NovelToon NovelToon
Terjebak Bersama Sang Iblis

Terjebak Bersama Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Romansa Fantasi
Popularitas:350.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: sweetsugar

Hermia Selena kembali bertemu dengan Eros William, pria yang pernah menolak pernyataan cintanya semasa SMA. Saat itu Selena hanya seorang gadis cupu yang tidak mempunyai teman dan sering dijadikan korban bully oleh beberapa siswa, termasuk Eros.

Selang beberapa tahun, Eros kembali dari Oxford dan menemukan Selena yang kini berprofesi sebagai seorang model majalah dewasa. Bak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, Eros sengaja menyeret Selena untuk membalaskan dendamnya pada sang mantan kekasih yang menikah dengan kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweetsugar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 17

Selena membiarkan para pelayan membawa kopernya ketika ia dan Eros kembali ke rumah. Setelah kejadian dimana Eros hampir kehilangan nyawa, pria itu menjadi lebih pendiam. Mereka pulang lebih awal dari hari yang dijadwalkan dan tampaknya Eros sudah tidak peduli lagi tentang acara menguntit Alex dan Emilia.

Selena menatap punggung Eros ketika pria itu menyerahkan jasnya pada salah seorang pelayan dan menaiki tangga dengan langkah cepat. Sepertinya para pelayan menyadari gelagat aneh Tuannya, karena Selena melihat beberapa pelayan melirik ke arahnya dengan raut bingung.

***

Eros memejamkan mata sembari menikmati tetesan air yang jatuh dari shower di atas kepalanya.

Hatinya masih sakit, tapi api yang berkobar dalam dadanya seolah redup. Bahkan ketika ia berpapasan dengan Emilia dan Alex sebelum keluar dari hotel, ia tak merasakan apapun. Benci yang begitu besar seolah hilang tertiup angin, pergi entah kemana. Dan yang membuatnya bingung, Eros tidak tahu mengapa ia bisa menjadi seperti ini...

Setiap kali ia mencoba memejamkan mata, bayangan wajah Selena yang memanggil namanya dengan khawatir selalu muncul secara tiba-tiba. Lalu semuanya akan berujung pada kenangan dimana ia menolak wanita itu dan mengurungnya tanpa perasaan.

Eros benci ketika ia tidak mengerti tentang dirinya sendiri dan perasaan apa yang hinggap di dadanya. Sikap dan perkataan Selena kadang tidak selaras. Wanita itu secara gamblang menyatakan bahwa dirinya sangat membenci Eros, tapi kemudian menyelamatkan hidupnya tanpa pikir panjang.

Tidak ada ucapan terimakasih, setelah kejadian itu Eros bahkan tidak sanggup melirik Selena. Entah karena apa, sudah ia bilang, ia tidak mengerti.

Namun Selena pernah mengatakan sesuatu padanya malam itu—sebelum meninggalkan kamarnya dengan ekspresi datar.

"Harus kuakui, meskipun aku membencimu, aku tidak sanggup melihatmu mati di hadapanku. Tidak perlu berterimakasih, aku tahu orang sepertimu tak akan mengatakan hal seperti itu."

Selena adalah satu dari sekian orang yang mengabaikan perasaan pribadinya hanya untuk menolong orang yang jelas-jelas pernah melukainya. Terdengar bodoh, tapi yang ia lakukan adalah benar, karena ia tahu rasa sakit akibat kehilangan itu seperti apa.

***

Pagi-pagi sekali, Selena sudah berdiri di depan cermin dengan kaos dan celana jins-nya. Musim semi hampir berakhir, udara menjadi sedikit lebih hangat dari biasanya. Ia melirik koper yang sengaja dibiarkan di samping meja rias setelah kembali dari Maldives. Tekadnya sudah bulat. Ia harus segera pergi dari rumah ini. Kemanapun. Kalau perlu ke ujung dunia dimana Eros tak bisa menemukannya lagi.

Setelah menarik napas, Selena kembali melirik pantulannya di cermin. Semalaman ia tak bisa tidur, berguling kesana kemari dan berakhir dengan duduk di samping jendela sambil memandang langit. Bagaimanapun orang-orang mencoba untuk membangun hidup mereka sesederhana mungkin, nyatanya tidak akan pernah ada yang bisa menghindari masalah.

Pintu diketuk, Selena melirik kearah benda itu sebelum menyahut, "masuk." Karena dikiranya sebagai pelayan yang hanya mengantar sarapan.

"Kau mau kemana?"

Selena menoleh dengan cepat. Itu Eros. Dengan setelan kerja serba hitam dan rambut yang disisir ke belakang.

"Ada apa?" Daripada menjawab pertanyaan Eros, Selena lebih penasaran mengapa pria itu berkunjung ke kamarnya di pagi buta seperti ini.

"Aku bertanya padamu lebih dulu." Namun seperti biasa, Eros adalah sosok yang sangat keras kepala.

Selena mencoba untuk tak menghela napas. "Seperti yang aku katakan di Maldives, aku tidak bisa melanjutkan semua ini."

Tak ada eskpresi berarti yang ditunjukkan Eros. Pria itu hanya menatapnya dengan wajah datar.

Selena mengangkat bahu ketika Eros tidak merespon apapun, ia meraih tas kecilnya dan koper yang berada di samping meja rias.

"Meskipun kau memaksaku untuk melakukan semua ini, tapi aku ingin berterimakasih untuk segala fasilitas mewah yang kau berikan." Selena menunduk pelan sebelum melewati Eros yang masih terdiam seperti patung. "Sejak awal kita bukanlah teman, jadi aku harap semuanya akan kembali seperti itu."

Saat menuruni tangga, Selena tampak berhenti dan melirik Eros yang juga melirik ke arahnya. Ia senang karena pria itu tidak menahannya, dengan kata-kata ataupun tindakan. Tapi tetap saja...semuanya terasa aneh.

***

"Selena?"

Saat Selena mencari taksi, sebuah mobil porsche putih tiba-tiba berhenti ditepi jalan.

Leo tampak mengintip dari jendela mobil yang terbuka dengan kening mengernyit. "Kau mau kemana?"

Selena tidak melihat kedatangan Leo sebagai sebuah keberuntungan, karena pria itu adalah temannya Eros. Dan Leo pasti sudah tahu kalau ia tinggal di rumah Eros selama ini.

Seakan mengerti, Leo dengan cepat mengangguk. "Kau mau kembali ke apartemen?"

Selena tersenyum kaku. "Ya, begitulah."

"Kalau begitu naiklah, aku akan mengantarmu." Leo tersenyum lebar. Bagaimana mungkin pria itu bisa berteman begitu baik dengan Eros? Padahal karakter mereka sangat bertolak belakang. Sekalipun Leo pernah membantu Eros untuk mengurungnya di gudang.

"Tidak," Selena mengibas. "Aku bisa naik taksi."

Leo sepertinya sudah tahu kalau Selena akan menolak tawarannya, jadi pria itu membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Tangannya dengan cekatan merebut koper Selena dan memasukannya ke dalam bagasi.

"Tidak. Tidak. Aku bisa naik taksi."

Leo tersenyum tanpa dosa. "Sudahlah, aku tidak akan melakukan apa-apa padamu, kok." Pria itu mendorong tubuh Selena untuk masuk ke dalam mobil dan tanpa canggung memasangkan sabuk pengamannya juga.

Selena shock. Ia tidak bisa berkata apa-apa ketika Leo duduk di bangku kemudi dan melajukan mobilnya dengan senyum puas. Sekarang ia mengerti, mengapa Eros dan Leo bisa begitu akrab, karena mereka sama-sama seorang pemaksa!

Kedua orang itu tak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikan semua kejadian itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Apakah kita harus mengikuti Tuan Leo?"

"Tidak perlu. Teruskan saja ke kantor."

***

Untuk kedua kalinya, Selena keluar dari dalam mobil Leo. Bedanya kali ini tidak ada gaun, melainkan hanya sebuah setelan kasual yang tampak begitu kontras dengan setelan formal yang digunakan oleh Leo.

"Sekali lagi, terimakasih."

"Tidak masalah." Leo mengeluarkan koper Selena dari dalam bagasi dan menyerahkan benda itu kepada pemiliknya. Seperti malam dimana mereka pertama kali bertemu, Selena hanya mendiaminya sepanjang perjalanan. "Bukan bermaksud ikut campur, tapi aku tidak tahu apa yang telah terjadi padamu dan Eros." Kedua bahu Leo terangkat, ekspresi pria itu tampak serius. "Apapun yang terjadi, aku ingin meminta maaf atas nama Eros dan...diriku sendiri."

Selena menatap ujung sepatunya dan mengigit bibir. Ia mengerti apa yang coba disampaikan oleh Leo, termasuk permintaan maaf pribadinya. Rupanya pria itu sudah ingat.

"Semuanya sudah terjadi," Selena mengangkat kepalanya dan mencoba untuk tersenyum. "Itu hanya masa lalu." Nyatanya lukanya masih membekas sampai sekarang.

Leo menggeleng. "Mungkin saat itu kami masih terlalu muda, tapi tetap saja semua itu salah, kan?"

"Baguslah jika kau tahu bahwa itu salah sekarang."

Leo terkekeh. Selena tidak terlalu buruk. Hanya karena penampilannya yang kurang menarik, makanya ia dikucilkan dulu.

"Kalau begitu aku pamit." Selena tersenyum sebentar kemudian berbalik.

"Tidak ada teh?"

Perkataan Leo membuat Selena kembali menoleh. Alisnya terangkat.

Leo kembali tersenyum sampai matanya menyipit. "Tidak. Tidak. Aku hanya bercanda," katanya sambil menyentuh kedua bahu Selena dan mendorong wanita itu untuk meneruskan langkahnya.

1
✨Susanti✨
hai.. hai Thor

gabosen balik lagi kesini
Nie
Jgn bilang andreas musuh dlm selimut jg ya thor 🙈
Nie
Berarti eros ga salah nyembunyiin alex dr emilia,semoga cpt sembuh alex dan bs berkumpul dgn eros,jgn lg ada dendam diantara kalian
Nie
Orlando tahu kalo alex msh hidup ya,bener ga sih thor
Nie
Hati2 dgn permainanmu eros,jgn sampe menimbulkan masalah baru untuk hubunganmu dan selena
Nie
Apa alex msh hidup ya,tp dia koma 🤔🤔🤔
Nie
Syukur deh kalo eros ga akan meninggalkan selena,buat selena bahagia eros
Nie
Duh selena hamil,alex meninggal trus masa eros harus kembali ma emilia sih..menang banyak tuh emilia,jgn sampe eros nikahi emilia dan meninggalkan selena thor,ga rela aku..saatnya eros dan selena bahagia
Nie
Biang kerok disini tuh emilia...alex,eros dan selena mereka yg jd korbannya
Yunia Spm
deg degan baca tiap bab nya 😁
Yunia Spm
baca novelnya harus konsentrasi tinggi 😁
✨Susanti✨
karyamu ini salah satu favorit AQ kak,,
sukses buat apapun yg qm jalani
semoga semua berjalan lancar
semangat terus kakak
buat eros bertekuk lutut.. dihadapanmu.. helena....
Herliana 995
udh ga mau up ya thor?
aku sampe lupa sama cerita ini
Mamae Rasya
thoooorrr sumpah deechhh jngan buat aku puyeeeenggg mikir🙄🙄🙄🙄🙄
Martha Karsten
dah berbulan2 g up ini hiatus atau something happen with the author?
khaliqa purba
kemana Thor?
Fatma Kodja
nggak nyangka Emilia yang bersikap polos, anggun ternyata memiliki dendam buat menghancurkan keluarga William
Fitria Prasetiyo Utomo
lanjut thor
Dwi Andriyani
ini upnya kapan sih thor, lama amat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!