NovelToon NovelToon
Love For My Sad Boy

Love For My Sad Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Perjodohan / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:65.2k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nurpadilah

Biarlah semua berjalan sebagaimana mestinya. Biarlah ku tanggung semua sendiri. Terluka sendiri, kupendam segala rasa. Karena aku tak bisa mengharapkan cinta yang tak pernah ada.

~Arkan

Silva tidak pernah berpikir untuk hidup dengan lelaki lain, apalagi putus dengan Faris. Bahkan, ia sudah merencanakan masa depan hubungan mereka hingga nanti setelah menikah. Namun, Arkan datang menghancurkan semuanya.

Semua harapan Silva hancur karena kebrengsekan yang dilakukan Arkan demi mendapatkan dirinya. Silva hancur bersama mimpi-mimpinya. Hingga sempat ingin mengakhiri hidupnya.

"Aku akan bebasin kamu untuk milih masih sama aku atau enggak."

"Aku maunya kamu! Apapun yang aku pilih, nikah atau berkarir, aku pengen kamu yang selalu nemenin aku."

Lalu, apakah Arkan dapat memiliki Silva? Atau harus menerima kenyataan pahit bahwa Silva tetap memilih Faris? Bagaimanakah kisah mereka? Akankah berakhir indah atau sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nurpadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Menunggu

..."Bagaimanapun sikapmu padaku, aku tak akan membencimu. Karena, aku hanya tahu cara mencintaimu."...

...~Arkana Setya Putra~...

Waktu sudah berjalan lima belas menit sejak Faris pergi dengan Dea. Silva masih duduk di tempatnya, begitu juga Arkan yang masih memperhatikan dari mejanya tanpa diketahui oleh tiga orang lain yang sedang bersamanya. Arkan sempat kesal dan ingin menahan Faris saat ia melihat Dea menyeret Faris keluar. Arkan pikir Faris terlalu lembek sampai menolak perempuan saja tidak bisa.

"Arkan!" Panggilan Rafan menyadarkannya. Ia menatap Rafan yang sudah berdiri dengan Nesya dan juga Reva menatapnya kebingungan.

"Eh, kalian mau lanjut lagi?" tanya Arkan dengan tatapan yang sesekali terarah pada sosok Silva.

"Iya," jawab Rafan sembari ikut menoleh pada arah yang diperhatikan Arkan. Ternyata ia menangkap sosok Silva yang duduk sendirian. Rafan segera menoleh cepat pada Arkan dengan mata melebar, menatap Arkan horor.

"Apa? Kalian duluan aja, deh. Gue capek, masih pengen di sini. Nanti kalo udah mau pulang, kabarin aja, oke?" Arkan menjelaskan dengan bola mata yang masih sesekali terarah pada Silva.

"Ih, Kak Arkan kenapa sih? Kok aneh?" tanya Reva sambil ikut menoleh ke arah yang dilirik Arkan sejak tadi.

"Iya ih, kenapa sih, Kak?" timpal Nesya yang juga merasa tingkah Arkan agak aneh.

"Gak kenapa-napa, kok. Udah, kalian mau lanjut lagi kan? Sama Bang Rafan aja, ya? Kakak lagi ada urusan, nanti kalo udah selesai, Kakak kabarin," jawab Arkan dengan menggenggam satu tangan Nesya yang berdiri di sampingnya.

Menghela napas, Rafan terpaksa mengiyakan karena ditatap memohon oleh Arkan. Ia sendiri penasaran, tapi apa boleh buat. Ia masih bersama adik mereka.

"Ya udah, kita duluan ya! Nanti kalo kita mau balik, gue kabarin," putus Rafan pada akhirnya.

Senyum Arkan berikan pada Rafan sebagai ucapan terima kasih.

Lalu mereka beranjak meninggalkan Arkan keluar Backyard Kitchen untuk melanjutkan petualangan mereka di tempat wisata Farm House.

Sementara Arkan masih memusatkan pandangannya pada sosok Silva yang masih duduk di kursinya. Dengan pandangan sesekali melirik pintu masuk, Arkan yakin kalau Silva sangat berharap Faris segera kembali. Namun, setengah jam berlalu, masih belum ada tanda-tanda kembalinya Faris. Terlihat Silva yang mengangkat tangan kirinya yang dipasangi jam tangan. Gadis itu pasti sedang menghitung berapa lama ia duduk di sana. Bahkan pengunjung sudah berganti dan tempat ini mulai sepi.

Arkan masih di sana. Ia melihat satu meja yang berada tepat di belakang Silva, baru saja ditinggalkan pengunjung. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, ia segera pindah tempat ke sana. Dengan begini, ia jadi lebih mudah mengawasi Silva. Tentu saja dengan sedikit penyamaran. Ia menutupi kepala dengan tudung hoodie yang dikenakannya.

Kedua netra legam milik Arkan tak lepas dari punggung Silva. Seakan jika luput sebentar saja, Silva akan menghilang.

Setengah jam kembali berlalu tanpa tanda-tanda kembalinya Faris. Kedua mata Silva yang senantiasa terarah pada pintu masuk, tak juga menemukan Faris diantara para pengunjung yang masuk.

"Hmm... Gue tunggu di luar aja, deh. Nanti kalau Faris dateng, kan gak perlu masuk lagi," gumam Silva yang dapat didengar Arkan.

Gadis itu merapikan perlengkapannya lalu bangkit. Menyampirkan tas selempangnya di bahu lalu berjalan keluar. Tentu saja Arkan mengikuti. Yang membuatnya gemas sekaligus kesal, kenapa Silva masih begitu baik sampai tidak mau berpikiran buruk tentang Faris. Padahal sudah jelas Faris meninggalkannya bersama gadis lain selama satu jam lebih. Dari mana asalnya pikiran baik itu?

Silva berjalan hingga ke luar resto. Tak jauh dari sana, ada sebuah kursi panjang di bawah pohon yang rindang. Silva duduk di sana. Sementara Arkan masih berdiri di depan resto. Ia berpikir untuk meneruskan penyamarannya atau terang-terangan menemani Silva.

"Mas, jangan ngalangin jalan, dong!"

Arkan menyingkir setelah mendapat seruan seorang pengunjung yang menggendong seorang balita. Lantas, Arkan segera menghampiri Silva dan tanpa ragu duduk di samping gadis itu.

Saat itulah Silva menoleh cepat ke sampingnya. "Arkan?"

Arkan menoleh dan menyunggingkan senyum tipis. Sudah pernah dikatakan kan, jika Arkan selalu berdebar saat di dekat Silva. Sekarang, ia sedang merasakannya, ia berusaha mengontrol sikapnya agar tidak ketahuan sedang gugup.

"Ada apa?" tanya Silva karena Arkan menatapnya intens.

"Eh, enggak. Gue temenin," jawab Arkan cepat.

"Hah?"

"Lo sendirian kan? Gue temenin, ya?"

Silva mengangguk dan ber-oh ria setelah mengerti maksud Arkan. "Enggak sih, sebenernya gue lagi nunggu Faris."

"Ngapain ditungguin, sih? Udah sejam lebih, kan, dia pergi?" tanya Arkan menatap Silva dengan alis menukik.

Silva menoleh dan mengerutkan kening. "Kok tau? Lo penguntit, ya?!" tuduh Silva menunjuk Arkan sambil menggeser duduknya.

Arkan berdecak malas. "Gue Arkan, lo tau sendiri, kan? Dan gue bukan penguntit!"

"Terus, kok bisa tau gue nunggu Faris udah lama?"

"Karena gue udah ada di sini sebelum kalian datang. Waktu di dalam, gue gak sengaja liat lo sama Faris. Tiba-tiba Dea datang narik Faris keluar dan sampe sekarang belom balik juga," terang Arkan dengan cepat.

Silva mengerjap lambat. "Lo ngejelasin atau ngerapp sih? Cepet banget?"

Menghela napas, Arkan menundukkan kepala dan menyembunyikan wajah di kedua telapak tangannya. "Gak tau, gue selalu deg-degan kalo deket lo."

"Hah? Ngomong apa sih, lo?" tanya Silva karena suara Arkan teredam di telapak tangannya. Tidak terdengar jelas.

Menurunkan kedua tangannya lalu berdehem. "Mau sampe kapan lo nunggu dia?" tanya Arkan menatap manik kembar Silva yang saat ini juga menatapnya. Dari dulu Arkan selalu menginginkan ini. Ternyata rasanya semenyenangkan ini. Ia seakan ingin terus tersenyum.

"Umm... Gak tau, mungkin sebentar lagi balik?" jawab Silva pelan lalu merunduk lesu.

Jika bisa, ia ingin sekali mengatakan agar Silva tidak sedih. Namun, yang keluar dari bibirnya hanya...

"Ya udah, gue juga."

"Juga apa?"

"Nungguin lo."

"Buat apa?"

"Buat bangun cinta bersama lah!"

"Hah?"

"Eh?" Arkan gelagapan karena kelepasan menyuarakan isi hatinya.

"Enggak, maksudnya gue juga mau nungguin lo sampe Faris balik. Kalo Faris tau gue liat lo tapi gak dijagain, pasti dia bakal marah."

Senyum manis terbit di bibir Silva. "Faris emang begitu. Biarpun selalu cheesy dan manja, tapi dia ngejaga gue banget. Itu yang bikin gue luluh sama dia," jawab Silva dengan tatapan lurus ke depan. Ia tidak menyadari sorot mata Arkan yang berubah tajam.

"Apa dia pernah bikin lo kecewa?"

Silva mengangguk. "Pernah beberapa kali."

"Kenapa?"

"Kesalahannya sama sebenernya. Dia beberapa kali lupa sama janjinya. Itu yang gue rasain akhir-akhir ini," jawab Silva pelan lalu merunduk.

"Terus? Sekarang lo masih nunggu dia? Mungkin aja dia bakal lupa sama janjinya."

"Ini salah satu cara gue untuk mempertahankan hubungan. Dengan percaya dan selalu berpikiran positif. Setelah tiga jam gue nunggu, baru gue pulang sendiri."

"Lo mensugestikan apa ke otak lo kalo saat itu tiba?"

"Ya... Mungkin dia ada urusan lain setelah nganter Dea? Terus lupa ngabarin gue karena urusannya penting banget, atau hapenya mati?" jawab Silva yang penuh ketidakpastian dan ketidakmungkinan menurut Arkan.

"Kenapa lo masih mau mempertahankan hubungan kalian?"

Silva terkekeh ringan. "Kok masih nanya sih? Ya gue masih cinta lah sama dia, gimana sih lo?"

"Kalau suatu saat Faris ngecewain lo terlalu dalam, gimana? Apa lo masih mau maafin dia?" tanya Arkan menatap lekat wajah Silva dari samping.

Silva berdengung pertanda ia sedang berpikir. "Tergantung kondisi hati gue saat itu. Apa masih bisa bertahan atau udah terlalu sakit. Kalaupun menurut orang-orang Faris ngelakuin kesalahan besar, tapi kalo hati gue masih bisa bertahan, gue bakal maafin dia saat dia minta maaf."

"Saat lo bener-bener kecewa sama apa yang dilakuin Faris dan lo gak bisa maafin dia, apa yang bakal lo lakuin?"

"Kalo gue udah gak sanggup bertahan, sekalipun dia minta maaf beribu-ribu kali, gue gak bakal maafin. Saat itulah gue bakal lepasin dia. Tapi, mungkin gue juga bakal trauma sama cowok."

Arkan kehabisan kata-kata. Ia salut pada prinsip Silva. Betapa besarnya cinta Silva untuk Faris. Hingga saat kesempatan terakhir Faris adalah saat terakhir dirinya percaya pada laki-laki. Beruntung sekali sobatnya itu. Ini juga seakan mengatakan bahwa kesempatannya mendapatkan Silva setelah putus dengan Faris itu sangat kecil. Selain mungkin Silva akan trauma, ia juga tidak ingin gadis itu terpuruk bahkan sampai trauma. Tidak! Lebih baik hatinya terus kesepian daripada harus melihat Silva terpuruk. Apapun akan ia lakukan, asalkan Silva bahagia.

...Bersambung......

Bucin oh bucin. Betapa enaknya Silva hidup dikelilingi para buciners. Akupun pengen😭

Oke, sampe sini dulu, yes! Gimana part ini? Komen yuk! Sampai jumpa di episode selanjutnya!

Luv yu all❤️🧡💛💚💙💜🖤♥️💘💝💓💕💌💟❣️💗💗💖

Salam

Didilove💖

1
Hilda Naning
sebenarnya sp yg memperkosa silva ky g jelas..
Sophia Aya
bagus cerita nya thor 👍
𝐂͢𝐞ℓ᰻ᥢ𝐞⍣
Tp ini lbh baik utk mereka ber 2 ke depannya. Jd gk ada byg2 lgi tentang ank mereka kelak😊.
𝐂͢𝐞ℓ᰻ᥢ𝐞⍣
Lam kenal kk Diah,,se jauh ini aku baca bagus isi ceritanya😊..
pi kolom komentar kayanya gk ada y kk🤔.
Diah Nurpadilah: terima kasih udah baca dan suka sama ceritaku😊 iya nih, komentarnya sepi setelah ceritanya tamat
total 1 replies
Saae
semangat... selalu mendukungmu kak..
yyyyyy
lanjut lagi lah thor
Diah Nurpadilah: boleh boleh, tapi nanti yaaa jangan sering2 baca yg uwu2 nanti authornya kepengen, kan bahaya wong masih jombs🤭
total 1 replies
Fadiylah19
uwuw bgt sih bang arkhan,jg g rela kan klo critanya harus berakhir,,,💞💞💞
yyyyyy
ku kira masih panjang ceritanya
TyR
yaaaahh end 😥😥😥
gaada part 2 gitu thorr masih berbunga ini sama bang arkhan dan silva
Fadiylah19
loh kok end,,, 🥺🥺🥺 lanjut season 2 g nih abis extra partnya?,,,masih kesemsem sma babang arkhan,,,
Fadiylah19: lanjoooot doongg,,,tebar kebucinan gituuhhh🤪🤪🤪🤭
total 2 replies
Fadiylah19
absen hadir thor,,, 😉🥰🥰
Fadiylah19
lanjut,,,,
Diah Nurpadilah: bab selanjutnya bisa dibaca jam 8 pagi nanti ya
total 1 replies
Fadiylah19
oh astaga,,,no koment thor,,,
Fadiylah19
othor,, maaf aq baru hadir,,baru isi pulsa 🙈🙈🙈 jd maraton deh bacanya,,,,
Fadiylah19: sma,,aq jg kngen,, apalagi sma cerita mu🥰🥰
total 2 replies
yyyyyy
lanjut thor
Diah Nurpadilah: siap! jam 8 udah bisa dibaca ya bab selanjutnya
total 1 replies
Saae
Like mendarat...
Niaa
koq jd gini sih,, kan udah GK ada penghalang LG, harus nya Arkan & Silva bersatu thor 😭
Diah Nurpadilah: aduh calm down, gurl😂 aku sebagai author yg baik pasti akan memberikan yg terbaik juga buat para tokoh kesayanganku eaaak hihi🤭 untuk sekarang, biarkan semuanya berjalan sesuai alurnya dulu, oke😉 jangan lupa dukung terus lapak ini ya, like dan komen kalian berharga bgt bagi author😊
total 1 replies
Saae
Boom like mendarat, jangan lupa untuk saling dukung..
yyyyyy
lanjut thorrr
Diah Nurpadilah: bab selanjutnya
total 2 replies
yyyyyy
lanjutt thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!