NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika
Popularitas:96.5k
Nilai: 5
Nama Author: Titislia

Bagaimana rasanya jika di hari pertunangan mu, pasanganmu justru datang bersama seorang perempuan yang ia kenalkan sebagai kekasihnya???


Risha dan Arga menjalin hubungan karena sebuah perjodohan. Mereka saling mengagumi satu sama lain dan mulai mencoba membuka hati untuk saling mencintai.

Disaat benih cinta mulai tumbuh, datanglah sosok laki-laki yang merupakan cinta pertama di masa kecil Risha. Di lain sisi, Arga terjebak dengan kondisi yang mengharuskannya bertanggungjawab atas perbuatannya dengan seorang perempuan.

Akankah Risha dan Arga tetap bersama? Bagaimana kisah cinta mereka?
Terus ikuti jalan ceritanya ya Readers❤️
Terimakasih🤗🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titislia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Khawatir

Andri berlari menuju resepsionis rumah sakit.

"Permisi sus, pasien keluarga Nugroho dimana ya?" tanya Andri sesuai arahan Ardi.

"Oh, mbak langsung ke lantai atas ya. Nanti ada ruangan tertulis Nugroho. Liftnya sebelah sana mbak." kata suster menjelaskan.

Lantai atas rumah sakit adalah ruangan khusus para pemegang saham rumah sakit Medica Center, termasuk keluarga Nugroho.

"Terimakasih sus." kata Andri.

Andri memasuki Lift, saat pintu lift akan tertutup seorang pria menghalanginya lalu ikut masuk ke dalam lift.

"Maaf saya buru-buru." kata orang tersebut sambil melihat gadgetnya, ia adalah Arlan.

"Loh, kamu temannya Risha kan?" tanya Arlan saat ia melihat Andri.

"Iya." jawab Andri.

"Saya Arlan, asisten Arga. Maaf tadi saya buru-buru, ada berkas yang harus saya serahkan ke Arga untuk di setujui. Sekali lagi maaf." kata Arlan meminta maaf.

"Iya nggak papa." jawab Andri.

Arlan melihat Andri yang kesulitan membawa tasnya dan dua tas Risha, ia lalu mengambil salah satu tas yang di bawa Andri.

"Eh," kata Andri terkejut tasnya diambil Arlan.

"Saya bantu. Kamu mau jenguk Risha kan? Kalo iya, kita satu tujuan. Arga disana dari tadi, ia nggak mau balik ke kantor." kata Arlan.

"Makasih ya pak." kata Andri.

"Jangan panggil bapak lah, Arlan aja." kata Arlan tidak terima dipanggil bapak.

"Tapi... Kak aja ya. Rasanya janggal kalo saya panggil nama langsung." kata Andri.

"Ya, udah terserah enaknya kamu gimana." kata Arlan pasrah.

Pintu lift terbuka, Arlan yang sudah hafal ruangan keluarga Nugroho langsung menuju ke ruangan itu. Andri hanya mengekor di belakang Arlan.

Saat akan memasuki ruang rawat Risha, pintu sedikit terbuka. Terlihat Arga menggenggam tangan Risha dan sesekali menciumi tangan itu. Arlan dan Andri menunda untuk masuk, mereka tidak mau mengganggu Arga dan Risha.

"Sha, maafin aku nggak bisa jaga kamu. Kamu cepetan sadar, aku sudah menunggumu dari tadi. Aku khawatir sama kamu Sha, sadar Sha." kata Arga dengan mata berkaca-kaca.

"Sha, kalau kamu segera bangun, aku janji sama kamu, sama diriku sendiri. Aku akan menjaga kamu dari apapun itu yang membahayakanmu Sha. Aku nggak mau kamu terluka, apalagi kehilangan kamu. Aku sayang sama kamu Sha. Entahlah, aku sendiri nggak tau rasa ini mulai tumbuh di hatiku sejak kapan, sejak pertemuan pertama kita kala itu, setiap waktuku teringat senyummu Sha. Aku berusaha melupakan itu, tapi semakin aku melupakan senyummu semakin pikiranku nggak bisa lepas dari senyummu. Aku sayang kamu Sha, bangunlah." kata Arga.

"Kak Arlan, kita masuk nggak nih? Takut merusak suasana." kata Andri meminta pendapat.

"Iya sih. Tapi dokumen ini harus segera disetujui." kata Arlan sambil menunjukkan dokumen yang ia bawa.

Arlan lalu mengirim pesan ke Arga, namun setelah beberapa saat Arga tak kunjung membuka pesan itu apalagi membalasnya.

"Aduh, nggak dibaca lagi. Masuk aja yuk." kata Arlan mengajak Andri.

Tok...tok...tok. (suara ketukan pintu)

"Maaf bos, saya sudah menghubungi bos tapi tidak ada respon. Ini ada beberapa dokumen yang harus di tanda tangani." kata Arlan sambil menyerahkan dokumen ke Arga.

Arlan melihat Arga, baru kali ini penampilan Arga kacau. Rambut acak-acakan, baju berantakan bahkan ekspresi mukanya sangat sedih dan murung. Jelas tampak kekhawatiran di muka Arga.

"Kamu urus perusahaan dulu Lan, aku disini jagain Risha." kata Arga setelah menandatangani dokumen.

"Siap. Kamu juga jaga kesehatan. Aku pamit ke perusahaan lagi." kata Arlan, ia segera berlalu meninggalkan rumah sakit menuju perusahaan.

"Em, maaf Pak Arga. Bapak istirahat saja dulu, kelihatannya lelah. Biar saya yang gantian menjaga Risha." kata Andri.

"Saya nggak papa kok." Kata Arga.

"Tapi Pak Arga kelihatan pucat. Istirahat saja pak." kata Andri kasihan melihat kondisi Arga.

Orang tua Risha memang pamit pulang lebih dulu karena Bu Shani sudah menyanggupi pesanan catering dari pelanggannya.

Pak Arwan ikut pulang membantu pekerjaan Bu Shani, walau ada asisten yang membatu memasak, namun kali ini pesanan cukup banyak sehingga Bu Shani ikut terjun memasak dan menyiapkan catering.

"Ya sudah, kamu jagain Risha, saya keluar dulu. Kalau ada apa-apa segera panggil perawat atau dokter. Pencet saja itu, mereka akan datang." kata Arga.

Andri hanya mengangguk menanggapi ucapan Arga. Setelah Arga pergi, Andri mendekati Risha. Tangisan yang sedari tadi ditahan Andri meluap seketika. Bahkan ia sampai kesulitan bicara.

"Hiks... Hiks... Hiks. Sha, bangun dong. Kamu nggak kasihan sama aku? Hiks. Sha, tim kita menang loh. Aku hebat kan? Hehehe." kata Andri.

Andri terus mengoceh sambil menangis menceritakan dirinya yang tak sanggup tanpa Risha.

"Sha, kamu tau nggak, tadi aku denger kalo Pak Arga bilang sayang sama kamu, nggak mau kamu sakit, nggak mau kehilangan kamu. Kayaknya Pak Arga beneran cinta sama kamu Sha." kata Andri.

"Aku denger kok." kata Risha dengan suara lemah.

Andri yang masih belum menyadari Risha sudah bicara walau dengan mata terpejam.

"Sha, Pak Arga sangat khawatir sama kondisimu, cepetan sadar ya." kata Andri melanjutkan ocehannya.

"Iya aku tau." kata Risha masih dengan mata terpejam.

Andri yang mulai mendengar ada yang bicara tapi ia sadar, ia sendiri di ruangan itu dan Risha belum sadar. Ia mulai merinding, ditambah hawa dingin dan suasana hening di ruangan tersebut menambah kesan horor.

"Masa iya, di ruangan semewah ini ada hantu? Kok ada yang jawab omongan aku ya." kata Andri.

"Masa kamu tega samain aku dengan hantu Ndri?" kali ini suara Risha lebih jelas terdengar di telinga Andri.

"Risha, kamu udah sadar? Ini beneran kan?" tanya Andri dengan mata terbelalak seakan belum percaya.

"Kamu gimana sih Ndri, tadi pengen aku segera sadar. Ini udah sadar malah nggak percaya." kata Risha.

"Tunggu..." kata Andri lalu mencubit lengannya.

"Awh... sakit. Berarti beneran dong ini." kata Andri.

"Risha... Huhuhu" tangis Andri pecah lagi sambil memeluk Risha.

"Ndri, kepalaku masih sakit." kata Risha. Andri memeluk begitu kuat hingga ia lupa kalau Risha masih sakit.

"Maaf Sha, aku seneng banget kamu sadar." kata Andri sambil menghapus air matanya dan mengelap ingusnya.

Andri lalu memencet tombol yang tadi dipesan Arga, tidak menunggu waktu lama, dokter dan dua perawat masuk ke ruangan itu.

"Syukurlah pasien sudah sadar. Em, apa keluhan yang dirasa?" tanya dokter itu sambil memeriksa Risha.

"Kepala saya pusing banget dok. Bahkan tadi waktu mau buka mata sakit banget kepala saya. Jadi saya tahan untuk nggak buka mata dok." kata Risha dengan suara masih lemah.

"Ini hal wajar ya, benturan di kepalamu cukup keras sepertinya. Tapi semua baik-baik saja. Selama masa pemulihan dua atau tiga minggu ini jangan beraktivitas berat dulu ya. Jangan terlalu memaksa untuk beraktivitas saat tubuhmu tidak kuat, karena masa ini masa pemulihan saraf-saraf yang meradang akibat benturan itu." kata dokter menjelaskan.

"Terimakasih dokter." kata Risha.

Dokter keluar dari ruangan, Arga masuk dengan muka paniknya. Ia khawatir terjadi sesuatu dengan Risha.

"Risha, kamu nggak papa kan?" tanya Arga sambil memeluk Risha.

Risha yang mendapat pelukan tiba-tiba dari Arga cukup terkejut. Ini kali pertamanya laki-laki memeluknya selain ayahnya. Ia ingin menolak, namun hatinya berkata seolah menerima pelukan nyaman dari Arga. Cukup lama mereka berpelukan, hingga Andri berdehem mencairkan suasana.

"Ehm..." Andri berdehem.

"Maaf, saya terlalu senang tadi saat tau kamu sudah sadar." kata Arga melepas pelukannya.

Risha menahan rasa malu, bagaimana bisa Arga memeluknya di depan sahabatnya, Andri. Bahkan pipi Risha merona, yang seharusnya orang sakit itu pucat, namun Risha justru merona berseri.

"Sha, kalo gitu aku pamit ya. Udah sore ini. Belum mandi, bau." kata Andri sambil seolah mencium tubuhnya.

"Makasih ya Ndri. Kamu hati-hati." kata Risha.

"Mas Arga darimana?" tanya Risha.

"Em, tadi aku mandi bersihin diri. Maaf ya, aku ninggalin kamu tadi." kata Arga menggenggam tangan Risha.

Risha tidak menolak, ia merasa nyaman saat di dekat Arga.

"Em, Risha. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu." kata Arga dengan nada dan ekspresi serius.

1
Novie Tanjung Novie Tanjung
pasti risha hamil kn thorr....???

👍
💪 trus ya thorr...
up nya yg lma dn pnjang....
Novie Tanjung Novie Tanjung
👍 thorr...

ada bwang nya dkit...

lnjut thorr...

💪💪💪💪
Novie Tanjung Novie Tanjung
udh mlai nggak asyik ni mah thorr...

aku mau nya...?
arga sma risha...
dan
Ardi sma andri...
lnjut dech thorr...
💪💪💪
Novie Tanjung Novie Tanjung
👍👍👍
lnjut thorr...
💪💪💪
ya thorr....
Novie Tanjung Novie Tanjung
jngan smpai trjadi ya thorr...

ggal kn smua niat jhat deon tu...

ksihan aku sma Arga...

💪 trus thorr....
Novie Tanjung Novie Tanjung
knapa batin saya tdak trima
deon dn clara
ya thorr...???
lempar sja mereka berdua tu ke penjara lgi thorr...

💪💪💪 ya thorr...
Novie Tanjung Novie Tanjung
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Arga.... Arga....
kok d'ksih sich no na risha sma clara...
hbis lh risha sma clara...
hncur lh hbungan... yg bru trjali...
💪💪💪 thorr...
Novie Tanjung Novie Tanjung
Arga ttap milik risha
dan
risha milik Arga
ya thorr...
💪💪💪
Novie Tanjung Novie Tanjung
jngan smpai misi clara brhasil ya thorr...
💪💪💪
Novie Tanjung Novie Tanjung
🙏 ya thorr...
cman usul dn saran sja...
jngan ada kjahatan yg menyakitkan ya thorr...
💪💪💪
trus ya thorr...
Novie Tanjung Novie Tanjung
cerita awal na asyik dn menarik...
lma k'lmaan...
eeeh dtang pengkhianat...
kn jdi ksihan sma Resha yg nggak tau apa2 ikut2an trlibat sma s'deon...
jngan smpai resha knpa2 ya thorr...
💪💪💪💪
Amira Zahira
hai mba .ni cerita nya wpw udah tamat ya?
Follow ig : tinatina3627
mampir like dan Favorite jangan lupq ke karyaku juga tor.
Muh Yamin
mana kelanjutannya?
Amira Zahira
ini novelnya udah tamat ya?
El_Tien
maaf aku baru mampir bawa bom like untuk mu
Muh Yamin
mana updatenya
pat_pat
petrik mampir❤️
salam dari novel Topan Cahaya 🤗
~🌹eveliniq🌹~
mampir lg semangat selalu ya
Lia Rosita
Jangan-jangan, rebutan Risha nih. Salam dari Novel KUBUAT KAU MENYESAL
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!