Bastiano arkana pemuda humoris yang memiliki IQ yang sangat tinggi.
Dengan IQ yang tinggi dengan mudahnya memanipulasi dirinya yang sebetulnya adalah seorang psyco yang sangat mengerikan dan menjadi inti dari mafia TIGER WHITE yang hanya diketuai oleh sahabatnya sendiri.
Tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis yang cuek dan ketus dan anehnya bastian menyukainya dari pandangan pertama
Bagaimana kisah cinta mereka? akankah bastian diterima oleh sang gadis dan perjalanan cinta mereka semulus jalan tol?
Baca DOKTER CANTIK ISTRI KETUA MAFIA biar nyambung ! karena ini aku ambil cerita dari episode ke 111 kisah itu. . .
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 17
"hallo my best prend bobroook" pekik tama saat melihat bastian baru saja memasuki mansion tiger white.
Bastian mendengus dan duduk dengan kasar di sofa sebelah tama.
"kusut amat elo bas" tama menepuk bahu bastian.
"apa gara gara si gadis pujaan?" tambah tama lalu menaik turunkan alisnya.
"jangan menggodaku! aku sangat lelah karena ada masalah di hotel" jawabnya, bastian menyandarkan tubuh lelahnya di sandaran sofa.
Pagi hari saat dia masih terlelap ponselnya berbunyi dan itu adalah telefon dari asisten yang mengurusi hotelnya, dan mengatakan supaya bastian segera ke kantor karena ada masalah, dan bastian segera menuju hotelnya bekerja seharian, dia baru pulang sekitar jam sepuluh malam dan langsung pulang ke mansion tiger white.
"masalah apa?"
"ah bukan masalah besar, tapi asistenku tidak bisa menghandle nya sendiri sehingga gue harus turun tangan dan bekerja sepanjang hari" menghela nafas dan memijit pangkal hidungnya.
"oooooo"
"buatin gue mie instan dong" ucap bastian.
Tama menyernyit "ngapain lo nyuruh gue? sana buat sendiri ! gue ada janji dengan salah satu pacarku dan sebentar lagi pergi"
"janji?"
"iya, gue janji mau menginap di apartemennya malam ini"
"cih dasar penjahat kelamin" ucap bastian ketus.
"weets lo salah paham broo, gue hanya melayani kemauan pacarku saja, dan perlu elo tau gue tidak akan menyentuh mereka kalau mereka tidak menginginkannya!" tama berkilah.
"sama saja!"
"hahaha ya beda lah, gue tidak pernah memintanya, mereka sendiri yang mau dan melemparkan tubuhnya kepangkuanku " ucap tama dengan percaya diri
"ciih mereka semua jala*g!!"
"bodo amat, yang penting adik kecil kesayangan gue nggak karatan hahaha" tama tertawa dengan renyahnya.
"apa lo tidak mencintai salah satu jala*g yang bersetatus pacar itu?" tanya bastian dengan sangat malas.
"cih cinta? hubungan kita hanya sekedar saling membutuhkan, gue terpuaskan dan pacar gue mendapatkan apa yang mereka mau" tama menenggak wine yang baru saja dia tuang kegelas.
"hubungan yang sangat menjijikan" bastian mencibir.
"hahaha lo belum pernah merasakannya sih bas, gue jadi curiga apa punya elo masih normal? atau jangan jangan---"
"gue normal bre*gsek ! " menatap tajam tama.
"hahaha selow kali, gue kan cuma curiga saja, sejauh ini punya elo belum pernah digunakan bukan?"
"diam lo ! "
"oke oke, hahaha gue pergi ya, dan lo harus tau kalau ML itu sangat menyenagkan dan mengasikan" berdiri dan melangkah pergi.
"yayang Nellaaa abang tama dataaang" pekik tama.
Bastian menggeleng menghela nafas nya kasar, kenapa sahabat baiknya sekarang sangat liar? sungguh bastian tidak mengerti asiknya dimana bermain dengan wanita yang tidak dicintainya.
"apa benar mengasikan?" gumam bastian lalu menggeleng dan membuang pikiran gilanya itu.
"gue nggak akan merusak grizelle" bastian menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya yang lelah.
Selepas mandi bastian berniat membuat mie instan dan menuju dapur, tapi sayang stok mie instannya habis dan saat maid yang bekerja disana menawarkan untuk membelikannya bastian menolak dan memilih pergi keluar mansion.
***
Bastian mengangkat lengannya dan melihat jam dipergelangan tangannya menunjukan jam sebelas malam "gue sangat menginginkan mie instan yang pedas, gue harus cari mini market" melajukan mobilnya.
Matanya menyernyit saat melihat gadis yang duduk dibahu jalan sendirian.
"grizelle" menghentikan mobilnya dan mundur perlahan dan berhenti di depan gadis itu.
"grizz" pekik bastian saat jendela mobilnya terbuka.
Grizelle mendongak dan sedikit terkejut melihat wajah pria yang beberapa bulan mengikutinya dikampus.
"kak bastian" berdiri dan menghampiri mobil
"bolehkah gue ikut kak" ucapnya penuh harap.
"masuklah" ucap bastian setelah membuka kunci mobilnya, gadis itu masuk dengan segera dan duduk disebelah bastian.
---
"lo mau gue anter kemana?" setelah beberapa saat keheningan akhirnya bastian membuka suaranya.
"gue nggak tau" lirih gadis itu menjawab.
Kening bastian menyernyit dan bingung "gue sebenarnya mau ke mini market sebentar, apa elo nggak keberatan jika ikut?"
"tidak papa, bawalah kemanapun elo pergi" jawabnya sambil menunduk.
Bastian masih saja bingung dengan gadis disebelahnya tidak ada grizelle yang galak seperti biasanya, dan dia selalu menunduk.
"apa yang sebenarnya terjadi?" suara hati bastian.
Bastian menghentiakan laju mobilnya disalah satu mini market dan masuk kedalamnya, grizelle tidak mau turun dan menunggunya didalam mobil, selang beberpaa menit bastian kembali membawa beberapa kantong belanjaan dan menyerahkan soft drink ke gadis cantik itu.
"terimakasih" membuka dan meminumnya dengan cepat, dia memang sangat haus setelah dia berlari tadi.
"sebenarnya ada apa griz?"
Grizelle menoleh "bolehkah gue menginap di apartemen elo kak malam ini? gue janji besok gue akan pergi"
"memangnya kenapa?"
"maaf kak, gue tidak bisa menjawabnya, apa boleh?" tanyanya penuh harap.
"tentu"
Bastian segera kembali ke apartemennya bersama gadis pujaannya itu.
**
Bastian dan grizelle berjalan kedalam apartemen, mereka duduk di ruang tamu, bastian masih menelisik gerak gerik gadis itu, grizelle masih saja menunduk dengan tangan yang saling bertautan.
"griz" grizelle menoleh dan mata mereka berdua bersitatap sebentar dan gadis itu segera mengalihkan pandangannya.
Bastian mendekat kearah duduk grizelle
"lo jangan deket deket! jangan memanfaatkan keadaan ya!" ucap grizelle ketus.
Bastian tidak peduli dan meraih dagu grizelle sampai mata mereka kembali bersitatap "pipi elo kenapa?" mengelus pipi mulus grizelle yang merah.
"ti tidak papa" menampik tangan bastian dan mengalihkan pandangannya.
"siapa yang menyakitimu?!" ucap bastian dengan datar, dia merasa kesal saat melihat gadisnya terluka.
"tadi gue nabrak pintu"
"jangan berbohong! emang lo pikir gue bodoh?" berdiri dan membawa belanjaannya masuk kedalam dapur, dan kembali dengan membawa air es dan kompresan.
Dia kembali meraih wajah grizelle dan mengompresnya, menekan pelan luka tersebut "ssstt" grizelle meringis merasakan sakit.
"sakit?" tanya bastian, suara bastian masih saja datar.
"sedikit" ucapnya lirih.
Bastian pun masih saja mengompres luka tersebut dan sesekali ikut meringis ngilu.
tiba tiba kruyuuk kruuyuuk suara perut bastian berbunyi, dan menoleh kesamping saat grizelle menatap wajahnya, dia merasa malu.
"lo laper?" tanya grizelle
"iya, sebenarnya gue belum makan malam"
Grizelle melirik kearah jam dinding yang bertengger didinding "ini sudah tengah malam dan elo belum makan?" menggeleng dan berdecak.
"gue sibuk hari ini"
"apa ada bahan makanan? biar gue buatkan"
"tadi gue beli mie instan dan telur" ucap bastian.
"ya sudah gue buatkan sebentar"
Bastian menahan lengan grizelle yang hendak pergi kedapur "apa tidak merepotkan griz? gue bisa sendiri kok"
"anggap saja ini adalah ucapan terimakasih gue karena elo sudah mengobati luka gue dan memperbolehkan gue nginep disini malam ini"
Bastian berjalan mengekori grizelle dan duduk di kursi memeperhatikan gadis cantik itu.
Grizelle mebongkar kantong belanjaan bastian, dia menaruh minuman dan makanan ringan kedalam kulkas. "loh ini banyak bahan makanannya, apa lo beneran mau makan mie instan? gue bisa masak kalau lo mau"
"nggak usah, gue emang pengen makan mie instan"
Grizelle mengangguk dan mulai meracik dan memaskan mie instan untuk bastian menambahkan telur dan sayur kedalamnya.
"griz gue merasa sedang dimasakin istri" ucap bastian sambil tersenyum senang.
"jangan mulai deh! gue timpuk garpu mau?" mengangkat garpu yang ada ditangannya.
"hahaha" tertawa renyah saat melihat gadis itu marah.
Masakan jadi dan bastian segera memakannya "lo masak cuma buat gue? lah emang lo nggak laper?"
"nggak" bastian mengangguk dan melanjutkan makannya ditemani oleh gadisnya dia merasa sangat senang dan tidak menyangka bisa bertemu dengan grizelle dan malah sekarang dia hendak menginap.
"sebenarnya lo kenapa griz? kalau lo nggak mau mengatakan masalah elo gue akan mencari tahu sendiri" batin bastian sambil menatap wajah cantik grizelle yang terlihat sendu.
tp ad kelanjutanny kan thoor