Mengisahkan Tentang Murid perempuan Nakal yang menjadi penakluk hati dari seorang Guru muda berbakat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mania Puspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
turuti
Pagi hari di rumah Reta.
Reta dan mamanya sedang sarapan tiba tiba mendengar pintu depan diketuk
Reta membuka Pintu dan melihat ada beberapa polisi di hadapannya
"Pagi mbak".sapa Polisi itu
"Iya pagi".jawab Reta yang takut seketika ia mengingat ucapan Vanya kala itu yang akan membawa masalah ke jalur hukum.
"Kami dari kepolisian memberitahukan surat penajemputan kepada saudara Reta Kusuma".jawab Polisi sambil memberikan surat itu pada Reta
Reta menolak dan berusaha menutup pintu namun polisi lebih cepat menghalangi Reta.
"Lepas pak, Saya tidak bersalah".rengek Reta dan Mamanya pun keluar
Melihat Reta di borgol membuat mamanya bingung.
"Ada apa ini?kenapa putri saya di borgol?".tanya Mama Reta
"Sebaiknya dijelaskan di kantor saja ,silahkan ibu kesana, kami harus membawa putri ibu, permisi".jawab polisi itu lalu membawa Reta pergi.
Mamanya membaca surat penjemputan itu
"Reta,Bisa bisanya kamu berbuat begini".ucap Mamanya lalu bergegas mengendarai mobilnya untuk mengikuti Reta yang dibawa polisi.
Di Sekolah
Vanya melihat ada pesan masuk dari Anam.
"Di sekolah belajar yang benar, saya tidak ke Sekolah karena harus rapat di kantor perusahaan".
Setelah membacanya Vanya menjawabnya "ok baiklah".
Anam menunggu balasan dari Vanya namun tak kunjung di balas membuatnya gusar.
"Mantu kecilku pasti lagi berjuang menghadapi ujian akhirnya, semoga ia mampu mengerjakan".ucap Mama Chua yang mengagetkan Anam
"Mama kapan datang".tanya Anam
"Baru saja, oh Ya , Kamu harus hati-hati di rapat kali ini, Putri dari Zeuz itu sangat cantik meskipun kalah imut dari mantu kecil mama sih ya, Tapi jangan sampai kamu tergoda". jelas Mama Chua
Anam pun hanya "hem".
Rapat dimulai , Anam berhadapan dengan Putri dari Zeus yang bernama Jeni.
Jeni terkesan dengan penampilan Anam yang berparas tampan membuatnya seakan terlena.
"Tuan Anam ini, sungguh lebih tampan dari yang saya bayangkan, pantas saja selama ini tidak menampakkan Wajahnya di media".ucap Jeni
"Silahkan katakan mengenai kerjasama ini saja, saya tak ada banyak waktu".jawab Anam yang membuat Jeni merasa diabaikan.
Jeni pun dengan kesal namun berpura-pura tenang membahas tentang kerjasama itu.
Ketika Jeni hendak menjabat tangan Anam, Anam menolaknya.
"Sombong sekali anda".ucap Jeni yang merasa teracuhkan
Anam tak pedulikan ucapan Jeni dan Anam langsung meninggalkan ruang rapat itu bersama Leo.
Sikap Anam yang dingin membuat Jeni tertantang untuk menaklukkannya.
"Kamu akan memohon cinta padaku".ucap Jeni lalu pergi.
Leo menegur Anam di ruang kerja Anam
"Jangan begitu dong Bos, Bagaimanapun ia adalah rekan kita".ucap Leo
Namun Anam malah melihat ponselnya yang belum ada balasan dari Vanya meskipun sudah jelas dibaca pesannya.
Ujian hari itu selesai, Semua murid bersiap pulang.
Anam sudah menunggu Vanya di depan gerbang dengan membawa payung karena hujan dan memakai masker serta topi hitam agar tidak dikenali orang lain.
Anam melihat Vanya bersama Meta, Vito dan Bragi.
Vito dan Meta telah memasuki mobil sementara Vanya ditemani Bragi dengan Bragi membentangkan jaketnya untuk mereka berteduh dari hujan.
Anam dibuat cemburu dengan itu lalu menghampiri Vanya dan Bragi
Anam menarik tangan Vanya
"Terimakasih telah menemaninya".ucap Anam dan Bragi pun seolah tidak suka dengan cara orang didepannya menarik tangan Vanya
"Maaf anda siapa?kenapa main tarik lengan gadis ini".ucap Bragi
Anam pun menjawab "Maaf saya tidak menariknya, namun menggenggamnya".
Anam pun membisikkan sesuatu di telinga Vanya karena Vanya terlihat takut
"Aku adalah suamimu, jangan takut".ucap Anam dan Vanya pun lega lalu berjalan dengan Anam dibawah payung berwarna merah muda itu.
Bragi melihat keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan.
Sampai di rumah Vanya telah ditunggu mama Chua dan Mama Tantri.
"Mama Chua".Sapa Vanya lalu mencium punggung tangan mertuanya
"Kamu makan ya nak, Mama membawakan mie ayam kesukaanmu".ucap Mama Chua dan Vanya pun senang lalu menuju meja makan dan memakan mie ayam yang dibawakan mertuanya.
"Pelan pelan Sayang".ucap Mama Tantri.
Anam pun mendekat lalu minta disuapin Vanya.
Vanya mengerti ini mereka harus pura pura romantis.
Vanya pun menyuapi Anam hingga habis mie ayamnya.
"Reta telah ditahan , Kamu harus memberikan kesaksikan sebenarnya Nak".ucap Mama Tantri yang membuat Vanya tersedak ketika minum air putih
"Huk uhuk".
"Ma, kan Vanya gak yakin waktu itu, kenapa Reta ditahan, lepaskan lah Ma, kasihan kita sedang ujian ".jawab Vanya
"Vanya,Reta itu anak dari Kusumo si dalang penculikan kamu".jelas Mama Chua
"Haaa, Tapi Vanya mohon jangan ditahan Ma,kasihan".jawab Vanya
Mama Tantri pun heran begitu juga mama Chua
"Kamu itu sudah di celakain Nya,masih juga kamu baik dengan Reta".ucap Mama Chua
"Ma, Kita mau kelas 12 Ujian tinggal esok hari kasihan Ma, kalau Reta gak naik kelas".jelas Vanya
"Reta akan ujian di tahanan,".jawab Anam
"Om, kenapa gitu sih".jawab Vanya
Mam Tantri dan Mama Chua yang mendengarnya pun kaget
"Kenapa manggil om, panggil mas atau sayang atau honey atau apalah".ucap Mama Tantri
"Udah biasa manggil om Mama".jawab Vanya.
"Mama, Vanya mau bicara ".ucap Vanya dan Anam pun mulai curiga
"Sebenarnya...."ucap Vanya belum selesai dan dilanjutkan Anam
"Kami ingin tinggal sendiri".jawab Anam yang membuat Vanya mengehela nafasnya "Heh".
Vanya lalu izin ke kamar dan Anam menyusulnya.
"Om ini kenapa sih, Vanya mau jujur tentang kita".ucap Vanya
"Hentikan Nya, Aku tidak mau kamu begitu, biar saya yang jelaskan sendiri".jawab Anam.
Vanya pun hanya menurut.
Sebenarnya Vanya hanya berniat membantu Anam agar lepas dari perjodohan namun Vanya tidak mengetahui yang sebenarnya kalau Anam telah menikahinya secara sah karena Anam sangat mencintainya.
Vanya hanya berfikir ia bisa mendapatkan uang dengan cara mudah seperti itu, karena ia tahu biaya di sekolahnya sangat mahal, dan Vanya berencana menggunakan uang yang ia terima dari Anam untum membiayai Sekolahnya.
Meski dari keluarga berada , Namun Vanya tidak mau merepotkan keluarganya karena Vanya tahu kakaknya Angga sedang mengembangka usaha kuliner nya di Luar negeri, Sementara Papanya yaktu Papa Banu harus mengembalikan uang pinjaman ke keluarga Anam karena dulu papanya meminjam untuk membangun sebagian kampus yang nominalnya tidak sedikit.
Vanya meyakini bahwa ini juga sebagai balasan karena papanya tak kunjung melunasi hutangnya ke keluarga Wijaya.
Sehingga Vanya menuruti kemauan Anam.
msak dlm 1 episode bisa merubah dlm skjap anehh..brusan brkelahi,,ga mau ngakuin vanya,eeh 10 mnit udh berubah,,ada ya gitu
mas kamu nakalll 😘😘