Pernikahan lima tahun yang sia-sia, Liana Varella adalah seorang anak yang menjadi pembayaran utang ayahnya. Diusianya yang menginjak sembilan belas tahun, seharusnya dia melanjutkan kuliahnya, namun kini dia terikat oleh pernikahan yang hancur.
Suaminya, Alistair Sterling yang menjanjikan cinta hingga mati. Kini membawa seorang wanita lain dari keluarga konglomerat, hanya dalam waktu tiga tahun pernikahan. Dengan mudahnya dia membawa wanita lain ke rumah tangga mereka.
Hanya karena satu alasan, Liana dikira "Mandul" oleh keluarga Sterling hingga dihina, dan di abaikan keluarga besar itu. Di ambang ujung jurang, seseorang muncul dihidup Liana, dan berkata.
"Mengapa Tidak Bercerai?"
Liana tertegun, lalu berpikir keras hingga akhirnya dia sadar. Selama ini untuk apa dia bertahan jika suaminya menganggap dia tidak ada?
Penasaran? Ayo baca selengkapnya! Bahasa campuran, baku dan non baku....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arssya Assyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C017: Live Streaming
...Selamat Baca...
Tiga hari telah berlalu sejak video musik "Nyanyian Sang Putri: Kembali Bersinar" diunggah ke Neotube.
Dunia digital Auronia masih ramai membicarakan lagu tersebut. Lagu itu bertengger kokoh di posisi 5 besar Auronia Music Chart (AMC).
Dan menjadi soundtrack wajib di berbagai kafe elit dan pusat perbelanjaan. Namun, ada satu hal yang ganjil bagi tim manajemen kecil Liana.
Di layar monitor kamar Liana, angka statistik menunjukkan kontras yang menarik.
•Total Views MV: 2.5 Juta.
•Subscriber Channel "Putri Bangsawan Virlan": 3.142.
"Hanya tiga ribu?" gumam Liana pelan, jari-jarinya mengetuk-ngetuk meja gaming-nya yang dilengkapi lampu LED ungu lembut.
"Padahal lagunya didengar jutaan orang."
Alexander, yang sedang duduk di sofa sudut kamar sambil membaca laporan bisnis di tablet-nya, menoleh sekilas.
"Itu wajar, Li. Orang mendengarkan musik di mana saja. Tapi mereka belum merasa 'terhubung' dengan penyanyinya."
"Mereka butuh melihat sosok di balik suara itu. Bukan wajahmu, tapi kepribadianmu."
Liana mengangguk paham. Ide itu muncul secara spontan. Malam ini, pukul 19.00, dia akan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan artis misterius sekelas dirinya: Live Streaming.
Dia tidak akan menyanyi. Dia hanya akan mengobrol.
Liana mengenakan hoodie oversized berwarna krem yang nyaman, lalu memasang Topeng Rubah Kitsune-nya di wajah.
Topeng putih dengan aksen merah itu kini menjadi identitas utamanya. Dia menyesuaikan mikrofon condenser berkualitas tinggi di depannya,
Memastikan pencahayaan ring-light memantul indah pada permukaan topeng.
Jantungnya berdebar. Ini pertama kalinya dia berinteraksi langsung dengan publik tanpa naskah.
Dengan napas dalam, dia menekan tombol merah bertuliskan "GO LIVE".
Neotube Live Stream: "Ngobrol Santai & Q&A bersama Putri 🦊"
[Sedang Online: 12 Penonton]
Awalnya, ruangan chat sangat sepi. Hanya ada beberapa akun dari tim kru dan Alexander yang masuk.
[User_Kru1]: Halo Putri! Siap-siap ya!
[User_Alex_Sterling]: ...
[User_MusicFan]: Eh, beneran live? Kirain cuma rekaman.
Liana tersenyum di balik topeng, meski tidak ada yang bisa melihatnya. Suaranya terdengar jelas dan hangat melalui mikrofon.
"Selamat malam, semuanya," sapa Liana, suaranya sedikit bergetar karena gugup. "Terima kasih sudah bergabung."
"Maaf kalau aku agak canggung, ini pertama kalinya aku berbicara langsung seperti ini. Aku ingin... sekadar mengobrol santai dengan kalian."
Perlahan, jumlah penonton mulai bertambah. 50... 100... 500. Kabar tentang live streaming "Penyanyi Misterius" menyebar cepat di grup-grup diskusi.
Tiba-tiba, pintu kamar Liana terbuka pelan.
Masuklah sesosok pria tinggi berpostur atletis. Dia mengenakan kemeja hitam lengan panjang yang digulung hingga siku, memperlihatkan otot lengan yang kuat.
Dan yang paling mencolok, dia memakai Topeng Hitam Setengah Wajah dengan aksen perak—topeng yang sama persis seperti yang muncul di akhir video musik.
Di tangannya, ia membawa sebuah nampan kayu elegan berisi sandwich buatan sendiri dan segelas jus jeruk segar.
Kamera Liana menangkap masuknya pria itu. Chat box yang tadinya tenang, langsung meledak.
[User_GossipQueen]: WAIT. SIAPA ITU?!
[User_DetectiveAmateur]: Itu pria bertopeng hitam dari MV kan?! GILA DIA ASLI!
[User_SimpForVoice]: Posturnya... wow. Tinggi banget. Berotot.
[User_CuriousCat]: Dia bawa makanan? Buat Putri?
Pria itu—Alexander—berjalan mendekat ke arah Liana dengan langkah tenang dan penuh wibawa.
Aura maskulinnya begitu kuat hingga terasa bahkan melalui layar kaca. Dia meletakkan nampan di samping keyboard Liana.
Liana menoleh, sedikit terkejut. "Alex... eh, maksudku, Pak Bos?" sapanya, mencoba tetap profesional di depan kamera, meski suaranya melunak.
Alexander tidak menjawab dengan kata-kata. Dia membungkuk sedikit, mendekatkan wajahnya yang bertopeng ke arah telinga Liana.
Dengan gerakan lembut, dia mengecup pipi Liana yang tertutup sisi topeng rubah. Cup.
Liana membeku. Tubuhnya kaku sejenak. Di balik topengnya, pipinya memerah padam hingga ke leher. Matanya membelalak kaget, namun sorot matanya melembut.
Alexander kemudian berbisik, suaranya rendah, berat, dan serak-serak basah. Karena kualitas mikrofon Liana yang sangat sensitif,
Bisikan itu tertangkap jernih oleh ribuan pendengar di seluruh Auronia.
"Semangat, Ratuku. Nikmati malammu."
Setelah itu, Alexander berdiri tegak, melambaikan tangan singkat ke arah kamera dengan gestur elegan, lalu berbalik dan keluar dari kamar, menutup pintu pelan di belakangnya.
Hening selama tiga detik.
Lalu, chat box bergulir begitu cepat hingga hampir tidak terbaca.
[User_Shocked1]: AAAAAAHHHHH!!! DIA MEMANGGILNYA RATU?!
[User_ShipperOnFire]: RATUSKU?! OH MY GOD! CHEMISTRY MEREKA GILA BANGET!
[User_VoiceCrush]: SUARANYA... SUARANYA DALAM BANGET DAN GANTENG BANGET! AKU MENCAIR!
[User_Analyst]: Lihat reaksi Putri! Dia diam membeku! Pipinya pasti merah banget di balik topeng itu! Malu-malu kucing gitu!
[User_ProtectiveFan]: Siapa pria itu?! Pacar? Suami? Bodyguard pribadi? Auranya mahal banget! Tidak mungkin orang biasa!
[User_RomanticSoul]: Itu bukan sekadar bos. Itu tatapan cinta. Aku menangis melihat kemurnian interaksi mereka.
Liana akhirnya berhasil menarik napasnya kembali. Dia menyentuh pipinya yang masih panas, lalu tertawa kecil, suara tawanya terdengar manis dan sedikit gugup.
"M-maaf..." ucap Liana, suaranya sedikit lebih tinggi dari biasanya karena malu.
"Dia... dia memang kadang suka kejutan. Itu adalah... manajer pribadiku. Atau bisa kalian panggil 'Pak Bos'."
[User_Teasing]: Manajer apa yang mencium artisnya dan memanggilnya Ratu?! Bohong!
[User_LoveTeam]: Apapun sebutannya, mereka cocok banget! Dukung terus hubungan ini!
Liana menggelengkan kepala pelan, senyum tersipu masih tersisa di balik topengnya. Dia mengambil sandwich dari nampan, menggigitnya kecil-kecil, dan mencoba mengalihkan topik.
"Oke, oke... mari kita lanjutkan sesi Q&A-nya, sebelum kalian semua bertanya tentang 'Pak Bos' sampai pagi," goda Liana, mencoba terdengar ceria meski hatinya masih berdegup kencang.
Penonton semakin ramai. Angka viewer menembus 10.000 dalam waktu 15 menit. Subscriber channel melonjak dari 3.000 menjadi 8.500.
Liana mulai membaca pertanyaan-pertanyaan yang muncul di layar.
[User_QnA1]: Putri, siapa nama aslimu? Umur berapa?
Liana tertawa renyah. "Wah, pertanyaan klasik. Nama asliku? Itu rahasia dagang seorang Putri. Kalian bisa memanggilku Putri."
"Umurku... cukup dewasa untuk tahu apa yang aku inginkan, tapi cukup muda untuk terus belajar. Anggap saja aku sebaya dengan kalian yang sudah mulai bekerja."
[User_QnA2]: Apa status pernikahanmu? Single atau Taken?
Pertanyaan ini membuat Liana terhenti sebentar. Dia menatap lensa kamera, seolah menatap mata setiap penontonnya.
"Statusku..." Liana memilih kata-katanya dengan hati-hati.
"Saat ini, aku sedang dalam masa transisi menuju kebahagiaan. Ada seseorang yang sangat istimewa yang selalu mendukungku, melindungi, dan menjagaku."
"Jadi, anggap saja hatiku sudah terisi, meski secara hukum... kita masih menunggu waktu yang tepat."
Jawaban itu ambigu, namun jujur. Itu merujuk pada masa tunggu 100 hari mereka, dan pada Alexander.
[User_ShipperAgain]: "Hatiku sudah terisi"... Aduh, manis banget! Jadi siapa pria bertopeng itu tadi?!
[User_Curious]: Apakah dia "seseorang yang istimewa" itu?
Liana hanya tersenyum misterius, tidak menjawab ya atau tidak.
[User_QnA3]: Apa hobimu selain nyanyi?
"Aku suka membaca novel fiksi, mencoba resep masakan baru—walau kadang hasilnya agak gosong," Liana terkekeh,
"Dan... hobiku yang paling seru adalah menggoda 'Pak Bos' ku saat dia sedang sibuk bekerja. Dia sering kali kalah telak."
Chat dipenuhi dengan emoji tertawa dan hati.
[User_Funny]: GOSONG?! Aku ingin lihat video masak gosongnya!
[User_BossFan]: Kasihan Pak Bos, digoda terus. Tapi sepertinya dia menikmatinya.
[User_QnA4]: Apakah kamu pelajar atau pekerja?
"Saat ini, profesi utamaku adalah menyampaikan perasaan melalui musik. Jadi, anggap saja aku seorang Pekerja Seni Penuh Waktu."
"Musik adalah kerja kerasku, dan cinta kalian adalah gajiku," jawab Liana dengan puitis namun tulus.
Sesi Q&A berlanjut selama satu jam. Liana bercerita tentang betapa susahnya bangun pagi, tentang kecintaannya pada kucing (meski dia tidak punya hewan peliharaan saat ini),
Dan tentang mimpinya untuk keliling dunia.
Penonton merasa seperti sedang mengobrol dengan teman dekat. Tidak ada jarak. Tidak ada kesombongan bintang.
Hanya ada seorang wanita bertopeng rubah yang polos, lucu, dan tulus.
Menjelang akhir siaran, Liana melihat angka subscriber telah menembus 12.000.
"Terima kasih banyak sudah menemani malam ini," ucap Liana, suaranya lembut.
"Terima kasih sudah menerima aku, topengku, dan ceritaku. Ingat, meski kita berbeda, kita semua punya cahaya masing-masing."
"Jangan pernah biarkan orang lain memadamkan cahayamu."
Dia melambaikan tangan. "Sampai jumpa di stream berikutnya. Selamat malam, semuanya."
Layar menjadi hitam. Stream Ended.
Liana melepas topeng rubahnya, menghela napas panjang yang melegakan. Wajahnya bersinar, bukan karena lampu LED,
Tapi karena rasa puas yang mendalam. Dia berhasil. Dia tidak hanya menjual suara, dia membangun komunitas.
Di kamar sebelah, Alexander menonton rekaman live tersebut di tabletnya. Dia tersenyum lebar saat melihat momen dirinya mengecup pipi Liana diulang-ulang oleh para fans di klip-klip pendek.
"Ratuku," bisik Alexander pada diri sendiri, meniru ucapannya tadi. "Ya, kau memang ratu di hatiku, dan segera... di seluruh dunia."