Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 18
saat sampai di rumah dengan hati yang panas dan emosi yang sudah tidak bisa Ia tahan, Sarah masuk ke kamar dan mulai mengumpat.
" kenapa sih wanita tua itu malah bahas - bahas wanita sialan itu di depan aku padahal aku itu jauh lebih baik dari wanita itu, engga ini engga bisa di biarin aku harus ngelakuin sesuatu."
di sisi lain saat Sarah sudah pergi dari rumah Dimas, Dimas di panggil oleh ibu nya.
" Dimas sini kamu ibu mau bicara sama kamu."
" ngapain sih kamu bawa wanita itu ketemu sama ibu, belum puas dia dulu nyakitin kamu, belum puas bapak nya ngehina kita hah."
" Dimas tadi udah larang kok bu, tapi dia aja yang kekeh pengen ketemu sama ibu katanya kangen sama ibu."
" jangan sampai kamu balikan sama dia, ibu engga mau kalau sampai kamu balikan sama perempuan itu."
" iya ibu engga akan kok, kan selalu aku udah punya Ara bu ibu kan udah kenal sama dia juga kan."
" ibu cuma mau ngingetin kamu aja, gimana dulu bapak nya ngehina kita, ngatain kita miskin lah, apalah ibu engga sudi kalau kamu balikan lagi samadia."
" iya bu, ibu tenang aja ya."
dua hari kemudian seolah tidak merasa kapok Sarah kembali mendatangi rumah Dimas, yang kebetulan saat biru Dimas akan menemui Ara.
secara diam - diam Sara mengikuti Dimas menggunakan sepeda motor nya, iya Ingin bertemu dengan Ara, Sarah ingin memberi tau Ara bahwa dia adalah mantan Dimas.
ketika Ara dan Dimas bertemu, Ara langsung menanyakan tentang apa yang pernah Ia liat, tentang Dimas yang berboncengan dengan seorang wanita dan wanita itu memeluk Dimas dari belakang seolah-olah pasangan yang sedang berkencan.
" Dim, aku pernah engga sengaja liat kamu boncengan sama cewek, trus cewek itu meluk kamu dari belakang, itu siapa ya." tanya Ara.
Belum sempat Dimas menjawab pertanyaan Ara, Tiba-tiba Sarah muncul dan berpura-pura tidak tau kalau Sarah tidak sengaja bertemu mereka.
" ee Dim kamu di sini juga, ini pacar kamu yaa cantik juga ya. " ucap Sarah.
" ngapain kamu di sini dan sejak kapan kamu di sini."
" aku tadi kebetulan lewat sini trus ngerasa lapar makanya aku datang buat makan, ee ternyata engga sengaja liat kamu sama pacar kamu di sini. "
mendengar itu Dimas tidak percaya begitu saja, ia tau kalau Sarah sedang berbohong.
" haii nama aku Sarah aku mantan nya Dimas, nama kamu Ara kan. "
" Hai, iya nama aku Ara. "
" Dimas pernah cerita ke aku tentang kamu, oo iya aku boleh engga gabung sama kalian, soalnya engga enak kalu duduk sendiri, kamu engga keberatan kan Ara. "
" engga kamu ngapain sih, kan di sini masi banyak tempat duduk lain kamu bisa duduk di situ ngapain sih kamu gangguin kami." Dimas menjawab pertanyaan Sarah dengan sedikit emosi.
" udah engga apa - apa kok, lagian kursi ini juga kosong kamu duduk aja di sini. "
" makasih Ara kamu emang baik yaa." puji Sarah namun itu hanya di mulut saja sebenarnya di hati nya ia sangat membenci Ara.
Dimas hanya bisa diam melihat tingkah Sarah, sebenarnya Dimas sangat Ingin mengusir Sarah dari tempat mereka.
" oo iya Ara kamu pacaran sama Dimas unda berapa lama."
" baru beberapa bulan kok Sar. "
"ooo kamu pendidikan nya apa, kalau boleh tau."
" kamu engga perlu tau pendidikan nya apa, itu engga ada hubungannya sama kamu."
Ara yang mendengar itu menghentikan Dimas.
" udah engga apa - apa, Sarah kan cuma nanya aja.'
Sarah hanya terseyum sinis mendengar itu.
" pendidikan aku cuma SMA."
Mendengar bahwa Ara hanya tersenyum sinis seolah meremehkan Ara.