Karya ini adalah terusan dari cerita Orang Ketiga.
Menceritakan kisah Aditya yang di tinggalkan oleh cinta pertamanya.
Aditya yang sedikit trauma dengan cinta, harus bertemu dengan wanita yang kepribadiannya jauh seratus delapan puluh derajat dari cinta pertamanya.
Zaskia gadis manis berusia delapan belas tahun baru saja lulus dari SMA.
Mereka bertemu saat Zaskia melamar sebagai pelayan di kafe milik Aditya.
Apakah Aditya akan tertarik dengan Zaskia dan melupakan cinta pertama nya?
Yuk di ikutin setiap episodenya.
Semoga kalian suka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Jam tiga pagi, Zaskia terbangun dari tidurnya. Tenggorokan nya merasa haus, lalu dia membuka kedua matanya.
" Empuk banget kasurnya, kok gelap banget. Gue dimana ya?" gumam Zaskia.
Dia langsung bangun dari tempat tidur dan tangan nya mencari saklar lampu.
Zaskia menuju ke arah dinding, meraba-raba jika ada saklar yang menempel.
Tek..
Lampu pun menyala, betapa terkejutnya dia melihat kamar yang begitu luas.
" Gue ada dimana?" ucapnya terkagum melihat dekorasi ruang kamar.
Tidak ada satupun foto yang terpajang, jadi dia tidak tahu sekarang ada di rumah siapa.
Zaskia pun membuka handle pintu kamar, dia pun keluar dari kamar.
" Wah, ini rumah siapa? Gede banget." kata Zaskia yang masih menoleh ke kanan dan kiri.
Kaki ya berjalan perlahan, karena seluruh ruangan lampu nya di matikan. Dan hanya lampu teras yang menyala.
Tak, tak, tak..
Suara kakinya menuju ke arah dapur, iya dapur juga salah satu ruangan yang lampunya menyala.
" Gelas dimana ya?" gumamnya.
" Nih ruangan gede banget."
Kletek, kletek...
Bunyi gerakan Zaskia seperti nya membangun kan Adit.
Zaskia masih sibuk mencari gelas, dan setelah ketemu dia membuka kulkas untuk melihat apakah ada air yang bisa diminum.
" Wah, ada susu. Yah, tapi belum di buka." katanya yang memegang sekotak susu berukuran satu liter.
" Kalau kau lapar dibuka aja!" ucap Adit yang sudah berdiri di depan pintu dapur.
Prank..
" Eh, anda Tuan. Membuat kaget aja!" kata Zaskia yang menjatuhkan gelas.
" Yah, maaf Tuan. " Kata Zaskia yang langsung memunguti pecahan gelas yang jatuh.
Adit pun mendekati Zaskia, dan membantu memunguti pecahan gelas.
" Maaf Tuan, perutku lapar. Karena ketoprak yang Tuan beli tadi di rebut sama preman-preman." ungkap Zaskia.
" Dibalik tudung saji ada banyak makanan. Kau makan saja." kata Adit.
" Oh iya, nanti aku akan memakannya. Tapi aku bersihkan dulu gelasnya." ucap Zaskia yang masih sibuk memungut serpihan kecil.
" Lap basah dimana, Tuan?" tanya Zaskia.
" Untuk apa?" Tanya Adit.
" Untuk membersihkan serpihan gelas. Kalau masih ada, nanti kaki anda bisa terluka." ujar Zaskia.
" Seperti nya dipojokkan." kata Adit yang menunjukkan jari telunjuk nya ke arah pojok dapur.
Zaskia mengambil pel dan membasuhnya dengan air. Dia mengepel sisi lantai yang terkena pecahan kaca.
" Sudah, rapi." ucap Zaskia sambil menepuk-nepuk kedua tangannya.
" Aku makan dulu ya, Tuan!" kata Zaskia yang sudah membuka tudung saji.
" Tuan mau makan?" tanya Zaskia.
" Hem.." jawab Adit.
" Hem itu artinya iya, atau tidak?" tanya Zaskia seraya mengambil piring.
" Iya." jawab Adit.
" Oh oke, aku ambilkan piring lagi ya!" kata Zaskia yang mengambil dua piring.
Zaskia mengambil nasi di magic com, " Tuan nasinya seapa?" tanya Zaskia.
" Satu sendok aja." jawab Adit.
" Segini?" kata Zaskia yang mengambil secentong nasi.
" Iya."
" Lauknya yang mana?" tanya Zaskia.
" Semuanya." jawab Adit.
" Segini?" tanya Zaskia.
" Hem.." jawab Adit.
Zaskia pun memberikan sepiring nasi berikut lauknya kepada Adit.
" Terima kasih." kata Adit yang menerima sepiring nasi dari Zaskia.
" Tuan makannya sedikit sekali." ujar Zaskia.
" Aku bukan kuli yang kerjanya macul-macul. " sungut Adit.
Zaskia hanya menarik sudut bibirnya mendengar jawaban Adit.
" Gak semua kuli makannya banyak Tuan." kata Zaskia.
" Oh, " kata Adit sambil mengunyah ayam goreng bumbu serundeng.
" Seperti kamu, bukan kuli bangunan tapi makannya banyak." kata Adit yang melihat isi piring Zaskia, " Seperti pegunungan Himalaya." gumamnya.
" Eh Tuan, meratiin aku aja." kata Zaskia yang malu karena telah mengambil banyak nasi dan lauk.
" Dari pagi aku belum makan." ujar Zaskia.
" Bukannya ada jatah makan siang?" tanya Adit.
" Aku membawanya pulang untuk ibuku di rumah sakit." kata Zaskia.
" Oh, besok jatahmu akan ku tambah. " kata Adit.
" Oh terima kasih Tuan." kata Zaskia yang menyatukan kedua tangannya.
" Cepat habiskan." kata Adit.
" Iya, Tuan." jawab Zaskia.
" Lho, Den! Kok gak ngomong ama bibi kalau mau makan?" kata Bi Inah.
" Eh gadis cantik ini siapa Den?" tanya Bi Inah.
" Aku Zaskia, Bi!" jawab Zaskia.
" Owalah, jidatnya kenapa Ndok?" kata Bi Inah yang meraba kening Zaskia.
" Oh tadi abis ke jedot tembok " kata Zaskia seraya melirik ke arah Adit.
" Oh, " jawab Bi Inah.
" Ayo, Bi. Kita makan sama-sama." kata Zaskia.
" Bibi mau ambil air wudhu, kalian makan aja. Den kalau ada perlu apa-apa panggil bibi ya!" kata Bi Inah yang langsung ke kamar mandi.
-
-
Silahkan like dan berikan komentar mu.