NovelToon NovelToon
Become An Agent

Become An Agent

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Misteri / Horror Thriller-Kejahatan Kriminal / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: EijEnEs

Volume 1- End

Seorang anak perempuan mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjadi agen rahasia. Sifatnya yang sedikit dingin menjadi daya tarik tersendiri untuk orang lain.

kebiasaannya yang lebih menyukai kesendirian dan tak suka suara bising bertentangan dengan resiko menjadi agen rahasia yang mana hari-harinya akan di penuhi serencengan peluru yang memekakkan telinga.

Pertemuan secara tak sengaja dengan agen CIA yang melihat kemampuannya dalam menganalisa sesuatu mampu menarik perhatian salah satu agensi paling terkemuka di dunia.

Pelatihan keras dengan gaya militer yang ia jalani berhasil membuatnya menjadi wanita tangguh dan kuat. Berbagai latihan baik fisik maupun mental terus ia tekuni untuk menggapai apa yang ingin ia penuhi.

Berbagai pertarungan hidup dan mati harus di hadapinya setiap kali menjalankan misi. Menemukan banyak misteri dan teka-teki dengan berbagai petualangan terus membuka matanya agar lebih mengenal dunia.

Warning!!!!
Di beberapa chapter akan ada adegan kekerasan. Mohon tanggapi ini dengan bijak.
Note:
Bukan novel terjemahan. Di larang menjiplak.
Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EijEnEs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CIA

Keesokan paginya, Chelsea bangun dan dia mendapati Ana yang sudah menyiapkan sarapan berupa nasi goreng yang tersaji di atas meja.

"Maaf karena aku bangun kesiangan." Ucap Chelsea tak enak hati.

"Tak apa kau pasti lelah karena kemarin kita tiba jam sembilan malam apalagi kau yang menyetirnya." Sahut Ana sambil tersenyum.

Mereka pun akhirnya sarapan bersama, hanya suara sendok yang memecah keheningan. Sebenarnya Ana agak canggung dengan sikap Chelsea yang hanya bicara seperlunya saja namun dia sedikit paham kenapa Chelsea bersikap seperti itu.

"Baiklah ayo kita bersiap pergi ke kantor CIA." Tutur Ana yang sudah menyelesaikan makannya.

Chelsea membersihkan dirinya lalu memakai pakaian yang sudah rapi, dia memakai baju putih lengan panjang yang di masukkan kedalam celana berwarna hitam. Rambutnya ia biarkan tergerai dan menyelipkan rambut sebelah kiri di belakang telinganya.

Mereka menaikki mobil Ana menuju ke kantor CIA yang berjarak sekitar beberapa km dari apartemennya dan sampailah mereka di kantor CIA. Chelsea melihat bangunan itu dengan mata yang terlihat menyipit sambil tersenyum tipis. Dia mengikuti langkah kaki Ana menuju ke sebuah ruangan yang ada dalam gedung itu.

Ana membuka pintu ruangan lalu terlihatlah seorang wanita yang sedang duduk di sebuah kursi, wajahnya tegas dan tatapan matanya tajam. Ana mengajak Chelsea masuk lalu menyapa wanita tersebut.

"Hai Myra maaf aku baru membawanya sekarang, kemarin kami pulang larut malam jadi dia menginap di apartemenku dulu." Ucap Ana menjelaskan.

"Ya tak apa aku mengerti." Ucap Myra lalu pandangannya jatuh pada Chelsea yang berdiri di belakang Ana.

"Selamat datang di kantor CIA. Aku Myra, salah satu orang yang bertugas memberi misi pada beberapa agen." Ucapnya sambil berdiri lalu menjabat tangan Chelsea.

"Namaku Chelsea, aku yakin kalian pun sudah tahu banyak tentangku. Terimakasih atas sambutannya Nyonya Myra." Ucap Chelsea sambil tersenyum dan menyambut jabat tangan Myra.

"Tak perlu memanggilku Nyonya, kau bisa memanggil namaku, aku lebih suka di panggil seperti itu. Baiklah silahkan duduk." Ucap Myra dan Chelsea pun mengangguk lalu duduk di depan Myra sementara Ana duduk di sofa sekat jendela yang tak jauh dari mereka.

"Sebelum aku menjelaskan program latihanmu, kau bisa memakai apartemen barumu untuk meletakkan barang-barang yang kau bawa, dan juga kau akan memakai nomor baru dan handphone khusus. Kau bisa memberikan handphone mu itu ke bagian teknis di sini. Mereka bisa mengirimkan pesan pada sahabatmu yang mana pesan itu takkan bisa di lacak untuk keselamatan mu sendiri. CIA memberikan ini untuk fasilitasmu dan juga ada mobil jika kau ingin pergi. Kau bisa mengambil mobilmu di tempat yang akan di tunjukkan Ana." ucap Myra sambil menyerahkan kartu khusus untuk akses masuk ke apartemen barunya dan juga kunci mobil lengkap dengan kotak yang berisi handphone baru.

"Terimakasih Myra." ucap Chelsea pelan.

"Tak masalah. Oh iya ku dengar kau juga berbakat dalam dunia cyber, kau juga bisa mempelajarinya dan kami pun akan memberikan akses tak terbatas." ucapnya sambil menatap Chelsea serius.

"Selama berlatih kau akan di didik secara keras untuk melatih fisik dan mentalmu. Aku memberikan waktu khusus untukmu berlatih selama 1 tahun, biasanya orang lain membutuhkan waktu lebih, namun melihat bakatmu yang sudah bisa menganalisa dan mengandalkan instingmu kurasa waktu yang ku berikan cukup bukan? Lalu setelah kau menyelesaikan latihanmu aku akan mulai memberimu beberapa misi, dan untuk misi pertama kau akan tetap di awasi oleh agen yang sudah cukup berpengalaman." lanjutnya, Myra lalu menjelaskan apa saja yang harus Chelsea pelajari selama 1 tahun ini.

Tak lama pintu ruangan terbuka dan masuklah Darren serta Alice ke ruangan Myra. Chelsea menaikkan alisnya saat melihat Alice, reaksi yang unik karena Chelsea seolah tak terkejut.

"Ternyata kau agen CIA." sahut Chelsea sambil menatap Alice.

"Hhehe iya, tapi sepertinya kau tak terlalu terkejut melihatku disini." ucap Alice dan Chelsea hanya tersenyum samar, dia lalu pamit pergi di antar Ana untuk ke bagian teknis lalu membantunya memindahkan barang ke aprtemen baru dan juga mengantarnya mengambil mobil yang merupakan fasilitas dari agensi itu sendiri.

"Ada apa Alice?" tanya Myra saat melihat map yang di bawa Alice.

"Ini daftar orang yang usahanya mulai di curigai oleh CIA bahwa mereka mulai menjalankan bisnis ilegal yang beroprasi di beberapa belahan Amerika, kau bisa membacanya sendiri." ucap Alice sambil menyodorkan map yang dibawanya.

"Myra kapan Chelsea mulai bekerja?" Darren yang sejak tadi diam angkat bicara.

"Tentu setelah dia selesai berlatih." jawab Myra sambil mulai membaca map yang di berikan Alice

"Berapa tahun dia akan berlatih?" tanya Darren lagi.

"Sekitar 1 tahun." ucap Myra santai.

"What?! Hanya 1 tahun? Bukankah banyak yang harus dipelajari? Jika dia hanya berlatih kurang dari seharusnya bukankah itu artinya sama saja membahayakannya?" seru Darren dengan kening berkerut.

"Kau yang pertama memberi tahu tentangnya padaku dan kau juga yang bilang bahwa kemampuannya di atas rata-rata, dia hanya tinggal di latih fisik agar lebih kuat dan melatih mentalnya agar tak mengalami shock jika melihat orang mati dengan tangannya sendiri." ucap Myra sambil menatap tajam Darren yang seketika terdiam. Dia melanjutkan membaca dokumen itu.

"Hmmm Edward anak pebisnis ilegal bukan? Kurasa Chelsea belum tahu dan sebaiknya jangan beri tahu dia masalah ini untuk sementara atau ini akan menganggu latihannya. Lagi pula informasi yang kau berikan juga belum sepenuhnya lengkap, kita harus lebih meneliti lagi masalah ini dan keterlibatan mereka dengan para pebisnis lainnya yang terlibat transaksi ilegal." ucap Myra pada dua agen di hadapannya dan dua orang itu mengangguk mengerti.

Chelsea di antar ke ruang teknisi terlebih dulu oleh Ana yang ternyata terpisah dengan pusat komando. Dia lalu menyerahkan ponselnya pada salah satu petugas yang ada disana lalu petugas itupun melalukan apa yang Chelsea pinta.

"Jadi mereka merusak sistem lokasi di ponselku lalu menyalin program baru yang mereka buat dimana program itu menampilkan peta yang di rancang mereka sendiri dengan sedemikian rupa dan memasangnya di handphone ku agar bisa menyamarkan lokasi. CIA benar-benar menarik." ucap Chelsea dalam hati sambil tersenyum tipis saat melihat cara kerja bagian teknisi itu, dia lalu mengambil handphone nya kembali.

***

California, Los Angeles, Amerika Serikat.

Meghan terus mencoba menelpon dan juga mengirimkan pesan pada Chelsea namun sia-sia karena tak mendapat balasan, ia yang mengkhawatirkan sahabatnya itu pun langsung pergi ke asramanya namun, saat dia menanyakan pada penjaga yang ada disana, penjaga itu mengatakan bahwa Chelsea pergi entah kemana. Meghan pun hanya bisa pulang dengan raut wajah tidak puas.

Keesokan harinya sekitar jam 9, Meghan yang masih khawatir pada Chelsea kini terlihat membaca pesan yang di terimanya.

@Chelsea:

[ Hai Meg maaf baru mengabarimu, aku kemarin pergi ke suatu tempat karena ada pekerjaan baru dan sepertinya akan lama disini. Kau tak perlu mencariku karena aku akan selalu menghubungimu. Kemarin aku terburu-buru pergi dan lupa mengirimkan pesan padamu. ]

@Meghan:

[ Oh syukurlah kau baik baik saja, aku mencarimu kemarin. Baiklah kalau begitu Chel semoga pekerjaanmu sukses. ]

Meghan tersenyum lega melihat room chat nya dengan Chelsea. "Sepertinya dia memang sedang benar-benar sibuk sampai tak sempat mengirim pesan padaku." gumamnya dalam hati.

1
marchang
baguss banget plissss thorr
Amoura
suka banget sama cerita sampe udah dia kali baca 😭🥰
lady nana
nangis bgt🥺
zkiafslll
Biasa
Nur Kediri
keren
Nur Kediri
suka sama ceritanya
Carissa Chan
Ngakak, denger si jierui bilang gitu sumpah 🤣🤣🤣
HNF G
sdh ada vol 2 nya kah?
HNF G
😭😭😭😭😭
HNF G
pasti punggung hansel
HNF G
pasti hansel
HNF G
delwyn atau hansel?
HNF G
ganggu aja nih si gavin. orang lg ada misi koq ditelp2😒
HNF G
aq curiga si delwyn hackernya, dia dendam sm CIA
HNF G
hackernya cewek? siapakah dia? apakah hacker dr CIA yg jd pelatihnya chelsea? 🙄🤔
HNF G
nasipmu sungguh2 tragis han, lbh baik kuburan saja cintamu dlm2 biar gak terluka lg.
HNF G
hahahaha......kelakuan chelsea memang benar2 diluar nalar😂😂😂😂
HNF G
haaiisshh.... pusing deh, gak sanggup otakku buat mencerna😅😅😅
HNF G
apakah chelsea akan kecewa krn ternyata kopernya kosong gak ada uangnya?
HNF G
apakah hackernya hansel sendiri yg pura2 bego?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!