NovelToon NovelToon
Suami Tampanku.

Suami Tampanku.

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: selvi serman

"Menikahlah segera jika ingin menepis dugaan mama kamu, bang!."perkataan sang ayah memenuhi benak dan pikiran Faras. namun, bagaimana ia bisa menikah jika sampai dengan saat ini ia tidak punya kekasih, lebih tepatnya hingga usianya dua puluh enam tahun Faras sama sekali belum pernah menjalin hubungan asmara dengan wanita manapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara berdalih.

Setelah membaca pesan dari Inara, Faras pun memilih melanjutkan langkah menuju lift petinggi perusahaan yang akan membawanya ke lantai dasar.

"Kau pulanglah! Aku juga akan pulang sekarang!." ucap Faras pada asisten Fazal setibanya mereka dilantai dasar.

"Baik, tuan." patuh asisten Fazal. Namun begitu, Asisten Fazal baru ingin meninggalkan perusahaan setelah menyaksikan mobil tuannya itu berlalu. Buktinya, asisten Fazal masih terus setia berjalan dibelakang langkah Faras ketika tuannya itu hendak memasuki mobilnya.

Ya, mulai hari ini Faras berencana mengemudikan mobilnya sendiri tanpa bantuan sopir ataupun asisten pribadinya untuk berangkat dan pulang kerja. Sepertinya pria itu tidak ingin ada yang mengganggu kebersamaannya di mobil bersama sang istri.

Setelah duduk di balik kemudi, Faras kembali mengeluarkan ponsel dari saku jasnya. Mengecek lokasi GPS yang terpasang di ponsel sang istri. setelah mengetahui posisi sang istri, Faras langsung menghidupkan mobilnya dan berlalu meninggalkan area parkiran khusus petinggi perusahaan dan pergi ke lokasi GPS yang menunjukkan keberadaan ponsel Inara.

Faras menepikan mobilnya di jalan yang tak jauh dari Taman. dari balik kaca mobilnya Faras menyapu pandangan mencari keberadaan Inara. uasana taman tidak terlalu ramai sehingga memudahkan Faras menemukan keberadaan istrinya yang kini duduk termenung di kursi besi yang ada di bawah pohon pelindung yang lumayan rindang daunnya. Ia pun turun dari mobil hendak menghampiri sang istri. di dalam hati Faras saat ini masih bertanya-tanya mengapa istrinya ada di taman sementara pesan yang dikirim Inara tadi mengatakan ia ingin membeli keperluan pribadinya. Tidak mungkin kan supermarket sudah pindah ke taman.

"Gunakan? Tidak? Gunakan? Tidak? Gunakan? Tidak?." dari jarak yang sudah cukup dekat Faras mendengar Istrinya bergumam demikian sehingga pria itu diselimuti rasa penasaran, Terlebih Inara terlihat seperti sedang frustasi. Posisi Inara saat ini membelakangi posisi datangnya dirinya.

"Mas Faras...?." wajah Inara langsung pucat pasi menyaksikan tubuh tinggi tegap yang kini berdiri dihadapannya. Wanita itu sontak berdiri dengan kondisi gelagapan, menyembunyikan benda yang ada di genggamannya di belakang punggungnya dan itu berhasil memancing kecurigaan dihati Faras.

Faras mengintip ke arah tangan Inara yang kini disembunyikan dibelakang tubuhnya. cukup lama Faras berada dalam posisi yang sama, sampai dengan beberapa saat kemudian kembali mengalihkan pandangannya pada Inara. "Kemari kan!." Faras mengulurkan telapak tangannya ke hadapan Inara.

"Bukan apa-apa kok, mas?." tubuh Inara semakin menegang. Takut-takut Faras mengamuk atau bahkan sampai menyeretnya setelah melihat apa yang disembunyikannya di belakang punggungnya.

Pada akhirnya Inara menyerah dan perlahan bergerak menunjukkan benda di genggamannya dihadapan Faras ketika tatapan pria itu sudah mulai terlihat berbeda.

Mati aku, Inara bicara dalam hati saat Faras mengetatkan rahang melihat benda itu. Suara dering ponsel yang berasal dari tas Inara membangunkan Inara dari lamunannya.

"Mbak Yuni."melihat nama salah satu pegawai SJ group yang merupakan satu-satunya teman dekatnya di kantor tiba-tiba sebuah ide tercetus dibenak Inara. tanpa membuang waktu ia segera menggeser ikon hijau di ponselnya guna menerima panggilan telepon dari wanita itu.

"Iya mbak, aku sudah membeli pesanan mbak. mana mungkin aku lupa." Inara berusaha mengukir senyum senatural mungkin.

"...."

"Tidak perlu merasa tidak enak hati mbak. akan aku berikan besok di kantor ya." lanjut Inara sebelum mematikan ponselnya sehingga membuat seseorang diseberang sana hanya bisa melongo akibat perkataan Inara yang membingungkannya. Titipan, memangnya aku titip apa ke Inara? perasaan aku nggak nitip sesuatu ke Inara? Seperti itu Kira-kira kebingungan yang menyelimuti Yuni setelah panggilan telepon terputus.

"Maafkan Inara, mbak." batin Inara memejam mata singkat sebelum memasuki kembali ponselnya ke dalam tasnya.

"Maaf mas, ini titipan mbak Yuni." kembali Inara mengukir senyum senatural mungkin dengan harapan suaminya percaya.

Ampuni hambamu ini Tuhan, sudah berbohong pada suami hamba. tapi semua ini terpaksa, daripada harus menghadapi amukan mas Faras. Di dalam mobil Inara sibuk komat-kamit dalam hati memohon ampunan dari sang maha pencipta atas kebohongannya. Melihat perubahan di wajah Faras ketika melihat pil kontrasepsi di taman tadi berhasil merubah keputusan Inara. sepertinya rasa takutnya akan kemarahan Faras jauh lebih besar ketimbang rasa ketakutannya untuk hamil.

"Ada apa?." Faras melirik pada Inara yang sejak tadi hanya diam saja, menatap ke arah jalanan.

"Bukan apa-apa kok mas." Inara menepis ketegangan dihatinya. Bagaimana tidak, saat ini Faras mengajaknya ke rumah Yuni guna mengantarkan pil kontrasepsi yang kabarnya titipan wanita itu. ketegangan Inara semakin bertambah saat mobil suaminya hampir tiba di depan rumah Yuni, begitu pun dengan irama jantungnya yang semakin berdegup kencang, khawatir Yuni akan mengelak akibat kebingungan. Ingin berkirim pesan pada sahabatnya itu khawatir ketahuan Faras karena suaminya itu sepertinya belum sepenuhnya percaya dengan alasannya, buktinya sejak tadi suaminya itu terus memperhatikan gerak-geriknya dengan ekor matanya.

"Bisa-bisa aku beneran diseret pulang sama mas Faras kalau mbak Yuni mengelak nantinya. Argh....." Inara benar-benar frustasi akibat keputusannya membeli pil kontrasepsi. padahal sudah terang-terangan Faras mengatakan tidak menginginkan adanya drama-drama pil kontrasepsi.

"Inara..." setelah menekan bel beberapa kali, pemilik rumah pun membukakan pintu. Yuni sudah berdiri di ambang pintu. sesaat kemudian wanita itu menangkap keberadaan Faras berdiri di samping pintu mobilnya dengan kedua tangan di dalam saku celananya. "Selamat sore, tuan Faras." sejenak Yuni terdiam. "Silahkan masuk Inara...tuan Faras..." dengan sedikit canggung Yuni mempersilahkan tamunya masuk ke dalam.

"Terima kasih." sahut Faras menghargai.

Sepertinya sekarang Yuni mulai memahami situasi yang ada.

"Maaf ya Ra, mbak sudah merepotkan kamu."

Perkataan Yuni ibarat hujan di tengah musim kemarau bagi Inara. Sungguh, Inara merasa sangat bersyukur karena hari ini Yuni sudah menjadi malaikat penolong baginya. teman sekaligus seniornya dikantor tersebut nampaknya peka dengan situasi. Biarlah besok Yuni mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan, setidaknya hari ini ia berhasil lolos dari kemarahan suaminya, begitu pikir Inara.

"Sama sekali tidak merepotkan kok mbak. Maaf ya kami tidak bisa lama-lama soalnya mama mertua pengen kamu segera pulang." Inara beralasan, ia cukup peka jika suaminya tidak ingin berlama-lama di rumah sahabatnya itu.

Setelah menyerahkan pil kontrasepsi yang masih tersegel tersebut kepada Yuni, Inara pun pamit undur diri.

Kau berhutang penjelasan padaku Inara, kurang lebih seperti itu arti dari sorot mata Yuni sebelum Inara meninggalkan rumahnya beberapa saat lalu.

"Lain kali jangan repot kan dirimu untuk orang lain! meskipun hubungan kalian cukup dekat bukan berarti dia boleh seenaknya saja meminta tolong padamu. temanmu itu juga harus tahu batasannya. Kamu itu istriku, aku tidak suka istriku diperintah seperti itu, sekalipun oleh temannya sendiri. Untuk kali ini aku akan memaafkan kelancangannya tapi tidak untuk lain kali." tegas Faras.

"Maaf, mas." sebenarnya maaf yang diucapkan Inara di sini lebih mengarah pada kebohongannya kepada sang suami.

"Maafkan aku, mbak Yuni." sesal Inara. Ia sungguh menyesali tindakannya yang secara tidak langsung merugikan Yuni.

1
Violet
Yg ga waras bkn Yumi tp Gilang! Andaikata Faras dekatin Yumi yg ada endingnya mlh makin tebal cintanya & menggila obsesinya ke Faras! Org waras aja bisa makin dlm cintanya ke seseorg lah apalg ini yg divonis jiwanya terganggu bisa2 Faras yg dimatiin biar ga ada yg bisa munyain Faras!
Marina Tarigan
kok gilsng kekeh kali menjebloskan cleaning servis sih vilang memang sih kurang hati2 ksrena tempatnya bekerja dihuni orang gila berapa wanita yg mau sakiti gilang margin inara vleanig servis semoga dgn egois mu itu kamu akan menerima balasan seperti yumi otu
Marina Tarigan
lebih baik mati karena dari segala sisi yumi hanya menyusahkan orang2 disekitarnya kesembuhan bahi yumi tdk bisa lagi akibat terlampau banyak situadi yg menggrogoti ulahnua dan akibat perilakunya juga kelewat batas dan semua yg dia sakiti mendpt kebahagiaan semuanys
Marina Tarigan
rupanya ada wanita menghalakan degala cara utk mencspai cita2nua ada korban tap berbalik padanya lebih parah
Marina Tarigan
sebaiknya hamil yumi itu digugurkan kalau hamil dibiarkan bisa berbahaya bagi anak dan yumi karena hilanya ngamuk2 terus
Marina Tarigan
apa boleh buat tak usah disesali mungkin darah anak kembar syah setelah berubah jadi drakula yg membawa malapetaka bagi mereka berdua mudah2an gilang darah daging ayah berubah karen ketulusan hati margin dan ibunya kalau yumi mati di rmh sakit jiwa akhirny karena dia menginginkan sesuatu yg bukan haknya dan sdh menghancurkan orang baik2
Marina Tarigan
wah awalnya kita kira Margin itu jelek gigi tonggos pendek wajah kusam tdk menarik mknya gilang sangat benci padanya rupanya cantik lemah lembut pintar jadinya perbuatan biadap gilang membawa berkah luar biasa bagi margin dan Arga bahagia dan langgeng rmh tgganya kedepan
Marina Tarigan
kalian sepadan Arga Margin orang yg disakiti manusia biadap akan bahagia kedepannya
Marina Tarigan
nantinya pasti ayahnya Arga akan beri tahi Arga kelakuan Mirna di luaran sana sebgi pelavur kls tinggi ug serong ber ganti2 pria masjk hotel pria baik pasangamnya wanita baik2
Marina Tarigan
kehidupanmu dgn Margin nantinys kamu mdpt cinta sejst Arga katena Margin adalaj wanita baik2
Marina Tarigan
salah orang deh gilang mengorban kan 2 orang ke jurang malapetaka kasiham marhin
Marina Tarigan
tapi ada juga anehnya kok Faras dan keluarganya ada dirmh tdk mencari istrinya apa ada yg melapor inara sdh terlepas dari sekapan yumi
Marina Tarigan
sebentar lagi riwayatmu tammat yumi sm keluargamu juga akan kena kau terlibat penipuan pencurian di rmh Bsyu penculikan dan penyiksaan terhadap orang yg sangat berharga dimata Fatas dan keluarganya
Marina Tarigan
walaupun kamu sekap inara yummy Faras akan membunuhmu kalau kau dekati faras sebentar lagi tammat riwatmu
Marina Tarigan
mknya sangat sayang kpd saudara sangat patut tspi kalau teerlaammpau sayang akibatnya dibodohi sampai harga diri dipertaruhkan
Marina Tarigan
manusi nya ada yg gila ada yg sangat bodoh ada yg gatal lengkaplah
Marina Tarigan
si bayu ini dr beneran atau dr abal2 kok sampai segiyu jauh mau membantu kegilaan yumi
Marina Tarigan
lagi dr monyet mengikuti wanita psikopat d
Marina Tarigan
gilang laki2 aneh tdk waras masa suami orang disuruh dekat sama yumi wanita gatal itu kalsu adikmu itu cinta mati sm Pres Bill Clinton kamu juga bujuk presiden itu dan istrinya Hillary utk meluk2 cium2 humi orsng gila itu gilang kamu kebangetan membela yumi itu lebih baik kamu nikahi adikmu itu jgn ganggu rmh tgga orang yg gila itu justru kamu faras kamu hina serendah itu buang saja adikmu itu ke jurang sana selesai
Marina Tarigan
ada juga otaknya sdh keluar dari raganya ya masa mau menyuruh seorang ceo perusahaabesar mengjibur orang gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!