NovelToon NovelToon
MY DEVIL PARTNER

MY DEVIL PARTNER

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:360.2k
Nilai: 5
Nama Author: musbich

"Kamu pikir aku memperhatikanmu? Aku hanya khawatir dengan lingkunganmu. Akan ku habiskan yang berani mengganggumu,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

PARIS POINT OF VIEW:

Pernikahan adalah hal sacral yang diinginkan terjadi sekali dalam seumur hidup, sedangkan aku? Aku bahkan tak tahu takdirku setelah pernikahan ini.

Meskipun tidak banyak tamu yang diundang karena hanya orang terdekat saja yang hadir, acara pernikahan kali ini tetap berjalan lancar dan khidmat.

Akad nikah adalah terikatnya hubungan antara dua manusia yang diresmikan di hadapan manusia dan Tuhan. Dan hari ini kami sudah terikat satu sama lain meskipun bukan atas kemauan kami.

“Saya terima nikah nya Paris El-Shanum binti Rizal Fikri Choirudin dengan mas kawin tersebut dibayar tunai,” sebuah kalimat yang terucap dengan satu tarikan napas dari laki laki yang ada di sampingku, membuat status kami sah menjadi suami istri di mata agama dan hokum.

Kami secara bergantian menandatangani beberapa document pernikahan dan pasti nya buku nikah.

Om Jo tidak main main dengan kata kata nya, dia benar benar bisa mewujudkan pernikahan kami dalam waktu singkat. Acara akad nikah yang diadakan di kediamanku secara sederhana ini mengundang kerabat terdekat saja. Namun hiasan di dalam rumah benar benar indah, banyak bunga mawar putih menghiasi rumahku. Bunga sedap malam juga tertata rapi di setiap meja dengan vas kaca bening berisi air sebagai wadah nya.

Semua kerabat terdekatku juga hadir memberi selamat, hanya saja kami berdua sudah sepakat tidak mengundang teman atau sahabat.

Di ujung acara, tidak lupa kami melakukan sesi dokumentasi dengan beberapa kerabat yang hadir di sana. Kami berdua masih terlihat agak canggung meskipun beberapa kali Dhika memperingatiku supaya terlihat lebih santai dan tidak tegang.

Masalah nya, ini lebih menegangkan daripada menjadi model sebuah majalah atau memperagakan sebuah baju di acara fashion show. Aku benar benar gugup, beda dengan dhika yang dari dulu wajahnya memang lempeng aja kayak aspal seperti itu.

Aku baru merasa lega ketika acara benar benar sudah selesai. Aku memasuki kamar diikuti dhika yang berjalan di belakangku.

“Kamu akan tidur di sini?” tanyaku membuka percakapan.

“Memangnya mau tidur dimana? Nggak lucu kan kalo aku langsung berangkat kerja dan tidur di ruang kerja?” sahut nya seraya merebahkan badan nya di kasurku.

“Gantilah pakaianmu dulu,bukan nya tadi kamu kesini membawa beberapa pakaian di koper? Jadi tugasmu sekarang adalah menata baju bajumu, aku akan memberi bajumu tempat di lemariku,”

“Tugasku?”

“Iyalah, tugas siapa lagi?”

“Bukannya kamu istriku? Kenapa bukan kamu yang menata nya?”

“Tapi—“

“Kita sudah sah menikah, kita bukan sedang melakukan pernikahan palsu. Kamu sah istriku,” kata dhika yang membuatku melongo.

“Kalau begitu beri aku jatah bulanan,” kataku seraya duduk di ujung kasur menatap nya.

Dia mulai bangkit dari rebahan nya dan mendekatkan diri nya padaku, mengusap pipiku lembut membuat jantungku berdebar lebih cepat. Apa yang mau dilakukan nya padaku?

“Kalau begitu aku juga mau jatah harian,” bisik nya dekat sekali dengan telingaku hingga rasa nya badan ini meremang.

“Bukan nya kamu hanya tertarik dengan mayat?” sahutku gugup seraya menyingkirkan tubuhnya yang terlalu dekat denganku hingga tak ada jarak.

Apa dia mau menggodaku? Yang benar saja!

“Kamu benar, mayat lebih menarik darimu,” kata nya tersenyum dan merebahkan diri nya lagi ke kasur yang membuatku bisa bernapas lega.

“Awas ya jika kamu macam macam!” kataku menatapnya tajam penuh peringatan.

“Tentu saja aku akan macam macam jika kamu keterlaluan, pakailah baju yang sopan karena kamu sekarang sudah menjadi istriku,”

“Bagaimana bisa? Aku ini model, pekerjaanku menuntutku untuk memakai baju yang menunjang popularitasku,”sahutku kesal.

“Dan kamu tahu pekerjaanku, bagaimana jika semua rekanku membicarakanmu?”

“Membicarakan apa? seharusnya kamu bangga jika rekanmu membicarakan tentang karirku yang sukses nanti,” kataku tersenyum.

“Terserah, yang penting kamu tahu posisimu,”

“Posisi?”

“Kamu istriku dan bersikaplah seperti benar benar istriku,” kata dhika menatapku.

“Seperti apa sikap seorang istri?” kataku ikut membaringkan tubuhku di samping nya tanpa mengganti kebayaku terlebih dahulu.

“Aku rasa kamu sudah tahu,”

“Dan aku harap kamu bisa merahasiakan pernikahan ini dari media, namaku baru saja dikenal jadi ku mohon jangan menghancurkan karirku,” kataku cepat.

“Jadi aku harus tutup mulut tentang pernikahan kita?”

“Hem,”

“Rekan kerjaku?”

“Tidak boleh tahu,” sahutku.

“Apa?”

“Hanya anggota keluarga saja, kecuali—“

“Kecuali apa?” Tanya Dhika.

“Kecuali benar benar penting dan mendesak,” sahutku.

“Kamu ini—“

“Yang penting kan aku akan menjalankan tugasku sebagai seorang istri, tenang saja! Aku akan menyiapkan sarapanmu, menyiapkan bekalmu, menyiapkan pakaianmu, memasang dasimu, kamu tenang saja,” kataku tersenyum pada nya.

“Terserah kamu saja!” kata dhika datar.

“Baiklah, aku akan mengganti pakaianku,” kataku mulai bangkit dari tidurku.

DHIKA POINT OF VIEW:

Pernikahan kami berjalan sudah hampir satu bulan dengan acting yang sangat bagus. Bahkan hubungan kami terkesan sangat natural dengan tingkah Paris yang terlihat manis sekali saat di dekatku, meskipun terkadang percakapan kami berakhir dengan percekcokan yang tidak penting.

Kami berdua tinggal di rumahku bersama mama dan papa dan tentu saja Kanaya. Aku belum mempersiapkan rumah untuk kami berdua tempati. Tapi nyata nya Paris baik baik saja tinggal di rumahku.

Aku juga jarang menginap di tempat kerja lagi karena sudah pasti mama menelponku jika belum pulang. Mama pasti akan marah marah jika aku kerja sampai larut malam dengan alasan Paris akan kesepian. Bukan nya di rumah kami sangat ramai.

Seperti pagi ini, Paris tersenyum dengan baju nya yang terkesan berlebihan sekali seperti seorang artis saja. Dia mengambilkanku nasi dan lauk serta sayur di piringku. Suasana seperti ini sudah menjadi kebiasaan kami di pagi hari, aku juga bertugas mengantar Paris ke tempat pemotretan atau kadang ke butik yang dimilikinya.

“Pernikahan kalian sudah berjalan satu bulan lebih loh, apa sudah hamil?” Tanya mama yang membuat Paris tersedak dan meminum jus jeruk nya dengan cepat.

Bagaimana mau hamil? kami saja tidak pernah berhubungan sama sekali! Kami berdua hanya sekedar tidur berdampingan tanpa saling menyentuh, jangankan bersentuhan terkadang hanya cekcok saja yang terjadi di dalam kamar.

“Mama, pernikahan kami masih berjalan satu bulan. Tidak secepat itu kan proses hamil,” sahutku seraya melirik Paris yang ada di sampingku.

“Bukan nya kalian sudah pernah tidur bersama sebelum menikah,” gumam mama.

“Tante tau sendiri kan jika Paris dan Dhika sama sama sibuk, dan kami sama sama lelah jika sampai rumah. Jadi terkadang kami langsung tidur karena terlalu lelah,“ kata Paris kaku.

“Panggil aku mama, kenapa kamu lupa terus,” kata mama memperingati Paris.

“Ah, iya paris lupa,” sahut Paris terkekeh.

“Kurangi jadwal kerjamu Dhika, mama ingin segera punya cucu,” kata mama yang membuatku sulit menelan makanan.

“Iya, ma. Dhika usahakan nanti,” sahutku pelan.

Setelah makan selesai, seperti biasa Paris akan memasangkan dasi untukku.

“Kamu tidak memakai dasipun tidak masalah kan? Bukan nya nanti akan ganti baju operasi,” kata nya masih focus pada kerah bajuku.

“Biar aku pasang sendiri jika kamu terpaksa,” sahutku datar.

“Aku kan hanya mengungkapkan pendapatku saja,” cebik nya.

“Segera ambil tasmu, aku akan mengantarmu,”

“Apa nanti malam aku boleh merayakan sesuatu dengan teman temanku?” tanya Paris menatapku penuh harap.

"Harus dengan ijinku ya?" tanyaku datar.

"Setidaknya aku masih menganggapmu suamiku, aku juga berhutang budi padamu tentang kejadian di rumah Steven waktu itu. Anggap saja aku sedang menghormatimu sebagai orang yang pernah menolongku," sahut Paris.

“Dimana?” tanyaku masih menatapnya dengan jarak dekat karena dia masih sibuk merapikan dasiku.

“Club,”

“Jangan macam macam, aku tidak suka kamu pergi ke tempat seperti itu,” sahutku datar.

“Ayolah, ada temanku yang berulang tahun,”

“Aku tidak ingin kejadian yang aneh aneh terjadi padamu,”

“Itu hanya sebuah club, semua temanku ikut,” kata Paris.

“Dirimu baru saja mendapatkan banyak tawaran iklan dan kamu menerima nya, jadi kamu paham maksudku kan?”

“Apa?”

“Wajahmu jadi lebih sering muncul di televise dan mulai banyak orang yang mengenalmu, aku harap kamu bisa menjaga nama baikmu,” kataku memperingati.

“Ya ampun Dhika, aku hanya pergi dengan teman temanku saja. Tidak akan melakukan hal yang membuat namaku buruk,”

Aku masih menatapnya yang membuat dia memasang wajah memelas seperti kucing yang tidak pernah diberi makan, membuat siapa saja merasa kadihan saat melihat nya.

“Baiklah,” kataku seraya menghembuskan napas berat yang membuat nya sumringah seketika.

“Kamu memang yang terbaik,” kata Paris memeluk leherku dan mendekatkan wajah nya di pipiku lalu mencium pipi kananku sebentar yang membuatku cukup terkejut.

“Hem, dunia terasa milik berdua ya?” sindir Kanaya berjalan melewati kami seraya menutupi mata nya.

“Suamiku sedang baik pagi ini, Kay,” kata Paris mulai melepas tangan nya yang ada di leherku.

“Kirim nama club nya nanti,” kataku datar seraya menetralkan diriku yang cukup gugup karena jarak kami terlalu dekat.

“Memangnya kamu akan menyusulku?"

"Tidak, aku sangat sibuk hari ini,"

1
Rahmawati
bagus banget
ratna wati
suka
Cecilia Woen
Kecewa
Mhira Tzabit
hahahahahhaha
Caturtws
baik baik baiiiikkkk sangat baiiiikkkk
Caturtws
kak gimana kabarnya
Ade Jayanti
ceritanya hampir mirip Drakor justice farners. bedanya dokter d film sudah Mateng umurnya dan tidak ada drama percintaan nya. tapi hampir 60% Cerita nya mirip, karakter dokternya juga mirip, kasus2 kriminal juga mirip.
Caturtws
nunggu banget lanjutan angel in crime
Novianti Ratnasari
paris tuh terlalu di manja am pph nya am kkek nenek nya jd gt
Novianti Ratnasari
Paris ngikut jejak ibu nya😂😂😂😂
Khalisah Rochman
author pinter bgt.... semua ilmu ad di novelmu thor 😍😘😘😘
Khalisah Rochman
keren thor.... luar biasa karyamu.... the best pokokx... lope lope sekebon deh 😍😘😘😘😘❤❤❤
RINDU ⭕
Author, ceritanya bagus dan seru, maaf, penulisan nama diawali huruf besar ya, Zea
⭐⭐⭐⭐⭐🙏🙏
Indah Nihayati
bagus thor mampir nih
Nur Yuliastuti
suka dg cerita ini,, ku kesini llagi Thor 🤗

sehat sehat sll yaa 🤗
Nur Yuliastuti
baiklah Yesha,, tunjukkan pesonamu Paris 🤗
Nur Yuliastuti
🤭🤭🤭
Nur Yuliastuti
lagi 😃
Nur Yuliastuti
kangen Dokter Dhika jd kesini 😍
Riska Wulandari
lah kalo g ada Ratu ntar d panggil apa,??Mahar atau Dhika juga???🤭🤭🤣🤣
terimakasih cerita menghiburnya thor..👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!