NovelToon NovelToon
Pelakor Merebut Suamiku, Aku Merebut Suaminya

Pelakor Merebut Suamiku, Aku Merebut Suaminya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pelakor / CEO / Penyesalan Suami / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Mengetahui suaminya berselingkuh, Raina memilih tidak menangis. Baginya, pengkhianatan harus dibalas dengan cara yang sama.

Nyawa bayar nyawa. Selingkuh balas selingkuh.

Target balas dendamnya adalah Hadiraksa Gautama... suami dari Monica, wanita yang merebut rumah tangganya.

Raina mendekati Hadi yang selama ini dianggap pria gagal oleh istrinya sendiri: miskin, tak punya masa depan, dan hidup dari belas kasihan keluarga. Namun siapa sangka, di balik penampilan sederhananya, Hadi menyimpan identitas sebagai pengusaha muda kaya raya yang sengaja menyembunyikan status demi menguji cinta Monica.

Saat permainan balas dendam dimulai, perasaan ikut berubah.

Robby mulai menyesali perselingkuhannya. Monica panik setelah mengetahui pria yang ia buang ternyata jauh lebih berharga dari yang ia kejar.

Mereka ingin kembali pada pasangan masing-masing.

Tapi terlambat...

Karena dua hati yang awalnya dipersatukan oleh luka, perlahan berubah menjadi candu dan saling cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin serius

"Darimana saja kamu? Jam segini baru pulang?"

Baru saja Raina Samapi di rumah. Ia sudah diberondong pertanyaan oleh suaminya yang ternyata sudah ada di rumah.

"Habis jalan-jalan!" jawab Raina cuek.

"Jalan-jalan kemana jam 9 malam baru pulang?" Robby berkacak pinggang. Entah sejak kapan pria itu jadi ingin tahu semua urusan istrinya. Padahal biasanya pria itu sama sekali tidak mau tahu apapun.

Raina terlalu malas banyak bicara. Ia sudah terlalu lelah setelah jalan-jalan seharian bersama kekasih barunya.

"Jawab dulu! Kamu darimana?" suara Hadi meninggi. Ia mencekal pergelangan istrinya.

Langkah Raina terhenti seketika. "Sejak kapan suamiku peduli pada urusan istrinya? biasanya kamu terlalu asik dengan dunia mu bersama Monica?"

"Apa maksudmu?"

Cara bicara Raina terlalu santai. Namun hal itu pula yang membuat Hadi terkejut.

"Kamu yang lebih tahu apa maksud dari ucapan ku Rob!" Raina berlalu.

Wanita itu sangat ingin membersihkan diri. Ia ingin segera beristirahat. Karena besok, ia akan kembali berperang dengan pekerjaan.

"Kamu tahu?" Robby mengikuti, suara dan langkahnya pelan nyaris tanpa suara.

Raina berbalik. Senyum smirk muncul di wajah cantiknya. "Diam bukan berarti gak tahu Rob. Aku tahu apa yang kamu lakukan bersama Monica dibelakang aku!"

Raina sudah terlalu muak untuk berpura-pura tidak tahu apa-apa. Sekarang ia sudah bersama Hadi, rasanya susah waktunya ia mengungkapkan semuanya.

"Baguslah jika kamu sudah tahu!"

Jawaban Robby sangat diluar dari ekspektasi Raina. Tadinya ia berpikir Robby akan minta maaf atau minimal menunjukkan raut bersalah. Tapi yang muncul malah senyum lega yang sangat ketara.

Raina tertawa kecil. "Tidakkah kamu merasa bersalah Rob!"

Robby menggeleng. "Untuk apa? Sebagai seorang pria, wajar jika aku melirik wanita yang lebih cantik! Lihat penampilan kamu!" Robby menatap istrinya dari atas kepala sampai ujung kaki. "Sekarang saja kamu sedikit terlihat lebih cantik. Biasanya, setiap hari kamu sudah seperti pembantu lanjut usia yang hanya tahu masak dan beberes!"

Raina berang. Ia ingin memakai suaminya. Tapi ia urung melakukannya, karena tidak ada gunanya marah pada pria yang tidak punya akal dan otak.

"Kamu membandingkan aku sama dia?" Raina menunjuk rumah Monica yang ada disebrang sana. "setiap bulan kamu kasih aku uang 1 juta untuk mencukupi semua kebutuhan rumah. Sedangkan dia... kamu kasih 10 juta cuma-cuma! wajar kalau dia lebih cantik dari aku. Dari segi nominal saja dia lebih besar... sedangkan aku, 1 juta harus cukup semuanya!"

Dada Raina naik turun. Ini kali pertama ia konfrontasi sejak mereka menikah. Selama ini apapun yang Robby berikan dan apapun yang pria itu lakukan. Raina hanya diam, dan menerima tanpa berani untuk protes.

"Rain!"

"Di dunia ini tidak ada wanita yang jelek Rob. Asal dia diberi uang yang cukup seperti Monica. Aku... Istri kamu yang kamu bilang seperti pembantu ini, bisa jauh lebih cantik dari dia!"

Kesabaran Raina benar-benar habis. Ia sudah melupakan semua kekesalannya.

Robby langsung terdiam. Sepertinya ucapan Raina merasuk ke dalam otak dan hatinya yang kosong itu Tapi ternyata... tidak.

"Kamu... bisa lebih cantik dari Monica?" Robby menunjuk wajah istrinya. "Gak mungkin! mustahil kamu bisa menyaingi kecantikan Monica."

Raina menggeleng. Tenyata suaminya sudah tidak bisa lagi diselamatkan otaknya.

"Kalau begitu kenapa gak kamu nikahin aja sekalian? untuk apa mempertahankan pernikahan yang udah gak sehat ini! Jujur aja, aku udah muak sama suami seperti kamu!" ucap Raina.

Harga diri Robby sebagai seorang pria merasa direndahkan oleh Raina. "Ok kalau memang itu mau kamu! Aku akan nikahin dia... Puas!"

Tadinya Raina kira mendengar hal itu dari suaminya akan membuat hatinya sakit dan terluka. Tapi ternyata malah tidak terasa apa-apa.

"Bagus! Aku tunggu kamu jujur sama Ibu tentang hal ini!"

Raina berlalu. Susah terlalu lama ia berdebat dengan Robby. Sekarang rumah mereka tidak terasa seperti rumah. Tapi lebih mirip seperti ruang rapat yang dipenuhi dengan perdebatan dan adu argumen.

Robby kembali diam ketika Raina mengingatkan dirinya dengan sang Ibu. Sulami, ibu kandung Robby sangat menyayangi Raina. Bahkan terkadang ia merasa seperti anak pungut ketika mereka sedang berkumpul.

"Gawat! kenapa aku bisa lupa dengan Ibu!"

Jika ibunya sampai mengetahui hal ini. Robby sangat yakin jika ia pasti akan di marahin habis-habisan. Tapi itu sama sakali bukan point pentingnya. Karena yang lebih ia khawatir adalah kesehatan sang Ibu, yang pastinya akan terancam.

 

Sedangkan di rumah sebrang. Tidak ada perdebatan yang terjadi diantara mereka. Bahkan Monica tidak melirik sedikitpun ketika suaminya baru pulang malam hari.

Hadi yang sekarang sudah tidak lagi peduli dengan wanita itu. Sekarang, mereka Aisha seperti dia orang asing yang kebetulan tinggal di bawah atap yang sama.

Setelah sampai di rumah, Robby langsung membersihkan diri. Ia menatap pantulan dirinya di depan cermin.

Tampan. Gagah. Berotot. Bahkan dari segi penampilan fisik ia jauh lebih unggul dari Robby. Tapi hanya satu yang jadi masalahnya, ia tidak bisa jujur tentang identitasnya yang sebenarnya pada Monica. Karena sejak awal, pernikahan mereka sangat ditentang oleh kedua orangtuanya.

Padahal yang ia tahu, kedua orangtuanya bukan tipe orang yang memandang orang lain dari status dan derajatnya. Tapi entah mengapa, sejak ia mengenalkan Monica pertama kali sampai saat ini... pasangan itu sama sakali tidak pernah memberikan restunya.

Untungnya ia masih diperbolehkan mengurus anak cabang kecil perusahaan milik orangtuanya. Tapi itupun ia harus menyembunyikan identitasnya dari Monica.

"Apa sejak awal Mama dan Papa sudah tahu, jika Monica bukan istri yang baik?"

Jika di pikirkan sekarang, rasanya Hadi malu pada kedua orangtuanya. Tapi dulu dia terlalu gila cinta, hingga nekat melawan orangtua demi bisa menikahi Monica.

"Jika aku mengenalkan Raina ke Mama dan Papa apa mereka akan setuju?" gumamnya.

Setelah resmi menjalin hubungan dengan Raina. Hadi langsung kepikiran untuk membawa hubungan mereka jenjang yang lebih serius.

Ya, terlalu terburu-buru memang. Tapi kalau boleh jujur, ia jauh lebih yakin dengan hubungan yang sekarang. Lagi pula usia mereka tidak lagi muda, pernikahan yang sedang dijalani juga sudah tidak bisa dipertahankan. Jadi, tidak ada salahnya untuk membawa ke jenjang yang lebih serius.

"Laras!" Hadi menghubungi asistennya. "hubungi orangtua ku, bilang ke mereka jika akhir pekan ini aku ingin mengunjungi mereka!"

"Siap Pak!"

Hadi menyimpan kembali ponselnya. Ia balik menatap pantulan dirinya di cermin. "Apapun yang terjadi setelah ini... aku akan menceraikan Monica. Semoga saja Raina bisa diterima oleh Mama dan Papa!"

Hadi sedikit yakin dengan hubungannya yang sekarang. Karena setelah ia pikir-pikir lagi, karakter Raina sedikit mirip dengan ibunya.

1
sunaryati jarum
upnya jangan lama- lama Thoor
sunaryati jarum
Robby nanti tahu- tahu dapat surat cerai jika yang mengurusi perceraian asisten Hadi,Mbak Laras.Sekaligus dapat anak hasil celap- celup dengan Monica.Setelsj hidupnya

Robby dan Monica mungkin akan kacau, karena Monika tahunya hanya menahan uang
partini
kenapa ga langsung bilang Monica sih
Surati Dewi
Thor kamu di mana
Bunda SB: lagi sakit kak, tapi Nenti diusahakan untuk up
total 1 replies
sunaryati jarum
Mana upnya
sunaryati jarum
Kok Robby to yang meninggalkan Monica itu Hadi,plong saat Hadi meninggalkan Monica.Kutunggu Rania meninggalkan Robby,dan ibunya Robby ,jadi sakit.
sunaryati jarum
Nah benar jangan kebablasan , segera pisah dari Pasangan kalian .Rania jangan pikirin ibunya Robby.Robby saja tidak memikirkan
Iam Just
up lagi thor
Surati Dewi
kapan up thor Pumpung lagi jadi pengangguran biar bisa baca malah gak muncul muncul thor
sunaryati jarum
Semoga orang tua Hadi langsung tertarik pada Raina.Dan Robby juga ingin segera menikahi Monica.
sunaryati jarum
Semoga lancar Hadi , untuk menerima Monika begitu pula Robby juga lancar
Iam Just
up tiap hari lah thor🤧
Bunda SB: diusahakan ya kak
total 1 replies
Surati Dewi
kenapa gak up thor
Titien Prawiro
Waktu mau berangkat kekantor Robby masuk kedalam mobil, knp pulang naik motor?
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
Segera cerai dari pasangan kalian dulu jika sudah mantap melanjutkan hubungan antara pria dan wanita
Surati Dewi
dabel up thor
sunaryati jarum
Tak usah lama -lama Hadi dan Rania segera mengajukan cerai jangan balas selingkuh ,jalin hubungan setelah sama- sama bebas tak terikat pernikahan
Surati Dewi
kapan up kak
sunaryati jarum
Semoga cepat terwujud ,Hadi telah menyebut kamu yang sangat dicintai ,Rania.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!