Kania Tamara seorang gadis yang cantik anak dari Saras Dan Rudi wijaya.
mempunyai seorang sahabat bernama Fahira Orlando. apakah persahabatan mereka tetap utuh saat mereka mencintai seorang pria yang sama?
akankah keegoisan mereka mengalahkan persahabatan yang telah mereka lalui sejak masih kecil?
silahkan klik untuk membaca ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon muliyana setia reza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melamar Seorang Kania Tamara
Seminggu telah berlalu, Tya maupun Sanjaya ingin membahas sesuatu kepada Afdhal. Afdhal sangat penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh kedua orangtuanya, Ia pun belum memberitahukan mengenai Ia telah melamar Kania, karena Afdhal ingin memberikan mereka kejutan.
"Begini Afdhal, kamu kami ajak ke ruang keluarga karena ada hal penting yang ingin kami sampaikan kepada kamu" Ucap Sanjaya serius.
"Membahas soal apa Pi? jangan membuat Afdhal jadi penasaran" Sahut Afdhal yang sangat penasaran.
"Mami dan Papi telah menjodohkan kamu kepada seorang gadis, mau tidak mau kamu harus menerima perjodohan ini" Terang Sanjaya.
Afdhal sangat terkejut bagaimanapun Ia harus menolak perjodohan itu, Ia tidak ingin menerima perjodohan dan menikah selain kepada Kania Tamara.
"Maaf Pi, Afdhal tidak bisa menerima perjodohan ini. Karena Afdhal telah memiliki tambatan hati" Tolak Afdhal yang tak menerima perjodohan itu.
"Kenapa kamu tidak menerimanya? Bukankah kamu selama ini tidak memiliki kekasih? Kami dan keluarganya sudah sepakat menjodohkan kalian" Ucap Sanjaya.
"Maaf, Afdhal Sampai kapanpun tidak bisa menerima perjodohan ini" Tolak Afdhal sedih.
"Berarti Mami harus bicara pada keluarga Kania Pi, kalau Afdhal menolak perjodohan ini. Mami kira Afdhal mencintai Kania tulus" Ucap Tya lirih.
Deg..
Afdhal yang ingin beranjak pergi segera mengurungkan niatnya, Ia mendengar bahwa gadis yang dijodohkan kepada dirinya adalah Kania.
"Ulangi sekali lagi Mi!!" Pinta Afdhal sumringah.
"Mami bilang kalau kamu tidak menerima perjodohan ini, berarti kami akan memberitahukan kepada keluarga Kania" Jelas Tya.
"Jangan Mi" Teriak Afdhal.
"Kenapa?" Tanya mereka bersamaan.
"Gadis yang Afdhal cintai sebenarnya Kania hehe" Balas Afdhal sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ha..ha." Sontak Tya maupun Sanjaya tertawa terbahak-bahak.
"Lain kali kamu menanyakan terlebih dahulu Afdhal" Ucap Sanjaya ditengah-tengah tawanya.
"Lalu kenapa kalian tidak balik bertanya tentang siapa gadis yang Afdhal suka?" Tanya Afdhal balik.
"Ya karena Mami dan Papi tidak ingin tahu mengenai gadis itu kecuali Kania" Balas Tya.
Sanjaya menghentikan tawanya, kini Ia bersikap serius kembali.
"Besok Pagi jam 10 kita pergi mengunjungi kediaman keluarga Rudi Wijaya, kita akan melamar Kania" Ucap Sanjaya.
"Benarkah?" Tanya Afdhal senang.
"Tentu saja benar sayang" Balas Tya.
"Horee.. Sebentar lagi Kania menjadi istri Afdhal" Teriak Afdhal senang.
Tya dan Sanjaya menggeleng kepala mereka melihat kelakuan anaknya, ternyata benar Pria dewasa jika sudah jatuh cinta Ia akan terlihat seperti Orang gila. Bahkan berkelakuan kekanak-kanakan.
Keesokan harinya.
Mereka telah bersiap-siap untuk pergi ke kediaman Rudi Wijaya untuk melamar anak gadisnya.
"Ayo Papi dan Mami. Kita akan terlambat" Ucap Afdhal yang tak sabar ingin menemui Kania. Afdhal dan keluarga sengaja tak memberitahukan keluarga Kania untuk datang melamar Kania.
"Sabar sayang, kamu santai jangan tergesa-gesa. tarik nafas dalam-dalam" Sahut Tya.
"Uhhhh... ahhhh" Afdhal menarik nafasnya dalam-dalam.
"Hari ini kita akan berangkat untuk melamar Kania, Bismillahirrahmanirrahim" Ucap Sanjaya.
"Bismillahirrahmanirrahim" Sahut Tya dan Afdhal.
Mereka langsung menuju ke kediaman Rudi Wijaya.
Sebelumnya Afdhal sangat semangat 45', namun saat telah sampai dan menapaki rumah milik kekasihnya. Nyali Afdhal langsung ciut. Keringat dingin sebesar biji jagung terus membasahi keningnya.
"Kamu kenapa Nak?" Tanya Tya bingung.
"Afdhal deg deg an begini Mi" Ucap Afdhal yang dibalas tertawaan kecil dari Tya.
"Tadi semangat 45'. Giliran Sudah Sampai malah mental tempe" Ejek Tya.
"Sudah-sudah, hapus keringat kamu dengan tisu Afdhal. Kita harus segera masuk" Ucap Sanjaya.
"Iya Pi" Sahut Afdhal lalu menyeka keringatnya.
Ting tong..
"Assalamualaikum" Sapa Mereka.
"Waalaikumsalam" Balas Saras.
"Kalian pagi-pagi datang kesini kenapa tidak memberitahukan aku dulu, jadi aku bisa masak makanan yang banyak. mari masuk" Sambung Saras lalu mempersilahkan mereka masuk.
"Justru itu kami tidak memberitahukan kalian Saras" Balas Tya.
"Kalian duduk disini dulu! aku buatkan minum dulu. sekalian Panggil Kania dan Mas Rudi" Ucap Saras kemudian meninggalkan mereka.
"Ayo Afdhal semangat, kamu harus bisa. bisa" Batin Afdhal menyemangati diri sendiri.
"Kamu kenapa Nak?" Tanya Sanjaya.
"Tidak apa-apa Papi" Balas Afdhal.
Saras datang bersama Kania dan Rudi. Kania senang pagi-pagi begini mereka bertamu.
"Silahkan dinikmati jus nya!"
"Terima kasih Saras" Sahut Tya.
Sanjaya Adiguna membuka suara untuk memberitahukan niat baiknya melamar Kania untuk Sang Putra.
"Bismillahirrahmanirrahim, kami datang kesini untuk melamar Kania Tamara menjadi istri Anak kami yaitu Afdhal Sanjaya Adiguna. Mohon itikad baik kami diterima!" Ucap Sanjaya dengan serius.
Deg.. deg...
"Ya Tuhan, Apakah ini nyata? Secepat ini Afdhal melamar hamba. terima kasih Ya Tuhan" Batin Kania.
Saras maupun Rudi saling melempar senyum, mereka senang dengan itikad baik keluarga Sanjaya.
"Semua kami serahkan kepada Kania, biar Kania yang memutuskan untuk menerima lamaran ini" Terang Rudi.
"Bagaimana Sayang, Apa kamu ingin menerima pinangan Afdhal?" Tanya Saras.
Kania terdiam sejenak, ditariknya nafas dalam-dalam.
"Tidak" Ucap Kania sontak mereka semua terkejut.
Afdhal benar-benar sedih dan kecewa, dalam hatinya kenapa Kania menolak dirinya padahal sebelumnya mereka telah jadian dan mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.
"Maksud kamu apa Kania?" kini Afdhal yang membuka suara.
"Aku tidak akan menolak" Ucap Kania lirih dan malu-malu kucing, malu-malu tapi mau.
Mereka semua terkejut dengan ucapan Kania, tawa pun meledak seketika.
"Ha..ha.." Tawa mereka.
"Anak kamu hebat sekali, hampir membuat kita semua jantungan" Puji Sanjaya disela-sela tawanya.
"Aku juga baru tahu, haha..ha.." Balas Rudi.
Tya dan Saras menangis bahagia, tidak lama lagi mereka akan menjadi besan.
Like+favorit 🤗❤️
greget gw mah😶😶😶😶