I Love You Tante..! 2 adalah sekuel dari Novel yang berjudul sama, I Love You Tante..!.
Di Novel ini akan diceritakan tentang perjalanan rumah tangga yang berbeda usia, Antara Nia dan Bobby.
Perbedaan usia yang cukup jauh -+14 tahun pasti banyak sekali perbedaan sudut pandang.
Apakah Nia dan Bobby mampu bertahan seperti kedua orang tua Nia yang mempunyai kehidupan yang bahagia walaupun menjalani pernikahan beda usia juga?
Disini juga akan diceritakan tentang restu dari orang tua Bobby dan juga kehidupan rumah tangga para sahabat-sahabat Nia.
Bila ingin membaca novel ini, author sarankan untuk membaca Novel yang berjudul I Love You Tante..! yang pertama dulu. Biar nyambung ya reader.🙏🏼😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17# Maafkan Nia ya Bobby
Gunawan melirik Queen yang duduk di sebelahnya. Ia melihat gadis kecil itu lebih banyak diam dan menatap ke jalan lewat jendela mobil.
Sebenarnya Gunawan tidak tahu apa yang telah terjadi. Dia hanya di telepon oleh Queen pada kemarin sore. Melalui nomor yang tidak di kenal nya. Gunawan juga belum sempat bertanya ada apa dan dari mana Queen tau nomor ponsel milik nya.
Saat Queen menelepon Gunawan. Queen hanya meminta Gunawan menjemput nya dan membawa dirinya pergi dari rumah Farah. Saat itu juga Gunawan tahu bila ada sesuatu yang tidak beres dengan Queen.
"Anak Ayah kenapa sih?" Tanya Gunawan.
Queen hanya diam dan menatap Gunawan dengan seksama.
"Sayang, ngomong dong." Ucap Gunawan sambil membelai lembut rambut lurus Queen.
Queen menundukkan kepalanya dan mulai menangis.
"Loh, kenapa sayang?" Tanya Gunawan.
"Queen mau tinggal sama Ayah saja. Dan ikut sama Ayah kemanapun Ayah pergi." Ucap Queen.
Gunawan menghela napasnya saat mendengar ucapan putri nya bersama Farah itu.
"Ada masalah sama Bunda? atau masalah sama..." Gunawan menghentikan ucapannya, saat melihat tangisan Queen semakin kencang.
Gunawan menatap mata Queen yang polos. Lalu, ia memeluk putri nya itu.
"Ayah sayang sama Queen. Nanti, kita cerita ya. Sekarang, Queen mau makan gak?" Tanya Gunawan.
"Queen gak lapar, Queen mau kita main-main yuk ayah." Ucap Queen.
Gunawan terdiam sejenak. Saat ini ia menjadi sorotan media karena kasus perceraian nya dengan istri nya. Bila ia bermain dengan Queen di ranah publik, sudah pasti akan menjadi incaran paparazi dan sorotan media.
"Ayah, ayolah. Sekali-kali Ayah mengajak Queen jalan-jalan keluar. Masa hanya main di rumah. Terus ketemu di Villa saja. Queen ingin seperti teman-teman Queen yang di ajak Papa Mama nya jalan-jalan di mall dan arena bermain. Queen tidak pernah merasakan itu. Queen iri dengan mereka."
Ucapan Queen membuat Gunawan tersentak. Ada rasa pilu dan iba di hati nya. Bagaimanapun Gunawan adalah seorang manusia yang masih punya hati nurani. Apalagi yang berbicara dengan nya adalah darah daging nya sendiri.
"Ok lah. Kita main di mall dan arena bermain. Ayah akan menjaga Queen bermain." Ucap Gunawan.
Queen menghapus air matanya dan menatap Gunawan dengan seksama.
" Benar ya Ayah." Queen memastikan ucapan Gunawan.
"Iya. Hari ini adalah hari Queen dan Ayah." Ucap Gunawan.
"Terima kasih Ayah!" Seru Queen sambil memeluk Gunawan.
Gunawan meminta supirnya untuk mengantarkan mereka ke sebuah mall. Queen tersenyum bahagia.
"Segampang itu membuat gadis kecil ini tersenyum bahagia." Gumam Gunawan.
..
Nia menghentikan mobil nya tepat di halaman rumah Bapak. Terlihat Bobby yang menunggu nya dan langsung menghampiri Nia.
Bobby membukakan pintu mobil Nia dan menatap Nia yang berdandan aneh. Memakai daster batik dan flatshoes. Ingin rasanya Bobby tertawa terbahak-bahak. Tetapi demi menjaga perasaan Nia, Bobby rela menahan tawa nya sampai wajah nya terlihat memerah.
"Hai sayang, dari mana?" Sapa Bobby.
Nia menundukkan kepalanya di depan Bobby saat ia baru saja turun dari mobil nya.
Bobby mengangkat wajah Nia dengan telapak tangan nya dan menatap mata sendu istrinya itu.
"Kenapa?" Tanya Bobby lagi.
Nia pun mulai menangis karena emosi dan haru yang bercampur aduk di hati nya. Nia memeluk Bobby dengan erat dan menangis di dada suami nya itu.
"Ada apa bee?" Tanya Bobby yang bingung melihat istri nya yang tiba-tiba memeluk dan menangis di dadanya.
"Maafkan aku ya." Ucap Nia dengan terbata-bata.
"Maaf karena apa?" Tanya Bobby.
"Maaf karena aku menuduh kamu yang tidak-tidak. Ternyata kamu itu setia." Ucap Nia.
Bobby mengeryitkan dahinya dan berpikir mengapa Nia tiba-tiba berubah sikap kepadanya.
"Kamu baik-baik saja kan bee?" Tanya Bobby.
Nia tidak menjawab pertanyaan Bobby. Ia terus memeluk Bobby dengan erat.
"Kamu habis mengikuti aku ya?" Tanya Bobby lagi.
Nia membulatkan matanya dan melepaskan pelukan nya dari tubuh Bobby.
"Enggak." Ucap Nia sambil menghapus air matanya.
"Masa sih? lah ini dari mana? kok tiba-tiba kamu gak marah lagi?" Tanya Bobby sambil menahan senyum nya saat melihat sikap istrinya yang salah tingkah.
"Aku itu, anu.. hmmm. Habis dari Minimarket." Ucap Nia.
"Minimarket? belanja apa?" Tanya Bobby.
"Kamu jangan kepedean deh, aku tuh habis dari Minimarket, bukan membuntuti kamu." Ucap Nia sambil cemberut dan membuka pintu mobilnya. Lalu Nia meraih kantong plastik besar berisi cemilan-cemilan yang ia beli di kampus Bobby.
"Nih lihat, aku habis dari Minimarket kan." Ucap Nia sambil memamerkan belanjaan nya.
Bobby tak kuasa menahan tawa nya lagi. Tiba-tiba saja ia tertawa terbahak-bahak di hadapan Nia.
Nia mengerutkan keningnya dan menatap Bobby dengan bingung.
"Kenapa sih kok ketawa!" Ucap Nia.
Bobby terus tertawa terbahak-bahak sampai memegang perut nya yang terasa kaku.
"Ya Allah!" Ucap Bobby berkali-kali.
"Ada apa?" Tanya Nia lagi.
"Gak ada apa-apanya kok sayang. Pokok nya aku merasa bersyukur kamu sudah percaya dengan ku." Ucap Bobby sambil di selingi tawa.
"Ada yang gak beres nih. Kamu menertawakan aku! Ada apa? jujur dong!" Desak Nia.
"I Love you Tante." Goda Bobby.
Nia memukul lengan Bobby sambil cemberut.
"Aku tanya ada apa? kenapa ketawa?" Nia melotot dan menatap Bobby dengan kesal.
"Gak, jadi begini. Jangan marah ya sayang." Ucap Bobby.
"Gak marah, kenapa dah?" Tanya Nia.
"Aku cuma mau bilang, itu logo pelastik minimarket nya bagus. Itu kan minimarket punya perseorangan. Jadi aku kayak nya tahu deh itu ada dimana minimarket nya." Bisik Bobby.
Nia membulatkan matanya saat melihat logo minimarket yang berada di pelastik belanjaan nya.
"A-aku....."
Muach! muach! muach!
Bobby menciumi pipi Nia berkali-kali.
"Apa sih." Nia mengelak dan menghindari kecupan Bobby yang bertubi-tubi mendarat di pipi nya.
"Lain kali, kalau mau ikut ke kampus, ngomong saja. Aku mau kok mengajak kamu. Besok kita ke kampus bersama gimana?" Sindir Bobby.
Nia menundukkan wajahnya menahan malu.
"Maaf bee." Ucap Nia.
Bobby kembali tertawa terbahak-bahak mengingat betapa lucu nya Nia.
"Bee mah begitu. Aku di ketawain terus! ya sudah aku marah lagi!" Ucap Nia sambil menghentakkan kakinya di atas tanah. Lalu, beranjak dari hadapan Bobby.
"Ih kok marah sih bee." Ucap Bobby sambil mengejar Nia.
"Habis di ketawain." Ucap Nia.
"Kita makan berdua yuk. Sudah lama gak keluar berdua. Aku punya sesuatu untuk kamu." Ucap Bobby.
"Iya sudah tau, Bunga kan?" Ucap Nia sambil tersenyum malu-malu.
"Yah.. dia sudah tau." Ucap Bobby.
"Ya tahu lah, aku kan ngikutin kamu dari pagi." Ucap Nia sambil berjalan masuk ke rumah Bapak.
"Kan kan, akhir nya ngaku cieeee... cieeee.." Ucap Bobby sambil mengikuti Nia dari belakang.
"Apaan sih Bobby!" Seru Nia.
Diam-diam, Emak dan Bapak yang sedang memperhatikan Bobby dan Nia dari balik jendela, saling berpandangan saat melihat tingkah anak dan menantunya itu.
"Mat, gue perhatiin si Bobby kok makin lama kelakuan nya sama kayak elu ya Mat." Ucap Emak dengan wajah yang khawatir.
Bapak tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan Emak.
"Emang kenapa Romlah?" Tanya Bapak.
"Lah iyak, gue bingung. Itu anak kenapa jadi mirip elu?" Ucap Emak lagi.
"Ya bagus dah, Bobby mirip gue dan lu mirip Nia. Pan cocok tuh, kita ngulang sejarah lewat Nia dan Bobby." Ucap Bapak sambil sesekali terkekeh.
"Dih kaga ridho gue Mat! Rusak mantu gue kalo mirip elu mah!" Ucap Emak sambil mengibaskan tangan nya di depan wajah Bapak.
Dih, tapi lu bahagia kan Romlah sama gue?" Tanya bapak Sambil mengekor Emak dari belakang.
"Au ah!" Seru Emak.
bnyak bnget pelajara hidup dari cerita ini
terimakasih ototr tersayang ❤❤❤❤
kasian farah sm queen