Hani tidak menyangka dia akan menikah di saat karirnya sedang bagus-bagusnya dengan Alex — seorang CEO yang tanpa sengaja dia temui di Paris.
Pertemuan mereka awalnya tidak bermakna, tetapi anehnya Alex melamarnya begitu sampai di Indonesia.
Awalnya Hani menolak tetapi karena umurnya sudah menginjak 27 tahun, kedua orangtuanya menyetujui lamaran Alex Dan dimulailah kehidupan pernikahan yang penuh keanehan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissTheolland_Reihan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PH | 17
Alex memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya. Dia bergegas masuk ke rumah karena dia harus menyelesaikan beberapa dokumen yang belum sempat di selesaikan di kantor tadinya. Ini sudah sangat larut sebenarnya, hanya saja dia tidak mau menunda pekerjaannya itu.
Sebenarnya dia tinggal sendirian di apartemen, tapi setelah kepulangannya dari Paris seminggu yang lalu, Ayahnya memintanya tinggal di rumah keluarga karena harus membahas tentang pernikahannya dengan Chelsa.
Begitu masuk, dia melihat Chelsa duduk bersama Ibu dan Ayahnya di ruang tamu. Jujur, Alex tidak suka dengan pemandangan itu.
"Dari mana kau sampai pulang selarut ini?" Tanya Ayah dengan nada tegas—seperti biasanya.
Alex menyalami Ayah dan Ibunya lalu duduk, "Aku kencan dengan kekasihku, Yah. Kami melakukan banyak hal tadi," ucapnya membuat Chelsa menatapnya dengan mata memelotot.
"Apa maksudmu di depan calon istrimu, Alex?" Tanya Ibu heran. Alex tersenyum manis, "Aku tidak akan menikahinya, Bu. Aku punya kekasih yang hebat yang akan cocok sebagai menantunya Ibu."
"Siapa sebenarnya kekasihmu itu?" Tanya Ayah. Ibu menatap Alex penuh tanda tanya sedangkan Chelsa menatapnya sinis.
"Jika ada waktu, aku akan membawanya ke rumah untuk menemui Ayah dan Ibu. Kami akan datang untuk meminta restu," jawab Alex dengan senyum mengembang.
"Apa maksudmu, Alex? Kita akan menikah!!" ucap Chelsa.
"Tidak, Chelsa. Sepertinya kau belum bertanya pada Ayahmu bahwa pernikahan kita sudah dibatalkan. Bahkan aku masih tidak mengerti kenapa keluargamu sangat ingin menjadikanku menantu mereka. Tapi aku yakin karena mereka ingin merebut perusahaan milik kami," tukas Alex dingin.
Itu benar. Entah kenapa keluarga Chelsa sangat memaksa keluarga Alex untuk menjodohkan mereka. Padahal Ayah Ibu Alex tidak begitu merespon dan semuanya terserah pada Alex, namun Chelsa terus mendesak. Karena berusaha tetap sopan sebagai rekan kerja, Ayah meminta Alex untuk menghampiri keluarga Chelsa di Paris untuk menolak tawaran mereka secara sopan agar tidak merusak hubungan perusahaan mereka.
"Alex, kita akan tetap menikah," Chelsa menatap Alex dingin. "Aku tidak akan merelakanmu menikah dengan wanita lain."
"Terserah, Chelsa. Aku akan membawanya besok sehingga kau bisa melihat apakah kau pantas menjadi istriku dibandingkan dia," ucap Alex seraya bangkit dari duduknya.
"Aku permisi, Yah, Bu. Mau istirahat," pamitnya kemudian bergegas pergi ke kamarnya karena dia tidak tahan melihat wajah menjijikkan Chelsa. Wanita itu sudah membuat dirinya rendah karena mengemis untuk menikah dengan pria. Padahal sejatinya seharusnya pria yang mengemis pada wanita. Itu lah alasan mengapa Chelsa terlihat tidak berharga baginya.
***
Setelah membersihkan diri, Alex melihat ponselnya dan menemukan beberapa pesan dari Hani. Itu membuatnya tersenyum begitu saja.
HaniSayang : Sudah sampai?
HaniSayang : Jangan lupa istirahat. Good night
Alextampan : Good night too babe. I love you
Setelah membalas pesan itu, Alex tiba-tiba merindukan perempuan itu. Dia tidak tahu kenapa dia sangat terobsesi dengan Hani.
Selama ini dia pernah beberapa kali menjalin hubungan dengan perempuan, namun dia tidak pernah sesuka itu pada mereka. Dia bahkan tidak pernah berpikiran untuk menikah karena dia merasa tidak ada perempuan yang cocok untuknya. Namun setelah bertemu Hani, dia ingin sekali terus bersama perempuan itu. Melihat senyum dan mendengar suara Hani membuatnya tenang dan merasa Hani adalah pelabuhan terakhirnya, karena dia ingin hidup selamanya bersama perempuan itu.
Itu lah alasannya mengapa dia ingin cepat-cepat menjadikan perempuan itu miliknya karena dengan itu, dia bisa melihat dan memeluk perempuan itu sesukanya. Karena nantinya mereka akan menjadi suami-istri yang bahagia.
Mungkin.
lanjut...
selamatkan alex... jangan biarkan bersama ulat bulu... kasian hani