...kayak roller coaster.../Chuckle//Chuckle/
vi
aq suka..... aq suka...
vi
Jadi kasihan sama sinta
vi
ceritanya seru banget
tuti sriyono
Luar biasa
Shifa Burhan
masalah paling utama wanita dalam membuat novel adalah sikap egois yang terkesan munafik sehingga dia buta dari keadilan

contoh simple
*intraksi pemeran utama pria (alga) dengan wanita lain dilaknat, dipandang menjijikan, kesalahan fatal, tidak mudah diterima dan dimaafkan
tapi apa ini
intraksi pemeran utama wanita (tari) dengan lelaki lain dibela dan dibenarkan, pelukan berkali dibela dengan alasan pertemanan lah, pertolongan (alasan munafik wanita),

*istri cemburu suami salah karena tidak bisa jaga perasaan istri
apa ini
suami cemburu tetap suami salah karena cemburu buta

*pelakot dilaknat dan hinakan
tapi apa ini
pebinir dipuja dan diperlakukan sangat lembut, dibuat menang banyak berkali bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita

ini contoh kecil kemunafikan wanita dalam berkarya
Suherni 123
pasti lemah nih si alga
Suherni 123
siip tari kasih pelajaran dulu tuh si omsu
Ivana Monica
cerita nya baguss tanpa da pelakor...
Inaqn Sofie
kenpa g alga aja dulu ya yg jatuhnya
Adi Raffi Prasetya
wahhhh.....bigin penasaran ceritanya.
Qaisaa Nazarudin
Gak usah aneh gitu,terima aja tanpa protes,,😁
Qaisaa Nazarudin
Apa benar akan seperti apa yg Alha pikir kan?? Tapi aku gak percaya dgn Citra,,,
Qaisaa Nazarudin
Dihh kamu udah mulai sombong ya,,Ingat hubungan suami kamu sama Citra blom selesai,jangan sampe kamu nyesel nanti,,
Qaisaa Nazarudin
😱😱😱Gila,,segitu banyaknya,,Pasti boong tuh,ada agenda tuh,Atau jgn2 uang itu utk selingkuhan nya,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Kangan sampai dgn melihat kejadian ini,Alga gak jadi mutusin Citra,,,
Qaisaa Nazarudin
Apa benar Chiko udah bertunangan??🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Selagi hubungan mereka belum berakhir,Kamu gak usah baper Tari,teruskan saja bersikap dgn menjaga jarak seperti sebelum ini,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!