#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. menyusul song xinglan.
"Asalkan gege tahu, dengan kedatangan lan jiejie bisa membuat Jingjing dan jingtian gege tersenyum lagi, itu sudah cukup buat aku." Ucapnya baru ia masuk kedalam.
"Hah!, mengapa aku melakukan itu, sekarang aku benar-benar melakukan kesalahan, melukai gadis tidak bersalah." Ucapnya sambil mengusap wajahnya kasar,
lalu ia menyusul song xinglan ia pikir dengan jalan song xinglan yang lambat pasti bisa mengejarnya.
▪︎▪︎▪︎
Ya, memang benar apa yang dikatakan wei jingbei, gadis-gadis didesanya maupun didesa lain selalu tertarik kepada wei jingguo dia melakukan berbagai cara untuk mendapatkan wei jingguo, tapi semua usaha mereka gagal, wei jingguo lebih kejam yang mereka kira.
Mereka pikir dengan kemolekan tubuh mereka bisa meluluhkan hati wei jingguo, nyatanya tidak.
Justru mereka pulang dengan kesakitan kaki, tanganya yang patah, juga ada goresan diwajahnya, karena jingguo muak melihat wajah perempuan gatal itu.
bagi wei jingguo ia tidak membedakan perempuan dan laki-laki karena menurutnya perempuan itu yang lebih berbahaya dari pada lelaki. Jika ada yang mengganggunya langsung dituntaskan secara langsung.
Begitu pula dengan li yunru dia juga pernah menggoda wei jingguo, dia hanya silau melihat hewan buruan wei jingguo, jika dijual pasti mendapat banyak perak.
Begitu pula dengan gadis lain pikiran mereka sama dengan li yunru, mereka berpikir untuk apa membuang uang untuk membeli obat untuk penyakit tidak pernah sembuh, lebih baik uang itu diberikan kepada mereka.
Karena itu mereka gencar mengincar wei jingguo, mengharapkan hasil buruannya saja. Mereka tidak tulus sama sekali.
Wei Jingbei tahu itu semua dia tidak ikut campur urusan gegenya baginya wanita itu pantas mendapatkan siksaan seperti itu, hanya mengharapkan harta gegenya saja.
Saat melihat song xinglan yang tulus dan berbeda dengan gadis-gadis lain yang selama ini mendekati mereka bukan karena gegenya.
kebaikan song xinglan kepada wei jingjing dan wei jingtian sangat tulus hati kerasnya luluh begitu saja, ia juga ingin dekat dengan song xinglan.
***
Kembali lagi kepada Wei Jingguo...
Saat dia melihat song xinglan dirumahnya dia pikir dia sama dengan wanita selalu menganggunya, tapi nyatanya dia yang bersalah, yang telah menyakiti orang tidak bersalah sama sekali.
Dia menyusul jejak song xinglan, tetapi ia tidak menemukan song xinglan. Ia mengikuti jalan itu, setelah melihat rumah keluarga song, ia mendekati rumah itu mencari tahu apakah song xinglan sudah sampai dirumah.
Ia mendengar keluarga song berbicara dengan nada kecemasan.
"Xinghe cepat jemput adikmu kerumah keluarga wei, aku takut jika ia bertemu dengan wei jingguo dia menyakiti adikmu." Ucap neneknya dengan cemas.
"Nanai mungkin lanlan masih bermain dengan wei jingjing, ku dengar dari jingbei, wei jingguo tidak ada dirumah, jangan khawatir nainai, kita tunggu sebentar lagi, jika belum pulang juga aku mencarinya." Ucap song xinghe,
"Benar nainai kami akan mencarinya, dan tidak membiarkan siapapun menyakiti adik perempuan kita, meski dia kuat kita tidak takut demi adik." Ucap Song Xingwei juga menenangkan neneknya.
Sedangkan Wei Jingguo yang mendengar pembicaraan itu dari diluar, mengepalkan tangannya, menahan kemarahan dihatinya, entah kepada siapa dia marah.
"Dia belum pulang, tetapi aku tidak menemukannya dijalan." Ucapnya, lalu ia pergi dari rumah keluarga song.
"Apa dia melewati jalan lain." Ucapnya lalu ia menelusuri jalan yang berbeda.
Tetapi ia tidak menemukan song xinglan juga, saat ia melangkahkan kaki untuk mencari ketempat lain, ia mendengar tangisan seorang gadis, dengan suara familiar.
"Hiks... mengapa sakit sekali, ini semua gara-gara wei jingguo itu, awas saja setelah aku sembuh aku akan mematahkan kakinya juga." Ucapnya berbicara sambil menangis.
Saat ini dia sendirian disana dia duduk dekat batu karena lelah berjalan mengunakan tongkat kruk.
Ia beristirahat karena tidak sanggup lagi berjalan, tujuannya sekarang menuju pegunungan, meski kaki dan tangannya sakit, ia tidak melupakan niatnya mencari tanaman untuk ia tanam di ruang.
Tapi apalah daya ternyata semangat juangnya tidak membuahkan hasil, tetap saja ia kelelahan.
Kruk... kruk...
"Aku juga lapar! Bagaimana ini jalan kerumah masih jauh, ke pegunungan juga masih jauh." Ucapnya lagi sambil menekan perutnya.
"Ya tuhan aku lapar sekali, mengapa hidupku begitu sensara, aku tidak bisa lagi berjalan, kakiku sudah bengkak begitu juga dengan tanganku." Ucapnya sambil melihat kaki yang bengkak lalu pergelangan tangannya.
Wei jingguo yang menguping di kegelapan merasa bersalah, saat melihat kaki dan tangan song xinglan benar bengkak.
"Kaki dan tangannya sebengkak itu harus segera di obati, kalau tidak berakibat fatal." Ucapnya dengan rasa bersalah, saat ia ingin mendekati song xinglan untuk membantunya membawa ke tabib, tapi rasa ngengsi nya juga besar ia kembali urungkan niatnya.
" hiks...hiks..Xing He gege kamu dimana, tolong jemput aku, adikmu yang malang ada disini,." Ucapnya sambil menangis ia hanya teringat kepada kakak pertamanya.
"Huh! Aku tidak bisa seperti ini, jika aku menyerah seperti ini bagaimana aku membalas demdam kepada si wei jingguo itu." Ucapnya lagi ia bersemangat lagi, menghapus air matanya.
Lalu ia mencoba bangkit lagi...
Duk...
Ia terjatuh lagi, " aduh... mengapa nasibku begitu malang." Ucapnya lagi ia menahan tangisnya.
Wei jingguo yang bersembunyi tidak tahan lagi, ia keluar dari persembunyiannya lalu ia membantu song xinglan yang terduduk di tanah, ia mengangkat song xinglan begitu saja.
"Haaah siapa kau, apa kau mau menculikku." Song xinglan terkejut luar biasa, ia memukul tubuhnya wei jingguo dengan keras,
" lepaskan aku, lebih baik bunuh saja aku." Ucapnya lemas tenaga sudah habis ia lapar di ruangnya juga tidak ada makanan,
jika minum air spiritual takut ketahuan dengan kesembuhan tiba-tiba, ia sekarang belum bisa menjaga diri. Belum bisa melakukan perubahan besar-besaran, dia baru dua hari disini.
" diamlah! Apa kamu mau tenagamu habis terkuras." Ucap wei jingguo entah kenapa begitu kesal mendengar ucapan song xinglan memintanya untuk membunuhnya,
song xinglan mendengar suara wei jingguo membuka matanya, melihat wajah wei jingguo begitu dekat dengannya.
"Aaa aaa mengapa kamu disini, turunkan aku jangan sentuh aku." Ucapnyaa ia kembali memberontak di gendongan Wei jingguo.
"Diam, kalau kamu ingin tubuhmu utuh." Ucapnya tegas, membuat song xinglan terdiam.
"Aku akan mengantarkan kamu pulang." Ucapnya lagi lalu melangkahkan kakinya.
"Kakimu harus segera di obati, kalau tidak kamu bisa lumpuh." Ucap wei jingguo lagi.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁