Kali ini aku bercerita tentang sebuah pernikahan yang sama sekali tidak mau saling mengenal padahal pasangan ini sudah saling mengenal.
Ayana adalah seorang gadis berumur 24 tahun yang hidup dalam keluarga yang mapan.Orangtuanya mengiinginkan perjodohan dengan anak kerabatnya.Ayana belum siap untuk menikah,kebiasaanya yang bebas dan suka shopping membuat image pernikahan akan mengekang hidupnya.
Sammy adalah lelaki yang dijodohkan untuk Ayana.Seorang pengusaha muda yang sukses berumur 27 tahun.Sifatnya yang penurut sangat mudah baginya untuk menuruti kemauan orangtuanya termasuk dalam hal perjodohan
Sampai suatu hari mereka dipertemukan tanpa sengaja yang hingga pada akhirnya mereka saling mengenal dalam perbedaan status.Temukan keseruan cerita sepasang anak manusia yang begitu bodoh dengan pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fadisaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17 Duh malunya aku
"Berhubung masih ada waktu sebaiknya aku berendam dulu disini,bak mandinya lebih besar,rasanya nyaman sekali."ucap Ayana yang masuk ke dalam bak mandi yang penuh dengan busa melimpah dan aroma teraphy
Di sisi lain Sam sudah bersiap siap mau pulang,kali ini tidak ada lembur,karena semua pekerjaan dapat di tangani hari itu juga
"Hari ini si babu masak apa ya?"tanya Sam seraya mrngendarai mobilnya
Ayana yang berendam tidak sadar kalau dirinya sudah tertidur.Inilah salah satu kebiasaan Ayana yang bisa tidur di dalam bak mandi
"Akhirnya sampai juga."ucap Sam yang memarkirkan mobilnya di dalam garasi
Ayana masih tertidur pulas di dalam bak mandi
"Pintunya terkunci,syukurnya aku bawa kunci."ucap Sam yang membuka pintu
"Kenapa sepi sekali,dimana babuku
babuuuuu...babuuuuu."ucap Sam seraya mencari keberadaan Ayana
Sam mencoba mencari di kamar mandi juga gak ada,di kamar Ayana juga gak ada,di dapur apalagi juga gak ada
"Kemana ya si babu itu,apa dia kabur ya karena pekerjaan hari ini benar benar berat."ucap Sam yang masuk ke dalam kamar dan membuka sepatunya
"Tapi masa iya sih,dia kalah gara gara kuberikan kerjaan berat,rasanya masih batasan wajar."ucap Sam yang masih berpikir seraya melepaskan pakaiannya
"Kasian juga tuh anak padahal belum gajian dia sudah nyerah,ya sudahlah,sebaiknya aku mandi dulu."ucap Sam yang sudah mengenakan handuk dan masuk ke dalam kamar mandi
Ayana yang masih tertidur benar benar tidak merasakan ada seseorang yang masuk ke dalam kamar mandi,saat Sam mulai membuka kran shower,air percikannya mengenai wajah Ayana yang membuat Ayana terbangun dari tidurnya
"Ada air,banjir...banjir."teriak Ayana yang tanpa sadar ada Sam yang melihat dirinya tanpa sehelai pakaian,syukurnya bagian tubuhnya tertutupi dengan busa sehingga tidak begitu terlihat
Ayana yang melihat kehadiran Sam semakin menambah kepanikan dan berupaya menutupi bagian sesintifnya dengan tangannya
"Kau lihat apa,sekarang juga kau balikkan badanmu."ucap Ayana yang menyuruh Sam untuk berbalik badan
Sam yang masih terkesima dengan sesuatu yang barusan dilihatnya dengan spontan membalikkan tubuhnya
"Awas kau ya jangan mengintip."ucap Ayana yang mangambil handuknya dan berusaha menutupi tubuhnya dengan handuk bermodel piyama
"Apakah kau sudah siap."ucap Sam yang masih membelakangi Ayana
"Ya aku sudah siap."ucap Ayana yang bergegas meninggalkan kamar mandi dengan berlari sampai membuatnya terjatuh karena terpleset
"Aduh...sakit,kakiku."ucap Ayana kesakitan
"Apa kau tidak apa apa."ucap Sam yang menghampiri
Ayana yang ditanya ,wajahnya sudah merah padam menahan rasa malu dan rasa sakit kaki nya yang terkilir
"Sepertinya tidak kakiku terkilir."ucap Ayana yang berusaha untuk bangkit tapi terjatuh juga
"Sini aku bantu."ucap Sam yang mengulurkan tangannya,karena Ayana tidak ada pilihan yang lain akhirnya menerima bantuan dari Sam dengan memegang tangan Sam
Pelan pelan Ayana mencoba untuk berdiri,tangan kanan Ayana yang dipegang Sam dan tangan kiri Ayana menjadi tumpuan untuk berdiri,tapi sayang,tiba tiba saja tangan Ayana terlepas karena terlalu licin untuk dipegang,yang sampai pada akhirnya tangan Ayana bertahan pada handuk yang dipakai dipinggang Sam
Handuk yang menutupi bagian sensitif Sam akhirnya terlepas dan jatuh ke lantai.Kejadian itu membuat mata Ayana pun terbelalak dan segera menutup matanya
"Kau ini apa apaan sih."ucap Sam yang bergegas mengambil handuknya dan segera memakainya
"Duh malunya aku."ucap Ayana yang mencoba berdiri sendiri dengan sekuat tenaga dan berjalan dalam keadaan pincang
"Ini benar benar memalukan."gumam Sam seraya masuk ke dalam kamar mandi
"Ya ampun Ayana,apa yang barusan tadi,huh...benar benar memalukan."gumam Ayana yang masuk ke kamar mandi untuk membilas tubuhnya
Kejadian sore ini telah membuat Ayana dan Sam menjadi malu setengah mati.Setidaknya apa yang terjadi barusan menjadi hitungan yang seri bagi mereka berdua
Setelah selesai mengganti pakaian Ayana pun bergegas menuju dapur untuk menyiapkan makan malam,malam ini Ayana hanya bisa membuat pasta
"Apakah kau sudah menyiapkan makan malam?"tanya Sam yang sudah berada dibelakang Ayana
"Oh ya bos,sudah,ni mau kubawa ke meja makan."ucap Ayana yang berjalan pincang
seraya membawa dua piring pasta ke meja makan
"Sepertinya kaki mu masih sakit,sini piringnya biar aku saja yang bawakan."ucap Sam yang mengambil piring yang dipegang Ayana
Saat ini Ayana benar benar tidak berani menatap Sam,rasa malunya masih mendominasi diantara mereka berdua,Sam masih bisa mengendalikan perasaannya
"Ayo makan."ucap Sam seraya menempatkan pasta di atas meja
"Iya bos."ucap Ayana yang masih tersipu malu
Mereka pun menikmati makan malam dengan suasana yang sunyi senyap hanya sendok dan garpu menjadi irama sepanjang mereka makan
Setelah selesai makan,Sam yang merapikan meja makan dan membersihkannya,Ayana hanya membantu sedikit di dapur
"Kau istirahatlah."ucap Sam dengan santai dan berjalan menuju kamarnya
"Baiklah bos."ucap Ayana yang masih menundukkan kepalanya
Di dalam kamar masing masing,Ayana masih mengurut urut kakinya yang terkilir sedangkan Sam masih memikirkan kejadian tadi sore seraya mengambil obat yang ada di dalam lemari
"Aduh kalau sudah seperti ini aku harus bagaimana,mengingat kejadian sore tadi benar benar memalukan.Aaaaaaa,mataku sudah tidak perawan lagi."ucap Ayana yang bergidik mengingat penampakan tadi sore
"Apakah kau sudah tidur?"tanya Sam dibalik pintu kamar Ayana
"Belum bos."ucap Ayana seraya membuka pintu kamar
"Keluarlah."ucap Sam yang mengajak Ayana untuk keluar kamar
"Ada apa bos?"tanya Ayana penasaran seraya mengikuti Sam
"Duduklah."ucap Sam yang mempersilahkan Ayana untuk duduk di sofa
"Baik bos."ucap Ayana yang langsung nurut dan duduk di sofa
"Mana kakimu yang sakit?"tanya Sam
"Yang ini bos."ucap Ayana yang menunjuk kakinya yang sakit
Langsunglah Sam mengambil obatnya dan mengoleskan ke kaki Ayana yang terkilir dan mengurutnya dengan perlahan
"Aduh bos,jangan lakukan ini biar aku saja bos."ucap Ayana yang semakin malu dan mencoba melepaskan tangan Sam dari kakinya
"Sudah diamlah,gimana sudah mendingan."tanya Sam
"Sepertinya sudah bos,terima kasih ya."ucap Ayana seraya mengerak gerakkan kakinya
"Aku tidak ingin kau berlama lama dalam sakitmu,karena aku bisa rugi,jadi kalau kau sudah sehat,kau bisa langsung bekerja."ucap Sam yang berdiri dan duduk di sofa
"Huh,aku kira akan dapat libur karena kakiku terkilir."gumam Ayana
"Baik bos."ucap Ayana
"Kejadian tadi sore jangan kau ingat ingat lagi."ucap Sam
"Iya bos,sebaiknya tidak usah diingat ingat lagi karena sebenarnya posisi kita impas,aku lihat bagian diri mu bos,dan kau lihat bagian dari diriku."ucap Ayana yang masih menundukkan kepalanya karena tidak berani menatap Sam
"Ya sudah jangan diperpanjang lagi sekarang istirahatlah."ucap Sam yang berjalan menuju kamar
"Baik bos."ucap Ayana yang juga masuk ke dalam kamar
Bersambung
suka deh sama alurnya.
buat lainnya mampir juga di karyaku MY SILLY LOVER dan CLARISYA... di tunggu like and coment. makasih
Semangat, Thor