NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Terpaut Usia

Terjebak Cinta Terpaut Usia

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Kultivasi / Xianxia / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:92.1k
Nilai: 5
Nama Author: Shinbisar

Cinta Adharra dan Rafael sudah terjalin saat mereka masih kecil. Usia keduanya yang terpaut beberapa tahun dan masalah silih berganti datang menguji cinta keduanya. Terlebih setelah kesalahan besar yang Rafael lakukan membuat Adharra goyah dalam kekecewaan. Walaupun saat bersama Rafael membuatnya lemah dan terluka tapi dia tidak bisa berhenti mencintainya, dia telah terjebak dalam cinta Rafael.

Akankah mereka bisa mempertahankan kisah asmaranya? Simak ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shinbisar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Sepanjang jalan menuju meja depan, mulut kecil Arra tak henti berceloteh. Mungkin Arra merasa nyaman dengan Tita yang tidak banyak menyela dan hanya menjadi pendengar yang sesekali menjawab saat ditanya. Dan menyimak saat sedang bercerita.

"Kakak Tita, sesekali harus mampir ke rumah Arra ya kak."

"Di rumah banyak mainan, ada boneka juga. Arra bosan tiap hari selalu main sama Abang Angga atau gak bareng Abang Rafa," celoteh Arra mengajak.

Tita mendengarkan ucapan gadis itu sepanjang jalan kakinya melangkah. "Iya.., Iya! Gak janji tapinya. Kalau ada waktu senggang kapan-kapan, Kak Tita pasti mampir," sahut Tita meladeni.

"Wuihhh ngoboril apaan nih. Asik bener kelihatannya," celetuk Rio tiba-tiba.

"Kak Rio gak diajak nih di cercle Arra? Mau dong dikasih bocoran obrolannya barusan," Rio mengerling. Sudut bibirnya melengkung miring. Hoby sekali lelaki satu ini menggoda gadis mungil pujaan sahabatnya-Rafael.

"Eh geli. Kak Rio kepo kaya cewek!" sungut Arra mendengus kesal. Gadis itu duduk kembali di kursinya.

Gerald melirik Tita yang melanjutkan menyantap makanannya. Ingin mengajak dan ngobrol santai tapi ditempat ini bukan hanya ada mereka berdua saja.

***

Vira mendengus kesal. Kakinya tak henti menghentak dilantai, demi menunggui Seli yang sudah menghilang sejak 5 menit yang lalu. "Ya ampun. Ngambil baju ganti aja lama banget sih," kesal Vira. Dirogohnya saku baju dan mendial nomor Seli.

"Haishh... gak diangkat lagi." Vira pun semakin kesal dibuatnya. Ia pun langsung menyusul ke depan namun tepat saat keluar dari pintu toilet ia malah bertabrakan dengan seseorang.

Brukk...

"Auwhsh... Pantat gue sakit banget!" ucap Vira terduduk sambil memegang bagian pinggangnya.

Orang yang menabrak pun, segera menolong dan mengulurkan tangannya membantu berdiri. "Maaf gue gak sengaja! Ayo..." ucapnya mengulurkan tangan.

Vira mendongak dan memandang tak berkedip. Otaknya merekam dengan sempurna wajah seseorang yang ada di hadapannya ini. "Eh, jadi kamu yang nabrak aku barusan!" ucap Vira sopan, menyambut uluran tangannya lalu berdiri.

"Iya, maaf gue lagi buru-buru."

"Ada yang sakit? Sorry gue bener gak lihat ada lo tadi. Itu juga, baju lo kotor? Nih buat nutupin sementara, gue gak bisa lama-lama. Teman gue pasti udah nungguin!" setelahnya orang itu langsung meninggalkan toilet.

Meninggalkan Vira yang berdiri kaku ditempatnya. "Ya ampun, lupa! Gue belum tau nama dia siapa?" ucapnya mengetuk kepalanya. "Bego lo Vir."

***

"Udah sore mau pulang sekarang?" ucap Angga menggeser kursi dan duduk.

Tita menoleh saat Angga duduk. Gadis itu meremat ujung kerudungnya gelisah.

"Boleh deh. Langsung pulang biar istirahat sambil beresin baju. Yang lain gimana? Ada yang mau mampir jalan-jalan kemana gitu? Atau sama kaya gue, pulang?" tanya Rafael.

"Pulang lah, gue capek!" seru Arkala, di setujui yang lainnya.

***

Sesampainya di Villa semua berhambur ke kamar masing-masing. Suasana sore kini berganti menjadi malam. Ditambah hujan yang mengguyur deras membuat, suhu di daerah ini semakin dingin yang membuat tubuh ingin bergelung terus dihangatnya tempat tidur.

"Arra gak mau mandi, dingin!" rengak Arra semakin menelusupkan badanya dikain selimut.

Angga-sang Kakak tidak begitu saja mengiyakan. Ia malah menarik selimut paksa dari sang adik. "Ayo mandi. Udah magrib pamali kalau tidur sekarang. Cepetan dek, nurut sama abang," rayu Angga.

Meskipun di kamar ini bukan hanya ada mereka berdua saja, Angga tak mempermasalahkan itu. Tok baginya Tita tidak akan ikut campur urusan ia dan adiknya, selagi itu hal yang benar.

1
Mahendra
ayo semangat 👍
Mahendra
napa tidak lanjut thor
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
Mahendra
Syukurlah
Akbar Ghafur
mantap thor👍
iraaSze^
sedihnya 🥲
iraaSze^
bagus, lanjut🔥
Ubun Uman
menarik
Shantyka Kusuma: kak shin othor BKN audio nya dong please
total 1 replies
Samitha
lanjut dong thor
Dania
Kalian sangat seru dan jaim
Esih Mulyasih
lanjut lah Thor...Lom tamat kx...msh gantung ceritanya.
Her Miyati
lanjut Thor
Dania
Wahh beneran bakal jadi mantu nih
Dania
Oohhh seperti itu, namanya over protective
Dania
jangan uring-uringan, ga enak tahu 🤣🤣🤣
Minul!94
Adhara mahesa ahh jdi ke ingat Gale🤭🤭🤭 cerita sebelah
Dania
Gapapa bau, tapi sedap 😂😂
Dania
Huuuu Dhimas, aku iri 😥😥😥
Dania
Wahhh.....jadi ketemu deh
Nori^
Sangat Buruk.. pantas sepi....
Nori^: Sudah ku perbaikan menjadi Bintang 5 maaf sebelumnya...
total 5 replies
🏁BLU⭕
ternyata Silva belum mendapat kepercayaan untuk mendapatkan keturunan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!