NovelToon NovelToon
Kesayangan Tuan Muda

Kesayangan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ima susanti

Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.

"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Laras terbangun saat mendengar kumandang azan subuh dari tak mesjid. Sudah cukup lama ia tak menemui tuhannya. Ada rasa bersalah yang besar telah lalai meninggalkan kewajiban sebagai seorang hamba.

Mata Laras mulai terbuka sedikit demi sedikit, tubuhnya terasa sangat berat seperi ada benda yang menghimpitnya. Ternyata suaminya menjadikan dirinya guling. Laras tersenyum melihat betapa sempurna ciptaan Tuhan yang ada di hadapannya.

"Ganteng." gumam Laras lirih sambil tersenyum di kulum.

Karna merasa badanya sudh jauh lebih segar dari sebelumnya, Laras memindahkan tangan dan kaki suaminya dari tubuhnya perlahan agar suaminya tidak terbangun. Buru - buru Laras menuju kamar mandi untuk bersih - bersih bari setelah itu sholat subuh.

Di atas hamparan sajadah, Laras bermunajat pada sang pencipta. Memohon pengampunan atas segala dosa - dosanya dan di beri kemudahan dalam hidupnya. Dan tak lupa ia meminta agar suaminya selalu mencintai dirinya.

Laras berdoa dengan khusuk, tak terasa bulir bening jatuh membasahi pipinya.

Selesai berdoa, Laras melipat mukenah dan sajadah dan meletakan di gantungan handuk .

Gerak geriknya tak lepas dari pantau mata yang ada di balik selimut. Sedikit terbangun saat istrinya memindahkan tanganya.

Laras menyiapkan baju kerja suaminya dan meletakan di sofa baru setelah itu ia membangunkan Dafa yang pura - pura tidur.

"Tuan, Tuan bangun. Udah siang, tuan ga kerja hari ini?" Laras menggoyang tubuh Dafa. Dafa yang sudah bangun pura - pura membuka matanya perlahan sambil menguap.

"Jam berapa?" tanya Dafa.

"Jam enam tuan."

"Kamu udah mandi?" tanya Dafa.

"Udah, itu baju udah saya siapkan dan air mandi juga udah tuan." Laras menyiapkan semua kebutuhan Dafa.

Dafa turun dari ranjang langsung menuju kamar mandi. Sementara itu Laras kelaur menuju meja makan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan suaminya.

"Gimana, udah ga pusing dan mual lagi kan?" tanya Dafa sembari menikmati sarapanya.

"Alhamdulillah udah ga tuan." Laras sangat menikmati sarapanya.

"Habis ini siap - siapa, kita keruamh sakit!" rumah Dafa.

"Rumah sakit, ngapain tuan?" tanya Laras dengan pulasnya.

"Ya periksa kehamilan kamilah, masa shopping. Kamu ga ingat apa kata dokter kemaren." ujar Dafa kesal dengan kepolosan istrinya.

"Ga, tuan." jawab Laras jujur karna memang kemarenia tertidur saat dokter ngobrol dengan Dafa.

"Ya, sudah. Habis ini kita berangkat, jangan banyak tanya lagi." tegas Dafa.

"Baik tuan." angguk Laras tak lagi membantah suaminya.

Setelah sarapan, Laras menganti pakainya yang lebih pantas. Lalu bergegas masuk kedalam mobil dimana suami dan asistennya sudah duduk menunggu.

"Lama amat sih, kamu ngapain aja?" bentak Dafa membuat wajah Laras berubah murung dan tiba - tiba saja bulir bening itu jatuh membasahi pipinya.

"Kenapa kamu menangis?" tanya Dafa mulai panik.

"Tuan jahat." Entah kenapa mood Laras cepat seklai berubah, tiba - tiba jadi melow hanya karna bentakan suaminya. Biasanya juga ga apa - apa.

Dafa merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukanya, meski ada penolakan. Laras menghentikan tangisnya dan menghapus sisa air mata yang masih ada di pipinya dengan tisu.

Tak terasa mobil sudah memasuki pelataran parkir rumah sakit. Laras melakukan pemeriksaan tanpa perlu antri seperti orang - orang. Datang langsung masuk ke ruang dokter yang sudah menunggu kedatangan mereka.

"Siang tuan." sapa dokter penuh hormat.

"Lakukan tugasmu." perintah Dafa. Dokter menyuruh Lars tiduran di ranjang dan mengangkat bajunya sedikit di bagian perut. Di bantu seorang suster, dokter mulai melakuan pemeriksan USG untuk melihat bagian dalam perut Laras.

"Mana anaknya, dok?" tanya Dafa.

"Itu yang ada titik hitamnya, tuan." tunjuk dokter.

"Kecil amat."

"Kan baru, tuan. Nanti kalau sudah dua belas minggu baru kelihatan bayinya." Dafa menangguk saat mendengar penjelasan dokter.

"Nyonya tidka boleh stress biar bayinya tidak ikut stress. Makanya juga mesti dijaga, gizi yang seimbang agar baginya sehat." penjelasan dokter membuat Laras pusing sendiri. Hanya Dafa yang jadi pendengar yang baik.

"Saya mau tanya agak pribadi, dok."

"Silahkan, tuan."

"Apa saya masih bisa menengok bayi saya?" tanya Dafa tak tau malunya.

"Bisa, tuan. Tapi mainnya harus pelan. Tidak boleh kasar agar aman."

Setelah melakukan pemeriksaan, Dafa membawa Laras kembali pulang kerumah. Di tengah jalan Laras meliaht penjual rujak, air liurnya teras menetes.

"Tuan, saya mau beli rujak."

"Nanti saya suruh orang belikan."

"Saya mau beli rujak yang itu tapi harus tuan yang beli sendiri."

"Itu tidak sehat." Laras terdengar menagis saat mendapat penolak dari suaminya.

"Tuan, turuti saja. Ingat nona tidka boleh stress." kompor asistennya. Dengan terpaksa Dafa turun dari mobil dan membeli rujak yang di mau istrinya. Ini kali pertama lelaki itu membeli makan di pinggir jalan. Ada perasan jijik takut makana itu tak bersih.

Laras begitu bahagia saat memakan rujak yang di belikan oleh suaminya.

"Pelan, ga ada yang minta."tegur Dafa saat meliaht betapa rakusnya Laras memakan rujak itu.

"Tuan mau." Laras menyodorkan sepotong rujak kepada Dafa, awlanya Dafa menolak tapi karna paksaan istenya Dafa akhirnya memakanya dengan perasan tak karuan. Antara jijik dan enek.

Dafa yang suka memerintah di buat kalah oleh Laras. Asisten Dafa tersenyum simpul saat melihat tuanya tunduk di perintah istrinya.

...****************...

Assalamualaikum kk,

Di tunggu saran dan masukannya serta jangan lupa like dan komenya serta vote yang banyak biar thor semakin semangat 💪😘🙏🙏

1
ardiana dili
lanjut
ardiana dili
lanjut kak
Ima Susanti: siap kk🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
ardiana dili
maaf kakak Salah tulis dafa kok jadi panca🙏
Ima Susanti: terimaksih koreksinya kk, nanti thor revisi 🙏🙏😘
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok//Good//Pray/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut kak
Ima Susanti: /Ok//Good/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: /Ok/ kk🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
semangat kak
Ima Susanti: /Determined//Determined/
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
ardiana dili
semangat kak
Ima Susanti: terimakasih kk😘😘🙏🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: udh up kk, silahkan lanjut baca😘🙏🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Dafa jangan lupakan Mila,nanti marah buat i masalah,jaga Laras agar bayi dan ibunya sehat
Ima Susanti: siap kk🙏🙏😘
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat Dafa akhirnya kerja kerasmu membuahkan hasil
Ima Susanti: /Chuckle//Chuckle//Joyful//Joyful/
total 1 replies
sunaryati jarum
Itu konsekuensi kamu Mila , kebanyakan ibu ingin punya lha kok menolak
Ima Susanti: tanggung akibatnya sendiri, nangis deh 😊
total 1 replies
ardiana dili
ceritanya bagus
Ima Susanti: terima kasih kk🙏🙏🙏
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Ima Susanti: siap kk😘👍
total 1 replies
sunaryati jarum
Yang bener namanya Laras atau Lidia🤩 Thoor Beberapa kali menyebut Lidia
Ima Susanti: maaf thor salah tulis🙏🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan lemah Laras, lawan saja dengan perkataan dan perilaku sopan dan lembut.Suruh minta ke Dafa langsung
Ima Susanti: /Determined//Determined//Kiss/
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga segera hamil dan Dafa yang ngidam tidak mau jauh dari Laras
Ima Susanti: terimaksih saranya kk, thor skip ya😘🙏🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Ny Veronika seharus belajar dari pengalaman rumah tangganya, pernikahan yang dibangun tanpa kecocokan hanya karena status sosial, yang tidak bertahan lama, kenapa mau diulangi pada Dafa putranya.Ku kira Mila itu artis atau model kok tidak mau melahirkan
Ima Susanti: biasa wanita zaman sekarang ga mau tubuhnya rusak karna melahirkan 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!