NovelToon NovelToon
Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Light Of My Life (Cahaya Hidupku)

Status: tamat
Genre:Duda / Anak Genius / Romantis / Tamat
Popularitas:527.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nita.P

Jangan lupa kasih dukungan kalian, Like, komen, vote, hadiah dan juga kasih bintang rate 5 ya.. 😇

Mimpi itu selalu menghantuinya selama 4 tahun belakang ini. Yudha Abimana Walton, selalu di hantui rasa bersalah. Kehidupan Yudha yang hampa tanpa ada warna kehidupan. Gelap tanpa cahaya, hidup rumah tangganya yang tidak ada keharmonisan sama sekali.

Di saat semuanya terasa sangat berat untuk seorang Yudha Abimana Walton. Seorang gadis desa yang menjadi pengasuh putrinya lambat laun berhasil mengisi kekosongan hatinya.

Kegelapan itu mulai menemukan titi cahaya kebahagiaan di hidupnya. Meski banyak sekali rintangan yang harus dia hadapi.

"Kaulah Cahaya Hidupku. Light Of My Life"


Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trauma? 4 tahun lalu?

Sepertinya Anista masih terlalu shock dengan yang terjadi tadi siang. Bahkan dia tidak lagi keluar kamar sejak tadi, membuat Yudha benar benar di landa khawatir. Bahkan Anista juga sampai melewatkan makan malam.

"Kenapa selalu membuatku cemas dan khawatir seperti ini si" gumam Yudha

"Tolong siapkan makan malam untuk gadis itu, dan antarkan ke kamarnya" titah Yudha pada Pak Danu

"Baik Tuan"

"Ingat! Jangan kau yang mengantarkan ke kamarnya. Suruh pelayan wanita yang mengantarkan nya" kata Yudha dingin

Pak Danu mengangguk. Sebenarnya apa yang telah terjadi. Setelah Tuan Muda keluar dari kamar Anis, kenapa gadis itu tidak keluar kamar lagi. Apa jangan jangan mereka telah...

Pak Danu langsung menggelengkan kepalanya, mengusir fikiran kotor dalam otaknya. "Tidak mungkin"

"Apa yang tidak mungkin?" Hardik Yudha menatap tajam pada kepala pelayan itu

Pak Danu menggeleng cepat "Tidak Tuan, saya akan segera menyiapkan makan malam untuk Anista"

Kenapa harus keceplosan si.

"Hmmm"

Yudha langsung berlalu ke kamarnya, sikap Anista tadi siang benar benar mengganggu fikirannya.

Apa sebenarnya yang telah terjadi padanya. Sepertinya dia mempunyai hal atau masa lalu yang dia sembunyikan.

...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...

Setelah semalaman berdiam diri di dalam kamarnya. Anista mencoba menetralkan perasaan nya. Dia tidak boleh terlihat depresi seperti ini. Dia harus bisa mengendalikan emosinya.

Ingatan masa lalunya kembali hadir, ingatan yang ingin Anista hilangkan seutuhnya dari fikirannya itu. Bahkan Anista pernah berharap amnesia hanya untuk tidak mengingat kejadian itu.

Anista mulai aktfitasnya dengan wajah muaram, tidak seperti Anista yang selalu ceria. Dia menyiapkan sarapan untuk Tuannya. Masalah menyiapkan pakaian ganti dan air untuk mandi Yudha, Anista sudah tidak berani.

"Pak sarapannya sudah siap, Pak Danu saja yang memanggilkan Tuan Muda" kata Anista

Pak Danu mengangguk, dia cukup mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini "Iya Nist"

Tok tok tok

"Tuan Muda, sarapannya sudah siap" teriak Pak Danu dari balik pintu kamar

Yudha yang memang sudah siap untuk pergi ke kantor langsung keluar dari kamar. Dia melihat Pak Danu berdiri di depan pintu kamarnya.

"Kemana dia?" Tanya Yudha

"Anista sudah memasakan sarapan untuk Tuan Muda, tapi dia langsung kembali ke rumah belakang" jelas Pak Danu

Apa dia takut padaku? Arghh... kenapa jadi kayak gini si.

"Ya sudah, aku akan sarapan dulu. Tolong perhatikan dia sarapan atau tidak?" Yudha berjalan di ikuti Pak Danu di belakangnya.

Yudha tiba tiba menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah Pak Danu "Apa semalam dia makan malam?"

Pak Danu mengangguk "Menurut pelayan yang saya suruh untuk mengantarkan makan malam untuk Anista, dia memakan nya, tapi tidak sampai habis"

Yudha mengangguk "Baiklah, setidaknya dia memakan makanannya"

Selesai sarapan Yudha langsung bersiap untuk berangkat ke kantor. Beberapa kali dia menoleh ke arah pintu rumah belakang sebelum memasuki mobilnya. Berharap wanita yang di tunggunya bisa muncul di sana.

Baiklah, mungkin dia memang butuh waktu. Tapi apa yang sebenarnya terjadi padanya sampai dia sebegitu takutnya hingga sekarang aja tidak mau menemuiku.

...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...

4 tahun lalu, gadis kampung yang baru berumur 17 tahun terkurung di kamarnya. Tatapan terlihat sangat gelisah dan ketakutan. Bola mata itu terus melirik ke kiri dan kanan.

"Tidak. Jangan lakukan itu, jangan.... aku mohon jangan lakukan itu"

Gadis manis itu terus berteriak histeris, tangannya terus meremas bantal dan seprei di tempat tidurnya.

"Tidak.. Jangan lakukan itu, jangan"

Ibunya masuk ke dalam kamar dengan tergesa gesa. Dia menatap nanar anak gadisnya yang terbaring sambil mencengkeram seprei dan menendang nendangkan kedua kakinya seolah ada seseorang di atasnya.

"Tidak.. Jangan lakukan itu"

Masih terus berteriak histeris. Ibunya menghampirinya dan menahan tubuhnya yang terus memberontak. Di peluknya erat tubuh anak gadisnya ini.

"Tenang Nak, ini Ibu. Kamu bakal baik baik saja, percaya pada Ibu"

Gadis itu mulai tenang, dia menoleh ke arah Ibunya dan tersenyum lirih. Dia langsung memeluk tubuh Ibunya dengan erat. Tangisnya pun pecah.

"Takut Bu"

"Tidak usah takut, kamu masih ada Ibu dan Abah. Anista anak yang kuat"

Meski berkata seperti itu, namun hati seorang Ibu tentu hancur melihat anak gadisnya harus menderita seperti ini.

...🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝🐝...

Anista mengusap air mata yang menetes begitu saja di pipinya. Hah... Dia menghembuskan nafas kasar. Anista harus mengakhiri semua ini, dia harus bangkit dan tidak boleh terus terpuruk dalam kesedihan ini.

Anis kangen Ibu..

Malam ini Anista memilih duduk di taman belakang. Tempat dulu dia sering membawa main Safira di pagi hari dan mengusapkan air embun pagi di kaki balita itu.

Cahaya bulan dan lampu taman membuat bunga bunga yang mulai bermekaran terlihat indah.

Hah...

Lagi lagi Anista menghembuskan nafas kasar "Ayolah Nist, kamu teh pasti bisa melawan semua ketakutan dan trauma itu selama 4 tahun ini"

Seseorang yang baru saja akan menghampiri Anista, menghentikan langkah kakinya saat mendengar perkataan Anista barusa.

Trauma? 4 tahun lalu?

Anista berdiri dan berbalik, dia terkejut melihat asisten dari Tuannya berdiri di belakangnya.

"Tuan Bima" kata Anista

Bima tersadar dari lamunannya, dia menoleh ke arah Anista "Sudah malam, kenapa kau masih berada di luar?"

"Cuma cari angin segar saja, Tuan. Ini juga mau masuk kok" jelas Anista

Sebenarnya Bima menghampiri Anista karna di suruh oleh Yudha. Tadi mereka baru saja pulang dari kantor setelah melewati beberapa pertemuan dengan client.

Yudha yang tidak sengaja melihat Anista sedang duduk sendirian di taman, menyuruh Bima untuk menyuruh Anista segera masuk ke dalam. Karna angin malam tidak sehat dan Yudha takut jika Anistanya sakit.

"Cepatlah masuk" kata Bima datar

Anista mengangguk "Iya Tuan"

Anista pun berlalu masuk ke rumah belakang. Semenatara Bima kembali ke parkiran menuju mobilnya. Dia masih memikirkan ucapan Anista tadi.

Trauma? 4 tahun lalu?

Dua kalimat itu terus terngiang ngilang di telinga Bima. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati dan fikirannya.

Bersambung

1
Erna Riyanto
Semoga cewe yg ditunggu bima berkhianat....dan saat itu pula Hasna menjauh....biar tau rasa si bima ...kasihan Hasna😭
Erna Riyanto
apa mungkin Safira bukan ank yudha
Erna Riyanto
Evan anakmu juga yud
Erna Riyanto
bagus bgt ceritanya...baru bc 15-12-2025
Erna Riyanto
ayo bim...gercep cari informasi
Erna Riyanto
siapa Evan...manggilnya bunda...TPI pas interview SM Yudha...bilang belum menikah...hahhh
Yuliawati Sajo
Evan anak yudha
Ros Yusmiasih
terimakasih author ......tetap semangat untuk berkarya lebih keren lagi.....🙏🏻🙏🏻
Nita.P: mampi di karya terbaruku, judul HANYA WANITA KEDUA.
total 1 replies
Dedeh Rokayah
Luar biasa
reza indrayana
menarik..., tp miris nichh...😥😥
Yeti Karniati
Luar biasa
Fawaz Al ashy
yudha pasti ayah evan. ya kan Thor
Bunda Puput
bahagia bgt seorang istri klo punya suami yg kaya gini, tp ga semua suami yg peka akan hal² sprti ini.
Nita.P: bulan depan realis karya baru. Pantengin terus ya.. pastinya gak kalah seru
total 1 replies
Wati Isna
Lumayan
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Erina Situmeang
jangan" Evan, anis, berhubungan dlm pencarian yuhda selama 4 thn ini🤔tunggu cerita outhor nya aja deh
Jum Neni
ayo anista..mau ya...
Utamy Utamyy
kayaknya Yudha ayah dari evan
Jum Neni
jgn2 Evan anakx Yudha..
Jum Neni
kayaknya menarik ceritanya..😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!