NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peluh di pesisir utara

Helikopter itu tidak bisa mendarat tepat di desa karena medan yang sempit dan berpasir. Ravion terpaksa melanjutkan perjalanan dengan mobil sewaan yang berguncang hebat melewati jalanan rusak di pinggiran Brebes. Bau amis laut dan udara panas yang lembap menyambutnya begitu ia turun di sebuah pemukiman nelayan yang padat.

Ravion melangkah melewati gang-gang sempit, setelan jas mahalnya tampak sangat kontras dan konyol di lingkungan itu. Namun, ia tidak peduli. Matanya liar mencari sosok yang telah menghilang dari radarnya selama berhari-hari.

Langkah kaki Ravion terhenti di depan sebuah gudang pengolahan ikan asin. Di sana, di bawah terik matahari yang menyengat, ia melihatnya.

Elfesya.

Gadis itu tidak lagi mengenakan kemeja rapi atau rok kain yang disetrika. Ia memakai kaos oblong pudar dan celana kain panjang yang digulung hingga betis. Rambutnya diikat asal-asalan, wajahnya memerah karena panas, dan peluh membasahi leher serta punggungnya hingga kaosnya menempel di kulit.

Elfesya sedang memindahkan keranjang-keranjang berat berisi ikan yang sudah digarami ke atas rak penjemuran. Ia tampak kelelahan, napasnya terengah, namun tangannya tetap bergerak cekatan. Sesekali ia menyeka keringat di dahinya dengan lengan baju, meninggalkan bekas debu di pipinya yang dulu selalu bersih.

Hati Ravion serasa dihantam palu godam. Rasa sakit menjalar ke seluruh dadanya melihat pemandangan itu.

Ia teringat kata-katanya dulu di kantor. “Kamu hanya lulusan baru yang tidak punya kualifikasi.” “Tugasmu hanya duduk dan diam.” “Aku tahu tipe gadis sepertimu, kamu hanya mengincar harta.”

Sekarang, "gadis pengincar harta" itu sedang bekerja kasar demi beberapa lembar rupiah untuk membelikan obat adiknya. Kehormatan yang Elfesya bicarakan ternyata bukan sekadar gertakan; ia benar-benar lebih memilih memeras keringat di tempat kumuh ini daripada makan makanan mewah di meja makan Arshaka yang berlumuran darah masa lalu.

"Elfesya..." suara Ravion keluar dengan sangat lirih, hampir hilang ditelan deru angin laut.

Elfesya membeku. Ia mengenali suara itu. Perlahan, ia membalikkan tubuh. Matanya yang kelelahan bertemu dengan mata tajam Ravion yang kini tampak basah dan penuh penyesalan.

"Untuk apa Bapak ke sini?" tanya Elfesya. Suaranya serak, namun tetap lugas. Ia tidak menjatuhkan keranjang yang dipegangnya. Ia tetap berdiri tegak, meski napasnya masih memburu karena lelah.

"Ikut aku pulang," ucap Ravion, langkahnya maju satu tindak. "Jangan lakukan ini lagi. Ini... ini bukan tempatmu."

Elfesya tertawa pendek, sebuah tawa getir yang menusuk telinga Ravion. "Bukan tempatku? Pak Ravion, ini adalah kenyataan hidupku yang sebenarnya. Berkeringat, bekerja kasar, dan hidup jujur. Ini jauh lebih terhormat daripada duduk di kantor mewah Anda sambil mendengarkan hinaan Anda setiap hari."

"Aku minta maaf, Elfesya. Aku salah," Ravion berteriak, mengabaikan beberapa buruh lain yang mulai menonton mereka. "Aku tidak tahu soal ayahku, aku tidak tahu apa yang keluargamu alami. Aku mohon, beri aku kesempatan untuk memperbaikinya."

"Memperbaiki apa?" Elfesya meletakkan keranjangnya dengan debaman keras. Ia mendekati Ravion, mengabaikan bau amis ikan yang melekat di tubuhnya. "Bapak sakit hati melihat saya berkeringat seperti ini? Bapak merasa kasihan? Simpan rasa kasihan itu. Dulu saya bekerja apa saja untuk kuliah, dan Bapak menghina saya seolah saya sampah. Sekarang saya bekerja untuk adik saya, dan Bapak merasa sebagai pahlawan dengan datang ke sini?"

Ravion meraih tangan Elfesya—tangan yang kini terasa kasar dan panas. Ia tidak peduli dengan bau atau kotoran itu. "Kamu masih istriku, Elfesya. Secara sah, kamu adalah tanggung jawabku."

"Hanya di atas kertas, Ravion. Di hati saya, ikatan itu sudah putus saat saya tahu siapa keluarga Anda sebenarnya," Elfesya menarik tangannya dengan kasar. "Pergilah. Bapak merusak pemandangan di desa ini. Jangan buat saya semakin membenci Anda."

Tepat saat itu, Elric muncul dari balik gubuk kecil dengan handuk melilit di lehernya, wajahnya masih tampak pucat karena sisa demam. Melihat Ravion, kemarahan bocah itu meledak. Ia mengambil sebuah kayu penyangga jemuran dan berdiri di depan kakaknya.

"Pergi dari sini, Tuan Sombong! Jangan ganggu Kak El lagi!" teriak Elric.

Ravion terpaku. Ia melihat sebuah keluarga yang hancur karena ulah ayahnya, kini berdiri menantangnya dengan sisa tenaga yang mereka miliki. Rasa sakit di hatinya semakin menjadi. Ia menyadari satu hal: uangnya tidak bisa membeli maaf dari orang-orang yang telah kehilangan segalanya karena uang tersebut.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!