Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diam
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian❤️ Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya 🙏
***
Sepulang Raina dari sekolah, Raina menunggu Leo didepan gerbang sekolah karena biasanya Leo akan mengantar-jemput sekolah, ketika Raina sedang asyik menunggu dia mendapati seorang pria yang sedang berdiri disamping mobil dengan wajah cemas yang berada disebrang jalan lalu menghampirinya.
"Kenapa tuan, anda sepertinya sedang cemas?" Tanya Raina
"Oh adik, iya saya lupa meletakkan handphone saya dimana dan saya saat ini sedang terburu-buru untuk berangkat ke rumah sakit."
"Oh begitu, ini handphone saya anda bisa menggunakannya." Tawar Raina
"Apa tidak apa-apa?" Tanya pria tersebut
"Santai aja, pakailah." Sodor Raina
Pria tersebut segera mengambil ponsel Raina dan menekan nomor ponselnya, pada saat nomor yang dituju berdering, terdengar suara handphone yang nyaring dari dalam mobil.
Pria tersebut dengan cepat membuka mobil dan mencarinya, ternyata ponselnya tersebut berada dibawa jok mobil dan segera mengambilnya.
"Ini sudah ketemu, adik terimakasih ya mungkin tadi jatuh dan saya tidak menyadarinya."
Pria tersebut memberikan ponsel Raina.
"Tidak papa, santai saja." Jawab Raina santai
"Oh ya, perkenalkan namaku Rangga, nama adik siapa?" Tanya pria tersebut sembari menyodorkan tangannya
"Namaku Rain --!" Ucap Raina terputus
Tin Tin!
Pada saat Raina ingin menyodorkan tangannya dan menjawab pertanyaan pria tersebut, tiba-tiba saja mobil Tesla hitam telah terparkir dibelakang mobil pria tersebut.
"Ah, jemputan ku sudah datang dan aku harus pergi, sampai jumpa ya!" Ucap Raina berlalu pergi dan berlari-lari kecil
"Tapi adik, kita belum berkenalan!" Ucap pria tersebut terputus saat mobil tersebut melesat pergi.
"Dia sangat baik dan juga cantik." Lirih Pria tersebut
☘️ Mansion Grissham ☘️
Dave telah sampai dihalaman mansion dan masuk kedalam dengan wajah yang menahan amarah sembari terlihat sangat arogan, Leo yang mengekor dibelakangnya hanya diam dan berwajah datar dan membuat semua pelayan yang menyambut kedatangannya diam seribu bahasa dan menundukkan kepalanya dengan sangat tunduk.
Pada saat Dave melewati Raina, Dave hanya diam saja dan berlalu pergi ke lantai atas serta juga diikuti Leo dari belakang.
"Dia kenapa?" Bathin Raina
"Tumben sekali dia tidak berhenti didepan ku dan memintaku untuk menuruti segala permintaannya yang sangat menyebalkan."
Bathin Raina kembali
"Tuan kenapa ya, sangat menakutkan sekali." Bisik-bisik pelayan
Kepala pelayan Sumi segera saja membubarkan seluruh pelayan dan memintanya untuk menyiapkan makan malam untuk Dave dan juga Leo, karena sudah pasti sepulang dari kantor Dave akan makan malam.
1 Jam Kemudian
Dave dan Leo turun dari lantai atas dan menuju ke ruang makan dengan wajah yang sangat sulit diartikan lalu mendudukkan tubuhnya diatas kursi.
Dave menoleh kearah kepala pelayan Sumi, dengan cepat kepala pelayan Sumi mengerti dan menyiapkan makanan untuk Dave dan Leo.
Setelah makanan di hidangkan oleh kepala pelayan Sumi, Dave dan Leo menghabiskan makanan tersebut lalu berdiri dan berjalan kembali ke lantai atas.
"Ada apa dengan dia, tumben sekali dia bersikap seperti itu." Gumam Raina
***
Raina mengguling-gulingkan tubuhnya diatas ranjang kamarnya dan mencoba untuk terlelap namun hasilnya nihil, dia tetap terjaga hingga pukul 22.00 WIB.
"Tumben sekali dia tidak memaksaku untuk tidur di kamarnya?" Ucap Raina lirih
"Ah, nanti dia juga akan menyusul kemari seperti tadi malam." Gumamnya kembali
Akhirnya Raina berhasil terlelap dengan pulas, setelah menatap langit-langit kamar dan mencoba berimajinasi menghitung beberapa anak kambing yang ia bayangkan diatas langit-langit kamar.
To Be Continue
Hai para Readers, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Dukung author terus agar bersemangat untuk selalu update episode selanjutnya. Jangan lupa Like, Vote!
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa