Olivia Chalondra wanita cantik yang masih menempuh pendidikan SMA di salah satu sekolah favorit daerahnya harus menerima perjodohan dengan seorang pria bernama Abian Laksmana Nugroho seorang CEO muda, bertalenta dan berkharisma.
Setelah perjodohan selesai, Olivia dikejutkan dengan kepergian mama nya menuju kehidupan yang lain. Masalah demi masalah kian hadir, dari penghianatan dan kehilangan semua telah dilalui oleh Olivia dengan masalah yang terus menerus terjadi malah membuat keadaan rumah tangga Olivia dan Abian semakin membaik dan saling mendukung. Hingga tanpa mereka sadari Bumbu cinta telah hadir menemani.
-
Ada saatnya semua yang hilang akan digantikan dengan yang lebih baik berkali lipat, walau terkadang yang datang tidak akan pernah sama dengan yang telah pergi tetapi yang datang akan jauh lebih baik jika kita mau menghargainya, Aku Abian mencintaimu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi.msari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Birthday Party
"Hei apaansih lo ,mengambil kesempatan dalam kesempitan kan Lo?" Tanya Oliv dengan menuding
"Yang nyosor meluk siapa?" Tanya balik Bian
"Yaa gue ,eh enggak Lo tadi yang maksa gue . Yaudalah males debat sama Lo gak penting" ucap Oliv dengan nada tinggi padahal dihatinya masih terselip rasa malu yang besar akibat sikapnya tadi yang tidak bisa dikontrolnya dan langsung berjalan meninggalkan Abian menuju Mella .
"Oliv Lo kok bisa bodoh banget sihh" ucap Oliv merutuki dirinya sendiri
Dia mencari keberadaan Mella tapi tidak menemukan nya padahal dia tadi ada disini .
"Sayang ,selamat ulang tahun yaa" ucap bunda Iva
Oliv terkejut dan menatap orang yang bicara padanya
"Eh bunda Makasih bunda" ucap Oliv saat melihat bunda Iva dan memeluk bunda Iva karena tangan bunda yang seperti menyuruh Olivia untuk memeluknya .
"Iya sayang ,2 hari lagi hari pernikahan kamu dengan Abian bunda harap kalian bisa saling mencintai selamanya ya sayang, keinginan bunda cuma mau melihat kalian berdua bahagia dan bunda bisa memiliki cucu " ucap bunda Iva yang membuat Olivia terbatuk-batuk karena mendengar kata cucu
"Hehe bunda ,iya " ucap Oliv bingung karena harus menjawab apa , pernikahan ini tidak di inginkanya sama sekali
"Pilihan hati almarhum mama kamu dan bunda itu sama , kalian pasti bakal jadi pasangan yang cocok " ucap bundanya tersenyum
"Hmm iya bunda , Oliv jadi kangen banget sama mama andaikan aja mama disini ya Bun ada di acara ini ,pasti kebahagiaan Olivia lengkap banget" ucapnya sedih
"Mama selalu ada sayang , disini" ucap bunda menunjuk hati Olivia
Olivia tersenyum dan masih menampakan raut wajah yang sangat kehilangan.
"Iya mama selalu ada disini " ucapnya sambil menyentuh dadanya
"Dan bunda akan menjadi mama kamu sekarang , kamu boleh panggil bunda atau mama " ucap bunda menghibur
"Bunda aja deh , biar bunda gak akan ninggalin Oliv juga seperti mama" ucapnya sedih
Bunda Iva merasa bersalah karena malah semakin membuat Oliv bersedih .
"Udah ya sayang , kita kesana yuk bareng yang lainnya " ajak bunda
Oliv hanya mengangguk dan mengikuti bunda Iva .
"Oliv Lo dari mana ajasih , sini kita Potong kue dulu " ucap Mella
"Eh iya " ucap Oliv
"Wish dulu ya sayang " ucap papa
Oliv pun mengajukan wishnya untuk selalu menjadi pribadi yang lebih baik bisa membuat papa dan mama bangga , selalu bisa memberikan kebahagiaan untuk papa dan orang-orang yang sayang padanya , dan berdoa untuk kehidupan nya setelah menjadi istri nantinya untuk bisa membangun rumah tangganya dengan bahagia dan saling mencintai , dan selalu bisa menjadi versi terbaik dirinya untuk selamanya .
Dan potongan pertama dia berikan untuk papanya ,
"Potongan kedua untuk siapa Oliv?" tanya ayah Bram menggoda Oliv
Oliv langsung menghadap Mella dan ingin memberikannya akan tetapi Mella malah memutar kembali badan Olivia menghadap Abian
"Yang kedua wajib untuk Abian Oliv " bisik Mella
Oliv dengan ragu memberikannya pada Abian dan diterima oleh Abian dan tersenyum hangat
"Terimakasih" ucap Abian
Olivia hanya mengangguk. Setelah acara potong kue selesai dan para orang tua bubar dan menuju meja khusus mereka untuk membicarakan sesuatu .
"Selamat ulang tahun Olivia ku aaaaa sayang banget" ucap Mella sok dramatis dan memeluk Olivia
"Merasa gak bersalah Lo?" Tanya Oliv yang tetep membalas pelukan Mella
"Hehe sudah ah jangan cemberut terus ntar jelek Lo kek Dion tuh " ucap Mella keras yang langsung mendapatkan tatapan horor dari Dion
"Jelek Lo bilang , awas ya Lo naksir sama gue " ucap Dion
"Dih ,ogah " ucap Mella
Oliv yang menyaksikannya hanya tertawa dan berhasil melupakan kesedihannya
"Eh sejak kapan kalian berdua kenal dan akur gini?" Tanya Oliv tertawa
"Akur?" Tanya mereka bersamaan
"Enggaklah" ucap mereka lagi berbarengan
"Hahah ngapain kalian berdua bicaranya bisa berbarengan gitu , jangan-jangan jodoh lagi" ucap asal Helmi yang tanpa mereka sadari Clara memasang wajah yang tidak bersahabat
"Enggaklah ,jodoh gue Clara " ucap Dion sambil merangkul Clara
"Dih siapa juga yang mau sama Lo" ketus Mella
"Apaansih kalian" ucap Clara
"Selamat ulang tahun Oliv" ucap Clara sambil mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Olivia
"Makasih Clara ,dan makasih banyak juga buat kalian semua yang sudah repot-repot buat acara ini " ucap Oliv
"Biasa Oliv , demi Lo apasih yang gak kami lakuin yakan?" Tanya Dion pada semua dan di balas anggukan oleh mereka semua
"Hai Oliv , gue ansel temannya Abian ,Bye the way selamat ulang tahun ya " ucap nya ramah
"Oh iya makasih Ansel " ucap Oliv seraya tersenyum manis
"Sayang papa disana ya bareng sama ayah Bram " ucap papanya
"Oh iya pah , Oliv disini aja yaa daaa papah" ucap Oliv serasa melambaikan tangannya seperti anak kecil yang ingin ditinggal pergi orang tuanya padahal ayahnya hanya duduk di meja yang hanya berjarak sekitar 10 meter saja .
"Oke mumpung kita rame dan ngumpul disini bagaimana kalau kita main game" ucap Dion
"Boleh juga" sahut yang lainnya
"Game apa?" Tanya Bian
"Tebak-tebakan dong atau pertanyaan yang ingin kalian tanyakan juga boleh,yang gak bisa jawab wajah nya dicoret pakai ini" ucapnya sambil menunjukan sebuah lipstik yang tidak tau siapa pemiliknya
"Hei ternyata Lo lipstikan juga yaa " ucap Mella tertawa terbahak-bahak
"Enggaklah " ucapnya sambil tersenyum mengahanyutkan
Dan mereka membuat sebuah tebakan atau pertanyaan masing-masing disebuah kertas dan digulung diletakkan disebuah wadah kecil siapa yang terpilih dia akan memilih salah satu kertas tersebut .
Mereka menggunakan media botol untuk diputar-putar dan saat botol tersebut berhenti disalah satu dari mereka ,maka orang tersebut dinyatakan terpilih dan harus memilih salah satu kertas tersebut.
Permainan dimulai
Botol pun diputarkan dan terus memutar hingga berhenti tepat di hadapan Ansel , lalu Ansel pun memilih satu kertas diwadah tersebut dan mengambilnya
Saat membuka kertas yang telah di pilihnya ,wajah Ansel yang tadinya tertawa dan tersenyum berubah menjadi datar dan berfikir keras , disitu tertulis 2 pertanyaan
"Apaan Ansel ,lama banget sih ,sini gue bacain" ucap Mella seraya menarik kertas yang ada ditangan Ansel
"Pertama ,sayur sayur apa yang suka nunjuk orang?
Kedua , apa alasan lo hadir diantara kami?
Wah ini pertanyaan seharusnya untuk Dion pas banget " ucapnya Mella dengan manggut-manggut
"Apaansih Lo , jawab dong Ansel " ucap Dion
"Sayur apa ya? Sayur lodeh ?" Ucap Ansel ragu
"Siapa yang buat pertanyaan woii ,benar gak tuh?" Tanya Dion
Namun tidak ada yang mengaku
"Yang kedua alasan gue hadir diantara kalian ,karena Abian " ucap Ansel setengah jujur
"Kenapa gue?" Tanya Abian
Semua bingung sebab jawaban dari Ansel , dan mereka menunggu tanggapan dari Ansel selanjutnya
"Eh ya karena Lo temen gue jadinya gue mau datang ke acara ini , Oliv kan tunangan Lo" ngeles Ansel
" Ohhhh " sahut yang lainnya
Namun Olivia punya prasangka kalau Ansel punya niat lain , tapi ah bodoamat lagian ini juga bukan urusan gue ,pikir Oliv
Permainan pun selesai dan ternyata Dion dan Clara yang memiliki coretan paling banyak .
"Wah kita sama sayang ,ternyata kita punya banyak kesamaan yaa " ucap Dion senang
Mereka pun akhirnya membersihkan wajah masing-masing dan melakukan kegiatan yang lainnya seperti menghidupkan lagu dan bernyanyi bersama .
"Oliv ikut gue" ucap Abian dan menarik tangannya Oliv untuk ikut dengannya
"Ih kebiasaan banget sih Lo , main tarik-tarik ajaa " protes Oliv
Setibanya mereka disuatu tempat yang tidak jauh dari situ , Abian melepas kan genggaman tangannya pada Olivia .
"Ini hadiah buat Lo , bukanya nanti aja pas dirumah dan bayangin muka tampan gue" ucapnya dengan percaya diri
"Dih , tapi makasih yaa kecil banget kado Lo ,gak modal " ketus Oliv yang membuat Abian murka
"Bukan makasih malah ngata-ngatain , durhaka Lo sama calon suami Lo sendiri" ucap Abian
"Ye kan udah tadi ,lagian kalau calon suaminya kayak Lo pasti ada pengecualiannya , gak akan durhaka gue karna Lo yang rese " ketus Oliv
...----------------...
Hai kakak semua
selamat membaca yaa 😊 semoga suka dan jangan lupa tinggalin like,komen dan vote ya 🙏
Dan klik favorit agar tidak ketinggalan update terbaru 😊🙏
Terimakasih untuk dukungannya ☺️
salam kenal
mampir baca ya
salam di batas cakrawala