Season 2 dari " Maafkan Aku, Cinta "
Atharauf Elvano Permana putra pertama dari pasangan Boby Permana dan Novia Alisy. Tumbuh menjadi seorang pria yang tampan dan gagah, tapi sayang, dingin terhadap perempuan.
Cantika Ameera Putri seorang gadis SMA yang simple, supel, dan pinter mampu meruntuhkan tembok tebal yang berada di hati Atharauf.
Bagaimana kisah mereka yang sebenarnya??
Jangan lupa untuk membaca season 1 dulu ya guys...biar nggak bingung dengan karakter pemainnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alarice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jujur Sama Mama
Athar sudah berada di Jakarta sekarang. Dia sudah kembali dengan rutinitas dia di Jakarta seperti biasa. Pergi ke kampus, ketemu sama teman-temannya, pergi ke kantor papanya untuk sekedar membantu pekerjaan papanya, mengantar mamanya pergi ke mall. Begitulah rutinitas Athar di Jakarta.
Dan tidak pernah lupa, tiap hari dia selalu melakukan chat ataupun berteleponan dengan Ameera. Awalnya Ameera masih agak canggung setelah pernyataan cinta Athar waktu itu. Tapi Athar selalu berusaha membuat suasana nyaman terhadap Ameera.
" Serius amat chatting annnya Thar? " sapa mamanya yang melihat Athar sedang asyik dengan ponselnya di sofa ruang keluarga.
" Eh, mama. Ngagetin aja. " jawab Athar sambil menggeser duduknya supaya sang mama bisa duduk di sebelahnya.
" Lagi chat sama siapa nak? " pancing Novia.
" Teman ma. " jawab Athar ringan.
" Oh ya? Habis pulang dari Semarang, kamu jadi rajin banget chatting ya Thar? " goda mamanya.
" Mama ada-ada aja deh. " jawab Athar yang menjadi salah tingkah.
" Tuh kan, kok jadi salah tingkah gitu kak? "
" Mama sih..."
" Jujur deh sama mama kak. Di Semarang, kakak ketemu siapa? " pancing Novia kembali.
" Biasa ma. Sama Bian. Sama teman-teman SMA yang lain tentu saja. Kan kemarin kita reunian ma. " jelas Athar.
" Cuma mereka? Nggak ada yang lain? "
" Siapa ma? "
" Ya siapa tahu kamu ketemu seorang gadis misalnya. "
Athar terkejut dengan pertanyaan mamanya. " Mama bicara apa sih ma? Mama jangan asal deh. Kalau ketemu gadis di sana ya iya lah ma. Kan teman SMA Athar juga ada ceweknya ma. "
" Bukan itu maksud mama kak. Yang mama maksud gadis itu, ya gadis yang cantik, yang bisa masuk di sini.." ucap mamanya kembali sambil menunjuk dada Athar.
Ah. Athar menghela nafas panjang sambil mengusap mukanya. Begitu sulit menyimpan rahasia dari mamanya. Apa mungkin Kean yang menceritakan semuanya sama mamanya? Dasar ember bocoooorrr....teriak Athar dalam hati.
" Thar? " panggil Novia sambil terus memandangi wajah Athar dengan senyuman yang tertahan.
Athar masih terdiam.
" Athar. Kamu nggak bakal bisa nyembunyiin sesuatu sama mama lho. Mama pasti tahu. Apalagi kalau urusan sama hati dan perasaan kamu. Mama jelas akan tahu. "
" Mmmm...Iya deh Athar cerita. Athar di Semarang.... memang bertemu seorang gadis ma. " Athar mulai menjelaskan dengan malu-malu.
" Ehm...Terus??"
" Cantik ma. Gadis itu cantik. Lembut. Dia punya senyuman seperti mama. " lanjut Athar dengan wajah bersemu merah.
" Oh ya? "
Athar mengangguk.
" Teman SMA kamu? " pancing Novia kembali.
Athar menggeleng. " Bukan ma. Dia..." Athar agak ragu untuk mengatakannya. Dia khawatir mamanya bakalan terkejut dan bahkan marah jika tahu kalau gadis itu masih SMA.
" Dia kenapa kak? " tanya Novia.
" Mama jangan marah, oke? " pinta Athar.
Novia mengangguk.
" Dia masih sekolah SMA ma. Dia seumuran sama Kean."
" Daun muda dong ya? " goda Novia sambil tersenyum.
" Mama nggak marah? "
" Nggak, sayang. Kenapa mama harus marah? Yang punya perasaan kan kamu. Lagian siapa yang bakal berani menolak apa yang sudah di gariskan sama Tuhan. Kalau memang sudah jodoh, kita harus ikhlas menerimanya. Bukankah seperti itu, Sayang? " ucap Novia sambil mengusap kepala Athar.
" Makasih ma. " ucap Athar yang kemudian memeluk mamanya. " Mama memang yang terbaik. " lanjutnya.
Noviapun membalas pelukan Athar.
" Papa juga mau dong di peluk. " sahut Boby yang baru datang dari kantor.
" Kean juga mau. " sahut Kean yang tiba-tiba muncul dari balik punggung papanya.
Memang perusak suasana mereka itu.
Boby berjalan mendekat, kemudian duduk di sebelah Novia. Diikuti Kean yang duduk di sofa single di sebelah Athar.
" Kalian lagi bahas apa sih kok sampai melo kayak gitu? Sampai peluk-pelukan segala. "
" Papa kepo ya. " goda Novia.
" Mama ya. " protes Boby sambil memencet hidung Novia.
" Papa..." teriak Novia sambil memukul tangan suaminya yang memencet hidungnya.
" Sakit tahu pa. " ucap Novia sambil mengusap hidungnya yang memerah. Dan tiba-tiba ' hatchih...'. Novia bersin.
" Tuh kan pa. Mama jadi bersin. Hatchih..."
" Maaf mama. Hidung mama kok sampai merah gini. Papa terlalu keras mencetnya ya. " ucap Athar sambil mengelus hidung yang tadi di pencetnya merasa bersalah terhadap istrinya.
" Ah. Papa sama Mama kumat deh lebay-nya. " protes Kean.
" Nih anak. Syirik aja bawaannya. " ucap papanya.
Athar hanya tersenyum melihat papa dan mamanya. Dia kagum melihat hubungan orang tuanya. Mereka selalu hangat setiap hari. Mereka selalu romantis. Begitu besar kasih sayang diantara mereka. Papanya terlihat begitu mencintai mamanya. Belum pernah Athar melihat orang tuanya berantem. Dia selalu menginginkan kehidupan rumah tangga seperti mereka.
" Kak, punya fotonya nggak kak? " tanya Novia ke Athar.
" Hem? " Athar sedikit terkejut mendapati panggilan dari mamanya.
" Foto kak. Foto gadis itu. " ulang mamanya setengah berbisik.
" Oh, bentar ma. " Athar mengambil ponselnya yang ada di sebelahnya. Kemudian membuka galerinya. Setelah menemukan foto Ameera yang diambilnya diam-diam ketika mereka sedang makan bersama, Athar segera memperlihatkannya ke Novia.
" Ini ma. "
Novia mengambil ponsel Athar. Setelah melihat foto Ameera, Novia tersenyum.
" Papa juga mau lihat ma. " ucap Athar sambil mendekatkan diri ke novia.
" Anak kita pintar memilih gadis pa. Pantas saja selama ini dia menutup hatinya. " ucap Novia sambil memperlihatkan foto Ameera ke suaminya.
" Hmmm... Cantik...Tapi...masih tetep mama yang paling cantik. " jawab Boby kemudian mengecup pipi Novia sekilas.
Novia spontan memukul paha Boby.
" Papa ini diajak serius malah bercanda. "
" Papa serius ma. Buat papa, cuma mama yang paling cantik. "
" Papa, ini calon mantu papa. Kalau nggak cantik, biar kakak cari yang lain. " protes Kean.
" Cari yang lain. Cari yang lain. Emang kamu. Satu aja belum dapet suruh cari yang lain. " gumam Athar pelan.
Tapi sepertinya sang mama masih mendengarnya. " Maksudnya kak? Jadi kakak belum mengungkapkan perasaan kakak? " tanya Novia.
" Mmmm... Sudah sih ma. Tapi...."
" Di tolak. " celetuk Kean sambil menahan tawanya.
" Keaaannn...." ucap Novia. Dengan segera Kean menutup mulutnya.
" Tapi apa kak? " tanya Novia ke Athar.
" Tapi sepertinya dia sudah punya pacar. " jawab Athar lirih.
" Anak papa masak lembek gitu jadi cowok. Harus diperjuangin kak. Selama janur kuning belum melengkung, masih halal untuk di miliki siapapun. " ucap Boby menggebu-gebu.
" Betul tuh kak. " sahut Novia.
Percakapan diantara mereka terus berlanjut.
Di lain tempat, Ameera tiba-tiba bersin-bersin tanpa henti.
' Kenapa hidungku jadi gatal begini. Jadi pengen bersin terus. Hatchih.... hatchih...' gumam Ameera dalam hati.
****
bersambung
Kita lanjut lagi besok ya kak....
Tetep stay tune di novel ini....
Jangan lupa Vote dan Love-nya....
hahaha..ketahuan dah ini...si meera cuma mau numpang hidup senang,goyang kaki tanpa harus susah payah bekerja untuk menghidupi diri nya juga anak dlm kandungan...
sikapmu kekanak"an meera...
kamu bersikap baik hati dan menerima kluarga athar,tapi tdk bisa baik sikapmu ke suami mu sendiri...sdh betulkah sikapmu...
lama" jijik juga dgn kelakuan meera...sok ga menerima perlakuan suami,tapi menerima segala kesenangan kenyamanan yg di berikan suami...sungguh munafik sekali sikapmu meera...
maaf ya.. bukan tdk percaya,wanita hamil pasti ngidam..tapi klo sdh berlebihan permintaannya,itu bukan ngidam tapi sengaja,hanya ingin usil atau ngerjain aja...
mana ada baby dlm perut blm tau apa",mau nya minta aneh"..
KLO GK YAKIN BUKA AZA CHANEL TAUSIYAH2 YG BRKENAAN DGN ITU, TERMASUK HADIST2 YG MNGUATKN