(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 17 - Menuju Masion
Hari ini setelah tiga hari Hilya diperbolehkan pulang ke rumah, ia tengah duduk di bibir ranjang pasien Hilya terlihat menggunakan pakaian biasa. Ibunya sedang membereskan barang barang Hilya yang ada di rumah sakit.
Clekk
Nampak Gian dan kedua orang tuanya datang memasuki ruangan Hilya.
"Selamat pagi semuanya" Sapa Gian pada semua orang yang ada disana.
"Pagi juga nak Gian"
"Apakah semuanya sudah selesai?" Tanya Gian
"Sudah, tadi juga dokter sudah memeriksa kondisi Hilya dan sekarang kami hanya sedang mengemasi barang barang saja" Jawab Arga
"Baiklah kalau begitu, sebaiknya barang barang ini tidak usah dibawa ke masion karna saya telah menyiapkan semua kebutuhan Hilya disana" Jelas gian pada kedua orang tua Hilya.
Arga dan Rita pun menganggukkan kepala, sepertinya memang Gian sudah benar benar mempersiapkan kedatangan Hilya disana.
"Nak Gian tolong jaga Putri kami ya, kami akan secepatnya menyelesaikan semua masalah pekerjaan di luar kota dan setelah semuanya selesai kami akan segera kembali untuk menjemput Hilya. Kami percayakan padamu nak Gian" uYcap Arga sambil menepuk nepuk bahu gian
"Om tidak perlu khawatir saya akan merawat Hilya dengan baik sampai pulih, sekarang Om dan Tante hanya perlu fokus pada pekerjaan saja"
"Iya yang dikatakan Gian benar, kalian tidak perlu khawatir kami juga sesekali akan berkunjung ke masion Gian untuk menjenguk Hilya" Ucap Dewi yang juga membuka suara.
"Terima kasih jeng atas bantuannya" Ucap Rita pada Dewi.
"Sama-sama, kalian tidak perlu sungkan. Saya dan suami saya sudah menganggap Hilya seperti anak kami sendiri"
•
•
•
•
Kini semuanya telah berkumpul di depan rumah sakit, Hilya duduk dikursi roda. Mereka menunggu mobil untuk menjemput mereka.
"Nak kamu baik baik disana ya, harus rajin terapi dan jaga kesehatan kamu, jangan buat nak Gian repot. Kami akan segera menyelesaikan pekerjaan kami" Ucap Arga pada Hilya sambil mengelus ngelus rambut Putri kesayangannya itu.
"Maaf kami harus pergi dulu, Mamah janji akan selalu menghubungi kamu untuk mengetahui kondisi kamu ya nak" Rita dan Arga pun memeluk Hilya bersamaan.
"Iya mah pah, kalian juga jaga kesehatan jangan terlalu capek dan jangan terlalu memikirkan Hilya karna Hilya pasti baik baik saja." Ucap Hilya di sela sela pelukannya.
Suasana haru pun menyelimuti keluarga tersebut. Mereka pun melepaskan pelukannya karena mobil Gian sudah tiba, Hilya pun dibantu Gian untuk memasuki mobil tersebut.
"Dah Mah Pah" Ucap Hilya sambil melambaikan tangan pada orang tuannya.
"Dah sayang" Ucap Rita dan Arga bersamaan sembari melambaikan tangannya juga.
•
•
•
•
Didalam mobil
Didalam mobil Gian sudah ada David yang menyetir mobil sedangkan Gian dan hilya duduk di kursi penumpang.
"Aku harap kamu bisa nyaman saat tinggal di masion ku" Ucap Gian memecahkan keheningan.
"Iya, saya harap juga seperti itu. Terima kasih Bapak sudah mengizinkan saya tinggal di masion" Ucap Hilya sembari tersenyum tipis pada Gian.
"Sama-sama, oh iya perkenalkan dia David Asisten ku, jadi jangan heran jika nanti kamu selalu melihatnya bersama ku" Ucap Gian memperkenalkan David pada Hilya
"Hallo nona, perkenalkan saya David maaf saya belum bisa menjenguk Nona saat di rumah sakit" Ucap David yang melihat ke kaca mobil untuk melihat Hilya.
"Iya tidak apa apa asisten David, senang berkenalan dengan anda" Ucap Hilya sembari tersenyum pada David.
Sepertinya orangnya baik, cantik pula. apakah tuan akan jatuh cinta pada Nona ini?. batin daYvid
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe