[ SEASON 1 TAMAT ]
—
Lyon: "Makanan apa ini? Perlu menunggu lama untuk memasaknya dan rasanya tidak enak, Sistem aku akan menukar Pop Mie!"
[Selamat Pop Mie telah disimpan di penyimpanan]
Lyon: "Alat transportasi macam apa ini? Rasanya sangat tidak nyaman dan sangat lambat, Sistem aku akan menukar BMW!"
[Selamat BMW telah disimpan di penyimpanan]
Lyon: "Apa? Kalian semua ingin memotongku dengan pedang? Baik, Sistem aku akan menukar RPG-7!"
[Selamat RPG-7 telah disimpan di penyimpanan]
-
Lyon Daneka seorang cleaning service di sebuah mall tanpa terduga pindah ke dunia lain dimana semua orangnya memiliki roh yang terikat sejak lahir untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Ikuti Lyon dengan Sistem Mall nya untuk membuat dunia itu menjadi lebih menarik.
===========================================
Semua tokoh, nama, tempat, dan lainnya di novel ini hanya semata-mata khayalan dan imajinasi author.
===========================================
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon la_ziap11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 - Kembali Ke Sekte Pedang Es
Dua setengah bulan kemudian, di sebuah gua di hutan tanpa nama, terdapat seorang pria dengan rambut mencapai pinggang sedang duduk bersila dengan percikan petir kecil keluar dari dadanya.
"Krrkk... "
[Penyerapan selesai]
[Selamat anda telah menyelesaikan tugas 'Ambil dan serap Thunder Orb' dan mendapatkan rune tingkat 3]
Lyon membuka matanya dan menghela nafas lega.
Kemudian Lyon melihat Kyutti yang berada di pangkuannya dan membangunkannya "Hei Kyutti bangunlah" kata Lyon sambil menepuk kepala Kyutti dengan lembut.
"Meow" Kyutti terbangun dan menjilati tangan Lyon.
Lyon melihat rambut panjangnya dan menukar sebuah gunting dari sistem dan memotong rambutnya pendek seperti sebelumnya.
Setelah itu Lyon mengambil smartphonenya dari penyimpanan dan menyalakannya.
"Tit"
Lyon melihat layar smartphone dan panik melihat tanda pengingat yang muncul di layar smartphonenya saat dia menyalakannya
"Ah pas sekali pertarungannya hari ini! Jam berapa ini?" tanya Lyon melihat waktu di smartphone menunjukkan jam 11.
"Masih ada waktu 1 jam lagi sebelum tengah hari! Aku harus cepat!" kemudian Lyon cepat berdiri dari tempatnya dan meninju batu besar yang dia tempatkan di pintu gua.
"Duar!!"
Setelah batu itu hancur berkeping-keping, Lyon menyuruh Kyutti untuk membesar dan dia naik ke punggung Kyutti.
Kyutti mengepakkan sayapnya dan terbang ke langit ke arah Sekte Pedang Es.
Di langit Lyon mengalirkan elemen petir barwarna ungu ke tubuh Kyutti tanpa menggunakan keterampilan Lightning Body.
Sebelumnya saat Lyon menggunakan elemen petir tanpa kekuatan Thunder Orb, energi petir yang dia gunakan berwarna biru.
Elemen petir berwarna ungu itu berasal dari kekuatan Thunder Orb yang telah dia serap.
Sepertinya tingkat kekuatan elemen petir bisa didasarkan dari warnanya.
Sekarang Lyon dapat menggunakan energi elemen petir dengan sesuka hatinya seperti memiliki sebuah kekuatan super.
Dan jika dia bisa menyerap elemen petir dengan tingkat yang lebih tinggi, kekuatan petir di Thunder Orb nya juga bisa menjadi lebih kuat dan berubah warna.
Setelah menerima aliran energi petir dari Lyon, Kyutti mengepakkan sayapnya dengan cepat dan melesat meninggalkan cahaya berwarna ungu di belakangnya.
—
Sementara itu di Sekte Pedang Es, telah ramai murid-murid Sekte Pedang Es yang berdiri di sekeliling arena.
Para penatua duduk di bangku kecil yang telah disediakan.
Sementara Lei Lin berdiri dengan senyuman percaya diri di atas arena.
"Dimana orang yang disebut-sebut sebagai kekasih putri master sekte itu? Kenapa dia belum tiba disini padahal waktu pertarungan sudah hampir tiba" kata seorang murid luar.
"Haha apa kau bodoh? Aku pernah mendengar kalau tingkat kultivasi orang itu hanya berada di tahap 1, dan dia ingin bertarung melawan senior Lei Lin yang sekarang berada di tahap 3?"
"Tentu saja sekarang dia pasti sudah lari ketakutan dan tidak berani kembali ke Sekte Pedang Es" kata seorang murid dalam di sebelahnya.
"Tapi kudengar orang itu pernah membunuh binatang iblis tingkat 3 dan menyelamatkan senior Mei Li" ujar seorang murid luar.
"Heh kau percaya itu? Jika tingkat kultivasinya berada di tahap 1 bagaimana bisa dia membunuh binatang iblis tingkat 3 dan menyelamatkan senior Mei Li?" tanya seorang murid inti dengan nada meremehkan.
Lei Lin yang sedang berdiri di arena tersenyum lebar setelah mendengar diskusi para murid.
'Haha dasar anak bodoh kau mencari mati karena berani menjalin hubungan dengan Mei Li ku'
'Lebih baik kau tidak datang, karena jika kau datang aku akan pastikan kau menyesali keputusanmu!' kata Lei Lin di pikirannya dengan senyum dingin di wajahnya.
Sebelum para murid bisa berbicara lagi datang sekelompok orang yang terbang mengendarai sebuah pedang raksasa berwarna biru.
Setelah sampai di arena, pedang raksasa itu mengecil dan menampakkan 6 orang pria dan 2 orang wanita.
Lei Lin, murid sekte, dan para penatua yang sebelumnya duduk segera berdiri dan membungkuk memberi hormat.
"Salam Master Sekte dan 6 Penatua Tertinggi"
Kelima pria dan satu wanita adalah sosok 6 penatua tertinggi di Sekte Pedang Es, sementara sisanya adalah Mei Li dan Ayahnya si master sekte.
Kemudian mereka duduk di kursi besar yang empuk di tempat utama yang telah disediakan oleh para penatua lainnya.
"Dimana calon menantu master sekte dan kekasih dari muridku?" tanya penatua wanita bernama Yan Li melihat arena.
"Apa yang kau bicarakan? Anak itu tidak akan menjadi menantu master sekte jika dia tidak bisa mengalahkan anakku di pertarungan hari ini" kata Lei Luo meremehkan.
"Hahaha anakmu memang tidak tahu malu, kudengar tingkat kultivasi kekasih Mei Li baru berada di tahap 1 tapi dia setuju untuk bertarung melawan anakmu yang berada di tahap 3, keberaniannya cukup bisa dipuji" kata seorang pria paruh baya bernama Yu Jia.
"Apa yang kau katakan?! Ayo katakan lagi!" kata Lei Luo marah menatap Yu Jia.
"Heh bukankah aku benar? Anakmu tidak tahu malu!" kata Yu Jia dengan tersenyum.
"Kau-"
"Diamlah! Apakah kalian tidak malu bertengkar di depan master sekte seperti anak kecil!" teriak seorang pria tua bernama Wen Tian menyela pembicaraan Lei Luo dan Yu Jia.
Lei Luo dan Yu Jia diam setelah dimarahi oleh Wen Tian, sementara 2 penatua yang tersisa hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepala tanpa mengatakan apapun.
Mei Qiang tidak menghiraukan pertengkaran mereka dan melihat ke arah Mei Li "Putriku dimana kekasih mu? Kenapa dia belum tiba di arena padahal sudah hampir tengah hari? Waktu pertarungan akan segera dimulai" tanya Mei Qiang.
"Aku juga tidak tahu Ayah, Lyon bilang dia akan kembali sebelum pertarungan 3 bulan tapi sampai sekarang dia belum kembali" kata Mei Li melihat sekeliling arena dengan cemas.
"Bagaimana dengan orang yang kau kirim ke hutan Thunderstorm, apakah dia sudah kembali? Ada kabar apa pun tentang kekasihmu?" tanya Mei Qiang.
"Dia sudah kembali dan tidak mendapat kabar apa pun tentang Lyon"
"Hanya saja dia bilang sekitar 2 bulan lalu ada sebuah pertarungan di Hutan Thunderstorm antara pembudidaya bebas dan Sekte Naga Petir untuk memperebutkan Thunder Orb" kata Mei Li.
Saat para penatua mendengar Thunder Orb dari perkataan Mei Li, seketika mereka menjadi tertarik dan terus mendengarkan.
"Thunder Orb? Siapa yang mendapatkan Thunder Orb itu?" tanya Mei Qiang dengan penasaran.
"Yah dia bilang Thunder Orb itu diambil oleh orang misterius yang dapat bergerak sangat cepat dan memiliki seekor peliharaan terbang" kata Mei Li menjawab pertanyaan Mei Qiang.
Mendengar itu mereka memikirkan siapa kira-kira orang misterius itu.
"Hei apa itu di langit?!" teriak seorang murid menunjuk ke langit.
Semua orang melihat ke langit di arah yang ditunjuk murid itu dan melihat sebuah cahaya berwarna ungu melesat dengan cepat ke arah arena.
Lei Lin yang melihat cahaya itu mendekat ke arahnya langsung berlari dengan cepat meninggalkan arena.
"Duar!!"
Cahaya ungu itu menabrak arena dan membuat debu berterbangan kemana-mana.
...—...
Akan tetap berusaha update walau author sedang mendekati UKK & UTS.
Dan jangan lupa like dan komennya agar author tetap semangat melanjutkan novel ini.
Kedua, karena lingkungan yang kurang mendukung, entah karna keluarga, sekolah, atau masyarakat.
Kebanyakan juga karena kasus bullying, yang buat anak depresi dan tertekan jadinya anak nggak mau sekolah. Memang Bullying dapat berdampak negatif pada kesehatan mental korban. /Frown//Frown//Whimper//Whimper/