NovelToon NovelToon
CINTAKU MENTOK Di WANITA MALAM

CINTAKU MENTOK Di WANITA MALAM

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aquarius97

YANG SUKA ROMCOM... MERAPAT SINI✨

PLAGIAT, BISULAN SEUMUR HIDUP YA ! 👊🏻

Restu Anggoro Wicaksono selalu menjadi bahan tertawaan ketiga sahabatnya lantaran di usianya yang hampir tiga puluh tahun, pria itu belum pernah menyentuh seorang wanita.

Jangankan menyentuh, menjalin hubungan asmara saja Restu belum pernah.

Karena itulah, ia mendapat julukan si pria beku tak tersentuh.

Sampai suatu malam, ketiga sahabatnya menyusun rencana gila. Mereka kesal melihat hidup Restu yang terlalu flat.

Akhirnya, mereka bertiga nekat mengirim Restu ke kamar VIP di sebuah klub malam.

Malam itu seharusnya hanya menjadi kenangan singkat Restu bertemu wanita sewaan ketiga sahabatnya. Tapi anehnya, wanita itu justru terus memenuhi pikirannya.

Sayangnya, wanita itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.

Sementara Restu terjebak dalam pencarian panjang di tengah tekanan keluarga yang terus menuntutnya untuk segera menikah.

Apakah Restu bisa menemukan wanita malam itu kembali? Yuk, ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquarius97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 CMDWM

Restu sejenak terdiam. Napasnya tertahan di tenggorokan, bukan karena terpikat, melainkan karena amarah dan keterkejutan bercampur jadi satu. Jemarinya mengepal erat di sisi kursi.

Aviva tidak menyadari, dirinya tengah bermain dengan bahaya.

Dengan penuh percaya diri, Aviva yakin Restu sama saja seperti yang lain, mudah tergoda dengan kemolekan tubuhnya. Kakinya melangkah selangkah ke depan, yakin sebentar lagi pria itu akan terjerat dalam pelukannya.

Namun tiba-tiba, suara Restu membelah udara.

"Berhenti. Saya minta kamu keluar, sebelum kesabaran saya habis!"

Suara Restu terdengar rendah.

Datar.

Tapi penuh tekanan.

Bukannya mundur, Aviva justru makin berani. Senyum tipisnya kembali merekah, "Ow..Bapak jual mahal? Saya malah semakin tertantang!" ujarnya mengerling nakal.

Ia kembali melangkah mendekat.

Dan saat tubuhnya hendak mencondong ke arah Restu....

Plak

Tamparan keras mendarat telak di pipinya. Kepala Aviva terhempas ke samping, rambutnya terurai menutupi wajah. Sesaat ia terhuyung, lalu memegangi pipinya yang memerah.

Dan tepat saat itu, pintu terbuka.

Niko melangkah masuk, tapi langkahnya sontak terhenti. Matanya membelalak melihat pemandangan di hadapannya.

Aviva berdiri dengan pakaian setengah telanjang sambil memegang pipinya yang memerah, sementara hawa dingin dari Restu terasa memenuhi seluruh ruangan.

Niko sampai menelan ludah susah payah.

Bukan karena tubuh Aviva yang terbuka, melainkan karena kegarangan Restu yang tanpa ragu menegakkan batasannya.

Tatapan Niko dan Restu sontak bertemu. Hawa tegang menyelimuti ruangan.

"Niko, bawa wanita jalang ini keluar! Besok, berikan surat pemecatannya!" titah Restu tegas, tak bisa dibantah.

Aviva membelalakkan mata, ia segera berlari dan berlutut di hadapan Restu, air matanya mulai merebak.

"Pak, saya mohon jangan pecat saya, Pak... ibu saya di kampung sedang sakit...dan saya membutuhkan banyak biaya... hiks!"

Restu mengibaskan kakinya dari sentuhan tangan Aviva, lalu terkekeh sinis.

"Ibumu sedang sakit dan seperti ini caramu mencari uang?! Dengan menggoda saya!" ucapnya telak.

"Dengar Aviva, jangan samakan saya dengan petinggi-petinggimu yang lain. Mereka mungkin mudah tergoda dengan tubuh yang kau tawarkan, tapi saya tidak!" imbuhnya lagi, dengan kata yang menusuk lebih dalam dari tamparan.

Aviva menunduk, bahunya bergetar. Baru menyesali perbuatannya.

"Mohon maafkan saya, Pak... saya tidak akan mengulanginya lagi!" pintanya lirih, dengan kedua tangan yang menangkup erat.

Restu mendengus, kembali menatap Niko tajam. "NIKO! Apa kamu tuli?!" bentaknya, suaranya menggema di seluruh ruangan.

"CEPAT BAWA DIA! SAYA SUDAH MUAK MELIHATNYA!"

Niko pun melangkah mendekat, "B-baik, Pak!" ucapnya gugup, lalu cepat-cepat meraih jas di lantai yang tadi ditanggalkan Aviva dan menangkupkannya ke pundak wanita itu. "Ayo!" desaknya, mencoba menarik Aviva agar segera berdiri.

Namun Aviva masih menatap Restu dengan mata berkaca-kaca. "Pak...tapi jangan pecat saya, Pak! Saya mohon... saya janji tidak akan mengulanginya lagi! Maafkan saya," suaranya parau, tangannya bergetar mencengkeram jas yang menutupi tubuhnya.

Niko akhirnya berhasil menyeret Aviva keluar, pintu pun tertutup rapat.

Dan kesunyian, menyelimuti ruangan.

Restu menarik kursi dengan kasar, lalu menjatuhkan tubuhnya disana. Dengan kasar pula ia meraup wajahnya. Tarikan napasnya berat, seolah menahan amarah yang belum padam.

Ia tidak ingin terjebak lagi, seperti beberapa hari lalu.

**

Niko kembali masuk. "Maaf atas keteledoran saya, Pak! Saya tidak akan membiarkan wanita itu mengganggu bapak lagi!" ucapnya sambil menundukkan kepala.

Restu mengangguk pelan, kemudian menarik napas panjang. "Mulai besok, aku tidak akan masuk sebagai anak pemilik perusahaan, Nik. Aku akan menyamar!"

Mata Niko membola. "Apakah Anda serius, Pak?"

"Tentu saja, Nik! Percayalah padaku. Dengan cara ini, mungkin kita akan mengetahui siapa musuh di dalam selimut!" jawab Restu mantap.

Di balik ketegasannya, ada sesuatu yang disembunyikan. Rencana penyamaran itu bukan hanya soal mencari pengkhianat. Ada satu alasan lain yang hanya Restu sendiri yang tahu.

"Baiklah, rapikan mejaku, Nik, lalu antar aku pulang!" titah Restu sambil meraih jasnya kembali.

Niko mendongak hati-hati. "Anda tidak makan dulu, Pak?" tanyanya pelan, matanya sempat melirik beberapa kantong plastik yang berisi makanan.

Restu mendengus kasar. "Aku sudah tidak lapar. Tidak mood gara-gara wanita sialan itu!"

"Baiklah, Pak." Niko mengangguk kecil.

Dengan langkah berat tapi penuh wibawa, Restu bangkit dari kursinya. Niko segera bergerak cepat, merapikan meja, lalu mengikuti bosnya keluar ruangan.

***

Setelah sampai di apartemen, Restu langsung masuk ke kamar mandi. Air dingin mengguyur tubuhnya, seolah ikut membasuh amarah yang tadi menumpuk.

Begitu selesai, ia berdiri di depan cermin.

Matanya menatap pantulan dirinya sendiri cukup lama.

Perlahan, ia merapikan penampilan sederhana yang sengaja ia pilih malam itu.

Sosok Restu berganti menjadi Angga.

Seseorang yang tidak akan dikenali sebagai CEO Grand Vista.

Namun di balik perubahan itu, pikirannya masih tertinggal pada satu orang.

Tangannya terangkat, tanpa sadar menyentuh bibirnya sendiri.

Bibir yang beberapa waktu lalu sempat bersentuhan dengan milik Qiana.

Sentuhan singkat itu kembali terlintas jelas di kepalanya, membuat sudut bibirnya berkedut tipis.

Sesaat, bayangan tamparan Qiana juga ikut muncul di pikirannya.

Alih-alih marah, justru ada sesuatu yang membuat dadanya terasa lebih hidup.

"Qiana…" gumamnya pelan. "Aku tidak tahu kamu sedang jual mahal, atau benar-benar marah. Tapi yang jelas… kamu membuatku semakin penasaran."

Ia menarik napas pelan, lalu menghembuskannya kasar.

Tanpa banyak berpikir lagi, Restu turun menuju Indomaret di sebelah apartemennya.

Hatinya berdebar, ingin melihat reaksi Min-min ketika Angga kembali muncul di hadapannya.

Bayangan senyum wanita itu terus mengikuti langkahnya, membuat hatinya serasa dihinggapi ribuan kupu-kupu.

Namun sesampainya di sana, kekecewaan langsung menyergapnya.

Min-min tidak ada.

Beberapa rekannya mengatakan bahwa malam ini Min-min tidak masuk kerja.

Dan yang membuat mereka heran, ini pertama kalinya Min-min tidak memberi kabar.

"Min-min tidak datang malam ini, Kak."

"Tapi… ini pertama kalinya dia tidak masuk tanpa kabar."

Kening Restu langsung berkerut.

Rasa cemas perlahan menguasai pikirannya.

Ia takut, wanita itu kembali menghilang darinya.

...🕊️🕊️🕊️...

Karena semalaman Restu tidak bisa tidur karena memikirkan Min-min, pagi ini ia memutuskan untuk berangkat lebih awal ke kantor. Seperti biasa, ia tiba jauh sebelum jam kerja dimulai, lalu memarkir mobilnya di sudut halaman perusahaan.

Dari balik kaca mobil, matanya awas memantau sekitar halaman, menunggu seseorang. Biasanya, di jam seperti ini, Min-min sudah datang membawa nasi kotak untuk kantor.

Restu menggenggam setir erat, hatinya makin gelisah setiap detik yang lewat tanpa tanda-tanda kedatangan Min-min. Bayangan buruk mulai menghantui pikirannya, seakan-akan wanita itu kembali menghilang tanpa jejak.

Hingga akhirnya sebuah mobil meluncur masuk. Namun alih-alih box putih yang dikenalnya, kali ini warnanya berbeda. Keluarlah seorang pria paruh baya dari dalam mobil, Pak Ujang segera mendekat dan dengan sigap ikut menurunkan beberapa kotak makanan.

"Bukan dia?" ujar Restu resah, mengetahui bukan Min-min yang datang. "Kamu kemana?"desisnya lagi lirih.

Sampai Pak Ujang dan pria paruh baya itu selesai menurunkan kotak-kotak makanan, Restu tetap tak bergeming di dalam mobil. Ia hanya memandang dengan wajah muram, bahkan ketika mobil itu perlahan keluar dari halaman kantor pun, ia masih tak berniat turun.

Entah sudah berapa kali ia melirik jam di dashboard, tapi sosok yang dinantinya tak kunjung muncul. Waktu berjalan, dan tanpa sadar, ia sudah berjam-jam berada di sana.

Jarum jam hampir menunjukkan pukul sembilan lewat ketika matanya menangkap seorang wanita yang berlari kecil menuju pintu masuk gedung. Refleks, Restu segera membuka pintu mobilnya. Dengan langkah cepat, ia keluar dan langsung menghadang di depan pintu masuk.

"Nona Qiana, apakah hukuman satu bulan membersihkan apartemen saya kurang??!" sapa Restu tersenyum smirk.

...ΩΩΩΩΩΩΩ...

Wkwkwk sa ae nih si Restu modusnya...

1
Miu.Nuha
masa lalu gk usah dibuka lagi...
Miu.Nuha
ber oh ria /Facepalm/
oh ah oh eh oh uh...
Miu.Nuha
akal2an Oma 😅
Miu.Nuha
ih kenapa pula ini Oma 🤭
apa oma kecewa Restu gk nikah2, hehe...
Miu.Nuha
hahaha ngelawak mulu neneknya 😭😭
Miu.Nuha
hilih, giliran nama cucuny aja gk mau nyebut, lupa apa niat ngelupa lagi nih 😫
Miu.Nuha
apa itu mendiang suami 🤔
Miu.Nuha
Omamu tau2 ketemu sama qiana, Res...
entah apa yg terjadi sama Oma, malah jadi akting jadi nenek pikun 😭
Miu.Nuha
mahal pak beli susu 😭😆
Miu.Nuha
mungkn saatny pk restu tampil 👍
gk mau kalah sama Angga
Miu.Nuha
calon istriku sholihah bngt, batin restu ❤
Miu.Nuha
stalker cucunya donk 😆😆😆
Miu.Nuha
takut ketauaann 😭
astagaa... bestiemu msh setia bngt Res smpe inget sama gadis yg bikin kamu gk bisa mupon...
Miu.Nuha
siap2 jadi Angga terus kamu Res kalo smpe nikah sama Qiana 😆😆
Miu.Nuha
untung bisa boong
Mingyu gf😘
heh justru itu bagus, karena se*s bebas sarang penykit
Mega Siregar
janganlah dipaksa...
jika buru2 tanpa mengenal baik pasangan yang ada hanya menimbulkan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga
⋆.ೃ࿔ִֶָ🪽་༘*:・݁ ˖Ი𐑼⋆ ‎ꫂ᭪݁⋆˚
100 milyar kek bukan apa2 aja ke kamu, res😌
Rain Aricia
Nadine gatal ihh ga sukaa
Rain Aricia
Dah deg2an luan ya Res😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!