NovelToon NovelToon
Wedding Drama 2

Wedding Drama 2

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:670.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim Meili

UPDATE SETIAP RABU, KAMIS, JUMAT

Sequel Novel Wedding Drama


Saila Aditama, merupakan putri dari pasangan Randy dan Rika. Sifat lembut dan pengertiannya membuat banyak lelaki sangat memujanya. Ditambah dengan wajah ayu dan juga penuh keramahan. Meski begitu, dia merupakan sosok wanita kuat dan sangat tangguh. Dia mampu menahan beban dalam hidupnya seorang diri. Menahan semua rahasia yang tidak diketahui oleh siapa pun.

Mikail Aditama, putra tunggal dari pasangan Michael Aditama dan juga Hervinda merupakan pria dengan ego yang sangat tinggi. Sifatnya selalu berubah ketika bersama dengan Saila, gadis yag sudah dianggapnya seperti adik sendiri. Namun, hal itu membuat Mischa, tunangannya merasa cemburu. Dia merasa sikap Mikail itu tidaklah menunjukan sikap seorang kakak dengan adiknya. Lebih tepatnya perlakuan itu adalah CINTA. Hal yang membuat Mischa menyimpan perasaan tersendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Meili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18_Pagi Membahagiakan

“Gibran, kamu ada tugas di rumah sakit sampai jam berapa?” tanya Rika sembari menatap anaknya lekat.

Gibran yang awalnya hanya asyik dengan makanan di depannya segera mendongak dan menatap mamanya. Wajahnya masih berpikir dan mencoba mengingat jadwal penuhnya hari ini. “Mungkin jam tiga, Ma. Ada apa?” tanya Gibran dengan wajah penasaran. Tidak seperti biasa mamanya menanyakan mengenai jadwalnya hari ini.

“Bisa kamu menjemput Saila? Aku rasa dia harus kembali ke rumah sesekali. Mama juga merindukannya,” ucap Rika dengan tatapan memelas. Berharap anak keras kepalanya akan sedikit menurut dan mengikuti keinginnanya.

Gibran menarik napas dalam dan mengembudkannya perlahan. Matanya kembali menatap wajah sendu sang mama yang selalu mampu meluluhkan hatinya. Jujur, dia benar-benar malas jika harus ke kampus Saila. Dia malas bertemu dengan Sefvirda, sahabat adiknya yang benar-benar menyebalkan.

“Ayolah, Nak. Mama hanya menyuruhmu menjemput Saila dan itu bukanlah hal yang sulit, bukan?” ujar Rika masih kekeh dengan keinginanya.

“Ma, Gibran bukann....”

“Jemput dia, Gibran,” potong Randy tegas. “Mama kamu hanya menyuruhmu menjemput Saila dan bukan merobohkan kampusnya. Kenapa kamu sulit sekali? Bahkan, selama ini dia seperti tidak mengenalmu sebagai kakaknya,” imbuhnya dengan tatapan serius.

Gibran yang mendengar menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. “Baiklah. Aku akan menjemputnya nanti,” jawab Gibran dengan suara malas.

Rika yang mendengar langsung tersenyum senang dan menatap anaknya gemas. Hal yang membuat Randy merasa lega seketika. Pandangannya masih tertuju ke arah Gibran yang masih terlihat setengah hati membantu mamanya. Namun, Randy memilih cuek dan enggan ikut campur. Dia yakin, Gibran memiliki masalahnya sendiri dan Gibran sudah cukup dewasa dalam mengatasinya.

_____

“Kamu gagal membuatnya datang ke rumah kita, Mischa?” tanya Roby membuka pecakapan pagi di meja makan.

Mischa yang baru akan memasukan makanannya terpaska berhenti dan menatap papanya lekat. “Aku sudah berusaha menemuinya, Pa. Tetapi, dia tidak di kantor. Aku menghubunginya dan dia mematikannya,” jawab Mischa dengan wajah tertunduk.

Roby menarik napas dalam dan mengembuskannya prrlahan. Matanya menatap ke arah Mischa dengan tatapan datar. Rahangnya bahkan sudah berbah mengeras, membuat Mischa hanya diam dan merasakan kemarah papanya.

“Kamu mulai berlasan, Mischa?” ucap Roby debgan pandangan tidak suka.

“Mischa sudah berusaha, Pa,” cicit Mischa dengan nyali setipis tius.

Diam. Ruang makan di kediaman Mahesa langsung diam. Menyisakan deru napas dan kepanikan di wajah Misha yang sudah sangat hapal dengan tingkah papanya. Sampai terdengar suara pecahan kaca ketika papanya mulai melempar gelas di dekatnya. Mischa hanya menunduk takut karena ulah sang papa.

“Kamu bilang itu usaha?” desis Roby dengan tatapan tidak suka “Kamu bilang yang seperti itu usaha, Mischa?” teriak Roby dengan mata membelalak, menatap anaknya tanpa berkedip sama sekali.

“Siapa yang menyuruhmu berhenti ketika kamu belum mendapatkannya, hah? Kamu tahu, Mischa. Perusahaan papa sudah diabang kebangkrutan dan kalau tidak segera mendapatkan suntikan dana dari eprusahaannya, perusahaan kita bisa bangkrut,” tegas Roby dengan emosk memuncak.

Mischa hanya diam dengan mulut terkatup rapat. Dia tahu apa yang sedang menimpa keluarganya saat ini. Namun, mengharapkan suntikan dana dari pria yang bahkan sulit ditaklukan, itu adalah hal yang tidak dapat dlakukan. Mikail bahkan tidak pernah memikirkan siapa pun dalam hidupnya. Termasuk dia yang sudah empat tahun bersama.

“Papa tidak mau tahu, Mischa. Minggu ini, kalian harus bertunangan. Papa akan mengatakan kepada tuan Adelardo agar mendukung keras rencana kali ini. Papa tidak mau kalau sampai dia jatuh ke tangan wanita lain,” ucap Roby dengan wajah serius.

“Kamu cukup dekati Mikail dan mama yang akan mendekati orang tuanya,” sahut Mey yang sejak tadi diam dan mengamati tingkah suami dan anaknya.

“Baik. Mischa akan lakukan,” jawab Mischa patuh.

“Dan ingat, jangan pernah gunakan hati dalam hal ini, Mischa. Kamu akan meninggalkannya ketika kita suda mendapat seluruh asetnya,” peringat Roby dengan suara tegas, dia segera bangkit dan melangkah ke arah kamar. Meninggalkan istri dan anaknya di ruang makan.

Mey yang melihat suaminya sudah menghilang segera bangkit dan menatap Mischa lekat. “Jangan buat mama dan papa kecewa, Mischa. Kami percaya dengan semua kemampuanmu,” ucap Mey dengan pandangan datar.

Mischa yang sudah sendiri hanya diam dan mengulum senyum tipis, menyaksikan satu per satu anggota keluarganya sudah menghilang. Tangannya bahan sduah memegang erat sendok dalam genggamanya. “Aku bakan sduah mencintainya, Pa. Aku sangat mencintainya,” gumam Mischa.

_____

“Mau sampai kapan kamu tidur, Saila? Saat ini sudah siang dan kapan kamu mau bangun?” ucap Mikail dengan wajah menatap Saila lekat.

Saila yang merasakan gerakan lain di kulitnya hanya menggeliat, mencoba menyingkirkan tangan yang sejak tadi menepuk pipi tembemnya. Perlahan, Saila mulai membuka mata dan menatap Mikail yang sudah berada di depannya. Menatap waah sempurna yang sudah bena-benar menaklukan hatinya.

“Sudah mengaguminya?” tanya Mikail yang sadar dengan tatapan Saila.

Saila langsung memalingkan wajah, malu dengan teguran kakaknya. Namun, belum juga pandangannya menatap ke arah lain, Saila kembali dikejutkan dengan tangan Mikail yang membawa menatap ke arahnya.

“Jangan mencoba berpaling, Saila,” peringat Mikail dengan wajah serius.

Saila yang mendengar hanya diam, menelan salivanya dengan pelan. Matanya masih menatap lekat pria yang bahkan tidak menunjukan ekspresi apa pun kepadanya. Namun, Saila tersentak ketika Mikail mulai mendekatkan bibir dan langsung menyatukannya. Dia dapat merasakan daging lembut yang sudah mulai memasuki mulutnya.

Mikail mulai mengabsen satu per satu ruang di dalam mulut Saila. Bermain dengan lidah dan sesekali menyesap pelan bibir yang selalu menggoda. Sampai akhirnya, Mikail memutsukan untuk melepaskan ciumannya dan menatap Saila lekat.

Saila mulai mengatur napas ketika Mikail menyatukan keningnya. Menatap dengan jarak yang terlalu dekat. Bahkan, membayangkannya saja Saila benar-benar tidak pernah.

“Bibirmu manis, sayang,” celetuk Mikail membuat Saila merona.

Saila memilih diam dan meraih tubuh Mikail, mendekap erat tubuh kekar pria yang sudah sah menjadi kekasihnya. Kekasih? Rasanya Saila ingin terus tersenyum ketika mengingat kejadian semalam, antara dirinya dan juga Mikail.

“Saila, kamu tidak ke kampus?” tanya Mikail ketika Saila tidak juga melepaskan dekapannya.

“Astaga,” pekik Saila yang langsung melepaskan pelukannya. Dia segera turun dari ranjang, membuat Mikail yang ada di dekatnya menatap bingung. Namun, belum sepenuhnya dia masuk ke dalam kamar mandi, dering ponsel terdengar, membuat Saila menghenitkan niatnya.

Saila menatap layar ponsel dan mengerutkan kening heran. Kak Gibran? Namun, secepat kilat dia kembali mengangkat panggilan tersebut.

“Halo, Kak,” sapa Saila yang langsung diam. Mendengarkan intrupsi dari seberang.

Mikial yang merasa penasaran memilih bangkit dan mendekati Saila. Sampai panggilan terputus dan menampilkan wajah kesal Saila.

“Ada apa?” tanya Mikail semabari menarik Saila dalam dekapannya.

“Kak Gibran akan menjemput dan membawaku pulang ke rumah, Kak,” jawab Saila dengan tatapan lekat.

“Pulanglah,” sahut Mikail santai, membuat Saila menatap dengan pandangan bingung.

Kakak tidak mau mencegahku?, batin Saila mulai berbisik.

“Aku akan datang ke rumahmu untuk menjenguk,” imbuh Mikal sembari mencium pipi Saila, membuat gadis tersebut merona dan mengangguk

“Aku akan pulang.”

_____

1
Utiarli Manda
ada apa Sheila tdk mau bertemu Mikael
arfan
up
Nunung Ernawati
david aku padamu
Nunung Ernawati
karakter sailanya ko gtu krng tegas.....nrima aja
Nunung Ernawati
karakter sailanya ko gtu krng tegas.....nrima aja
Nunung Ernawati
karakter sailanya ko gtu krng tegas.....nrima aja
Nunung Ernawati
karakter sailanya ko gtu krng tegas.....nrima aja
krisan
lanjut
Safitri E Sitompul
bgs ceritanya
☃️Dewi Prastya 🦩🎎
👍👍👍👍👍
Syamna Syam
makasih banyak thor 👍👍 d tunggu karyamu selanjutnya 😊😊
Mikayla Azahra
Makasih banyak thor, karya mu emang the best👍❤
. Kak kim di tunggu cerita selanjutnya ya
. Kalau bisa lanjutin cerita anak saila dan mikail sekalian anak ghibran dan sevirda juga
Angel Patty Selanno: 🌹🌹👍👍 terbaik thor
total 1 replies
Mikayla Azahra
Asyik asyik 😘
rahma wati
makasih banyak author. karyamu sungguh keren. ditunggu karya selanjutnya
rahma wati
selamat datang baby boy
rahma wati
cie...gibran tokcer juga
OY
makasih ya uda buat cerita bagus banget semoga sukses dan membuahkan hasil, mari bantu like, komentar, vote dan bagikan cerita ini ke yg lainnya.😁
Mbak Noer
tengkyuuuu Kim happy ending nya...
selamat bertemu di karya selanjutnya...
sehat n syemangaaaatt sllu 🥰❤️
Mbak Noer
yeeeeeyyy....
baby boy....
🥰❤️🤣
Mbak Noer
hooorreeee...
Gibran junior segera di louncing...
selamat Gibran n sefvirda....
🥰🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!