Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
" Pertemuan tidak terduga"
Abraham kini berada di apartemen pribadi miliknya sendiri yang di berikan oleh kakek Gunawan di ulang tahun 3 tahun waktu itu .
" Ahrrr... Kenapa semuanya menjadi sangat kacau begini"
Ucap Abraham frustrasi semua orang kini sudah terlanjur kecewa dengannya dan Lucia sudah memutuskan pertunangan mereka.
"Aku harus bagaimana lagi.. Mama dan papa sangat marah kepadaku dan ditambah paman Peter yang ingin mengambil Lucia dariku"
Abraham menatap foto Lucia yang berada di ponsel miliknya. Ia diam-diam memotret Lucia ketika sedang tertidur di mobilnya.
"Kumohon Luc jangan pergi tinggalkan aku dan jangan memilih orang lain, aku memang tidak pernah membalas perasaanmu karena aku mengira kau tidak akan pernah pergi dariku" dengan wajah seduh Abraham berkata.
"Sullia hanya menjadi masalaluku. Tidak akan kubiarkan kau di rebut orang lain"
Lanjutnya lagi sambil melangkah menuju kamar mandinya agar pikirannya tenang.
***
Di restoran...
Lucia bersama kedua orangtuanya melangkah menuju meja yang sudah di pesan oleh orang yang menunggu kedatangannya.
Dari kejauhan Lucia melihat seorang pria yang menurutnya tidak asing lagi.
"Hai Luc,Paman,Tante silahkan duduk.. "
Ujar sang pria tersebut.
"Kak.. Pendri apa yang kau lakukan di sini bukanya kau berada di singapura setelah menyelesaikan S3 mu.."
ucap Lucia kepada seniornya yang sudah lama tidak di lihatnya selama 2 tahun.
"Oh.. Itu Papaku menyuruhku datang kesini bersamanya untuk menemui keluargamu"
Jawab Pendri sambil menatap Lucia dan Kedua orang tuanya.
" Pendri mana papamu kenapa belum datang juga"
tanya David sambil melihat sekeliling ruangan.
"Papa sedang kerumah Paman Johan untuk mengembalikan Cincin yang kau berikan kemarin katanya ada hal yang ingin di bicarakan olehnya" pendri menjawab sambil tersenyum hangat kearah Lucia yang duduk di hadapannya.
Mereka berbincang-bincang menunggu kedatangan Peter sesekali David melihat jam tangannya karena beberapa jam lagi mereka akan berangkat ke London.
"Hai.. Colon Besan maaf aku datang terlambat tadi di jalan sangat macat karena ada kecelakaan di jalan raya.. "
kata Peter sambil duduk dan minum jus jeruk di meja.
Mendengar hal itu Pendri dan Lucia sangat keget bukan kepalang kenapa Peter memanggil David dengan sebutan calon besan.
"Apa maksud dari perkataanmu Papa..??"
tanya Pendri tidak mengerti ucapan Peter.
"Iya Paman apa maksud dari perkataanmu..?"
Tanya Lucia juga.
"Nanti kalian akan tau juga.. Oh iya satu bulan kedepan aku akan ada perjalanan bisnis ke London dan Pendri ku harap kau ikut denganku nanti kita akan tinggal di kediaman David. Iya kan calon besan"
Ujar Peter dengan senyuman di sertai tatapan ke arah Pendri dan Juga David.
"Hehehe.. Boleh aja kami akan menyambut kedatangan kalian"
Ucap David mengiyakan ucapan dari Peter.
Lucia dan Pendri hanya mendengarkan ucapan dari orang tua mereka sesekali Pendri menatap ke arah Lucia yang wajahnya sedikit menujukan kesedihan di dalamnya. Lidahnya sangat gatal karena ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi sehingga wajah Lucia begitu sedih.
Namun ia mengurungkan niat tersebut karena Lucia sudah akan pergi dari restoran menuju ke bandara untuk ke London.
"Sampai jumpa lagi.. luc sungguh ini pertemuan yang tidak terduga ternyata kedua orang tua kita saling mengenal"
Kata Pendri menjabat tangan Lucia.
"Iya kak.. Pertemuan tidak terduga aku tunggu kedatangan mu dan paman Peter di London nanti.. "
"Kalau begitu kami pergi dulu sampai jumpa Peter, Pendri "
Pamit David karena sudah waktunya mereka untuk berangkat ke Bandara.
Pendri melambaikan tangannya ke arah mobil yang ditumpangi oleh Lucia, rasanya sangat bahagia akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan wanita yang di kaguminya sejak lama.
Peter melihat senyuman di wajah putranya sangat senang ternyata Pendri menyukai Lucia dari tatapannya saja Peter dapat mengetahui isi hati dari putranya Itu.
"Bersabarlah pendri kau akan mendapatkan wanita yang kau sukai papa sudah berusaha membantumu" guman Peter dalam hati.
.
..
.
.
Tbc....!!!