Kisah Molly Arkana yang di cintai dua pria tampan satu darah, yah, Alex kekasihnya sudah berusia 39 tahun, tapi memiliki putra berusia 23 tahun, hasil dari cinta terlarang di usia Alex yang ke 15 tahun.
Dan Farrell yang seharusnya menjadi anak tirinya, juga mencintai nya. Ini kisah Farrell yang mencintai kekasih papah nya.
Banyak bawang, jadi siap kan tissue, ada part ngakak nya juga, plus part bucin, romantis, sama geram sampe geregetan pengen gigit telinga orang, siap siap, dengan alur cerita naik turun nya. 😍♥️
Happy reading ♥️😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penulis amatir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terkesima padanya
Pagi yang cerah, mentari yang lolos masuk ke dalam jendela besar rumah Alex sudah memeluk si pemilik, memanjakan, menghangatkan tubuh tinggi besarnya.
Dengan perut yang damai setelah sarapan, pria itu duduk santai di sofa ruang tengah, satu gelas air putih menghiasi mejanya, terlihat tangannya membuka botol kecil dan memindahkan beberapa butir kapsul ke tangannya. Dengan gerakan yang sangat cepat, pria itu menelan seluruh pil tersebut.
"Uhuk-Uhuk..!!"
Alex tersedak saat tak sengaja melirik ke arah kiri, Farrell berjalan mendekat, dan pemuda itu sedikit menampilkan kerutan di kening.
"Papah minum obat.?" tanyanya.
"Hmm.??"
Alex menggenggam erat botol kecil di tangannya kemudian meneguk air sebanyak mungkin dari gelasnya.
Setelah mengondisikan tenggorokan yang tertohok Alex mulai berbicara kembali "Ini.. vitamin.. kau tahu Rell ini rahasia papah awet muda, bahkan papah bisa mengalahkan ketampanan mu bukan..?" jawabnya dengan senyuman menyindir.
Farrell menaikan satu alisnya seraya duduk di sofa lainnya "Begitu kah? itu berarti papah curang.. awet muda dengan doping.. lihat lah.. Farrell akan awet muda seperti papah tanpa vitamin.." ucapnya sombong.
"Aamiin.. papah berharap kau takkan meminum pil apapun dalam hidupmu.." sambung Alex tersenyum manis pada putranya.
"Oya.. hari ini Farrell ada acara main tenis sama Rangga, papah ikut..?" tanya Farrell.
"Papah tidak bisa, Molly akan datang ke sini, nenek mu mengajaknya makan siang bersama, pergilah sendiri dengan Rangga.." jawab Alex.
Farrell memajukan tubuhnya penasaran "Parasit itu mau ke sini lagi pah.?" tanyanya memastikan.
"Jangan memanggil nya begitu, dia calon ibumu Rell.."
"Iya iya.. apa pacar papah benar-benar mau ke sini lagi.?" tanya Farrell lagi. Dan Alex mengangguk.
Bola mata Farrell menaik ke atas tampak memikirkan sesuatu.
...----------------...
Dan sesuai permintaan sang ibu, hari ini Alex mengajak calon istrinya makan siang, tadinya mereka merencanakan fitting baju pengantin dua hari lagi dari sekarang, tapi ternyata maksud dan tujuan Retno mengundang Molly ke rumah bukan hanya makan siang saja, tapi juga menyuruhnya memilih gaun pengantin di butik langganannya.
Dan sambil menunggu karyawan butik membawakan gaun gaun mahalnya keluarga itu melangsungkan ritual makan siang terlebih dahulu, dan kali ini ada Rangga di meja makan, pemuda itu sempat syok saat tahu bahwa gadis kopaja yang waktu itu ia ikuti adalah calon istri Alex.
Jadi itu, alasan Farrell mengikutinya sampai rela naik kopaja.? ya ya ya.. Rangga baru tahu sekarang, sedang Farrell masih terus menatap tajam calon ibunya yang kini tengah asyik makan. Sesekali Molly melirik kearah Farrell memastikan wajah sinis calon anak tiri yang sepertinya masih belum berdamai dengannya.
DUG
Rangga menendang kecil kaki Farrell yang kini duduk di sebelahnya membuat pemuda sinis itu menoleh padanya "Apa??!!" tanyanya berbisik, Farrell tahu maksud dari tendangan kode Rangga.
"Jadi cewek cantik ini, calon ibumu Rell.?" tanya Rangga balik.
"Hemm..!!" jawab Farrell.
"Kenapa kamu menatapnya begitu.? jangan-jangan kau juga menyukainya.."
"Uhuk-Uhuk..." Farrell tersedak mendengar pertanyaan konyol Rangga.
"Minum minum.." ucap Rangga sembari memberikan gelas berisi air putih pada bosnya.
"Hati-hati Rell..." saut Alex yang kini menatap putranya khawatir. Sedang Molly dan Retno hanya diam dengan mata yang mengarah ke pemuda itu.
Setelah meneguk minuman dari tangan Rangga Farrell mengambil tissue kemudian mengelap bibirnya.
"Sudah gak papa.. kalian makan lagi saja,.." ucapnya memerintah Alex Molly dan Retno untuk tidak mengkhawatirkan nya, sungguh tatapan ke tiga orang itu membuat Farrell risih.
Kerlingan sinis tertuju pada lelaki menjengkelkan di sebelahnya yang kini memberi kode dengan menaik turunkan alisnya menuntut jawaban.
"Kau menyukainya..?" bisik Rangga mengulang pertanyaannya.
"Kau gila? apa aku terlihat menyukai gadis buruk rupa sepertinya?" jawab Farrell yang juga berbisik.
"Kau bahkan rela berdesakan naik kopaja hanya karena mengikutinya, lalu sekarang kau membatalkan rencana tenis kita karena mau makan siang bersama nya.. aku curiga.. kau bahkan terus menerus menatap cewek cantik itu.. tanpa kedip.. lihat lah.. makanan mu hanya kau acak-acak saja..!!" jelas Rangga panjang lebar tapi masih berbisik.
"Aww...!!!"
Dengan mata yang melotot Farrell menginjak kaki Rangga tak terima.
"Aku menatapnya karena benci.. bukan karena menyukainya.. tutup mulutmu atau aku pecat kamu..!!" ancam Farrell menunjukkan kekuasaan.
Rangga menciut "Iya..iya.." sautnya.
...----------------...
Sambil menunggu karyawan butik tiba, mereka melanjutkan obrolan, di sofa ruang tengah.
Terlihat Farrell mulai menyibukkan diri dengan kucing kesayangan nya, pemuda itu tak mau menatap kemesraan sang ayah dengan calon ibunya, entah kenapa pemandangan itu membuatnya tak nyaman, tapi sungguh begitupun pemuda itu enggan untuk pergi. Sedang Rangga masih terus menyimak gelagat sahabatnya yang masih terasa aneh baginya.
Hingga suara salam dari seseorang mengalihkan perhatian mereka, Retno menyambut kedatangan beberapa karyawan juga pemilik butik yang langsung hadir ke tempat itu dengan membawa beberapa gaun berat terbaik Michelle untuk di coba.
Kebiasaan Retno memang selalu memanggil orang butik ke rumah, tubuh tuanya yang mulai malas pergi-pergi membuatnya melakukan hal itu. Kecuali jika harus ke arisan berkumpul dengan teman temannya, wanita itu baru mau keluar rumah.
"Silahkan silahkan.. Michelle.. aku kira cuma karyawan mu saja yang ke sini, ternyata owner nya langsung loh dateng.. terharu saya.." ucap Retno bahagia.
"Iya.. Michelle penasaran, seperti apa calon menantu buk Retno.?" jawab wanita itu.
Dengan senyuman Retno menuntun Molly menuju Michelle "Ini kenalkan calon menantu ku.. cantik kan.?"
"Iya.. cantik sekali.." ucap Michelle menatap lekat calon kliennya "Badannya juga bagus, ramping, pasti muat semua gaun yang aku bawa.. tinggal nanti pilih mana yang di suka.." tambahnya.
"Mana mana.. cepat bawa ke sini.."
Retno sudah tak sabar melihat calon menantunya mencoba satu persatu gaun rancangan Michelle.
Sedang ketiga pria yang masih duduk di sofa hanya menatap mereka tanpa bicara, yah, mereka tak mau ikut campur urusan rempong wanita.
Retno, Molly, Michelle dan beberapa karyawan nya pun masuk ke ruang wardrobe milik Retno yang terletak di sudut ruangan itu. Dengan sedemikian sabarnya Michelle melekatkan gaun terbaiknya pada tubuh Molly yang ramping. Dan benar saja gaun tersebut melekat sempurna tanpa ada longgar atau kesempitan.
"Duh.. cantiknya kamu Molly.." ucap Retno tersenyum kagum begitupun dengan Michelle dan beberapa karyawan nya.
Molly menggesek tangannya ke gaun yang kini melekat di tubuhnya seraya menatap cermin besar yang menampilkan bayangan indah dirinya "Apa ini cocok Mi.?" tanyanya, gadis itu terlihat tak percaya diri.
"Cocok sekali.. coba saja tanya Alex.. dia pasti menyukainya.." sambar Retno kemudian.
"Molly malu Mi.."
"Sudah, kita keluar dari sini, Alex pasti sudah menunggu.." ajak Retno menarik paksa Molly keluar dari ruang wardrobe.
Tatapan tanpa kedip dari ke tiga pria yang masih duduk tenang di sofa ruang tengah menyambut hangat Molly.
"Hekk..!!!"
Farrell menyemburkan kembali air mineral yang baru saja ia minum saking terkesimanya.
Bersambung..!!! Makasih Like nya...🤗